AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS

AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS
HEWAN SILUMAN.


__ADS_3

"Haaa" Duke Merasa Sedih Juga Kesal Melihat Teman Di Sebelahnya Itu Karena Tidak Bisa Membantunya


"Apa Ratu Tidak Bisa Mengeluarkan Racun Itu?"


"Tidak, Aku Dan Ratu Sampai Bertanya Pada Raja Fremen(Raja Durch, Ayah Ratu Rosallie). Katanya Jika Hanya Racun Dari Prajurit Monster Beliau Bisa Mengeluarkannya Tapi Ini Racun Dari Rajanya Jadi..."


"Jadi, Tidak Ada Obatnya?"


"Ada, Tapi Sangat Mustahil Mendapatkan Bahan Terakhirnya"


"Apa Itu" Duke Menatap Sargon


Sargon Tersenyum Lalu Melihat Ke Arah Depan "Aku Saja Hanya Melihat Gambarnya"


"Ha?"


Sargon Melihat Duke Dengan Serius "Inti Hewan Sakalave”


"Ha?! Sa-sakalave?"


"Benar, Ia Di Namakan Hewan Siluman Pemakan Dunia" Sargon Bersandar Pada Pagar Balkon Berbalik Melihat Duke.


Duke Terkejut Karena Baru Pertama Kali Ia Mendengar Nama Hewan Itu, Sargon Melihat Duke Sambil Tersenyum.


"Kau Baru Pertama Kali Mendengarnya Ya?"


"Ah, Iya Maaf"


"Tidak Apa-apa, Aku Juga Baru Mendengarnya Dari Raja Durch. Mereka Hewan Kuno Yang Memiliki Wujud Lebih Dari Satu"


"Siluman"


"Hm, Tapi Aku Membaca Di Buku, Hewan Itu Sudah Punah Dari Beberapa Abad Yang Lalu Karena Dampak Dari Perang Antar Beast Kuno"


"Haaa, Lalu Bagaimana? Sejujurnya Aku Tidak Tau Apa-apa Tentang Beast Apa Lagi Para Siluman, Jadi...."


Duke Seorang Pengguna Aura Senjata Perang, Senjata Apa Saja Bisa Ia Kendalikan, Duke Juga Bisa Menggunakan Sihir Pelindung. Ia Tidak Melakukan Kontrak Dengan Para Beast.


"Hahaha, Santai Saja. Aku Juga Sudah Mencari Tau, Ada Beberapa Orang Mengatakan Pernah Melihat Hewan Itu Di Salah Satu Pulau Wilayah Utara"


"Maksud Mu Wilayah Utara Oldbrook"


"Benar Tapi Sekarang Wilayah Itu Bernama Azalea"


"Ah, Jadi Mereka Sudah Memiliki Pemilik Wilayah Yang Baru Ya"


"Hm, Tapi Sekarang Wilayah Itu Di Tutup Dan Sangat Di Jaga Ketat Oleh Para Ksatria Willow Dan Prajurit Serenity. Aku Juga Sudah Banyak Mengirim Surat Tapi Tidak Ada Satupun Balasan, Haaa" Kesal


"Sombong Sekali Dia, Aku Sampai Kesal" Ujar Priyanka Berjalan Mendekati Duke Dan Sargon.


Duke Berbalik, Sargon Melihat Ke Arah Priyanka.


"Saya Memberi Salam Pada Permaisuri Pertama Kerjaan Wiroscar" Duke Menuduk.


***


"Nona" Panggil Zena Memegang Tangan Rashia.


Zena Melihat Zola Dan Yara Sambil Menggelengkan Kepalanya.


Pinkky Terbangun Karena Suara Zena, Pinkky Berjalan Menuju Ke Arah Rashia


”oi, Bangun" Pinkky Menepuk Pipi Rashia


Ketiga Pelayan Rashia Terkejut

__ADS_1


"Hm" Rashia Berbalik


"Ya Ampun, Sepertinya Nona Sangat Lelah" Ujar Zola


Pinkky Tertidur Lagi Di Belakang Rashia, Ketiga Pelayan Rashia Tertawa Kecil.


Tiba-tiba Pintu(Balkon) Terbuka Dengan Kuat.


Ketiga Pelayan Rashia Dengan Cepat Mengeluarkan Senjata Mereka, Begitu Juga Dengan Ketiga Beast Rashia Langsung Bangun Dan Berubah Dengan Wujud Asli Mereka Kecuali Pinkky(Kelinci) Bersiap Melawan Angin Yang Di Keluarkan Beast Langit Legendaris.


Ketiga Pelayan Rashia Terkejut Dengan Perubahan Kedua Beast Rashia, Saking Terkejutnya Mereka Bertiga Jatuh.


"Hm.." Rashia Membuka Matanya Perlahan-lahan "Ada...Apa Ini?" Tanya Rashia Setengah Sadar


"AKHIRNYA AKU MENEMUKANMU KUCING" Ucap Beast Langit Itu.


"Rashia Melihat Ke Arah Beast Langit "Kau.. Memanggil Siapa? Di..Sini Ada Dua.. Kucing" Berbalik Dan Mulai Tertidur Lagi.


"KAU.." Venian Menatap Tajam Beast Langit


Beast Langit Itu Melihat Rashia "MANUSIA, MANUSIA ITU.. TIDAK MUNGKIN APA DIA KETURUNAN MANUSI YANG MELAKUKAN KONTRAK DENGAN BANGSAKU?" Melihat Rashia


"KAMU MENGENALNYA?" Tanya Laksita Pada Venian.


Venian M lengangguk "BURUNG SIALAN, KAU MENGGANGGU TIDUR KAMI" Venian Maju Mendekati Beast Langit


"Berubah Ke Wujud Semula Kalian" Rashia Bangun.


Laksita Berubah Menjadi Kucing Hitam Lalu Naik Ke Atas Tempat Tidur, Venian Melompat Ke Arah Beast Langit Lalu Mereka Berdua Berubah Mejadi Anak Singa Kecil Dan Burung Putih(Beast Langit).


"APA-APA KAU" Ujar Beast Langit Yang Tidak Bisa Bergerak Karena Sayapnya Di Tahan Venian.


"TUTUP MULUT MU" Jawab Venian Kesal.


Ketiga Pelayan Rashia Berdiri "Baik Nona"


Ivy Membuka Pintu Lalu Masuk Bersama Para Ksatria.


"Apa Yang Kalian Lakukan" Rashia Memperbaiki Rambutnya


"Maafkan Kami Nona, Kami Merasakan Aura Beast Jahat Ke Arah Sini Nona" Ujar Ivy Cemas


"BEAST JAHAT" Beast Langit Kesal Mendengar Yang Di Katakan Ivy


"Diamlah Burung" Ujar Rashia (Telepati) Tanpa Melihat Beast Langit.


Beast Langit Terkejut.


"Tidak Apa-apa, Ketiga Beast Ku Sedang Bermain Dan Salah Satu Dari Mereka Kesal Jadi Mereka Mengeluarkan Aura Mereka" Jelas Rashia Sambil Turun Dari Tempat Tidurnya.


Ivy Dan Para Ksatria Melihat Ke Arah Rashia.


"Maafkan Kami Nona"


"Tidak Apa-apa, Keluarlah"


"Baik Nona" Mereka Semua Menunduk


Mereka Pun Keluar Tidak Lupa Ivy Menutup Pintunya.


"Haaa" Rashia Melihat Venian Dan Beast Langit Itu


Venian Mengigit Sayap Kiri Beast Langit Lalu Membawanya Ke Ruangan Mereka.


"AHKKK SAKIT" Teriak Beast Langit.

__ADS_1


Rashia Menggelengkan Kepalanya


"DASAR BURUNG GILA" Ujar Laksita Kesal


"UDAH STRESS DIA" Lanjut Pinkky


Laksita Tertawa Kecil.


Rashia Menyiapkan Satu Ruangan Tepat Di Depan Kamarnya Adalah Kamar Para Beast, Semuanya Lengkap Terdapat Satu Kamar 1 Kamar Untuk Venian(Karena Bisa Berubah Menjadi Manusia), Sedangkan Laksita Dan Pinkky Di Buat Rumah Kecil Untuk Mereka Lalu Di Luarnya Di Lengkapi Dengan Perabotan Untuk Kucing Dan Burung.


***


"Ayolah Edgar" Priyanka Menatap Duke


"Setidaknya Aku Harus Memberi Salam Kakak" Jawab Duke


"Haaa, Bagaimana Kabar Kalian?"


"Baik Kak" Jawab Duke


Priyanka Mendekati Sargon Lalu Memegang Tangan Sargon Dengan Lembut "Kamu Baik-baik Saja?"


"Iya Aku Baik-baik Saja, Hanya Bergetar Sedikit"


"Hm, Sedikit Dan Belum Berhenti" Priyanka Menatap Sargon.


Sargon Tersenyum.


"Aku Akan Mencoba Menghubungi Wilayah Utara" Ujar Duke


"Percuma, Sudah 50 Surat Ku Kirimkan Atas Namaku Sampai Membawa Nama Ayah(Raja Efraim) Tapi..."


Kilat Menyambar(Tidak Menimbulkan Suara)


"Tenanglah Kakak" Ujar Duchess Berjalan Medekati Duke


Mereka Semua Melihat Ke Arah Duchess


Duchess dan Sargon saling memberi salam dengan menunduk.


Duke Memeberikan Tangannya Pada Duchess, Duchess Tersenyum Lalu Meraih Tangan Duke.


"Bagaimna Aku Bisa Tenang" Priyanka Melihat Tangan Sargon Yang Masih Bergetar


"Wilayah Utara Baru Saja Memiliki Pemilik Baru Jadi, Mereka Pasti Masih Sangat Sibuk. Belum Lagi, Aku Dengar Pemilik Wilayah Baru Itu Ingin Mengubah Hampir Semua...Entah Apa Yang Ingin Di Ubahnya?" Jelas Duchess


"Tapi Setidaknya Balas Pesanku"


"Jangan Kan Pesanmu Kak, Pesan Dari Para Bangsawan Dari Beberapa Wilayah Saja Tidak Ada Yang Di Balasnya. Para Utusan Mereka Yang Ingin Berkujung Ke Wilayah Utara Pun Tidak Di Izinkan Masuk" Jelas Duchess Lagi


Mereka Bertiga Terkejut


"Siapa Pemilik Wilayah Itu Cia?" Tanya Duke


Duchess Melihat Duke "Entahlah, Yang Ku Tau Dia Seorang Wanita. Aku Sudah Menyuruh Orang Untuk Memantau Situasi Di Sana Dan Mencoba Mendekati Pemilik Wilayah Yang Baru Tapi... Jangan Kan Melihat Dia, Mendekati Kastil Saja Tidak Bisa Karna Di Jaga Ketat"


"Aku Jadi Penasaran" Priyanka Melihat Duches Begitu Pun Sebaliknya


"Identisa Pemilik Wilayah Tidak Di Publikasikan"


"Rashia Rania, Itu Nama Pemilik Utara Yang Baru" Ujar Rosallie Berjalan Medekati Sargon


Mereka Semua Melihat Rosallie(Ratu Wiroscar)


Duke Dan Duchess Secara Memberikan Salam, Rosallie Membalasnya Hanya Dengan Menunduk Sekali.

__ADS_1


__ADS_2