
Phobus Gugup, Ia Menjauh Dari Laksita
"Beast Tingkat Tinggi, Atau Di Sebut Lengendaris" Laksita Melihat Novika Dan Rashia
"He?" Laksita Dan Rashia Binggung Mereka Berdua Saling Memandang.
"Beast Yang Bisa Berubah Jadi Manusia,Terkadang Mereka Bisa Di Lahirkan Dalam Wujud Manusia" Lanjut Laksita Sambil Melihat Phobus
Phobus Memalingkan Wajahnya.
"Apakah Ada Yang Sperti Itu?" Tanya Novika Pada Rashia
"Kenapa Kau Bertanya Padaku?" Rashia Binggung
"Karna Aku Juga Tidak Tau?"
Rashia Tertawa, Phobus Keluar Dari Kamar.
"Dia Kabur" Ujar Novika
"Biarkan Saja, Dia Juga Tidak Akan Pergi Ke Mana-mana" Ujar Rashia
Phobus Keluar Dari kamar Dengan Keringat Dingin
"Kau Baik-baik Saja Kak?" Tanya Mia
"Ha?! Iya, Aku Baik" Pergi Menjauh
"Ada Ada Denganya?" Mia Melihat Phobus Yang Pergi Terburu-buru
"Sama Seperti Seseorang" Ujar Doyle
"Seseorang?"
"Hm" Doyle Melihat Mia.
Makan Malam
Mereka Semua Sedang Makan, Sesekali Teman-teman Leofrik Melirik Ke Arah Phobus Dan Rashia. Phbus Tidak Tenang Dengan Tatapan MerekaMereka Tapi Dia berusaha Untuk Tetap Tenang.
Selesai Makan, Rashia Dan Beberpa Anak Perempuan Membantu Membersikan Piring Bekas Makan Mereka Sedangkana Anak Laki-laki Memebersikan Meja.
Dallen Mendekati Rashia
"Bisa Kita Bicara?" Tanya Dallen
Rashia Menatap Dalle, Lalu Rashia Mengangguk.
Merek Berdua Pun Pergi Ke Ruang Kerja Dallen
"Ayo Duduk Lah" Ujar Dallen
Rashia Hanya Diam, Dia Pun Duduk. Dallen Duduk Di Depan Rashia.
"Kau Baik-baik Saja?" Tanya Novika Pada Rashia Menggunakan Telepat.i
"Hmm" Jawab Rashia.
"Katakan Pada Ku Jika Terjadi Masalah"
"Baiklah, Terima Kasih"
Rashia Menatap Dallen, Tiba-tiba Leofrik Masuk. Rashia Hanya Diam, Ia Tidak Melihat Leofrik,
Leofrik Dengan Pelan Duduk Di Sebelah Dallen, Lalu Melihat Rashia Yang Hanya Diam Melihat Dia Dan Dallen.
__ADS_1
Leofrik Mengeluarkan Surat Tanah Wilayah Utura.
"Harganya 200" Ujar Leofrik Pelan
"Baiklah" Jawab Rashia, Lalu Mengambil Berkas Yang Ada Di Atas Meja
"Tunggu" Cegah Dallen.
Rashia Menatap Datar Dallen, Rashia Menarik Lagi Tangannya, Lalu Duduk Dengan Tegap. Dallen Memperbaikin Berkas Lalu Dia Juga Kebali Duduk Tegap Dengan Gugup.
"Kata Leofrik, Mereka Melakukan Sumpah Darah Denganmu?" Ujar Dallen
"Benar, Lalu?" Jawab Rashia Dingin.
"Maafkan Sikap Kami Tadi Rashia, Kami..." Leofrik Gugup
"Leofrik"
"Ya?" Gugup
"Aku Hanya Minta Kau Mencari Tau Tentang Sebuah Wilayah Bukan?"
"Be-benar"
"Lalu Apa Ini?" Rashia Menatap Dingin Leofrik
"Itu.." Leofrik Melihat Dallen.
"Rashia" Panggil Dallen.
Rashia Menatap Datar Dallen.
"Aku, Tidak Kami Akan Melakukan Seperti Yang Mereka Lakukan" Ujar Dallen Serius
"Melakukan Apa?" Tanya Rashia
"Kenapa?" Teleng
"Tolong Jadikan Kami Orangmu Juga, Kami Akan Melakukan Apa Saja Untukmu, Nyawa Kami Akan Kami Berikan Untukmu"
"Kenapa?"
"Ha?"
Rashia Tersenyum
"Kenapa Kalian Sanagt Terobsesi Pada Ku? Apa Ada Pada Diriku Yang Kalian Inginka?" Tanya Rashia.
"Tidak, Maksud Kami Bukan Itu... Kami Hanya..." Leofrik Bingung
"Aku Tau Maksud Kalian Baik, Malah Bisa Di Bilang Aku Lebih Menyukai Kalian Dari Pada Mereka. Karena Kalian Lebih Dewasa Dan Berpengalaman, Dan Banyak Pengetahuan, Beda Dengan Mereka. Seperti Yang Kau Katakan, Kami Masih Anak-anak Tapi..."
"Tidak Rashia, Maaf.."
Rashia Memberhentika Dallen Berbicara
"Begini Saja"
Leofrik Dan Dallen Menatap Rashia
Phobus Sedang Di Hadang Novika Dan Laksita,Teman-teman Leofrik Memperhatikan Mereka.
"Kau Benar, Beast Itu?" Tanya Laksita
"Apa? Apa Maksudmu" Jawab Phobus Gugup
__ADS_1
"Sebenarnya Aku Tidak Mengerti Apa Yang Kalian Berdua Bcarakan, Tapi Karna Penasaran Jadi Aku Juga Mau Tau, Siapa Kau? Dan Jika Kau Seorang Beast, Kenapa Aku Tidak Bisa Melihat Wujudmu?" Jelas Novika
"Apa Yang Mereka Bicarakan?" Bisik Ella
"Aku Juga Tidak Tau, Mereka Berbicara Lewat Telepati" Jawab Alhena
"Shuttt,Diam" Bisik Gart
"Pangilkan Teman-teman Leofrik Kemari" Ujar Rashia Pada Phubus Lewat Telepati.
Novika Dan Laksita Juga Mendengar Itu, Karna Tujuan Telepati Rashia Paa Mereka Bertiga.
Rashia Belum Bisa Menggunakan Kekuatanya Jadi Saat Dia Melakukan Telepati, Mereka Bertiga Bisa Dengar. Terkadang Beast Lain Bisa Mendengar Percakapan Mereka Tapi Di Halangi Oleh Eurik, Atau Laksita.
"Kalian Sedang Lihat Apa?" Tanya Phobus Pada Rey.
"Shut Diam, Di Mana Mereka?" Tanya Rey.
"Entah Mereka Di Mana?" Jawab Gart
"Persaan Tadi Mereka Ada Di Sana?" Lanjut Alhena
"Buaaaaa" Laksita Melompat Ke Arah Tema-teman Leofrik
"Huakkkkkkkk" Teriak Mereka Terkjuta, Mereka Semua Sampai Jatuh.
Laksita, Novika Dan Phobus Menatap Datar Mereka Semua.
"Mendengar Perkcakapn Orang Itu Tidak Sopan" Ujar Novika Dengan Tatapan Mata Pinknya.
"Maafkn Kami" Ujar Gart
"Kalian Di Panggil Sana" Ujar Phoubus
"Siapa?" Tanya Rey
"Runag Yang Ada Kursi Empuk Itu" Jawab Phobus
Mereka Saling Memandang
"Baiklah, Terima Kasih Atas Informasinya" Ujar Rey
"Kami Pergi" Lanjut Ella
Mereka Semua Berlari Ke Arah Ruang Kerja Dallen.
Rashia Sedang Membaca Berkas
"Apa Ini mengandung Sihir?" Tanya Rashia
Leofrik Dan Dallen Terkejut, Mereka Berdua Saling Memandang.
"Kau Tau?" Tanya Leofrik
Rashia Melihat Sekitar Berkas Memancarakan Warna Ungu.
"Kucing Dan Kelinci Terkadang Selalu Memakai Kekutan Mereka , Apa Lagi Kelinci Kalo Matanya Berubah Warna Di Sekitarnya Mengeluarkan Warna Ungu Jadi Bisa Ku Simpulka Kalo Warna Ungu Adalah Sihir, Dan Ternya Itu Benar." Pikir Rashia Sambil Tersenyum
Leofrik Dan Dallen Melihat Rashia Dengan Binggun
"Jadi..Kau Tau?" Tanya Dallen
Rashia Meliaht Dallen Dan Leofrik.
"Tidak, Aku Hanya Merasakannya" Jawab Rashia Senyum
__ADS_1
Leofrik Dan Dallen Hanya Mengangguk Sedangkan Rashia Tersenyum Puas Karna Dia Sudah Mengetahui Arti Dari Salah Satu Warna Yang Di Lihatnya.