
Ruang Rapat
"Ada Apa Ini?" Tanya Salah Satu Pria
Yara Menatap Mereka Dengan Dingin
Yara Dan Zena Diam, Sedangkan Mereka Memberontak Ingin Keluar Tapi Pintu Di Kunci Dan Di Jaga Ketat Oleh Penjaga.
Zena Dan Yara Hanya Asik Mengobrol.
***
Venian Kembali.
"Jika Hasil Gandum Banyak Itulah Yang Harus Kalian Bayar, Tapi Jika Hasil Gandum Hanya Sekitar 80%, Aku Akan Meminta Bagian Sekitar 20%"
"Itu Terlalu Sedikit Nona" Ujar Pria Paruh Baya
"He?" Rashia Terkejut
"Ia Pengelola Gandum Nona" Bisik Ivy
Rashia Mengangguk
"Kami Akan Tetap Memberikan 40% Pada Anda, Kecuali Hasil Gandum Hanya 50% Kami..."
"Kalian Tidak Perlu Membayar Pajak Jika Hasil Gandum Seperti Itu"
Mereka Semua Tekerjut
"Kalian Bayangkan Saja, Hasil Gandum Hanya Sekitar 50% Dan Itu Pasti Tidak Akan Cukup Untuk Makan Penduduk Yang Lain, Dan Jika Kalian Membayar Pajak..Matilah Kalian"
Mereka Semua Menuduk Menahan Tawa
"Ah, Perkataanku Aneh Ya" Rashia Melihat Pinkky
Pinkky Mengangguk
"Terima Kasih Banyak Nona" Mereka Semua Menunduk
"Dan Satu Lagi"
Mereka Semua Melihat Rashia
Rashia Menatap Mereka Semua, Rashia Mengeluarkan Sedikit Auranya, Ketiga Beastnya Ikut Bergabung.
Mereka Semua Terkejut
"Penggabungan Aura Ya" Batin Tome
"Aku Tidak Suka Adanya Penghianatan Antara Penduduk Apalagi Terhadap Ku" Rashia Menatap Mereka Semua
"Aura Nona Sangat Menakutkan" Batin Myron
"Dalam Bentuk Apapun, Alasan Apapun" Lanjut Rashia Menatap Tajam Semeua Orang Yang Ada Di Bawah
"Apa Yang Ku Katakan Barusan, Tidak Boleh Sampai Bocor Keluar Begitu Pun Dengan Identitas Ku, Yang Orang Luar Tau Aku Seorang Wanita Lain Dari Pada Itu Tidak Yang Mereka Tau. Kalian Semua Mengerti Kan Maksudku"
"Kami Mengerti Nona"
__ADS_1
"Aku Akan Langsung Membunuh Orang Itu"
Mereka Semua Takut
"Cukup" Ujar Rashia Pada Ketiga Beastnya
Aura Mereka Perlahan-lahan Menghilang
Rashia Mengangguk Lalu Menuduk "Terima Kasih Karena Kalian Mau Menerima Anak Kecil Ini"
Mereka Semua Terkejut, Mereka Semua Menunduk
"Terima Kasih Sudah Mengubah Wilayah Kotor Ini" Ujar Para Penduduk
"Terima Kasih Atas Kebaikan Anda" Ujar Para Pelaut
Rashia Tersenyum
"Baiklah Waktunya Berbaur"
Mereka Semua Bingung, Rashia Melihat Para Penduduk Lalu Melihat Para Pelaut. Para Penduduk Dan Para Pelaut Saling Memandang, Mereka Pun Mendekat Dengan Canggung Dan Mulai Saling Sapa.
"Kedua Kucing Tolong Bereskan Para Bandit Itu"
"BOLEH KAMI MEMAKANNYA?" Tanya Laksita(Mata Berubah)
Ivy Dan Yang Lain Terkejut
"Lakukan Apapun Yang Kalian Inginkan, Jangan Lupa Barang Berharga"
Ivy Dan Yang Lainnya Melihat Rashia "No-nona"
Rashia Tersenyum Melihat Mereka "Pemandangan Yang Indah Bukan"
Ivy Dan Yang Lainya Mengangguk
5 Meit Kemudian, Debat Berakhir Mereka Semua Bubar Kembali Ke Rumah Mereka Masing-masing.
Venian Dan Laksita Pergi Bersama Kelton Dan Flint Untuk Menangkap Bandit Yang Menyamar Menggunakan Sihir.
Rashia Masuk Ke Dalam Ruang Rapat
Yara, Zena Dan Dallen Berdiri Lalu Menunduk, Penduduk Yang Di Bawa Laksita Juga Ikut Berdiri
"Nona Ada Apa Ini?" Tanya Salah Satu Wanita
Rashia Menatapnya Dengan Datar Sambil Berjalan Ke Arah Kursinya
Rashia Duduk "Siapa Kalian Dan Siapa Yang Menyuruh Kalian?"
Kelima Orang Yang Di Bawa Laksita Saling Memandang
Rashia Melihat Ivy "Bawakan Aku Peta Wilayah"
Ivy Langsung Mengeluarkan Peta Wilayah Dari Cincinnya Lalu Membuka Dan Menaruhnya Di Depan Rashia.
"No-nona" Panggi Salah Satu Wanita
"Aku Tidak Punya Banyak Waktu, Jadi Katakan Siapa Yang Menyuruh Kalian"
__ADS_1
Mereka Saling Memandang
"Jawablah Dengan Jujur" Ujar Ivy
Mereka Semua Diam
Rashia Berhenti Dari Aktifitasnya "Kalian Masih Diam" Rashia Menatap Tajam Pada Kelima Orang Itu "Kalau Begitu, Diam Lah Selamanya"
Mereka Semua Terkejut, Pinkky Mengeluarkan Kekuatan Anginnya, Tome Menambahkan Sedikit Anginnya Pada Angin Pinkky
Tiba-tiba Tubuh Kelima Orang Itu Tersayat-sayat Sampai Mengeluarkan Darah, Semua Orang Terkejut. Pinkky Juga Ikut Terkejut Sedangkan Rashia Hanya Menatap Mereka Dengan Datar.
Mereka Berlima Berlutut "Mohon Ampuni Kami Nona" Bermohon
"Hentikan Burung" Uajr Rashia (Telepati)
Tome Tersenyum Kecil, Angin Pun Berhenti.
"Jadi..?" Rashia Menatap Mereka
Kedua Wanita Menangis Dan Menahan Sakit Begitu Juga Dengan Para Pria Menahan Sakit.
"Panggilkan Joy, Tutup Wajahnya Seperti Ku" Ujar Rashia Pada Yara (Telepati) Tanpa Melihatnya
"Baik Nona" Yara Pergi Ke Luar.
Ivy Dan Yang Lain Melihat Yara
"Nama Sa-ya Somer, Saya Seorang Nelayan. Saya Di Suruh Ratu Dari Kerajaan Wiroscar" Ujar Salah Satu Pria
"Saya Juga, Na-nama Saya Jena" Lanjut Salah Satu Wanita
"Kerajaan Wiroscar?"
"Ratu Kerajaan Wiroscar Adalah Putri Dari Raja Kerajaan Durch" Jelas Ivy
Rashia Menatap Tajam Mereka "Kalau Begitu Kalian Tau Tentang Para Bandit Itu?"
"Ti-tidak Nona, Kami Tidak Tau Apa-apa Tentang Mereka. Kami Hanya Di Suruh Mencari Tau Tentang Anda, Lain Dari Pada Itu Tidak Ada Nona Kami Bersumpah" Jelas Somer Takut
Rashia Menatapnya Dengan Datar "Lalu Kalian?" Ia Melihat Ketiga Penduduk Di Sebelah Kiri
"Kami Berdua Di Suruh Oleh Duchess Asadel Nona, Nama Saya Wade Juga Seorang Nelayan" Jawab Salah Satu Pria Sambil Menunjuk Wanita Di Sebelahnya Yang Sedang Mengangguk
Ivy Dan Kedua Pelayan Rashia Tekejut
Joy Masuk "Anda Memanggil Saya Nona"
"Iya, Kemarilah"
Joy Menghampiri Rashia
"Duduk Lah"
"Baik" Joy Duduk Di Sebelah Dallen, Mereka Berdua Saling Memandang
"Lalu Bagaimana Dengan Kau?" Rashia Melihat Salah Satu Pria
"Saya Ksatria Bayangan Raja Kerajaan Wiroscar, Nama Saya Vektor" Jawab Pria Itu
__ADS_1
Mereka Semua Terkejut, Rashia Mengerutkan Alisnya.