
Setelah Joy Mendapatkan Inti Siput Langit, Ia Langung Mencampurkan Inti Itu Dengan Obat Buatannya, Sejam Kemudian Mereka Pun Kembali Ke Guild.
Sampainya Di Gulid, Novika Turun Dari Pelukan Venian Lalu Pergi Ke Kamar Menuju Ke Arah Laksita Dan Rashia Yang Masih Tidur.
"Hm?" Rashia Membuka Matanya Perlahan-lahan Meihat Novika Yang Sedang Bersiap Tidur Lagi. Rashia Pun Bangun, Sedangkan Kedua Beastnya Masih Tidur,Rashia Keluar Dari Kamar Menuju Ke Arah Dapur Mencari Makanan(Cemilan).
"Cari Apa?" Tanya Fanny
Rashia Terkejut, Ia Berbalik Melihat Fanny "Aku Mau Cemilan" Jawab Rashia Malu
Fanny Tertawa Kecil Melihat Rashia, Lalu Ia Mendekat Ke Arah Lemari Kecil "Kita Hanya Punya Kacang Ini(Kacang Tanah)" Ujar Fanny
Rashia Mengambilnya "Tidak Apa-apa,Terima Kasih" Jawab Rashia
Fanny Mengangguk.
Rashia Pergi Ke Arah Ruang Kerja, Belum Sampai Di Ruang Kerja Tiba-tiba..
"Rashia" Panggil Dallen
"Ya?" Jawab Rashia Sambil Menoleh Kearah Dallen.
Dallen Bersama Tiga Orang Di Belakngnya Menghampiri Rashia.
Rashia Melihat Dallen Sambil Mengunyah " Ada Apa?"
"Ini.." Dallen Melihat Ke Arah 3 Orang Yang Di Belakangnya
Rashia Melihat Ke Arah 3 Orang Yang Di Belakang Dallen, Mereka Membungkuk Memberi Salam Pada Rashia, Rashia Juga Membungkuk Membalas Salam Mereka.
"Mereka 3 Bersaudara Yang Bekerja Sama Dengan Ku Dan Yang Lain, Mereka Juga Ingin Ikut Dengan Kita, Apa Bisa?" Tanya Dallen.
Rashia Menatap Dallen Dengan Datar, Dallen Gugup.
"Ah, Itu Maaf, Aku Tidak Bermaksud Untuk Menceritakan Kepergian Kita, Tapi..Rashia Mereka.."
"Hallo Nona Rashia" Sapa Salah Satu Pria.
Rashia Menatap Pria Yang Menyapanya.
"Nama Saya Oscal, Ini Adik Pertama Saya Othelo Dan Ini Noch"
Othelo Dan Noch Menunduk, Rashia Balas Menunduk.
"Tolong Izinkan Kami Ikut Dengan Anda Nona, Kami Bisa Melakukan Apa Saja" Tatap Oscal
Rashia Terdiam.
"Kami Memiliki Kekuatan Elemen Angin Sama Seperti Alhena, Nona" Ujar Noch
Othelo Dan Oscal Menatap Tajam Noch.
"Ah Begitu Ya" Jawab Rashia Datar " Lalu?"
Mereka Bertiga Melihat Rashia Yang Tidak Terkejut Sama Sekali Dengan Kekatan Mereka, Serdangkan Dallen Melihat Mereka Dengan Khawatir.
"Ah Itu,, Adik Saya Othelo Tidak Maksud Saya Kami Sangat Paham Tentang Kuda Dan Kami Bisa Membawa Kereta Kuda" Jelas Oscal
Rashia Mengangguk "Ok" Jawab Rashia
__ADS_1
Mereka Semua Senang, Rashia Menatap Dallen.
"Kamu Tenang Saja, Mereka Mengikat Kontrak Dengan Ku" Ujar Dallen Yang Paham Denagn Tatapan Rashia.
Rashia Hanya Mengangguk "Baiklah, Kalo Begitu Sebentar Lagi Kita Bersiap" Ujar Rashia
"Baik" Jawab Mereka Bertiga.
Rashia Mengangguk, Lalu Rashia Pun Pergia Ke Ruang Kerja Melihat Kembali Dan Menagatur Kembali Rencana Mereka.
Sejam Kemudiam Mereka Berkumpul.
Rashia Melihat Oscal Dan Kedua Saudaranya "Perkenalkan Diri Kalian"
Oscal Menagngguk, Ia Pun Memperkenlakan Dirinya Dan Bersama Kedua Sauadaranya Lagi Karna Anak-anak Lain Tidak Mengenalnya Termasuk Madam Gilda, Tapi Ia Tidak Mengatakan Tentang Kekutan Mereka.
"Ini Untukmu" Rashia Memberikan Gelang Yang Berwarna Hijau Pada Joy.
Mereka Semua Terkejut
"Ini?" Joy Tekejut " Kenapa Kau Berikan Ini Untukku?" Tanya Joy
"Ini Bisa Menyimpan Obat-obatan Yang Kau Buat" Jawab Rashia "Kau Juga Bisa Menyimpan Yang Hidup" Lanjut Rashia
"Itu Yang Di Katakan Cassius" Pikir Rashia.
Mereka Semua Melihat Joy
"Kau Bisa Membuat Obat?" Tanya Ella
Joy Mengangguk.
Rashia Tersenyum Bangga, Gail Dan Yang Lain(Anak-anak Panti) Melihat Rashia Yang Tersenyum Melihat Ke Arah Joy.
"Aku Iri" Pikir Mereka.
Rashia Melihat Warna Yang Di Keluarkan Gail Dan Yang Lain, Ia Melihat Oscal Dan Othelo. Dallen Dan Leofrik Melihat Rashia Yang Pandanganya Tertuju Pada Kedua Bersaudara Itu.
"Rashia" Panggil Dallen Dan Leofrik Bersamaan(Telepati)
Rashia Terkejut, Leofrik Dan Dallen Saling Memandang.
"Siapa?" Bingung.
"Ini Kami, Dallen"
"Leofrik"
Ketiga Beast Melihat Ke Arah Rashia, Leofric Dan Dallen, Rashia Melihat Ke Arah Mereka Berdua,Begitu Juga Mereka Berdua Yang Melihat Ke Arah Rashia.
"Kaget Aku" Menatap
Leofrik Dan Dallen Menunduk Sambil Menahan Tawa,Begitu Juga Dengan Rashia. Alhena Dan Yang Lain Melihat Leofrik Dan Dallen
"Ada Yang Ingin Kamu Tanyakan Pada Mereka?" Tanya Leofrik
"Hm, Tapi Nanti Saja" Jawab Rashia
Leofrik Dan Dallen Mengangguk.
__ADS_1
Mereka Pun Mulai Bersiap, Laki-laki Mulai Memasukan Barang Di Dalam Kereta Kuda Dan Barang Mereka Menjadi 4 Kereta.
Rashia Terkejut Melihat Barang Mereka Yang Begitu Banyak "Huftt.." Berfikir.
Mereka Semua Melihat Rashia
"Ada Apa? Apa Ada Masalah?" Tanya Mosha
"Tidak Bisakah Barang Itu Hanya 2 Kereta?" Tanya Rashia Melihat 4 Kereta Yang Terisi Penuh Dengan Barang
Mereka Semua Melihat Kereta.
"Itu.." Oscal Dan Yang Lain Berfikir
"Bisa Saja, Jika Kita Memiliki Kereta Barang Yang Agak Besar Semua Itu Bisa Saja, Hanya Akan Memakai Satu Kereta Dan Setengah Dari Kereta Kecil" Jelas Noch
"Ya Sudah Pakai Itu Saja" Rashia Melihat Noch.
"Itu.." Dallen Melihat Leofrik, Rashia Melihat Dallen Dengan Binggung
"Ada Apa?" Tanya Rashia
"Uang Kita Tidak Cukup Membeli Itu" Jawab Leofrik
"Ha?" Rahia Bingung "Aaaa Betul Aku, Aish Maaf Maaf,Maaf, Kalian Ah, Maafkan Aku" Yuna Mengeluarkan Satu Kotak Yang Berisi Koin Yang Di Berikan Leofrik, Mereka Semua Terkejut.
"Aku Belum Memberikan Kalian Uang Untuk Membeli Kereta Ya?"
Leofrik Dan Dallen Mengangguk Dengan Canggung Sedangkan Yang Lain Saling Memandang.
"Ah Maafkan Aku, Maafkan Aku Semuanya, Maafkan Rashia Bibi, Rashia Lupa" Merasa Bersalah
Mereka Semua Tersenyum Canggung Sedangkan Para Beast Menahan Tawa
"Pikiranmu Tertuju Pada Eurik Sih" Ujar Venian(Telepati)
Rashia Menatap Tajam Venian "Diam"
Mereka Semua Melihat Rashia
"Sepertinya Kita Tunda Dulu Pemberakatanya, Kita Harus Membeli Kereta Baru" Ujar Rashia.
Mereka Semua Menagguk, Mereka Berencana Membongkar Kembali Barang Mereka
"jangan dulu bongkar, aku mau lihat dulu daftarnya" Ujar Rashia
Mereka Mengangguk, Mereka Semua Duduk Bersama Untuk Mendiskusikan Kembali.
"Ok Baiklah, Huftt" Rashia Melihat Semua Daftar Yang Di Tulis Alhena.
"Apa Bahan-bahan Makan Itu Ada Di Dalam Kereta?" Tanya Rashia Sambil Melihat Oscal
"Iya" Jawab Oscal
Rashia Mengangguk "Apa Itu Banyak?"
"Lumayan dan ada beberapa barang kami"
"Ah.." Rashia Memonyongkan Bibirnya Sambil Berfikir
__ADS_1
Mereka Semua Melihat Rashia Lalu Memalingkan Wajah Mereka Menahan Tawa.