
Mereka Pun Duduk Bersama Untuk Makan.
"Rashia" Panggil Leofrik
"Ya?"
"Kau Baik-baik Saja?"
"Hm" Jawab Rashia Sambil Makan, Rashia Melatakan Makanannya Yang Masih Tersisa.
"Apa Rasanya Tidak Enak?" Tanya Alhena
"Ya? Tidak-tidak, Ini Sangat Enak Kok, Aku Sudah Kenyang, Maaf Tidak Habis"
"Mari Aku Saja Yang Makan" Venian Mengambil Sisa Makanan Rashia.
Mereka Semua Melihat Rashia Yang Sedang Melihat Venian Sambil Tersenyum Kecil.
"Malam Ini Kita Akan Istirahat Disini(Hutan), Beberapa Anak Lak-laki Akan Buat Tenda Dan Yang Lain Tidur Di Dalam Kereta" Ujar Oscal
Anak Laki-laki Mengangguk
"Aku Juga Sudah Memasangkan Sihir Pelindung Di Sekitaran Kita" Ujar Gib
"Lalu Mandi?" Tanya Rashia.
"Ini Sudah Malam, Kau Mau Mandi?" Rey Mentap Rashia, Mereka Semua Melihat Rashia.
"Ah Itu..." Rashia Melihat Rey "Sudah Menjadi Kebiasaanku, Saat Selesai Menulis Tengah Malam Aku Mandi Dulu Sebelum Tidur" Batin Rashia "Kalo Begitu Pagi Saja" Ujar Rashia
"Iya Pagi Saja, Di Sekitaran Sini Ada Air Terjun" Ujar Gart
"Benarkah?!" Fanny Mentapa Gart Begitu Juga Dengan Teman-teman Fanny
"I-iya" Jawab Gart Kaget
Rashia Dan Yang Lain Tertawa Kecil.
"Baiklah, Besok Sebelum Kita Melanjutkan Perjalanan Kita Sarapan Dulu, Setelah Itu Kita Pergi Ke Air Terjun Untuk Mandi" Ujar Rashia
Fanny Dan Teman-temannya Mengangguk Senang.
Mereka Pun Kembali Ke Kereta Masing-masing, Beberapa Anak Laki-laki Membuat Tenda.
***
Kamar Alana
"Maafkan Ibu Ana, Ibu Tidak Bisa Menemukanmu Dan Mengambil Keputusan Untuk Tidak Mencarimu Lagi, Maafkan Ibu Ana" Duches Menunduk Sambil Menangis Di Depan Lukisan Alana Saat Masih Berumur 11 Bulan
"Ibu Sangat Menyangimu Dan Merindukanmu..Jika Seandainya Kau Kembali Lagi, Kediaman Kita Belum Sepenuhnya Tenang Ana, Takutnya Ibu Benar-benar Tidak Akan Bisa Menemukanmu Jika Kau Menghilang Lagi" Duches Berlutut
"Maafkan Ibu, Maafkan Ibumu Ini, Tolong Jangan Terlalu Membenciku Ana"
Duke Memeluk Duchess "Dia Akan Mengerti Keputusanmu Cia" Ujar Duke Sambil Melihat Lukisan Alana
"Bagimana Jika Dia Membenciku?"
__ADS_1
"Akulah Yang Akan Di Bencinya, Sebagai Seorang Ayah Dan Juga Seorang Ksatria, Aku Tidak Bisa Menemukanya" Ujar Duke Sambil Menangis.
Afra dan Abizar Yang Berdiri Di Depan Pintu Dan Mendengar Tangisan Kedua Orang Tua Mereka Hanya Bisa Menunduk Dan Ikut Menangis Juga.
**
Besoknya
"Rashia Ada Apa Dengan Matamu?" Tanya Leofrik Sambil Melihat Mata Rashia Yang Bengkak
"Ah Itu..Aku Juga Bingung" Jawab Rashia
"Apa Kau Menangis?" Tanya Alhena
"Sepertinya Begitu, Apa Aku Terlihat Jelek?"
"Itu..Tidak"
"Ada Apa Denganmu?" Tanya Venian(Telepati)
"Tidak Usah Di Tanya, Dia Pun Binggng" Jawab Lakasita
"Semalam Dia Bermimpi Dan Mengatakan Kalian Jahat, Setelah Bangun Dia Pun Binguyng, Huftt" Lanjut Pinkky
Ketiga Beast Saling Memandang.
Mereka Pun Sarapan Setelah Sarapan Mereka Bersiap-siap Pergi Ke Air Tejun Untuk Mandi Kecuali Oscal, Othelo, Gart Dan Dallen Mereka Tetap Tinggal Untuk Merapikan Tenda.
**
Air Terjun
Mereka Semua Melihat Fany Dan Teman-temannya Sambil Tersenyum Kecil, Rashia Menutup Matanya Sambil Menikmati Angin.
Mereka Pun Mulai Mandi, Noch Dan Anak Laki-laki Lainya Membuat Tempat Untuk Menggati Pakain.
Satu Jam Kemudian Mereka Pun Melanjutkan Perjalan Mereka.
"Ngomong-nomong Di Sini Tidak Ada Perampok, Tukang Palak Atau Apa Gitu?" Tanya Rashia
"Emang Siapa Yang Berani Mendekati Kereta Yang Terdapat 3 Beast Tingkat Tinggi, Yang Satunya Lagi Beast Legendaris, Cari Mati Mereka" Jawab Laksita Sombong
Pinkky Dan Rashia Saling Memandang.
"Iya, Iya Beast Tingkat Tinggi" Ujar Rashia
Venian Yang Mendengar Percakapan Mereka Pun Tertawa Kecil, Rey Melihat Venian.
"Ada Apa Denganmu?" Tanya Rey
"Ah, Bukan Apa-apa" Jawab Venian
"Fokus Ke Depan" Ujar Rey Datar
"Ok" Venian Sedang Belajar Cara Membawa Kereta Juga Mengontrol Kuda Agar Stabil Dalam Berjalan
"Jangan Mengeluarkan Aura Mu, Sedikit Saja Kuda Akan Ketakutan Lalu Jalan Kuda Akan Tidak Stabil, Tapi Jika Kua Bisa Mengendalikan Kuda Itu Semua Akan Baik-baik Saja" Jelas Rey
__ADS_1
"Tapi Saat Berperang Aku Lihat Aura Mereka Keluar Sangat Banyak Tapi.."
"Itu Kuda Terlatih Dan Sudah Terbiasa Merasakan Aura Sesorang Beda Denganmu Yang..."
"Yang..?" Venia Menatap Rey
Tiba-tiba...
"Wuahhh" Teriak Rashia
"Sial, Aura Mu" Rey Mencoba Mengendalikan Kudan Yang Jalannya Mulai Tidak Stabil
Venian Menatap Kuda Dengan Tajam "Tenang"
Kuda Itu Perlahan-lahan Jalan Mereka Mulai Stabil
"Hey Rey, Kau Baik-baik Saja?" Teriak Gib
"Iya Aku Baik-baik Saja" Jawab Rey.
Tok..Tok..Tok..Rashia Mengetuk Papan Kereta Yang Di Belakang Rey Dan Venian
"Apa Yang Terjadi?" Tanya Rashia
"Tidak Terjadi Apa-apa" Jawab Venian "Sepertinya Aku Tidak Perlu Belajar, Karna Aku Bisa Mengendalikan Mereka" Venian Menatap Rey.
"I-iya" Jawab Rey Takut.
"Satu Lagi, Jangan Sok Tau Tentang Sesuatu Jika Kau Masih Ingin Hidup, Mengerti" Ujar Venian Sambil Memegang Bahu Rey.
Rey Tersentak, Tangannya Yang Memegang Tali Kemudi Kuda Gemetaran "Ma-ma-afkan Aku" Ujar Rey Takut
"Jangan Terlalu Menakutinya" Ujar Laksita(Telepati)
"Hey, Apa Yang Kau Lakukan Padanya?" Tany Rashia(Telepati)
"Tidak, Aku Hanya Bercanda Dengannya , Kalian Tidak Perlu Khawatir" Jawab Venian
"Apa Kau Pikir Bisa Membohongiku?"
Kedua Beast Melihat Rashia.
"Baikalah, Baiklah" Venia Melihat Ke Depan "Kereta Ini Terlalu Pelan" Ujar Venia Sambil Melihat Rey.
"Mereka Tidak Ingin Membawa Kereta Terlalu Capat" Jawab Gib
"Tapi Ini Terlalu Lambat" Venian Meliaht Rey,
Rey Melihat Ke Depan Dengan Tegap.
"HEY KALIAN(KUDA) YANG PALING DEPAN, JALANNYA CEPAT SEDIKIT, JANGAN TERLALU CEPAT, KALIAN MENGERTI KAN MAKSUD KU, LALU YANG LAIN IKUTI" Perintah Venian
Rey Melihat Venian, Jalan Kuda Pun Sedikit Lebih Cepat, Rey Melihat Kuda Miliknya.
"Kerja Bagus" Venian Melihat Rey Yang Melihat Kudanya.
Semua Yang Mengemudi Melihat Kuda Mereka.
__ADS_1
Rashia Dan Kedua Beastnya Tertawa Kecil.