AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS

AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS
KELUARGA KERAJAAN.


__ADS_3

Rashia Melihat Dallen Dan Yang Lain Mulai Memasangkan Tali Kuda Pada Kereta.


"Dallen" Panggil Rashia


"Ya?" Dallen Melihat Rashia.


"Berapa Uang Kalian Yang Terpakai Membeli Kereta Kecil Itu?"


"Itu.." Dallen Melihat Rashia "Kau Tidak Perlu Menuk.."


"No, No, No" Potong Rashia


"Ha?" Mereka Semu Melihat Rashia


"Maksud Aku, Tidak, Tidak, Tidak, Aku Tetap Akan Membayar Semua Itu Termasuk Wilayah Yang Akan Kita Tuju"


"Apa? Tidak Usah Rashia, Kami Juga Kan.." Leofrik Mendekati Rashia


"Shut, Diam. Ayo Kita Bicara Di Dalam, Yang Lain Tolong Tunggu Di Sini" Rashia Berbalik Pergi "Venian" Berablik Lagi


Venian Melihat Rashia "Ha?"


"Tolong Salah Satu Kereta Kuda Di Alas Ya, Pakian Hangat Yang Sudah Ku Keluarkan Dari Cincinku, Mereka Semua Ada Di Kamar, Kelinci Akan Membantu Mu, Begitu Juga 4 Kereta Lainya"


"Untuk Apa?" Tanya Mosha


"Untuk Kalian Lah, Emang Kalian Mau Jalan Kaki?"


Mosha Terdiam


"1 KERETA HANYA KAMI YANG PAKAI" Ujar Laksita(Mata Berubah) Yang Mengagetkan Mereka Semua


"Tentu Saja" Jawab Venian Sambil Tersenyum


Laksita Melihat Venian Dengan Datar, Ia Pun Kembali Tidur.


"Kasihan Venian, Bisa-bisanya Dia Menyukai Kucing Garong Seperti Dia" Ujar Rashia(Telepati)


"Benar, Sungguh Menyedihkan" Lanjut Pinkky(Telepati)


"Aku Bisa Mendengar Kalian" Laksita Mebuka Matanya Lalu Melihat Rashia Dan Pinkky(Telepati), Mereka Berdua Tekejut


"Jika Tidak Cukup Ambil Ini" Rashia Mengeluarkan 10 Koin Emas, Alhena Dengan Cepat Mengambil.


"Ini Untuk Apa?" Tanya Alhena


"Jika Kainya Tidak Cukup Belilah Lagi" Jawab Rashia


"Uangnya Terlalu Banyak"


"Simpan Saja, Siapa Tau Ada Yang Ingin Kalian Beli,Lalu Belilah Beberapa Mainan Untuk Della Dan Dalan Agar Mereka Tidak Bosan Di Perjalan Nanti, Juga Beberapa Cemilan Untukku, Terima Kasih" Senyum


"Baiklah" Jawab Alhena


Alhena, Joy, Fanny, Daran, Delle, Noah, Dan Laksita Pergi Ke Pasar, Sedangkan Rashia Dan Anak-anak Guild Pergi Ke Ruang Kerja.


Rashia Duduk Sambil Melihat Dallen Dan Teman-temannya "Ok Jadi Berapa Semuanya?" Tanya Rashia

__ADS_1


"Rashia" Panggil Dallen


"Be-ra-pa" Tatap


Leofrik Memegang Bahu Dallen "Keras Kepalanya Hampir Sama Dengan Mu, Jadi Jangan Melawannya" (Telepati)


"Kau, Bukan Aku" (Telepati) Dallen Melihat Leofric


Mereka Berdua Tertawa Kecil.


"Ekhem" Rashia Melihat Dallen Dan Leofric.


"Huft, Sekitar 300" Jawab Dallen


Rashia Melihat Dallen Dengan Datar, Rashia Menaruh Satu Kotak Yang Berisi 700 Koin Emas Sisa Dari Pembelian Kereta Besar Di Atas Meja.


"Aka Harap Kalian Semua Menjawab Semua Pertanyaanku Dengan Jujur, Walaupun Itu Jawaban Buruk Sekalipun" Ujar Rashia Sambil Mendorong Kotak Itu Ke Arah Dallen


Mereka Semua Terkejut


"Tapi Rashia, Kami Akan Ikut Denganmu Jadi Anggap Saja Itu.." Ujar Gart


"Itu Hasil Kerja Keras Kalian Kan, Dan Ini" Potong Rashia Sambil Memebrikan Satu Kantong Koin "Ini 200 Koin Untuk Wilayahnya" Lanjut Rashia


Mereka Semua Mengerutkan Alisnya


"Rashia, Maafkan Aku Jika Kau Marah Tentang Yang Kemarin Tolong Maafkan Aku" Ujar Ella Sambil Berlutut


Rashia Melihat Ella Dengan Binggung "Emangnya Kemarin Kenapa?" Tanya Rashia


"Ha?" Mereka Semua Melihat Rashia


"Aku Tau Maksud Mu Rashia, Tapi Tolong Untuk Wilayahnya Tidak Usah" Ujar Dallen


Rashia Menatap Dallen "Emangnya Apa


Maksudku?" Tanya Rashia


"Itu.." Dallen Melihat Rashia


Rashia Menggelengkan Kepalanya "Di Saat Aku Marah Lalu Aku Sudah Melepaskan Semua Amarahku Itu Selesai, Lalu..."


Mereka Semua Menatap Rashia.


Rashia Tersenyum "Kalian Tau, Ada Beberapa Yang Ku Suka Di Dunia Ini, Bukan Beberapa Tapi Banyak. Sihir, Kekuatan, Warna, Yah Walupun Itu Membuatku Binggung, Orang Kuat, Orang Pintar, Dan Terakhir Tampan" Ujar Rashia


Mereka Semua Saling Memandang


"Dan Kalian Termasuk, Kalian Bukan Hanya Pintar, Kalian Juga Tampan, Aku Sangat Menyukai Itu" Lanjut Rashia.


Dallen Dan Teman-temannya Tersenyum.


"Kami Juga Kuat" Ujar Rey


"Jika Kalian Bisa Mengalahkan Kucingku, Akan Ku Nyatakan Kalian Kuat"


"Hey Itu Tidak Adil, Dia Itu Beast" Ujar Ella

__ADS_1


"Kau Sendiri Setengah Iblis Kan" Rashia Menatap Ella


Mereka Semua Terkejut


"Kau...Tau" Ella Menatap Rashia


"Tidak, Aku Hanyaa Merasakannya" Jawab Rashia Santai, Rashia Melihat Bubu-buku Yang Tersusun, Ia Menghampiri Buku Itu.


Ella Berdiri Melihat Teman-temannya Lalu Melihat Rashia Yang Sedang Melihat Buku-buku.


Rashia Melihat-lihat Buku-buku Ia Terhenti Di Buku Tebal Yang Sampulnya Berwarna Kuning "Ke-ra-jaaan..Aa Kerajaan" Ujar Rashia (Di Ajarkan Membaca Oleh Anak-anak Guild Bergantian)


"Itu Buku Tentang Kerajaan Ini, Buku Itu Tidak Lengkap, Mereka Hanya Menulis Apa Yang Mereka Ketahui" Ujar Leofrik


Rashia Mengangguk, Ia Membuka Halaman Demi Halama Buku Itu, Ia Terhenti Di Sebuah Halaman Yang Terdapat Gambar Seorang Raja "Apa Ini Raja Dunia Ini? Maksudku Raja Negara Ini?"


"Iya, Efraim Immanuel De Belgium" Jawab Gart


"Woh, Namanya Panjang Sekali" Rashia Membuka Lembar Berikutnya "M-at-a Kel-uar-ga Ker-ja-an Ber-w-arna Kun-ing" Baca Rashia "Aa, Jadi Mata Anggota Kerajaan Itu Berwarna Kuning Yah" Ujar Rashia.


Leofrik Dan Teman-temannya Melihat Rashia, Rashia Membuka Halaman Berikutya, Tiba-tiba Ia Terdiam Lalu Meliha Ke Depan (Melihat Pantulan Bayanganya Di Kaca Jendela)


"Hufttt" Rashia Menunduk Lalu Menutup Buku Itu


"Kak Dallen Apa...Apa Kau Memiliki Buku Yang... Lupakan, Huftt" Rashia Meliahat Dallen Dan Teman-temannya Sambil Tersenyum.


"Buku Ini.." Rashia Menatap Dallen


"Ambillah"


"Hm, Terima Kasih Ah Dan..."


"Tidak Ada Komentar Dan Pertanyaan Apapun Yang Keluar Dari Mulut Kami" Ujar Gart


"Hm" Rashia Mengangguk, Lalu Ia Keluar Sambil Membawa Buku Itu.


Rashia Keluar Dari Ruang Kerja "Jadi Aku Anggota Kerajaan" Batin Rashia


Rashia Berhenti Lalu Membuka Lagi Buku Itu.


Melihat Gambar Raja "Apa Dia.." Pikir Rashia Sambil Membuka Halam Berikutnya "Ke-tu-runan R-aja" Melihat Tulisan Yang Sangat Ia Tidak Pahami Tapi Dia Berusaha Keras Untuk Membacanya


"Put-ra .... B-a-ld-er ... ... Be-l-gi-um, Apa Ini?" Melihat Nama Priyanka "Anka? Ini Gimana Cara Bacanya?" Melewati "Cia? Pat-ri .. Patricia?" Pikir Rashia Burusaha Keras Untuk Membaca.


"Rashia" Panggil Dallen


Rashia Menutup Buka Lalu Berbalik "Ya?" Senyum


"Kau Baik-baik Saja?" Tanya Dallen Pelan


"Ya, Aku Baik-baik Saja, Aku Ke Kamar Dulu" Rashia Berbalik Pergi.


Rashia Berhenti Di Depan Pintu Kamar "Hanya Keturana Kerajaan Yang Memiliki Mata Berwarna Kuning?" Batin Rashia.


"Apa Dia Baik-baik Saja?" Tanya Gib Khawatir Melihat Rashia


"Entahlah" Jawab Dallen

__ADS_1


Rashia Masuk Ke Dalam.


Rashia Pergi Ke Arah Jendela Lalu Melihat Bayangannya "Hanya Keluarga Kerajaan Yang Memiliki Mata Yang Berwarna Kuning" Rashia Melihat Warna Matanya Di Kaca Jendela.


__ADS_2