AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS

AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS
KEGUNAAN INTI KEKUATAN MONSTER


__ADS_3

Mereka Semua Melihat Suara Yang Ada Di Balik Tirai.


Tome Pun Menjelaskan Tentang Khasiat Inti Kekutan Monster Yang Berbeda Warna Itu. Mereka Semua Terkejut.


"Tidak Mungkin" Raja Tidak Percaya.


"BIARKAN AKU YANG MENCOBANYA" Ujar Laksita


"TIDAK AKU SAJA" Ujar Pinkky


"KALIAN BERDUA SAJA" Saran Tome "Sil.. Kelinci Warna Merah Dan Kucing Ke Dua Warna Merah Gelap"


Rashia Melihat Kedua Beast Nya


"BAIKLAH" Jawab Pinkky Dan Laksita


Mereka Berdua Saling Memandang Lalu Melihat Inti Beast Yang Di Pegang Dallen (Merah Gelap) Dan Leofrik (Merah) Di Depan Mereka


Telan.


Tiba-tiba Tubuh Pinkky(Kelinci) Sedikit Membesar Sedangkan Laksita(Beast), Ujung Ekornya Yang Walnya Warna Biru Berubah Menjadi Warna Ungu


"Apa Mereka Berubah Menjadi Manusia?" Tanya Rashia Yang Penasaran Karna Tidak Bisa Melihat Dengan Jelas Perubahan Kedua Beastnya.


"Tidak Nona, Hanya Ada Perubahan Pada Tubuh Kedua Beast Milik Nona" Jawab Ivy


"Wuah, Benarkah!" Penasaran


Pinkky Dan Laksita Saling Memandang Lalu Tersenyum


"Anda Sudah Melihatnya. Inti Kekutan Itu Tidak Merubah Mereka Menjadi Monster Melainkan Menambah Kekuatan Mereka" Jelas Rashia


Mereka Semua Terkejut, Kedua Beast Pun Naik Kembali Keatas Ranjang


"Apa Kalian Merasakan Sesuatu??" Tanya Rashia(Telepati) Pada Kedua Beastnya


Pinkky Dan Laksita Menatap Rashia Sambil Tersenyum.


"Terima Kasih Viscountess" Ujar Duchess Sambil Memegang Erat 2 Kantung Yang Berisi Inti Beast


"Sama-sama Duchess, Saya Juga Sempat Berbicara Dengan Nya"


Raja Dan Duchess Terkejut Lalu Melihat Rashia


"Apa Yang Di Katakan Ya?" Tanya Raja


"Tunggulah Sampai Dia Sendiri Yang Menghampiri Kalian"


"Benarkah Dia Mengatakan Itu?" Tanya Duchess Sambil Berdiri


"Benar Duchess, Ia Sedang Mempersiapkan Diri Dan Mencoba Menerima Semuanya"


Duchess Menunduk "Maafkan Aku" Gumam Duchess


"Sikap Dingin Apa Itu?" Tome Menatap Rashia Yang Hanya Melihat Duchess Dengan Datar.

__ADS_1


"Lalu Kau Mau Aku Harus Apa, Ekspresi Apa Harus Ku Tunjukan? Mereka Bukan Siapa-siapa Ku"


Tome Binggung


"Tapi Sekarang Mereka Orang Tuamu Di Dunia Ini" Jawab Venian


"Haa, Kau Benar" Rashia Melihat Venian "Aku Akan Berusaha Menerimanya"


Ketiga Beastnya Tersenyum Kecuali Tome Yang Bingung Dengan Percakapan Mereka Berempat.


Raja Dan Duchess Pun Kembali Ke Kerajaan Mereka.


Siangnya Para Peri Datang


Pintu Ruang Kerja Rashia Terbuka


"Kami Meberi Salam Pada Pemilik Wilayah" Sapa Shore Dan Para Peri Yang Mengikutinya


"Ah Kalian Sudah Datang, Masuklah" Jawab Rashia Sambil Tersenyum


Ivy Terkejut


"Apa Mereka Para Peri?" Batin Ivy.


Rashia Berdiri Lau Melihat Sekitar "Mereka Harus Duduk Di Mana?" Batin Rashia Bingung


"Mereka Bisa Duduk Di Depan Mu" Ujar Pinkky


Rashia Kaget Lalu Melihat Pinkky Dengan Bingung.


"Aah Ok" Rashia Duduk Kembali "Kemarilah" Rashia Memberishkan Mejanya Dan Menyusun Beberpa Buku Untuk Di Duduki Para Peri


Mereka Semua Saling Memandang


"Ivy Keluarlah"


"Baik Nona" Ivy Menudunuk Lalu Keluar


"Ok Baiklah , Apa Ada Yang Ingin Kalian Diskusikan Denganku?" Tanya Rashia


"Begini Nona" Jawab Green Gugup


"Hmm?" Rashia Melihat Green "Santai Saja"


"Rashia Kami Ingin.."


"NO-NA" Potong Rashia Sambil Menatap Shore "Aku Adalah Pemilik Wilayah Bukan Temanmu" Tegas


Para Peri Melihat Pinkky Yang Mengangguk


"Maaf" Shore Berdiri Lalu Menuduk


"Tidak Apa-apa . Sebelumnya Aku Minta Maaf Tapi Di Sini Aku Adalah Pemilik Wilayah Azalea, Disini Akulah Rajanya"


"Baik" Semua Para Peri(22 Peri Termasuk Shore Dan Green) Mengangguk

__ADS_1


"Jadi.."


"Kami Tidak Ingin Ada Manusia Yang Masuk Di Wilayah Kami Nona" Ujar Shore


Rashia Mengangguk "Lalu Bagaiman Jika Ada Penyerangan Seperti Semalam?"


Para Peri Terdiam Sambil Menatap Rashia


"Kalian Tau Apa Gunanya Tentara Di Setiap Wilayah?" Rashia Melihat Para Peri Yang Diam


"Untuk Menjaga Wilayah Itu Tetap Aman Dari Serangan Di Dunia Luar. Tapi Jika Kalian Tidak Ingin Ada Manusia Di Wilayah Kalian, Maaf Aku Menolak"


Para Peri Terkejut


"Pulau Itu Termasuk Wilayah Ku Jadi, Pulau Itu Juga Menjadi Tanggunng Jawabku"


"Lalu Bagimana Dengan Kami?" Tanya Salah Satu Peri


"Harus Menerima, Itu Jalan Satu-satunya"


"Kami..."


Shore Mengakat Tangan Nya Unntuk Menghentikan Peri Itu Berbicara.


"Kami Akan Menerimanya, Tapi..." Shore Berat Hati


Rashia Tersenyum "Jangan Khawatir, Aku Hanya Mengirim Sedikit Manusia. Aku Akan Menirim Manusia Yang Tau Tentang Tumbuhan"


"Benarkah?" Tanya Shore Yang Kaget


"Hmm, Pulau Itu Bernama Pulau Enclave" Rashia Melihat Pinkky "Katakan Pada Ivy, Untuk Memanggil Pengurus Ladang Buah"


"Ok" Pinkky Terbang Keluar


Rashia Meliaht Para Peri "Kalian Ingin Makan Sesuatu?"


Para Peri Saling Memandang


"Manisan?" Jawab Green Takut Karna Baru Pertama Kali Berhadapan Dan Menatap Dekat Manusia


Rashia Tersenyum "Baiklah Tunggu Sebentar" Rashia Berdiri Lalu Keluar


"Anda Membutuhkan Sesuatu Nona?" Tanya Penjaga


"Tolong Ambilkan Aku Manisan"


"Baik Nona" Jawab Salah Satu Penjaga, Ia Pun Pergi.


Rashia Masuk Kembali, Ia Melihat Bentuk Pulau Enclave Yang Di Gambarnya Saat Di Lihatnya Saat Berada Di Atas Punggung Tome Lalu Di Lengkap Kan Oleh Ksatria Yang Bisa Menggambar.


Para Peri Menghampiri Rashia, Mereka Juga Melihat Gambar Pulau Enclave


Tok..Tok..Tok


Rashia Dan Para Peri Melihat Ke Arah Pintu

__ADS_1


__ADS_2