
Pinkky Dan Tome Pertama Sampai Di Pulau Enclave.
Para Peri Penjaga Sibuk Menyelamatkan Diri Dari Hewan Sakalave Yang Menyerang Mereka.
Pinkky Dari Atas Sudah Mengeluarkan Kekuatannya Bergitu Pun Dengan Tome.
"PERGILAH, CARI HEWAN ITU" Ujar Tome
"BAGAIMANA AKU BISA MENEMUKANNYA?"
"JIKA KAMU MELIHAT HEWAN YANG HAMPIR SAMA SEPERTINYA(SAKALAVE), ITU ADALAH DIA(PARADOXA)"
Pinkky Mengangguk
"Kelinci" Teriak Venian "Pergilah Ke Belakang Pulau, Ras Mata Mereka Ada Di Sebelah Sana"
Pinkky Langsung Terbang Ke Belakang Pulang
"BERHENTIIIII" Teriak Pinkky Dari Atas
Cassius Mengangkat Tangannya, Kapal Mereka Pun Berhenti
Pinkky Yang Dari Atas Merinding Juga Ketakutan
"DIA, BUKAN MONSTER ITU ADA DI DEPAN KALIAN" Ujar Pinkky Ketakutan.
Cassius Terkejut, Karena Mereka Tidak Melihat Paradoxa
"SERANG" Perintah Cassius
Mereka Pun Mulai Menyerang Hewan Yang Mereka Tidak Lihat Itu Dengan Membabi Buta.
"Aku Mau Pulang" Batin Pinkky Yang Ketakutan Melihat Hewan Itu Menggeliat Kesakitan
"Bagaimana Keadaannya?" Tanya Cassius
"Masih..Hidup" Jawab Pinkky Yang Mulai Menagis
"Menjauh Lah Kelinci" Ujar Cassius Dingin
Pinkky Yang Mulai Merasakan Aura Yang Di Keluarkan Cassius, Pinkky Pun Terbang Sejauh Mungkin.
***
Kapal Yang Di Naiki Raja Efraim Dan Duchess Asadel Mulai Berjalan.
Ksatria Willow Pun Mengirim Burung Pengantar Pesan Ke Kastil
Ivy Berlari Ke Arah Kamar Rashia.
Tok..Tok..Tok..
__ADS_1
Rashia Yang Sedang Mengganti Pakaiannya Tersenyum.
Ketiga Pelayan Rashia Melihat Ke Arah Pintu
Ivy Membuka Pintu Lalu Berlari Ke Arah Rashia.
"Nona" Panggil Ivy Ngos-ngosan
Rashia Melihat Ivy Sambil Tersenyum "Ada Apa?"
"Nona" Ivy Menatap Rashia
"Hmm!!?" Senyum
Ivy Melihat Ekspresi Rashia "Anda Sudah Tahu Ini?"
"Tau Apa?"
"Raja Dan Duchess Yang Sedang Menuju Ke Sini?"
Rashia Tertawa Kecil "Bagaimana Bisa Aku Tahu? Aku Berdiam Diri Di Kamar Ivy?"
"Nona"
Rashia Tersenyum Lalu Melihat Matanya Yang Berwarna Kuning Melalui Cermin
"Aku Mengeluarkan Kekuatan Ku Yang Sangat Besar Sampai Menutupi Hampir Semua Wilayah Utara" Rashia Melihat Ivy "Bagaimana Mungkin Mereka Tidak Akan Kesini"
Ivy Dan Ketiga Pelayan Rashia Terdiam
"Mereka Akan Sampai Besok Pagi Kan"
"Benar Nona" Keempat Pelayan Rashia Mengangguk
"Siapkan Aku Satu Ranjang Di Kamar Yang Lain, Aku Akan Bertemu Dengan Mereka Di Sana"
"Baik Nona" Jawab Mereka Bertiga.
Rashia Naik Ke Ranjangnya.
"Aura Mu Masih Tersebar Di Wilayah Ini" Ujar Laksita
"Kamu Benar, Aku Harap Mereka Cepat Kembali Dalam Keadaan Hidup" Rashia Menutup Matanya.
Rashia Harus Mengonsumsi Obat Agar Bisa Menarik Aura Nya Yang Tersisa.
***
Kedua Hewan Siluman Tak Henti-hentinya Mengerang, Pinkky Membawa Para Peri Penjaga Di Pulau Peninsula Yang Tiba-tiba Terlihat.
Pinkky Berdiam Diri Bersama Para Peri Penjaga
__ADS_1
"Nak" Panggil Peri Bersayap Hijau Mendekati Pinkky
"Bibi Green, Kenapa Aku Begitu Lemah" Ujar Pinkky Sedih
"Aku Tidak Bisa Membantu Teman-teman Ku Melawan Hewan Siluman Itu, Dan Parahnya Aku Malah Takut. Aku Tidak Berguna" Menagis
"Jangan Bicara Begitu Nak, Kau Tahu" Green Menghapus Air Mata Pinkky
"Kau Adalah Hewan Siluman Istimewa. Kau Bukan Hanya Siluman Tapi Juga Beast Dan Hanya Kau Lah Yang Mengerti Dan Bisa Berbicara Dengan Kami Para Peri"
Para Peri Berkumpul Lalu Memeluk Pinkky.
***
"Yara"
"Iya Nona"
"Pergilah, Lakukan Pekerjaan Mu(Membuat Bendera Beserta Lambangnya)"
"Tapi Nona, Anda Sedang Sakit Saya Tidak Mungkin..."
"Ada Zola Dan Zena Di Sini, Jangan Khawatir. Mulai Sekarang Kita Akan Mulai Membangun Wilayah Utara Yang Baru"
Mereka Semua Mengangguk.
Yara Pun Pergi Ke Pedesaan Mencari Orang Yang Bisa Membuat Bendera Serta Lambang Yang Sudah Di Buat Rashia, Yang Lainya Menyiapkan Kamar Untuk Menyambut Raja Dan Duchess Juga Kamar Untuk Pertemuan Rashia Dengan Mereka Nanti.
***
Venian Yang Mulai Kewalahan Melawan Hewan Siluman Dengan Wujud Manusianya, Belum Lagi Luka Yang Dia Dapatkan Dari Perkelahian Bersama Kedua Temannya Belum Juga Sembuh.
"Kita Harus Melumpuhkan Dia(Sakalave)" Ujar Flint
"KUCING" Panggil Tome
Venian Menggepalkan Tangannya "Aku Tidak Bisa Berubah, Aku Harus Bertanya Pada Rashia Dulu"
"TAPI SEKARANG KITA DALAM KEADAAN MENDESAK" Tome Mengeluarkan Angin Dingin Sedingin Gunung Es.
"Kau Baik-baik Saja?" Tanya Cassius(Baru Datang) Memegang Pundak Venian
"Aku Tidak Bisa Berubah Jika Tidak Dapat Persetujuan Darinya, Aku Adalah Rahasianya" Ujar Venian Menatap Cassius
"Kalau Begitu Jangan Berubah" Cassius Menatap Tajam Sakalave "Dia Kuat Juga Ternyata"
"Bagaimana Dengan Yang Satunya?"
"Sudah Selesai, Dia Tidak Tau Cara Bertarung Jadi Hanya Diam Menunggu Kematiannya"
Venian Tersenyum Kecil Sambil Menahan Sakit.
__ADS_1
"Istirahat Lah, Aku Akan Mengurusnya"
Venian Mengangguk, Venian Pun Mundur Sedangkan Cassius Maju Bersama Beberapa Ksatria Miliknya Dan Para Prajurit Dan Para Pelaut Dan Mulai Melawan Sakalave.