
Setelah Venian Mengatrkan Rashia Ke Kamar, Tengah Malamnya Ia Terbangun.
Rashia Berjalan Ke Arah Balkon Sambil Menghirup Udara Malam "Aku Lelah, Tapi Aku Senang. Bagaiman Denganmu?(Alana)" Melihat Langit
"Tunggulah, Aku Pasti Akan Mempertemukan Mu Dengan Keluargamu" Rashia Melihat Ke Bawah Lalu Tersenyum "Haaa, Syukurlah Wilayah Ini Tidak Terlalu Buruk Dan Para Pekerja Nya Bertanggung Jawab" Melihat Para Prajurit Yang Sedang Bergantian Untuk Berjaga.
Karena Sudah Terlalu Dingin Rashia Masuk Ke Kamar Lalu Pergi Ke Arah Meja Kerja Nya Yang Berada Tidak Jauh Dari Pintu Kamar Nya.
"Hai Manusia" Sapa Tome(Beast Langit Legendaris) Menghampiri Rashia
Rashia Terkejut "Jika Ingin Masuk Ke Kamar Seseorang, Kau Harus Mengetuk Pintunya Terlebih Dahulu"
"Aku Ingin Melakukanya, Tapi Aku Takut Ketiga Binatang Itu Akan Bangun"
"Haaa"
"Mereka Bertiga Sangat Sensitif Jika Mengenai Dirimu" Tome Mendekati Rasia
"Tentu Saja, Aku Pun Sebaliknya" Tanpa Melihat Tome
Tiba-tiba Tome Menyerang Rashia Dengan Belati Kecilnya, Rashia Menangkis Nya Dengan Pena Yang Di Berikan Aura
Rashia Menatap Tome "Kau Cari Mati Rupanya"
Tome Tersenyum Kecil "Kau Pikir, Kau Bisa Membunuh Ku"
"Bisa Atau Tidaknya, Aku Pasti Akan Membunuh Mu Jika Kau Macam-macam"
Tome Menyimpan Kembali Belatinya "Apa Yang Kau Lakukan Pada Raja Hutan Itu Sampai Ia Mengikuti Mu Dan Menjaga Mu Sampai Seperti Ini?"
Rashia Melihat Tome Lalu Berfikir "Membentaknya, Memarahinya Terkadang Aku Memukulnya"
"Apa?!!" Tome Terkejut "Kau Serius?"
"Itu Yang Ku Ingat, Tap Aku Tidak Tau Apa Yang Di Rasakan Nya?"
"Huft"
Rashia Tertawa Kecil
Tome Melihat Rashia "Namaku Tome, Tome Hanorem Beast Langit Legendaris. Putra Kedua Dari Raja Fukoro(Burung Hantu) Bermata Emas"
"Sepertinya Anggota Kerjaan Indentik Dengan Mata Berwarna Kuning"
"Tidak Semua, Kecuali Kerajaan Belgium. Hanya Kerajaaan Belgium Lah Yang Angota Keluarganya Indentik Dengan Mata Berwarna Kuning Hampir Sama Dengan Milik Kami" Jelas Tome
Rashia Mengangguk "Namaku Rashia Rania"
"Aku Sudah Tahu"
"Baguslah" Rashia Mengangkat Kedua Bahunya Lalu Kembali Melihat Kertas Yang Di Depanya.
"Kau Ingin Menulis Sesuatu?"
"Hm, Aku Ingin Membuat Sebuah Bendera Dan Lambang Yang Baru Untuk Wilayahku. Apa Kau Punya Ide?"
Time Terkejut "Bisakah Aku?"
Rashia Tersenyum "Tentu Saja, Sebenarnya Aku Ingin Membangunkan Para Beast Ku Tapi Sepertinya Mereka Bertiga Lelah"
"Lelah Kenapa? Mereka Tidak Melakukan Apa-apa Hanya Memantaumu"
__ADS_1
"Benar Juga Ya, Hehe"
Tome Menggelengkan Kepalanya, Tome Mendekatkan Wajahnya Pada Rahia Sambil Melihat Kertas, Rashia Juga Melihat Kertas
"Benderanya Warna Kuning" Ujar Tome Sambil Melihat Rashia
"Kuning?!"
"Iya, Seperti Warna Matamu"
Rashia Merubah Warna Matanya Menjadi Warna Kuning Lalu Melihat Tome Sambil Tersenyum "Ide Yang Bagus"
Tome Tersenyum
Rashia Menulis " Lalu Lambangnya?"
"Apa Yang Kalian Berdua Lakukan?" Tanya Laksita
"Huaa" Rashia Terkejut "Kucinggg"
Laksita Berjalan Ke Arah Rashia Lalu Naik Ke Atas Meja, Tome Memundurkan Wajahnya.
"Haaa, Mengganggu" Ujar Tome Sambil Memalingkan Wajahnya
"Hey, Orang Asing Jaga Ucapan Mu" Ujar Pinkky Yang Ada Dalam Pelukan Venian. Mereka Berdua Berjalan Mendekati Rashia.
"Siluman" Tome Melihat Rashia "Kau Memiliki Banyak Barang Bagus"
Rashia Tersenyum "Kau Lah Barang Yang Bagus"
Tome Mengerutkan Alisnya
"Haaa, Para Beast Tolong Bantu Aku Berfikir. Bagusnya Lambang Apa Yang Cocok Untuk Wilayah Ini?"
"Hm" Rashia Melihat Pinkky
"Laut" Ujar Venian
Mereka Semua Melihat Venian
"Netral" Ujar Laksita
Tiba-tiba Pintu Terbuka, Mereka Semua Melihat Ke Arah Ivy Yang Masuk Perlahan-lahan. Rashia Dan Para Beastnya Melihat Ivy Yang Berjalan Ke Arah Tempat Tidur Rashia
"Ivy" Panggil Rashia
"Huaa" Ivy Terkejut Lalu Berbalik Dengan Cepat Sampai Sepotong Kue Yang Di Pegangnya Jatuh, Tome Dengan Cepat Mengambil Kue Itu.
"No-nona" Ivy Meliihat Rashia Lalu Melihat Tome(Manusia) Di Sebelahnya
"Apa Yang Kau Lakukan?"
"I-itu..." Gugup Juga Gelisah
Rashia Mendekati Ivy "Tenanglah, Venian(Manusia) Nyalakan Lampu"
"Ok"
"Aku Saja" Ujar Laksita Yang Langsung Menyalakan Semua Lilin Dengan Sihirnya.
Ivy Terkejut
__ADS_1
"Apa Yang Kau Lakukan Di Kamarku?" Rashia Menatap Ivy
"I-itu..." Ivy Gugup
"Nyonya" Panggil Yara Pelan Sambil Membuka Pintu.
Mereka Semua Melihat Yara Sedangkan Yara Terkejut Dan Membeku Di Tempat
"Hey Ada Apa?" Tanya Zena
"No-nona" Panggil Yara Terkejut
Zena Dan Zola Yang Menunggu Di Sebelah Yara Terkejut Mereka Juga Membeku Saat Mendengar Yara Memanggil Rashia.
Yara Dan Kedua Temannya Pun Masuk
"Apa Langsung Di Bunuh Saja" Tanya Tome
Ivy Dan Yang Lainnya Terkejut
"Tidak Perlu, Mereka Tidak Bermaksud Jahat" Jawab Rashia Yang Berbalik Berjalan Pergi Ke Arah Meja Kerjanya.
Ivy Mengambil Kue Yang Di Pegang Tome, Lalu Berjalan Ke Arah Rashia Di Ikuti Oleh Yara Dan Kedua Temannya.
Ivy, Yara Dan Kedua Temannya Menunduk "Maafkan Kami Nona"
"Jelaskan" Rashia Meliihat Ketiga Bawahannya Itu
Ivy Meletakan Kue Yang Di Bawanya Di Atas Meja "Hari Ini Ulang Tahun Putri Alana"
"Putri Alana?"
"Putri Yang Hilang Dari Kerajaan Belgium" Ivy Melihat Rashia
Rashia Terdiam, Rashia Melihat Yara Dan Kedua Temannya "Kalian Juga Tau Ini?"
"Tidak Nona, Kami Tau Jika Cucu Raja Kerajaan Belgium Hilang Tapi Kami Tidak Pernah Berfikir Itu Adalah Anda" Jawab Yara
"Mana Lilinnya?"
Ivy Dengan Cepat Memasang Lilin
"Haaa"
Yara Dan Kedua Temannya Saling Memandang, Rashia Menutup Matanya Lalu Meniup Lilinnya Lalu Tersenyum.
"No-nona" Panggil Zena
Rashia Melihat Zena
"Apakah Anda, Benar-benar Putri Yang Hilang Itu?"
"Sepertinya Begitu"
"Jadi Dia Putri Yang Menghebohkan Kerjaan-Kerajaan Besar Itu" Batin Tome
Venian Melihat Tome "Tutup Mulut Sampai Kau Mati Jika Tidak..." (Telepati) Venian Mengeluarkan Auranya
Tome Tersenyum Melihat Venian
Laksita Menatap Tome
__ADS_1
"Ugh" Tome Memegang Dadanya "Hey Tenanglah Ka-kalian" Ujar Tome Kesakitan
Rashia Dan Keempat Bawahnya Melihat Ke Arah Ketiga Beast Itu Dengan Binggung Kecuali Rashia, Ia Mengetahui Apa Yang Terjadi Pada Tome Dan Ia Hanya Tersenyum.