AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS

AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS
BEAST KUNO.


__ADS_3

Levin Dan Teman-teman Rashia Sampai Di Sebuah Kastil Tempat Untuk Para Pekerja Kediaman Viscount.


"Di Sini Tempat Kalian Tinggal, Di Bagian Barat Untuk Laki-laki Dan Timur Untuk Perempuan" Ujar Levin Pada Dallen Dan Yang Lain


"Terima Ksih" Ujar Dallen


Mereka Masuk Ke Dalam Kastil, Di Antar Oleh Pelayan Laki-laki Dan Perempuan Ke Kamar Mereka.


Levin Yang Mengantarkan Dallen.


Sampai Di Kamar Dallen.


Levin Membuka Pintu "Ini Kamar Mu" Levin Melihat Dallen


"Sangat Kecil" Batin Dallen.


"Ada Apa?" Tanya Levin


"Ah, Tidak Apa-apa. Terima Kasih" Dallen Masuk Ke Dalam Kamar.


"Apa Hubungan Kalian Dengan Nona?"


Dallen Berbalik "Awalnya Kami Teman, Tapi Setelah Sampai Di Sini...Kami Menunggu Panggilanya"


"Aku Mengerti, Selamat Beristirahat Dan Terima Kasih Sudah Menemani Nona Sampai Di Sini" Menunduk


"Anda Tidak Perlu Berterima Kasih, Ini Juga Sudah Menjadi Tanggung Jawab Kami, Saya Istirahat Dulu" Dallen Menutup Pintu


"Apa Semuanya Sudah Selesai?" Tanya Dalbert(Baru Datang)


"Sudah Ketua"


Pinkky(Gagak) Melihat-lihat Isi Kamar Mereka Semua, Pinkky Hinggap Di Batang Pohon Dekat Dengan Kamar Dallen Dan Leofrik


"Apa Kamarnya Layak?" Tanya Pinkky Pada Beast Milik Dallen Dan Leofrik(Telepati)


"Lumayan" Jawab Mereka.


"Baiklah" Pinkky Pindah Lagi Melihat Ke Arah Gail Dan Yang Lain


Pinkky Masuk Ke Dalam Kamar Fanny, Pinkky(Kelinci) Duduk Di Atas Meja.


"Hai Kelinci" Sapa Fanny


"Hai" Jawab Pinkky(Mata Berubah)


"Apa Kamar Ini Layak?"


"Lumayan" Fanny Berhenti Dari Pekerjanya(Mengatur Barang) Lalu Duduk Di Depan Pinkky


"Kamar Ini Besar"


"Iya, Karna Aku Akan Tidur Dengan Dalan Dan Della Jadi Mereka Memberikan Kamar Yang Cukup Besar Untukku"


"Ah Begitu" Pinkky Mengangguk


"Iya" Fanny Melihat Dellan Dan Dalan Yang Sedang Bermain


"Lalu Makananya?"


"Kata Ksatria, Mereka Akan Memanggil Kita Saat Jam Makan Siang Nanti Tapi Kata Dallen Kami Ingin Beistrihat Selama Mungkin Jadi Mereka Akan Mengantarkan Makanan Untuk Kita" Jelas Fanny


"Mengantarkan Ke Kamar Masing-masing?"


"Iya"


"Ouh"


"Bagaimna Dengan Rashia?"


"Dia Juga Sedang Istirahat"


"Begitu Ya, Apa Dia Baik-baik Saja?"


"Iya, Di Baik-baik Saja Ah Dan Juga, Rashia Ingin Merahasiakan Tentang Dirinya Di Tempat Ini"


"Maksudmu, Di Tidak Ingin Di Ketahui Sebagai Pemilik Wilayah"


"Benar, Mugkin Setiap Dia Keluar Dia Akan Menutup Wajahnya"


"Ah, Begitu Ya Tapi Kenapa?"


"Entahlah, Di Juga Sudah Memberitahukan Pada Pekerja Yang Ada Di Kediaman"

__ADS_1


"Baik, Aku Akan Memberi Tahukan Pada Mereka Semua"


"Baiklah, Aku Pergi Dulu"


"Baik, Terima Kasih Sudah Berkunjung"


Pinkky Mengangguk, Ia Berubah Lagi Menjadi Seekor Gagak, Fanny Terkejut


"Dia Gagak?" Fanny Binggung


Tok..Tok..Tok..


Fany Berbalilk Melihat Ke Arah Pintunya.


**


Rashia Selesai Mandi Dan Mengganti Pakaian.


Rashia Berdiri Di Depan Cermin, Para Pelayan Melihat Rashia Dengan Takjub.


"Wahh Nona, Nona Benar Benar Cantik" Ujar Zola(Pelayan Yang Mengurus Pakaian Rashia)


Rashia Hanya Diam.


"Nona, Apa Anda Tidak Suka?" Tanya Zena(Pelayan Yang Merias Rashia) Gugup


"Kalian, Bagaiman Kalian Tau Ukuran Bajuku?" Rashia Menatap Pelayan Lewat Kaca.


"Salah Satu Beast Milik Ksatria Adalah Beast Langit Sayap Putih(Pengirim Pesan), Dialah Yang Memeberitahukan Pada Kami, Jadi Kami Langsung Menyiapkan Sebelum Nona Datang" Jelas Yara(Pelayan Yang Bertanggung Jawab Makanan Dan Minuman Rashia).


"Baiklah, Terima Kasih Atas Kerja Keras Kalian"


"Sudah Menjadi Tugas Kami Nona" Jawab Mereka Bertiga Sabil Membungkuk.


Pinkky Masuk Dan Langsung Berubah Menjadi Kelinci.


Yara Dan Zena Mengelurkan Belati(Pisau Kecil), Berisap Untuk Menyerang, Sedangkan Zola Mengeluarkan Sihir Pertahanan Untuk Melindungi Rashia.


Rashia Terkejut, Ketiga Beast Juga Terkejut.


"Hey Tenanglah" Ujar Rashia


"Beast Milik Siapa Itu?" Ujar Yara Menatap Tajam Pinkky.


"Itu Milikku" Rashia Melihat Ketiga Pelayannya.


"Itu,,Milik Nona?" Tanya Yara


"Iya" Rashia Melihat Pinkky.


"Maafkan Kami Nona" Mereka Bertiga Menunduk.


"Tidak Apa-apa" Rashia Mendekati Ketiga Beastnya "Keluarlah Aku Ingin Istirahat"


"Baik" Menunduk


Mereka Pun Keluar.


Pinkky Melihat Rashia "Pertahanan Mereka Sangat Cepat"


'benar Sekali, Aku Sampai Terkejut" Lanjut Venian


Rashia Tersenyum Bangga


"Ngomong-ngomog, Sepertinya Ivy Mengenalmu" Laksita Melihat Rashia


"Hm, Aku Juga Berfikir Begitu" Rashia Menuju Ke Arah Balokon, Ia Melihat Halaman Kediaman Yang Begitu Bersih Terawat.


Venian(Manusia) Melihat Rashia "Bisa Aku Bertanya?"


Rashia Berbalik "Apa?"


"Siapa Kamu Sebenarnya? Dan Bagaiman Kamu Bisa Mengerti Bahasa Kami(Beast)?"


"Apa Aku Bisa Mempercayaimu?"


"Bukanya Aku Sudah Melakukan Sumpah Darah Denganmu?"


"Tapi Kalian Bisa Membatalkan Sumpah Itu" Laksita Melihat Venian


Rashia Dan Pinkky Terkejut


"Iya, Tapi Aku Tidak Akan Berkhianat Dan Itu Tidak Akan Pernah Terjadi"

__ADS_1


"Siapa Yang Tau" Laksita Memalingkan Wajahnya


"Kau" Venian Menatap Laksita Dengan Kesal


Rashia Tersenyum Kecil "Jika Suatu Hari Kau Akan Menghianatiku, Walaupun Itu Mustahil Untuk Ku Lakukan Tapi Pasti Akan Ku Lakukan, Aku Akan Membunuhmu"


"Haaa" Venia Berdiri "Aku Bersumpah, Itu Tidak Akan Terjadi Dan Juga Aku Sudah Melakukan Sumpah Dengan Eurik Untuk Melindungi Mu Dengan Mempertaruhkan Nyawaku" Menatap Rashia


"Ha?" Rashia Dan Kedua Beastnya Menatap Venian


"Haaa" Venian Duduk Kembali, Lalu Mulai Menceritakan Yang Terjadi Saat Malam Eurik Di Jemput Oleh Ksatria Ras Mata Mereh Di Panti Asuhan.


"Wahh, Kekutanya Bisa Meembuat Ku Pingsan? Bagaimana Mungkin?" Laksita Terkejut


"Kekuatan Eurik Lumayan Besar, Jika Saat Itu Aku Tidak Menggunakan Hampir Semua Kekuatanku Pasti Aku Juga Akan Pingsan" Jelas Venian


"Itu Tidak Mungkin" Laksita Menatap Venian "Kau Adalah Beast Legendaris, Kekutan Iblis Tidak Ada Apa-apanya"


"Kau Benar Tapi Aku Belum Bisa Mengendalikan Kekutanku Sepenuhnya"


Rashia Dan Pinkky Saling Memandang


"Apa Di Sini Ada Naga?" Tanya Rashia


Mereka Semua Melihat Rashia, Pinkky Melihat Laksita Dan Venian


"Ada, Tapi Mereka Sudah Lama Punah Saat Kelaahiran Ku Pun Aku Tidak Pernah Mendengar Tentang Mereka Lagi" Jelas Venian


Rashia Dan Ketiga Beastnya Terkejut


"Berapaa Umurmu?" Tanya Pinkky


"220 Tahun"


"Haaa!!" Rashia Dan Kedua Beastnya Saling Memandang


"Kucing Kau?"


"100"


"Wuahh, Kalian Semua Sangat Tua" Ujar Rashia Tekejut


Mereka Bertiga Melihat Rashia Dengan Datar


"Jadi Bagaimna Kau Mengetahui Bahasa Kami?" Venian Menatap Rashia


"Aku Tau Begitu Saja"


Venian Mendekati Rashia Lalu Menatap Mata Rashia "Kau Pasti Keturunananya"


"Ha?"


Venian Duduk(Atas Temapat Tidur) "Saat Kelahiranku, Bukan Naga Yang Terkenal Tapi Manusia Yang Melakukan Kontrak Dengan Beast Kuno Yang Terkenal"


Laksita Bangun "Apa!! Beast Kuno? Kontrak?!"


"Beast Kuno?" Pinkky Dan Rashia Binggung


"Hm, Naga Salah Satunya Tapi Bukan Naga Yang Melakukan Kontrak"


"Wah, Lalu? " Rashia(Penulis Novel Gendre Fantasi) Naik Di Atas Tempat Tidur, Venian Melihat Rashia.


"Kau Mengerti Bahasa Kami, Jadi Mungkin Saja Kau Keturunannya"


Pinkky Dan Laksita Melihat Ke Arah Rashia.


"Haaaa" Rashia Membaringkan Tubuhnya "Aku Jadi Penasaran Tentangku"


Venian Melihat Rashia Lalu Ikut Berbaring Di Sebelah Rashia "Apa Kamu Tidak Tau Siapa Orang Tuamu?"


"Hm, Tapi Aku Mulai Tau Sedikit Tapi Aku Malas Mencari Tahu, Eurik Juga Ingin Mengatakannya Tapi Mengingat Apa Yang Sudah Ku Alami, Aku Menolak Untuk Mendengarnya"


"Kenapa?"


Rashia Diam Lalu Melihat Venian "Bagaimana Denganmu? Bukan Dengan Kalian, Siapa Dan Di Mana Orang Tua Kalian?" Rashia Melihat Ketiga Beast.


"Bagaimna Kalau Kita Menceritakan Tentang Diri Kita?" Ujar Pinkky


"Apa Tidak Apa-apa?" Tanya Rashia


"Tidak Apa-apa, Aku Juga Lelah Memendam Sendiri" Jawab Pinkky


"Aku Juga" Lanjut Laksita.

__ADS_1


"Baiklah, Mulai Dari Aku" Ujar Rashia


"Ok" Jawab Venian


__ADS_2