AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS

AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS
PATUNG.


__ADS_3

Orang Yang Ada Di Dalam Ruangan Pun Berkurang


"Huftt" Rashia Mulai Mencoret-coret Lagi


"Nona" Panggil Ivy


"Ya?" Rashia Kaget


"Maaf Nona, Ini.." Menyerahkan Nama-nama Orang Yang Akan Menjadi Penjual


"Ah, Sebentar" Mencoret-coret Lagi.


Mereka Semua Melihat Rashia


"Ok"


Mereka Semua Kaget


"Ketua Dalbert"


"Saya Nona" Dalbert Maju Ke Depan Rashia


"100 Ksatria Mu Ikut Bersama Mereka, Buat Toko 2 Lantai Untuk Mereka. Kiri 7 Tokoh, Kanan 7 Tokoh, Jika Masih Ada Lagi Lanjut Ke Belakang"


"Apa Dana Kita Cukup?" Bisik Kelton Pada Ivy


"Sangat Cukup" Jawab Ivy Sambil Tersenyum.


"Baik Nona"


"Wakil Levin, Anda Yang Akan Memantau Pekerjaan Itu"


"Baik Nona"


Mereka Pun Pergi.


"Kelton"


"Saya Nona"


"Selesai Pembuatan Toko-toko Itu Buatlah Sebuah Patung Yang Terdiri Dari 3 Orang. Patung Satu Wanita Bertudung Memegang Timbangan. Satunya Lagi Seorang Pria Memegang Pedang Di Bahunya Ada Burung Gagak, Patung Satunya Lagi Seorang Wanita Bertudung Memegang Seekor Kucing Hitam Bermata Ungu"


Kelton Mencatat.


"Apa Ada Yang Bisa Membuat Itu"


"Bisa Nona" Jawab Salah Satu Penduduk Pria


Mereka Semua Terkejut


Pria Itu Maju Ke Depan "Maafkan Kelancangan Hamba Nona, Nama Saya Fired Nona. Saya Pengrajin Patung" Menuduk


Ivy Melihat Daftar Nama Yang Akan Membuat Toko


"Di Tengah Ketiga Patung Itu Terdapat Bendera"


"Bisa Nona" Jawab Fired Antusias


Rashia Tersenyum

__ADS_1


"Di Sekeliling Patung Ada Air" Rashia Melihat Kelton


"Baik Nona"


Rashia Melihat Fired "Berapa Umur Anda?"


"25 Tahun Nona"


Mereka Semua Terkejut


"Baiklah, Aku Percayakan Patung Itu Padamu Tuan Fired"


"Terima Kasih Nona, Saya Akan Bekerja Keras"


"Baiklah" Rashia Mengangguk.


Fired Kembali Duduk.


Rashia Melihat Para Rakyat Yang Tersisa


"Mereka Tinggal Di Mana?"


"Sekitaran Goa Nona" Jawab Ivy


"Begitu" Rashia Berfikir Lalu Melihat Coretannya


"245 Prajurit Pergi Ke Arah Goa Dan Bersihkan Yang Ada Di Sana, Lalu Buatlah Rumah Untuk Mereka. Jangan Terlalu Dekat Dengan Goa, Buatlah Pagar Tembok Juga Dan Perketat Keamanan Di Sana"


"Baik Nona"


Tak Terasa 3 Jam Berlalu, Rashia Pun Masuk Ke Dalam Kamarnya Ia Langsung Tertidur Tanpa Membuka Tudung Wajahnya Dan Mandi.


"Akhirnya Nona Bangun Juga" Ujar Yara


Rashia Bangun Dan Duduk, Ia Melihat Ketiga Pelayannya Yang Selalu Bergantian Melihatnya.


Rashia Melihat Sekitaranya


"Para Beast Ada Di Kamar Mereka Nona" Ujar Zena


"Begitu Ya"


"Nona, Mau Makan Atau Mandi Dulu?" Tanya Yara


"Mandi"


"Baik Nona"


Zena Menyiapkan Air Mandi Rashia, Zola Memilihkan Pakaian Rashia Lalu Yara Pergi Ke Dapur Untuk Mengambil Makanan Rashia.


"Aku Akan Pergi Ke Pulau Enclave" Ujar Rashia Sambil Melihat Zola Yang Sedang Memilih Pakaiannya


"Malam Ini?" Tanya Zola Kaget


"Iya"


"Tapi Nona, Ini Sudah Malam. Tidak Bisakah Anda Pergi Besok?"


Rashia Tersenyum "Aku Sudah Berjanji Pada Pada Peri Akan Datang Malam Inil"

__ADS_1


"Nona, Air Mandinya Sudah Selesai Di Persiapkan" Ujar Zena


"Baiklah" Rashia Berdiri


***


"Yara" Panggil Ivy Yang Melihat Yara Sedang Berjalan Ke Arah Kamar Rashia Sambil Membawa Makanan.


"Iya Nyonya?"


"Apa Nona Sudah Bangun?"


"Sudah Nyonya, Mungkin Sekarang Nona Sedang Mandi"


"Apa Nona Baik-baik Saja?"


"Nona Kelihatan Lelah" Khawatir


"Haa, Aku Tidak Terlalu Banyak Membantunya" Batin Ivy Menyesal


***


Rashia Selesai Berganti Pakaian Ia Pergi Ke Kamar Para Beastnya


"Rashia" Panggil Pinkky Setengah Sadar


Rashia Tersenyum Lalu Menghampiri Pinkky(Kelinci) Lalu Mengelus Nya


"Kau Sudah Siap?" Tanya Tome(Manusia) Yang Baru Saja Keluar Dari Kamarnya.


"Hmm" Rashia Meletakan Pinkky Yang Tertidur Kembali.


Rashia Keluar Dari Kamar Para Beast, Ia Berpapasan Dengan Ivy Dan Yara


"Nona?" Ivy Dan Yara Terkejut


Rashia Dan Tome Juga Terkejut.


"Apa Terjadi Sesuatu Ivy?" Tanya Rashia


"Tidak Nona"


"Haa, Syukurlah" Rashia Masuk Ke Dalam Kamarnya


Rashia Mulai Makan Bersama Tome


"Tidak Bisa Besok Kau Pergi?" Tanya Tome Sambil Melihat Rashia Yang Ada Di Depanya.


"Tidak, Aku Sudah Bilang Aku Akan Pergi Malam Ini Pada Mereka(Para Peri) Dan Aku Juga Ingin Cepat Menyelesaikan Pekerjaan Ku" Makan


"Haa, Kau Harus Berpegang Dengan Kuat Dan Tolong Jangan Tidur Seperti Malam Itu"


Rashia Tersenyum "Tenang Saja Aku Tidak Akan Tertidur Seperti Waktu Itu, Aku Akan Sibuk Melihat Isi Pulau Itu"


"Maaf Nona, Apa Maksud Anda Memantau Pulau? Dan Anda Mau Pergi Ke Mana?" Tanya Ivy Yang Bingung Dengan Pembicaraan Tome Dan Rashia


Rashia Selesai Makan "Aku Akan Pergi Ke Pulau Enclave Malam Ini, Aku Harus..."


"TIDAK" Ivy Berdiri "Saya Tidak Mengizinkan Anda Untuk Pergi" Lanjut Ivy

__ADS_1


Mereka Semua Terkejut Sambil Melihat Ivy


__ADS_2