
Rashia Berjalan Di Temani Oleh Ketiga Pelayannya Di Belakang, Ivy Di Sebelah Kirinya, Dalbert Di Depan Sebelah Kanan, Flint Di Depan Sebelah Kiri, Levin Di Sebelah Kanan Lalu Desha Di Belakang Sebelah Kiri. Mereka Berdua Berdiri Di Belakang Para Pelayan.
Rashia Melihat Ivy "Aku Dengar Viscount Sebelumnya Di Bunuh Oleh Mereka"
Ivy Dan Yang Lainya Terkejut
"Itu Tidak Benar Nona, Viscount Di Bunuh Pembunuh Bayaran Yang Di Suruh Bajingan Itu" Jawab Ivy Cepat
"Bajingan?"
"Maksuda Saya Tuan Edan(Anak Viscount)"
"Begitu Ya" Rashia Mengangguk
"Iya Nona, Tubuh Pembunuh Bayaran Itu Besar Seperti Para Pelaut. Jadi Mereka Mengatakan Para Pelaut Lah Yang Membunuh Viscount, Tapi Itu Tidak Benar Nona. Saat Penyerangan Itu Para Pelaut Sedang Meninggalkan Wilayah Nona" Jelas Ivy Menggebu-gebu
Dalbert Dan Yang Lainnya Mengangguk.
"Tenanglah Ivy, Aku Hanya Bertanya"
"Maafkan Saya Nona, Saya Hanya Tidak Terima Jika Mereka..."
"Sepertinya Kalin Lebih Menyukai Pelaut Itu Dari Pada Tuan Uan Kalian" Rashia Menatap Datar Ke Depan
Mereka Semua Terkejut
"Tidak, Tidak, Tidak Seperti Itu Nona" Mereka Semua Binggung
"Buka Pintunya" Perintah Rashia
Dalbert Dan Flint Membuka Pintu.
Ivy Terdiam Sambil Mengikuti Rashia Dari Belakang, Tiba-tiba Rashia Berhenti.
"Kami Memberi Salam Pada Nona Pemilik Baru Wilayah Utara" Sapa Para Pelaut Bersamaan Sambil Membungkuk.
Rashia Dan Kedua Beastnya Terkejut Melihat Para Pelaut.
Rashia Melihat Mereka Semua "Wah, Kalian... Sangat Besar"
"He?" Para Pelaut Bingung.
"Nona" Panggil Ivy Pelan.
"Ah..Maaf.. Maksud Aku Senang Bertemu Dengan Kalian" Rashia Menunduk Sekali Lalu Berjalan Pergi Ke Arah Kursinya Dengan Gugup "Huftt"
"Tenanglah Rashia" Ujar Pinkky
"Pasti Wajahku Terlihat Lucu Sekarang" Rashia Mulai Duduk
"Wajamu Tertutup, Yang Mereka Lihat Hanya Matamu" Ujar Laksita
"Ah, Benar Juga" Rashia Melihat Para Pelaut Yang Masih Berdiri Sedangkan Rashia Sudah Duduk.
__ADS_1
"Silahkan Duduk" Ujar Rashia
"Terima Kasih Nona" Ucap Mereka.
Rashia Mengangguk Lalu Melihat Meja Makan, Ia Terkejut Lagi. Terdapat Banyak Hidangan Dari Berbagai Macam Lauk Juga Daging, Salah Satunya Satu Daging Babi Yang Utuh.
Rashia Pada Kehidupan Sebelumnya Elergi Pada Daging Babi Juga Takut Pada Babi Karena Pernah Di Kejar.
"Uhuk..Uhuk.." Batuk Rashia Terkejut Karena Kepala Babi Mengarah Padanya.
Ivy Dengan Cepat Menghampiri Rashia "Nona, Anda Baik-baik Saja?"
Mereka Semua Terkejut.
"Hm" Rashia Minum Air.
"Ada Apa Nona?" Tanya Salah Satu Pelaut Pria
"Hahaha, Bukan Apa-apa. Aku Hanya Tekejut Dengan..." Rashia Melihat Ke Arah Kepala Babi
"Huahahahaha" Tawa Para Pelaut
Rashia Dan Kedua Beastnya Kaget.
"Ekhem" Dehem Ivy Sambil Menatap Tajam Para Pelaut
"Aa Maafkan Kami" Para Pelaut Mulai Duduk.
"Tidak Apa-apa, Tidak Apa-apa"
"Mari Kita Makan Dulu Sebelum Memulai Pembicaraan Kita" Ujar Rashia
Para Pelaut Mengangguk, Mereka Pun Mulai Makan
"Apa Mereka Kanibal?" Pinkky(Gagak) Kaget Melihat Cara Makan Pelaut.
Rashia Yang Tidak Melihat Mereka Karena Sibuk Memotong Daging Sapi Yang Ada Di Piringnya.
"Jangan Melihat Mereka" Tahan Laksita Sambil Melihat Rashia Yang Ingin Melihat Ke Arah Para Pelaut, Rashia Pun Kembali Melihat Makanannya.
Ivy Melihat Shopie(Istri Dari Ketua Pelaut). Shopie Melihat Para Pria Yang Mengambil Makanan Dengan Kasar
"Haaa" Sopie Berdiri Dan...
Barkk.. Shopie Memukul Meja, Rashia Dan Yang Lain Terkejut, Pisau Rashia Jatuh Begitu Juga Air Minumnya, Berapa Makanan Tumpah.
"Apa Wanita Itu Sudah Gila" Ujar Pinkky Kesal
"APA YANG KAU LAKUKAN" Ujar Rashia Memegang Kuat Sendoknya
Mereka Semua Tambah Terkejut
"No-nona" Panggil Ivy Gugup
__ADS_1
"Haaa" Rashia Menatap Para Pelaut, Ia Terkejut Meja Makan Sangat Berantakan
"APA...APA KALIAN PERNAH BELAJAR TATA KRAMA?" Menatap Tajam Para Pelaut
"Ma-maafkan Kami Nona, Tolong Maafkan Kami" Ujar Shopie Takut
Suara Gumuruh Bersahut-sahutan Tepat Di Atas Mereka, Mereka Semua Tekejut. Aura Rashia Juga Menyebar Dengan Cepat Ke Seluruh Ruangan.
"Rashia Tenangkan Dirimu" Ujar Pinkky
"Haaa"
Para Pelaut Meletakan Makanan(Daging) Yang Mereka Pegang Dengan Pelan.
"Nona, Toong Maafkan Kami, Kami..Kami Tidak Pernah Di Hidangkan Seperti Ini" Lanjut Shopie
Rashia Melepaskan Sendoknya "Huftt, Ivy"
"Ia Nona" Jawab Cepat
"Bereskan Makanan Yang Tumpah"
"Baik"
"Lalu Kalian" Rashia Menatap Tajam Para Pelaut, "Duduk Dan Makanlah Dengan Tenang, Bisa?"
"Bi-Bisa Nona, Maafkan Kami" Jawab Shopie
"Huft" Rashia Mengambil Sendoknya Lagi Tapi Tidak Bisa Karna Tanganya Sakit Akibat Memegang Sendok Terlalu Keras.
"Apa Semua Baik-baik Saja?" Tanya Venian Di Balik Pintu
"Sudah, Semua Baik-baik Saja" Jawab Laksita
"Baiklah" Venian Berjalan Mundur Lalu Berbalik Kembali Ke Kamar Rashia Dengan Khawatir.
Setelah Semua Di Bereskan, Mereka Mulai Makan Dengan Tenang. Para Pelayan Membantu Mengambil Makanan Untuk Para Pelaut.
Rashia Hanya Makan Makanan Penutup Karena Napsu Makannya Hilang.
***
"Apa Saja Yang Kau Dengar Tentang Wilayah Utara Itu Rose?" Tanya Duchess
"Tidak Banyak Cia, Aku Hanya Tau Dia Seorang Wanita Dan Memiliki Lebih Dari 2 Beast"
"Memiliki Lebih Dari 2 Beast?" Mereka Semua Terkejut
Rosallie Mengangguk "Kucing Hitam?"
"Beast Tingkat Rendah" Ujar Sargon
"Bicara Tentang Beast, Putra-putra Kita Belum Meilikinya" Ujar Priyanka
__ADS_1
"Kau Benar Juga Kak" Patricia Melihat Priyanka.
Mereka Semua Saling Memandang.