
Cassius Memberikan Rashia Kalung Sihir Yang Bisa Melindungi Rashia Dari Monster, Ia Juga Memberikan 5 Kuda Dan 2 Kotak Koin Yang Setiap Kotak Berisi 1000 Koin Emas Dan 2 Satu Kotak Berisi 10 Cincin Penyimpanan Senjata,10 Cincin Untuk Apa Saja Tapi Memiliki Batas Penyimpanan Dan 5 Cincin Yang Hampir Sama Warnanya Sama Seperti Milik Rashia Tapi Mereka Tidak Terikat Dengan Batu Melaikan Darah Pemiliknya,Lalu 2 Gelang Penyimpanan Untuk Menyimpan Sesuatu Yang Hidup.
"Wahh , Yang Dia Berikan Sangat Banyak" Ujar Pinkky
Rashia Memasukan Semuanya Ke Dalam Cincinya Kecuali Kuda "Haaa, Syukurlah" Ujar Rashia
Laksita Dan Pinkky Menatap Rashia Dengan Datar
"Syukurlah?!" Ujar Laksita
"Hahaha, Aku Sedikit Takut Menagmbil Uang Di Cincin Milikku,Entah Kenapa Perasaan Ku Tidak Enak" Jawab Rashia
Pinkky Melihat Rashia Sambil Menagguk Karna Mengerti Persaan Rashia Yang Memakai Barang Yng Bukan Miliknya.
"Kenapa? Itu Kan Milikmu" Ujar Laksita.
Rashia Hanya Diam.
"Ini..."Pinkky Melihat 5 Ekor Kuda
Laksita Dan Rashia Melihat Ke Arah Kuda.
"Aku Akan Memasukannya Di Kandang" Ujar Dallen Keluar Dari Tempat Persembunyiannya.
"Ok" Jawab Rashia Datar.
"Kau..." Dallen Terkejut Dengan Sikap Datar Rashia Yang Tidak Terkejut Dengan Kedatangannyua.
Rashia Menatap Dallen Dengan Binggung
"Aku Mengantuk, Jadi Aku Masuk Ke Dalam Duluan" Ujar Rashia.
"Itu.. Baiklah, Selamat Malam"
"Hm Selamat Malam Dallen, Ah Tidak Kak Dallen" Senyum
Dallen Terkejut Dengan Panggilan Rashia Padanya, Ia Pun Tersemnyum.
Rashia Dan Kedua Beastnya Pun Masuk Kedalam Sedangkan Dallen Pergi Masukan Kuda Di Kandang, Setelah Itu Dia Masuk Kedalam Untuk Tidur.
Besoknya.
Selesai Sarapan, Mereka Menduksikan Lagi Rencana Mereka.
"Haaa, Kata Euric Wilayah Utara Itu Terletak Di Sebuah Pulau?" Rashia Melihat Leofrik Dan Teman-temannya.
Leofrik Dan Teman-temanya Saling Memandang
"Cassius? Maksudmu Eurik?" Tanya Venian
"Hm" Jawab Rashia Sambil Memandangi Teman-teman Leofrik.
"Lalu Mana Dia?" Tanya Venian Lagi
Rashia Menatap Datar Venian "Pergi" Jawab Rashia
Venian Terkejut Sedangkan Yang Lain Menahan Tawa, Rashia Kembali Melihat Dallen Dan Teman-temannya.
"Sejujurnya Kami Belum Sampai Kesana" Ujar Rey
"Ha?" Rashia Terkejut
__ADS_1
"Kami Juga Hanya Bertanya Pada Orang-orang Yang Pernah Sampai Ke Sana" Lanjut Gart
Rashia Menundukkan Kepalanya,Leofric Dan Teman-teman Merasa Bersalah
"Lalu..Huft...Bagaiman Surat Tanah Mereka Ada Pada Kalian?"
"Anak Viscount Itu Menyuruh Kita Melakukaan Sesuatu Dan Dia Tidak Punya Jaminan Apa-apa Yang Dia Miliki Hanya Surat Tanah Itu, Jadi.." Jawab Dallen.
Rashia Berdiri "Haaaa, Bagus" Dia Kembali Duduk
Mereka Semua Melihat Rashia Dengan Binggung, Merek Salig Memandang.
Rashia Diam Sambil Berfrikir "Apa Kapal Bisa Memuat Seekor Kuda?" Tanya Rashia
"Itu...Tidak" Jawab Gib
"Haaa, Untuk Perjalan Sampai Di Penyebrangan Memakan Waktu 4 Hari,Sampainya Kita Harus Naik Kapal Semalam Untuk Sampaai Ke Wilayah Itu, Dan... Haaa"
"Kau Tau Dari Mana? Maksud Aku, Bagaimana Kau Bisa Tau Perjalanan Kita Menuju Wilayah Utara Sedetail Itu? " Tanya Leofric.
"Euric" Jawab Rashia.
"Rashia" Panggil Madam Gilada
"Iya Bibi?" Jawab Rashia Sambil Melihat Madam Gilda.
"Jangan Terlalu Banyak Berfikir, Tidak Baik Untuk Kesehatanmu" Saran Madam Gilda
Rashia Tersenyum "Terima Kasih Bibi, Tapi Aku Memang Harus Berfikir Untuk Ini, Saat Sampai Di Wilayah Kita, Bibi Yang Akan Menggantikanku Berfikir Nanti"
"Hahaha Baiklah" Madam Gilda Mengupas Apel Untuk Mereka Semua.
Rashia Tersenyum Lalu Melihat Joy, Rashia Berdiri Menghampiri Joy Lalu Memberikan 5 Koin Emas
Joy Melihat Uang Yang Di Berikan Rashia Lalu Ia Menatap Rahia Yang Sedang Tersenyum Ke Arahnya,Joy Mengangguk, Lalu Menhampiri Madam Gilda
"Ibu, Aku Mau Keluar Sebentar" Ujar Joy
"Baiklah Tapi Kamu Tidak Bisa Pergi Sendiri" Jawab Madam Gilda Lembut.
Joy Melihat Rashia.
"Venian,Ella,Gib,Kelinci Pergilah Bersama Joy" Ujar Rashia
"Ok" Jawab Pinkky Sedangkan Yang Lain Mengangguk
Joy Pergi Mengambil Buku Tentang Obat-obatan Miliknya, Yang Lainya Bersiap ,Setelah 2 Menit Bersiap Mereka Pun Pergi. Rashia Dan Yang Lain Melanjutkan Menduksikan Keberangkatan Mereka.
Selama Sejam Mereka Menduksikan Tentang Perjalan Mereka, Mereka Pun Istirahat Sebentar Dengan Tidur Siang, Sedangkan Joy Dan Lainya Masih Di Luar Sedang Membuat Obat Untuk Madam Gilda.
Rashia Bersiap Untuk Tidur Siang Tiba-tiba Fanny(Lola) Mendekati Rashia "Rashia" Panggil Fanny.
"Hm?" Berbalik Melihat Fanny
"Itu....Terima Kasih" Ujar Fanny
Rashia Tersenyum "Aku Menanti Timbal Balik Kalian" Rashia Menatap Fanny
"Pasti, Kami Akan Melakukan Apa Saja Dan Yang Terbaik"
Rashia Mengangguk Sambil Tersenyum "Belajarlah, Dan Menjadi Kuatlah"
__ADS_1
"Pasti" Fanny Mengangguk Dan Menatap Rashia
Rashia Juga Menagngguk Lalu Tersenyum, Fanny Pun Keluar Dan Rashia Berbaring Tidur.
Joy Sudah Membuat Obatnya Tinggal Mengabil Inti Mana Siput Langit, Mereka Semua Melihat Ke Atas Pohon Yg Begitu Tinggi.
"Wahh,Sangat Tinggi" Ujar Ella
Novika Berubah Menjadi Gagak Dan Langsung Terbang Ke Atas Pohon.
Ella,Gib Dan Joy Terkejut Dengan Perubahan Novika.
"Dia..!!" Mereka Bertiga Terkejut.
"Berapa Yang Mereka Butuhkan?" Tanya Novika Pada Venian (Telepati)
"Berapa Yang Kau Butuhkan Mia?" Tanya Venian
Mereka Semua Melihat Phobus, Joy(Mia) Mengerutkan Alisnya
"Maaf Maksudku Joy" Lanjut Venian
"Hm" Joy Memalingkan Wajahnya Karna Kesal Dengan Venian
"Maafkan Aku" Ujar Venian
Joy Tidak Mendengarkan Venian,Ella Dan Gib Menahan Tawa.
"Kelincii, Aku Membutuhkan Sekitar 4 Atau 5 Inti Siput Itu" Teriak Joy
Novika Yang Mendengar Teriakan Joy Pun Menanbah Kecepatanya Terbang Ke Atas.
"Kau Di Sini!" Sapa Salah Satu Peri Penjaga Pohon Pada Novika (Telepati)
Novika Menatapnya "Lama Tidak Bertemu Cherry" Sapa Novika (Telepati) Pada Perry Kecil Yang Sayapnya Berwarna Hijau.
"Hm" Cherry Terbng Ke Arah Novika, Lalu Berbalik Melihat Ke Arah Pohon Yang Terdapat Banyak Siput Langit "Berapa Banyak Yang Kau Butuhkan?" Tanya Cherry (Telepati)
Novika Tersenyum "Sebenarnya Hanya 5 Yang Temanku Inginkan Tapi Untuk Berjaga-jaga Bisakah Kamu Memberikan 5 Kecil,5 Sedang, Dan 5 Yang Besar Untuk Ku?" (Telepati)
"Baiklah" (Telepati) Cherry Langsung Pergi Mencari Yang Di Butuhkan Novika.
"Ternyata Dia Memiliki Teman Peri Penjaga" Batin Venian Yang Melihat Novika Dari Bawah.
"Ternyata Dia Mengenal Penjaga Pohon" Batin Ella. Mata Kiri Ella Bisa Melihat Seseorang Dari Jarak Jauh.
Cherry Membuat Sebuah Kantung Dari Daun Dan Ranting Pohon Menggunakan Kekuatan Pengendaliannya Terhadap Benda.
Novika Mengikuti Cherry Dari Belakang, Melihat Bagaiman Cara Cherry Memecahkan Cangkakng Siput Dan Mengambil Inti Siput Itu.
Novika Melihat Itu Dengan Geli Dan Merasa Kasihan Pada Siput Itu "Ah" Novika Memalingkan Wajahnya Saat Cherry Memecahkan 5 Cangkang Siput Sedang Dengan Sekali Pukul.
Setelah Setengah Jam Kemudian Novika Pun Turun Dari Pohon Sambil Membawa 3 Kantung Inti Siput Langit Yang Berbeda-beda.
Joy Mengambil Kantung Itu.
Phobus Memegang Novika, Novika Berubah Kambali Menjadi Kelinci Lalu Matanya Berubah "Venian Ambil Dua Kantong Itu Lalu Berikan Pada Rashia"
Joy,Ella Dan Gib Melihat Isi Ketiga Kantung Itu, Mereka Terkejut Melihat Kedua Kantung Itu Berisi Inti Siput Yang Berbeda Dari Warna dan Ukurannya , Sedangkan Novika Lansung Tertidur Di Pelukan Venian Karena Lelah. Venian Pun Mengambil 2 Kantong yang berisi inti yang sedang dan besar.
"Terima Kasih Cherry, Aku Pergi Dulu Nanti Aku Akan Menemui Lagi" Ujar Novika (Telepati) Yang Perlahan-lahan Menutup Matanya.
__ADS_1
Cherr Tersenyum "Ternyata Kau Belum Bisa Mengendalikan Kekuatan Mu Dengan Benar Siluman" Batin Cherry.
Novika Dan Yang Lain Pun Pergi.