
Salah Satu Orang Yang Ikut Bersama Dengan Pria Di Depan Rashia Melangkah Ke Depan Tapi Di Cegah Seseorang.
"Ketua" Panggilnya
"Jangan Ikut Campur Urusan Tuan Muda" Ujar Exel Sambil Mentap Lew, Salah Satu Kstria Ras Mata Merah.
"Tapi Ketua Dia Baru Saja Memukul Tuan Muda Pertama" Ujar Lew Sambil Menatap Exel Dengan Mata Coklat Kemerahan Karna Marah.
"Aku Tau, Tapi Tugas Kita Bukan Ikut Campur Hanya Memantau Tuan Muda. Jangan Ikut Campur. Paham" Tatap Tajam.
Lew Yang Ketakutan Dengan Tatapan Mata Tajam Exel Pun Perlahan Mundur Dengan Kesal.
Rashia Melihat Ke Arah Penjaga Cassius(Eurik) Dengan Dingin, Exel Terkejut Dengaan Tatapan Rashia(Mata Exel Dan Rashia Bertemu).
"Cassius Vlad Lioncart" Panggil Rashia
Mereka Semua Terkejut
"Dia Tau Siapa Kami?" Pikir Exel Dan Yang Lain
"Ya?" Cassius Melihat Rashia Sambil Memegang Perutnya
Rashia Melihat Cassius Yang Tingginya Melebihi Dia
"Wah, Aku Harus Melihat Ke Atas Agar Bisa Menatapmu" Ujar Rashia
"Maaf, Karna Aku Terlalu Tinggi" Ujar Cassius
"Apa Kau Akan Lebih Tinggi Nanti?"
"Sepertinya Begitu"
"Wah" Takjub "Lalu Bagaimana Kabarmu?"
"Baik" Jawab Cassius Sambil Tersenyum "Rashia Berapa Umurmu?"
Rashia Menatap Cassius "Apa Mata Itu Bisa Melihatnya?" Tanya Rashia Sambil Menatap Mata Merah Cassius
"Begitulah" Jawab Cassius
"Ahh, Apa Aku Cantik?" Tanya Rashia
Cassius Tersenyum "Lumayan"
"Yaakk" Pukul Pelan Rashia.
Cassius Memeluk Rashia, Rashia Juga Membalas Pelukan Cassius. Ksatria Ras Mata Merah Terkejut, Dallen Yang Bersembunyi Juga Terkejut Melihat Rashia Dan Cassius Berpelukan.
"Berapa Umurmu?"
"Kau Lebih Tua"
"Aku Tau, Jadi Berapa?"
"8"
Cassius Melepaskan Pelukannya, Lalu Melihat Rashia, Mereka Berdua Saling Memandang. Rashia Melepaskan Pelukannya.
"Hahaha Bercanda,Aku Akan Mencapai Umur 30"
"Ah" Cassius Mengangguk
Mereka Berdua Duduk Kembali
"Waktuku Hanya Sebentar Jadi Aku Akan Mengatakn Apa Yang Harus Kukatakan" Ujar Cassisus.
Rashia Mengangguk
"Wilayah Utara Terletak Di Sebuah Pulau, Perjalan Kalian Akan Memakan Waktu 4 Hari Untuk Sampai Di Sebuah Pelabuhan Penyebrangan Dan Untuk Sampai Ke Kastil Atau Wilaya Utara Sendiri Kalian Harus Menaiki Kapal Semalam, Besok Paginya Kalian Akan Sampai Di Pelabuhan Wilayah Utara"
"Ah, Jadi Itu Sebuah Pulau"
"Benar, Dan Ini" Cassius Memberikan Sebuah Cincin Sihir
"Apa Ini?"
Orang Yang Mengintip Tekejut Lagi.
"Apa Tuan Muda Melamar Anak Permpuan Itu?" Tanya Lew
"Cincin Itu.." Pikir Dallen Terkejut
__ADS_1
"Ini Adalah Cincin Untuk Pemilik Wilayah"
"Apa?"
"Setiap Wilayah Atau Pemilik Wilayah Itu Terdapat Batu Sihir Sebagai Pelindung Wilayah Lalu Cincin Yang Terhubung Dengan Batu Sihir Yang Hanya Bisa Di Gunakan Pemilik Wilayah Yang Sudah Terikat Kontrak Dengan.."
"Surat Tanah"
"Benar, Karna Surat Tanah Itu Juga Mengandung Sihir Yang Terhubung Dengan Batu Sihir"
"Tapi Bagaimana Cincin Ini Ada Padamu?"
"Aku Mendapatkannya Di Pelelangan , Sepertinya Putra Viscout Yang Bodoh Itu Menjualnya"
"Haaa, Anak Kurang Ajar Itu" Rashia Melihat Cincin, Lalu Ia Tersenyum
"Banyak Sekali Cincin Yang Aku Pakai" Rashia Melihat Cincinya, Lalu Matanya Tertuju Pada Gelang Yang Di Tinggalkan Cassius Untuknya "Ambil Ini" Ujar Rashia Sambil Melepaskan Gelang Yang Di Pakainya.
"Apa?! Kenapa" Tanya Cassisus
"Aku Tidak Butuh, Dan..." Rashia Melihat Cassius "Apa Kau Tau Siapa Aku Di Dunia Ini?" Tanya Rashia
"Hm"
Rashia Menunduk
"Mau Kuceritakan?"
"Tidak, Aku Hanya Akan Bertanya" Jawab Rashia
"Baiklah"
"Apa Aku Memiliki Orang Tua?"
"Ada, Lengkap Dan 2 Saudara Laki-laki"
"Wahh, Kakak? Adik?"
"Kakak, Kau Yang Terkecil"
"Ah, Begitu Ya" Rashia Tersenyum
"Apa Aku .... Mereka Mencariku?"
"Benarkah?" Rashia Terkejut Sambil Melihat Cassius
"Hm, Tapi Mereka Berhenti"
"Apa? Apa Maksudmu Berhenti?" Rashia Terkejut.
"Kata Ibumu, Kau Pasti Akan Kembali Pada Mereka Tanpa Mereka Harus Mencarimu"
"Hee!!? Percaya Diri Sekali Ibuku Itu" Kesal
Cassius Tertawa Kecil.
"Ini Bukan Pertama Kalinya Kau Di Culik"
"He? Benarkah? Wahh, Siapa Kah Aku?" Penasaran
"Karna Itu Kau Mau Mendengarnya?"
"Tidak, Biarkan Semua Berjalan Seperti Yang Di Inginkan Ibuku Itu Dan Aku Juga Mau Menikmati Hidupku Sekarang" Ujar Rashia.
Rashia Memakaikan Gelang Pada Cassius.
"Tuan Muda" Panggil Exel
Rashi Dan Cassius Melihat Exel, Exel Memberi Hormat Pada Rashia Dengan Membungkuk Di Ikuti Oleh Para Ksatria Di Belakangnya, Rashia Juga Membalas Membukuk.
"Senang Bertemu Dengan Anda Lady" Ucap Exel
"Lady? Apa Aku Bangsawan?" Pikir Rashia
"Senang Juga Bertemu Dengan Anda Tuan" Balas Rashia Dengan Anggun
Exel Tersenyum Kecil
"Aku Pergi" Ujar Cassius
"Hm" Jawab Rashia
__ADS_1
"Eurikkkkkkk" Panggil Laksita
Mereka Semua Berbalik Melihat Kebelakang, Novika Dan Laksita Berlari Ke Arah Cassius.
"Oh" Cassius Tersenyum Kecil
Novika Dan Laksita Melopat Kepelukan Cassius, Para Ksatria Tekejut Lagi Begitu Juga Dengan Dallen, Keculi Exel Yang Dengan Hangat Menyambut Kedua Temannya.
"Dasar Iblis Kurang Ajar, Beraninya Kau Meningalkan Kami" Cerutu Laksita
Para Ksatria Cassius Terkejut.
"Hahaha, Maaf. Bagaimana Kabar Kalian?" Tanya Cassius
"Sangat Baik" Jawab Novika
"Kelici Kau Terlihat Enak"
Mereka Semua Terkejut, Novika Menatap Cassius Dengan Datar.
"Haha Aku Bercanda"
Rashia Mendekat Pada Mereka Lalu Mengelus Novika
"Pinkky, Itu Namanya"
"Ha?" Mereka Bertiga Terkejut
"Sekarang Namamu Bukan Novika Tapi Pinkky"
"Hmm" Jawab Pinkky(Novika) Sambil Tersenyum
Cassius Dan Laksita Saling Memandang.
"Haha, Ahk"
Rashia Langsung Memukul Laksita Saat Ia Mulai Tertawa.
"Diamlah Kucing, Sebelum Aku Memakanmu" Ujar Rashia Yang Mengejutkan Mereka Semua
"Kau..." Cassius Menatap Rashia Dengan Bingung.
"Aku Bercanda" Rashia Mentap Cassius Datar
"Intinya" Rashia Menatap Laksita "Sekecil Atau Sebesar Apapun Yang Kau Lakukan Diskusikan Dulu Dengan Seseorang, Dan Perhatikan Cara Bicaramu, Yang Kau Hanya Anggap Sepele Tapi Itu Menyakiti Hati Mereka. Ingat Kau Tidak Sendiri, Kau Berkelompok Dan Itu Dengan Manusia Yang Memiliki Hati Dan Pikiran Yang Selalu Bertarung, Bertahan Agar Mereka Tidak Mejadi Gila"
Dallen Menatap Rashia Dengan Kagum
"Cih, Banyak Sekali Peraturanya" Laksita Memalingkan Wajahnya
Rashia Tersenyum "Begitalah, Jika Tidak Ada Peraturan Manusia Bisa Salah Jalan, Tapi Aku Memberikan Kebebasan Pada Kalian Mana Yang Kalian Pilih, Tapi Satu Jangan Menghiantiku Dan Tolong Jaga Sikap Kalian"
Dallen Menuduk Mengingat Apa Yang Di Lakukan Teman-temannya Pada Rashia Sebelumnya, Sedangkan Cassius Dan Para Ksatrianya Menatap Rashia Sambil Tersenyum Kecil Begitu Juga Dengan Pinkky
"Dan Kau Pinkky"
"Ya?"
"Kita Berkelompok, Jadi Jika Ada Saran Atau Ada Yang Mengganggu Pikiranmu Diskusikanlah Dengan Seseorang, Dan Jika Sesorang Menagatakan Sesutu Yang Mengganggumu Pukul Mereka" Ujar Rashia
Mereka Semua Terkejut Sambil Menahan Tawa.
"Kamu Ingin Kami Berkelahi?" Tanya Laksita
"Orang Yang Dipukul Itu Pasti Membuat Kesalahan Sampai Temannya Memukulnya" Jawab Rashia
"Ha?" Laksita Menatap Rashia Dengan Kesal "Tapi Yang Kemarin Itu Bukan Salahku" Ujar Laksita
"Aku Tau, Sebenarnya Tidak Ada Yang Salah Hanya Saja Kemarin Itu Pinnky Sensitif Akan Sesuatu, Dan Mendengar Perkatan Yang Benar Tapi Tidak Di Terima Baik Oleh Hati Dan Pikirannya" Rashia Melihat Pinkky
Pinkky Menunduk "Maafkan Aku Kucing, Aku Juga Ingin Mendapat Nama Baru"
Mereka Semua Melihat Pinkky
"Nama?" Laksita Binggung Sedangkan Rashia Dan Yang Lain Menahan Tawa
"Hm, Aku Benci Namaku Sebelumnya" Jawab Pinkky
"Lalu Kontarktor?"
"Itu Hanya Pengalihan Saja, Aku Berfikir Jika Rashia Melakukan Kontrak Denganku Otomatis Dia Akan Memeberikanku Nama Baru , Kalo Dia Tidak Memberikannya Aku Sendiri Yang Akan Memintanya" Jelas Pinkky
__ADS_1
Rashia Berbalik Membelakangi Laksita Dan Pinkky Sedangkan Cassis Melihat Ke Atas,Para Ksatrianya Melihat Ke Bawah Lalu Dallen Meremas Kuat Bajunya Karna Menahan Tawa.
5 Menit Kemudian, Laksita Dan Pinkky Sudah Baikan,Lalu Cassius kembali Dengan Ksatrianya, Tidak Lupa Ia Memeluk Rashia Dan Kedua Beastnya.