AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS

AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS
BENDERA DAN LAMBANGNYA


__ADS_3

Rashia Mulai Menggambarkan Bentuk Bendera


"Aku Ingin Bentuk Bendera Seperti Ini"



Mereka Semua Ikut Menggambar


"Sempurnanya Seperti Ini"



"Wuaah" Mereka Semua Takjub


"Warna Bendera Biru Laut, Lalu Lambang Bendera"



Mereka Semua Bertepuk Tangan


"Yara, Kau Yang Akan Mengurus Ini"


"Baik Nona"


"Letakan Bendera Ini Di Pelabuhan Oldbrook, Perbatasan, Di Setiap Wilayah, Juga Pulau. Buatlah Yang Kecil Untuk Sepanjang Jalan-jalan Sampai Di Desa-desa Kecil Nanti"


Mereka Semua Mengangguk Dan Penuh Tekad.


"Huftt" Rashia Melihat Para Bawahannya


2 Hari Kemudian Rashia Mengadakan Pertemuan Dengan Para Penduduk, Para Pelaut Ia Mengumpulkan Semuanya.


Mereka Semua(Penduduk) Terkejut Melihat Anak Kecil Yang Duduk Di Kursi Pemilik Wilayah. Sebenarnya Mereka Semua Sudah Tau Bahwa Anak Kecil Adalah Pemilik Wilayah Utara Yang Baru Ada Yang Percaya Dan Tidak Percaya. Ada Juga Yang Menentang, Tapi Melihat Kemajuan Pada Wilayah Utara Mereka Pun Menerima, Tapi Tetap Saja Mereka Masih Terkejut Melihat, Benar Anak Kecil Yang Menjadi Pemilik Wilayah Utara.


Para Rakyat Terkejut Melihat Para Pelaut Juga Ikut Bergabung Dan Para Pekerja Kastil.


Para Pelaut Berhenti Di Depan Rashia Dan Mulai Memberikan Salam Dengan Cara Yang Di Ajarkan Rashia. Semua Orang Terkejut Sedangkan Rashia Tersenyum Melihat Mereka.


Rashia Menunduk Sekali.


"Bagaimana Tidur Anda Nona?" Tanya Shopie


"Lumayan, Walaupun Pagi Tadi Sedikit Terganggu, Dan Aku Harap Itu Tidak Akan Terjadi Lagi. Ah Dan Juga Maaf Membuat Kalian Menunda Kepergian Kalian"


Para Pelaut Saling Memandang Begitu Juga Dengan Para Rakyat.


"Tidak Apa-apa Nona, Ini Pertama Kalinya Kami Senang Menunda Kepergian Kami" Jawab Harrysoon


"Terima Kasih" Senyum.


Rakyat Maju Dan Memberi Salam Pada Rashia, Para Pelaut Duduk.


"Maafkan Kelancangan Kami Pagi Tadi Nona" Ujar Mereka Semua.


"Kami Hanya Penasaran Pada Anda" Ujar Salah Satu Pria.


Rashia Melihat Pria Itu "Tidak Apa-apa, Aku Harap Itu Pertama Dan Terakhir Kalinya"


"Jangan Memakai Kekuatan Langit Anda Nona" Ujar Ivy(Telepati)


Rashia Mengangguk Sekali, Rashia Berdiri


"Namaku Rashia Rania, Pemilik Wilayah Utara Azalea"


Para Pelaut Dan Para Pekerja Bertepuk Tangan, Rakyat Juga Ikut Bertepuk Tangantangan Dalam Keadaan Canggung.


"Ada Beberapa Peraturan Baru Yang Sudah Ku Tetapkan Dan Akan Ada Banyak Perubahan Pada Wilayah Ini"


Para Pelaut Mengangguk Sedangkan Para Rakyat Saling Memandang.


Rashia Tersenyum "Mereka Tidak Percaya Ya Padaku" Batin Rashia


Beberapa Pria Dan Wanita Menatap Rashia.


"Apa Mereka Semua Penduduk Asli Wilayah Ini Ivy?" Tanya Rashia (Telepati)


"Saya Tidak Terlalu Yakin Nona"


Rashia Melihat Pinkky "Apa Aku Harus Buat Kartu Tanda Penduduk"

__ADS_1


Pinkky Tertawa Kecil "Ide Bagus, Tapi Sayangnya Di Dunia Ini Tidak Ada Mesin Cetak"


"Haa, Benar Juga"


"Kenapa Emangnya?"


Rashia Melihat Para Wanita Dan Pria Yang Menatapnya "Pria Yang Di Sebelah Timur, Wanita Di Belakang Dan Dua Pria Di Sebelah Utara"


Keempat Beast Melihat Ke Arah Yang Rashia Katakan


"Aura Mereka Kurang Baik" Ujar Rahia


"Apa Yang Ingin Kamu Lakukan Pada Mereka?" Tanya Laksita


"Sepertinya Mereka Suruhan Seseorang" Ujar Tome


Ketiga Beast Melihat Ke Arah Tome


"Apa Maksud Mu?" Tanya Pinkky


"Lihatlah Tatapan Mereka Yang Melihat Tajam Rashia Seperti Ingin Menyelidiki Sesuatu"


"Haa, Ternyata Manusia Itu Bosan Hidup" Ujar Laksita


Rashia Melihat Kelton "Ikuti Kucingku, Dan Bawa Orang Yang Di Pegangnya"


Kelton Melihat Laksita Lalu Melihat Rashia "Baik Nona"


Rashia Melihat Venian " Tolong Panggilkan Dallen"


"Ok" Venian Dan Laksita Turun Dari Meja.


Rashia Melihat Para Rakyat "Aku Akan Merubah Banyak Sekali Jadi Aku Mohon Bantuan Kalian"


"Siap Nona" Teriak Para Pelaut


"Perubahan Seperti Apa Yang Anda Inginkan Nona?" Tanya Salah Satu Peduduk


"Banyak. Aku Lihat Wilayah Ini Cukup Besar Tapi Cara Penatan Rumah Penduduk Sangat-sangat Berantakan Dan Masih Banyak Lahan. Yang Kosong, Jadi Itulah Yang Ingin Ku Ubah"


"Anda Ingin Mengusur?" Tanya Salah Satu Wanita.


Mereka Semua Terkejut.


"Lalu Kami Akan Tinggal Di Mana?" Tanya Salah Satu Penduduk


"Tenang Saja, Sebelum Aku Menggusur Tempat Kalian, Aku Akan Membangun Tempat Untuk Kalian Tinggal Sementara"


Para Penduduk Saling Memandang


Laksita Melihat Rashia "Di Sini Terlalu Ramai, Jika Kita Tiba-tiba Membawa Mereka Akan.."


Rashia Melihat Ivy "Panggilkan Pelayanku"


"Baik" Ivy Berbalik Memanggil Yara Dan Kedua Temannya


"Nona Memanggil Kami?" Yara Menunduk


"Kau Dan Zena Pergi Ke Ruang Rapat, Bawalah Beberpa Prajurit Di Sana"


"Baik Nona" Yara Dan Zena Bergegas Pergi Ke Ruang Rapat


"KELINCI, KEMARI AMBIL BULUKU LALU LETAKAN DI RUANG RAPAT" Ujar Laksita


Pinkky Pergi Ke Arah Laksita


"Aw" Pinkky Mencabut Bulu Lakista


"Hehehe" Pinkky Terbang Ke Arah Ruang Rapat


Salah Satu Penduduk Pria Berdiri Lalu Mebumbungkuk Sekali Pada Rahsia


"Apa Ini, Kenapa Hatiku Sakit?" Batin Rashia Melihat Pria Paruh Baya Yang Sedang Menatapnya Dengan Tatapan Sedih


"Kami Mengaku Salah Nona, Kami Banyak Memonoplikan Gandum, Perkebunan Dan Pendapatan Laut"


Mereka Semua Terkejut


"Tapi Nona, Kami Punya Alasan Untuk Itu"

__ADS_1


"Huftt, Jelaskan" Rashia Menatap Tajam Para Penduduk


Awan Mulai Gelap


Penduduk Pria Lain Maju "Itu Karna Kebutuhan Kami Yang Serba Kecukupan Nona. Hasil Gandum Memang Banyak Tapi, Itu Akan Di Ambil Atau Di Curi Orang. Belum Lagi Pajak Yang Begitu Tinggi Yang Harus Kami Bayar"


"Tunggu, Apa Maksud Anda Dengan Di Curi Orang?" Rashia Terkejut


"Ada Beberapa Bandit Yang Bersembunyi Di Wilayah Ini Nona, Jika Mereka Tidak Mencuri, Mereka Akan Mengambil Paksa Atau Tidak, Mereka Akan Menerbarkan Hama Untuk Merusak Gandum Nona" Jelas Penduduk Pria


Mereka Semua Terkejut


"Siapa Yang Bertanggung Jawab Soal Penjagaan Wilayah?"


"Saya Nona" Kelton Maju


Mereka Semeua Melihat Kelton


"Jelaskan" Tatap


"Kami Sudah Menangkap Mereka Nona"


"Itu Hanya Sebagina Dari Mereka Tuan Kelton"


Kelton Dan Flint Tekejut


"Bagaimna Dengan Pendapatan Laut?"


"Itu Masih Di Katakan Aman Nona, Tapi Karna Penutupan Wilayah Kami..."


"Aku Mengerti, Tolong Tunggu Sebentar Lagi. Semua Akan Kemabali Normal"


Para Penduduk Menudnuk "Terima Kasih Nona"


Rashia Menunduk Sekali "Bicara Tentang Bandit. Kata Tuan Kleton, Ia Sudah Menangkap Mereka Tapi Kata Anda Itu Sebagian Dari Mereka"


"Sihir Nona" Ujar Penduduk Wanita


"Sihir?" Rashia Melihat Lakista Yang Baru Selesai Memindahkan Orang Yang Di Suruh Rashia


"Mereka Mengubah Wajah Mereka Nona" Jawab Penduduk Wanita.


Rashia Terkejut "Ada Sihir Seperti Itu?" (Telepati) Melihat Laksita


Laksita Mengangguk.


"Wuah" Rashia Merinding


"Apa Mungkin Mereka Dari Kerajaan Durch?" Ujar Ivy


"Kerajaan Durch?" Rashia Melihat Ivy


"Kerajaan Durch Adalah Kerjaan Yang Hampir Semua Penduduknya Penguna Sihir Nona"


"Kami Juga Berfikir Begitu Nona" Ujar Para Penduduk


Rashia Melihat Laksita, Laksita Mengangguk. Pinkky Kembali


"Apa Kita Membayar Pajak Pada Kerajaan?'


"10% Untuk Kedua Kerajaan" Jawab Ivy


"Lalu Berapa Pajak Yang Di Berikan Penduduk Pada Ku"


"80% Nona"


"Hahh?!" Rashia Terkejut "Pantas, Jika Aku Jadi Mereka , Mungkin Aku Sudah Menjadi Pemberontak"


Mereka Semua Tertawa


"Nona" Bisik Ivy


"Itu Benar-benar Mahal Ivy"


"Itu Bukan Saya Yang Menetapkan Nona" Sedih Juga Kesal


"Ah Banr Juga...Para Pelaut" Rashia Melihat Para Pelaut "Baiklah , Mulai Sekar Pajak Yang Harus Kalian Bayar 40%. Mau Itu Penduduk Atau Para Pelaut"


Mereka Semua Terkejut.

__ADS_1


__ADS_2