AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS

AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS
ANGGOTA KELUARGA BARU.


__ADS_3

Rashia Duduk Di Meja Riasnya Menunggu Yara Dan Senang Menyiapkan Air Mandi Untuk Rashia.


Zola Melihat Rashia (Dari Cermin) Yang Masih Menutup Matanya, Zola Tertawa Kecil.


***


Venian Melempar Beast Langit


"AHKK" Jerit Beast Langit


Venian Berubah Menjadi Manusia, Begitu Juga Dengan Beast Langit


"Apa Ini Cara Mu Saat Bertemu Dengan Teman, Hah" Ujar Beast Langit Marah


"Haaa" Venian Melihat Ke Atas "Apa Kau Tidak Memiliki Pakaian?" Tanya Venian Kesal


"Tidak" Beast Langit Melihat Kebawah "Sudah Lama Aku Tidak Melihat Tubuhku"


Venian Melihat Teman Lamanya Itu "Apa Maksud Mu? "


Beast Langit Tersenyum Kecil "Saat Terpisah Denganmu, Aku Tidak Pernah Berubah Lagi Ke Wujud Manusia Ku, Ini Pertama Kalinya Setelah Seratus Tahun" Beast Langit Melihat Venian


"Haaa" Venian Mendekati Beast Langit "Setidaknya Tubuhmu Bersih, Ikut Aku" Menarik Tangan Beast Langit


"Hey, Apa Maksudmu?!! Begini-begini Aku Rajin Mandi Tau"


"Hm" Venian Mengajak Beast Langit Masuk Ke Dalam Kamarnya Lalu Pergi Ke Arah Lemari


"Coba Pakai Ini" Venian Memeberikan Pakaian Miliknya Pada Beast Langit


"Aku Tidak Mau" Beast Langit Berjalan Mundur


"Pakai" Venian Menatap Beast Langit Dengan Datar


"Aku..Haa Baiklah"


Beast Langit Mulai Memakai Pakaian Yang Di Berikan Venian Dengan Malas


***


Rashia Selesai Mandi Dan Berpakaian , Ia Mulai Di Dandani, Rashia Melihat Ketiga Pelayannya Dari Cermin.


"Apa Aku Bisa Percaya Pada Kalian Bertiga?" Tanya Rashia Yang Mengagetkan Ketiga Pelayannya


Rashia Menatap Zola Yang Terdiam Saat Memakaikan Pewarna Bibir Pada Rashia


Zola Berdiri "Sudah Selesai Nona" Zola Melihat Rashia Di Cermin


"Hm, Terima Kasih"


"Anda Bisa Percaya Pada Kami Nona" Ujar Zena


"Benar Nona, Hidup Kami Taruhannya" Lanjut Yara


"Itu Tentu Saja" Laksita Mendekati Rashia Dengan Wujud Aslinya


Ketiga Pelayan Rashia Terkejut Lalu Mundur Ke Belakang.


Rashia Tersenyum Lalu Mengelus Laksita.


"Aku Akan Langsung Memakan Kalian Jika Kalian Menceritakan Apa Yang Kalian Lihat Tadi" Laksita Mentap Ketiga Pelayan Rashia Yang Sedang Berusaha Berdiri Tegak(Kaki Mereka Bergetar).


"Jangan Terlalu Menakuti Mereka Kucing" Rashia Melihat Ketiga Pelayannya Yang Ketakutan Lewat Kaca


Laksita Dan Rashia Saling Memandang

__ADS_1


"Kasihan Woe Anak Orang" Ujar Rashia (Telepati)


"Phuft" Pinkky Dan Laksita Tertawa Kecil Mendengar Perkataan Rashia


Tiba-tiba Ketiga Pelaya Rashi Berlutut Sambil Menunduk, Rashia Dan Kedua Beastnya Terkejut


"Jika Kami Menghianati Atau, Mengatakan Sesuatu Tentang Yang Terjadi Barusan, Anda Bisa Menghukum Kami Dengan Cara Yang Mengerikan Sekalipun" Ujar Yara


Zena Mengeluarkan Belati Nya , Lalu Memerikan Belatinya Pada Rashia. Kedua Teman Zena Pun Mengulurkan Belati Mereka Lalu Memberikan Pada Rashia.


"Nyawa Kami Untuk Anda Nona"


Rashia Terdiam Karena Terkejut Juga Bingung.


"Ambil Senjata Mereka" Ujar Laksita (Telepati)


"Kenapa?"


"Mereka Sedang Melakukan Sumpah Senjata"


"Ha?"


"Ambil Cepat"


Rashia Dengan Cepat Tapi Elegan Mengambil Belati Mereka Bertiga "Lalu Apa Yang Harus Ku Katakan?" Bingung


"Katakan Sumpah" Jawab Venian(Telepati) Di Belakang Para Pelayan, Rashia Dan Kedua Beastnya Melihat Venian


"Katakan Sumpah Kalian" Rashia Melihat Ketiga Pelayannya


"SAYA YARA JENER"


"ZENA EVERLYN"


"KAMI BERSUMPAH MENYERAHKAN NYAWA KAMI PADA NONA RASHIA RANIA, JIKA KAMI MENCOBA MENGHIANATI ATAU MENCELAKAI NONA SECARA SENGAJA, SENJATA KAMI SENDIRI YANG AKAN MEMBUNUH KAMI" Ucap Mereka Bertiga Bersamaan


Rashia Terkejut, Tiba-tiba Belati Yang Di Pegang Rashia Mengeluarkan Aura Yang Menyatu Dengan Aura Milik Nya.


Laksita Dan Venian Tersenyum Sedangkan Pinkky Binggung Dan Beast Langit Takjub.


"Aku Takut" Rashia Melihat Venian


"Phuft" Tawa Beast Langit


"Tidak Apa-apa, Tunggun Sampai Auramu Dan Aura Belati Mereka Selesai Menyatu" Ujar Venian


"Huaaa, Belati Mereka Bergetar" Rashia Melihat Belati Yang Di Pangkuanya


"Hahaha.."


Buk..Venian Memukul Beast Langit Yang Mulai Tertawa


"Ugh"


Mereka Semua Melihat Venian Dan Beast Langit


"Sudah Selsai" Ujar Laksita


Rashia Melihat Belati Ketiga Pelayannya


Tok..Tok..Tok


Para Beast Berubah, Ketiga Pelayan Rashia Berdiri Dan Mengambil Belati Mereka


Ivy Membuka Pintu "Nona, Mereka Semua Sudah Datang"

__ADS_1


"Baiklah" Rashia Berdiri.


"Kita Akan Bicara Lagi Nanti" Ujar Rashia(Telepati) Pada Ketiga Pelayannya


"Baik Nona" Jawab Mereka Bertiga.


Zena Memakaikan Sepatu Pada Rashia


"Huftt" Rashia Gugup


"Tidak Apa-apa Nona, Wajah Mereka Memang Terlihat Ganas Tapi Mereka Sangat Baik" Yara Menenangkan Rashia


Mereka Pun Mulai Berjalan Keluar , Rashia Berhenti Lalu Melihat Venia "Kau Tetap Di Sini" Rashia Melihat Beast Langit


"Baiklah, Jika Terjadi Sesuatu Teriak Saja" Jawab Venian


Rashia Tersenyum "Baiklah, Aku Pergi"


"Semoga Berhasil"


"Hm" Rashia Tersenyum Gugup


Rashia Dan Para Pelayannya Pun Berjalan Pergi Tidak Lupa Ia Menutup Wajahnya, Venian Dan Beast Langit Melihat Rashia Pergi.


"KAU YAKIN INGIN MEMBIARKAN MANUSIA MILIKMU MENEMUI PARA MONSTER ITU?" Tanya Beast Langit


Venian Melihat Beast Langit "KAU MENJADI SANGAT CEREWET TOME HANOREM"


"HEY, AKU HANYA BERTANYA"


"TENANG SAJA, DIA BUKAN MANUSIA BIASA"


"HM, KAU BENAR"


Venian Tersenyum


***


Sargon Memberikan Tangan Pada Rosallie, Rosallie Tersenyum Lalu Meraih Tangan Sargon, Tapi Tangan Priyanka Tetap Di Pegannya.


"Maaf Atas Ketidak Nyamannya" Ucap Rosallie Melihat Duke Dan Duchess


"Tidak Yang Mulia" Jawab Duchess


"Tolong, Bicara Santai Juga Denganku. Aku.." Melihat Priyanka "Dua Tahun Di Bawah Duchess, Permaisuri Biasa Memanggilku Rose"


Duchess Dan Duke Melihat Priyanka, Priyanka Mengangguk Pelan


"Baiklah, Rose" Panggil Duchess


Rosallie Tersenyum "Ya?"


"Phuft" Tawa Kecil Mereka Semua


Rosallie Binggung


"Maaf Yang Mulia, Maksud Aku Rose. Saat Kau Menjawab Tadi, Kau Terlihat Imut" Duchess Mendekati Rosallie Lalu Memeluknya


Rosallie Terkejut, Ia Pun Membalas Pelukan Duchess Sambil Tersenyum


"Selamat Bergabung Di Keluarga Kami" Ucap Duchess


Rosallie Terkejut Lalu Tersenyum "Terima Kasih"


Mereka Pun Melepaskan Pelukan Lalu Saling Memandang.

__ADS_1


__ADS_2