
Rashi Dan Ana-anak Dari Guild Yellow Sibuk Membahas Tentang Wilayah Utara Dan Melakukan Persiapan Yang Akan Lakukan Dalam Perjalanan Nanti Saat Mau Pergi Ke Wilayah Utara.
"Ee, Rashia" Panggil Mosha Ragu.
"Hm" Jawab Rashia Sambil Melihat Daftar Keperluan Mereka Yang Sudah Di Tulis Alhena.
"Beast Milik Mu.."
"Biarkan Saja Mereka, Mereka Sudah Tua Jadi Mereka Bisa Menyelesaikan Masalah Mereka Sendiri" Jawab Rashia Sambil Melihat Mosha.
Mereka Semua Melihat Rashia Yang Melihat Lagi Daftar Keperluan Mereka.
"Apa Dia Benar Berumur 8 Tahun?" Pikir Alhena Yang Duduk Di Depan Rashia.
"Dalleen" Panggil Rashia
"Hm?" Dallen Melihat Rashia.
"Mana Berkasnya?" Tanya Rashia.
"Ah, Ini. Aku Juga Sudah Mendapatkan Informasi, Ternyata Wilayah Itu Terawat Dengan Baik" Ujar Dallen
"Terawat?" Rashia Binggung
"Benar, Para Pelayan Dari Viscount Sebelumnya Yang Menjaga Wilayah Itu Dan Kediaman Pemilik Tanah" Jawab Dallen
"Rashia, Tancapkan Sidik Jarimu Di Kertas Ini" Ujar Leofrik
"Tapi Ibu Mu Yang..."
"Di Sini Tempat Ibuku" Leorfik Menunjuk Penanggung Ke 2 Bukan Pemilik.
"Ouh Ok, Mana Tintanya?" Tanya Rashia
"Darahmu" Jawab Ella
"He? Darah Lagi?"
Mereka Semua Mengangguk.
"Haaa" Rashia Pusing.
Madam Gilda Dan Yang Lain Juga Masuk, Novika Dan Laksita Juga Masuk.
Mata Novika Dan Laksita Bertemu
"Hm" Novika Memalingkan Wajahnya
"Cih" Laksita Juga Memalingkan Wajahnya
"Phuftt" Mereka Semua Tertawa Kecil Melihat Tingkah Novika Dan Laksita, Rashia Menggelengkan Kepalanya.
"Haaa, Baiklah. Bibi Mari Kita Mulai" Ujar Rashia
Madam Gilda Mengangguk
Rashia Meneteskan Darahanya Lalu Di Tekan Dengan Jari Telunjuknya, Lalu Di Ikuti Oleh Madam Gilda Menancap Kan Jarinya Tepat Di Bawah Sebelah Kanan Rashia.
***
Wilayah Utara.
Ivy Marigold Sedang Membereskan Beberapa Berkas Di Ruang Kerja Kepala Keluarga.
Ivy Marigold Seorang Kepala Keluarga Yang Melakukan Perjanjian Dengan Viscount Sebelumnya,Untuk Menjaga Wilayah Utara Sampai Ia Tiada. Ivy Marigold Seorang Pelayan Ruamah Tangga, Ia Mengatur Semua Urusan Kastil Viscount.
Keluarga Marigold Juga Di Kenal Keluarga Yang Sangat Tegas Dan Mereka Juga Bukan Hanya Pintar Tapi Mereka Juga Mampu Mengenal Apapun Itu Dalam Sekali Lihat.
Kelton Delphin Memasuki Ruang Kerja Kepala Keluarga, Ia Melihat Ivy Yang Sedang Serius Merapikan Berkas-berkas Dan Juga Buku-buku Tentang Kastil.
Kelton Delphin, Kepala Pelayan Kedua Yang Mengurus Urusan Wilayah Utara Dan Para Masyarakat Termasuk Para Perompak.
Kelton Delphin, Kepala Keluarga Ke-dua Yang Melakukan Perjanjian Dengan Viscount Sebelumnya. Keluarga Delphin Di Kenal Keluarga Yang Sangat Tertib Dan Sangat Taat Atas Perintah Tuan Mereka, Mereka Akan Melakukan Apapun Untuk Tuan Mereka Termasuk Membunuh.
"Sepertinya Kita Sudah Memiliki Tuan Rumah Baru" Ujar Kelton Yang Baru Saja Keluar Dari Kamar Pemilik Rumah.
"Apa? Benarkah?" Jawab Ivy
"Ya Sepertinya Begitu, Aku Baru Saja Dari Kamar Pemilik Rumah. Batu Sihir Baru Saja Menyala"
"Wah, Siapa Kah Mereka? Apa Mereka Sudah Dalam Perjalanan Kemari?"
"Hahaha, Kau Sangat Tidak Sabar Ya , Tapi Kita Tidak Tau Bagaimna Sifat Pemilik Tanah Baru Ini"
"Benar, Tapi Semoga Dia Sangat Imut Dan Baik"
"Semoga Saja"
"Kalo Begitu Kita Harus Bersiap-siap Menyambut Mereka"
__ADS_1
"Benar, Aku Akan Memberi Tahukan Pada Yang Lain"
Kedua Kepala Keluarga Itu Pun Berpisah, Ivy Pergi Ke Arah Para Pelayan(Dayang) Sedangkan Kelton Pergi Ke Arah Para Prajurit Dan Para Ksatria Yang Akan Menjaga Pemilik Rumah Yang Baru.
"Apa Kita Harus Menjemput Mereka Tuan Kelton?" Tanya Flint Serenity Seorang Ksatria
Flint Serenity, Putra Dari Mendiang Gibby Senerity Seorang Kstraria Yang Menjaga Viscount Terdahulu Yang Meninggal Karna Melindungi Viscount Dari Pembunuh Bayaran Anaknya Sendiri.
Keluarga Serenity Juga Salah Satu Keluarga Yang Melakukan Sumpah Setia Dengan Wilayah Utara.
"Aku Inginya Begitu Tapi, Kita Tidak Tau Siapa Mereka?" Jawab Kelton
Para Ksatria Dan Prajurut Saling Memandang
"Kalo Begitu, Kita Hanya Bisa Menunggu?" Ujar Dalbert Williow Seorang Ketua Pasukan Ksatria.
Keluarga Willow Juga Salah Satu Keluarga Yang Melakukan Sumpah Setia Dengan Wilayah Utara, Mereka Di Kenal Dengan Pertahan Yang Sangat Kuat. Walaupun Wilayah Utara Kosong Karna Tidak Ada Pemilik, Wilayah Itu Tetap Berdiri Kokoh Sama Seperti Memiliki Pemilik, Karna Tidak Ada Yang Berani Menyerang Wilayah Utara Karna Takut Akan Kekuatan Keluarga Willow.
"Benar, Jadi Kalian Bersiap-siaplah Dan Perhatikan Dengan Seksama Siapa Saja Yang Memasuki Wilayah Utara Mau Itu Darat Atau Pun Laut. Dan Taruh Beberapa Prajurit Di Pelabuhan Utama" Jelas Kelton
"Baik" Jawab Mereka.
Mereka Pun Bubar, Dan Melakukan Tugas Mereka. Para Prajurit Di Bagi Menjadi Dua. Prajurit Pertama Mejaga Pelabuhan Di Wilayah Utara Oldbrook (Pintu Masuk) Yang Lainya Pergi Pelabuhan Utama,(Tempat Awal Penyebrangan Ke Wilayah Utara), Lalu Para Ksatria Menjaga Pebatasan Wilayah Dari Dua Arah(Perbatasan Dari Dua Kerajaan).
***
Dallen Dan Yang Lain Mulai Memindahkan Barang Yang Perlu Mereka Bawa Dalam Perjalan.
"Venian" Panggil Rashia
"Ya?" Jawab Venian Lalu Menuju Ke Arah Rashia.
"Cincin Milikmu Bisa Menyimpan Apa Saja?" Tanya Rashia
Venian Melihat Cincinnya.
"Hanya Senjata" Jawab Venian
"Lalu Pakain Mu?" Tanya Rashia Lagi.
"Itu.." Melihat Tas Yang Di Angkat Leofrik Dan Gail Ke Dalam Kereta Kayu.
"Di Antara Kalian Siapa Saja Yang Memiliki Tempat Penyimpanan Tak Terbatas?" Tanya Rashia
"Hanya Aku, Itu Pun Hanya Untuk Senjata"
"Ada Apa Rashia?" Tanya Gart
Rashia Dan Venian Melihat Gart
"Di Antara Kalian Siapa Saja Yang Memiliki Tempat Penyimpanan Tak Terbatas?" Tanya Rashia Pada Gart
"Itu,,,Ella,Leofrik,Dallen Dan Aku" Memperlihatkan Cincin Miliknya Yang Berbeda Warna Dengan Milik Rashia.
"Oh?" Rashia Melihat Cincin Miliknya Dan Milik Gart.
"Milik Ku Punya Batas Penyimpanan, Dan Ini Bisa Di Curi Kapan Saja, Beda Dengan Milikmu Yang Hanya Bisa Di Gunkan Oleh Pemilknya Dan Penyimpanan Cincin Milikmu Lebih Banyak" Jelas Gart.
"Wah Benarkah?" Rashia Takjub
"Hm" Jawab Gart Sambil Tersenyum
"Sebanyak Apa Kira-kira?" Tanya Rashia
"Hm...." Gart Berfikir Keras
"Seluas Kerajaan" Jawab Gib Sambil Melewati Rashia Dan Gart Sambil Mengangkat Tas Miliknya.
"Wahhh, Daebak"
Mereka Semua Melihat Rashia, Karna Rashia Mengunakan Bahasa Yang Tidak Pernah Mereka Dengar.
"Phuftt" Novika Tertawa Kecil
"Mak-maksud Aku, Wow" Jelas Rashia Canggung
Mereka Semua Melanjutkan Pekerjaan Mereka Sambil Menahan Tawa.
***
Makan Malam
Asker Dan Afra Baru Saja Pulang Dari Pencarian Adik Mereka.
Ruang Makan Kediaman Duchess
Mereka Sedang Makan, Afra Dan Abizar Melihat Duchess, Afra Meletakan Sendoknyaa Lalu Menatap Dushess
"Maafkan Kami Bu, Kami Gagal Lagi Menemukan Ana" Ujar Afra Sambil Menunduk
__ADS_1
Abizar Melihat Kakaknya Yang Menunduk , Ia Pun Meletakan Sendoknya Dan Ikut Menunduk.
Duchess Melihat Kedua Anak Laki-lakinya Itu
"Tidak Apa-apa" Ujar Duches Sambil Meletakan Sendoknya.
"Ibu Malah Berencana Menghentikan Pencarian Alana"
Aafra Dan Abizar Terkejut
"Uhuk" Duke Tersedak Karna Terkeejut
Duchess Memberikan Air Pada Duke
"Kau Baik-baik Saja Sayang?" Tanya Duchess Pada Duke Dengan Lembut.
"Apa Maksud Mu Cia?" Tanya Duke
Duke Mengambil Air Yang Di Berikan Duchess
"Aku Baik-baik Saja, Terima Kasih Tapi Apa Maksudmu?" Tanya Duke Lagi.
Duke Meminum Air.
Duches Melihat Suami Dan Kedua Putranya.
"Ini Bukan Pertama Kalinya Ana Di Culik, Tapi Dia Selalu Kembali Pada Kita Bukan. Entah Kita Yang Menemukanya Atau Orang Yang Menemukannya ,Tetap Saja Dia Akan Kembali Pada Kita" Ujar Duchess
"Cia"
Duchess Menatap Duke Dengan Lembut Lalu Tersenyum
"Dia Pasti Akan Kembali Pada Kita, Kita Hanya Perlu Menunggu, Jadi.." Duchess Memegang Tangan Duke
"Hentikan Pencariannya, Dan Fokuslah Menangkap Serangga-serangga Yang Mengelilingi Kediaman Kita, Lalu Anggap Saja Ini Sebagai Perjalan Menuju Kedewasan Bagi Putri Kita" Ujar Duchess Sambil Tersenyum
"Ibu" Panggil Afra Dan Abizar
Duches Melihat Kedua Putranya
"Kalian Berdua ,Besok Pergi Dan Bilang Kepada Sepupu Kalian Untuk Menghentikan Pencarian Alana, Dan Katakan Ana Pasti Akan Kembali Tanpa Perlu Kita Mencarinya" Jelas Duchess
"Lalu Kita Berdua Akan Mengahadap Ayah Dan Kedua Kakakku Untuk Mengatakan Ini" Duchess Memegang Erat Tangan Duke
"Baiklah, Sesuai Permintaanmu Dan Aku Akan Bekerja Keras Untuk Menanggkap Serangga-serangga Menjijikkan Itu Dan Juga Memberikan Mereka Hadiah Yang Sangat Indah" Ujar Duke Yang Juga Membalas Pegangan Duchess.
Duchess Mengangguk Pelan Sambil Tersenyum, Begitu Juga Dengan Afra Dan Abizar Yang Ikut Tersenyum Melihat Kedua Orang Tua Mereka.
***
Selesai Makan Malam, Semua Orang Beristirahat Karna Lelah Memberesakan Barang Dan Perlengkapan Yang Akan Mereka Gunakan Nanti Di Dalam Perjalan Menuju Wilayah Utara.
Rashia Keluar Sendiri , Pergi Keluar Dari Gulid Lalu Duduk Di Tempat Duduk Yang Terbuat Dari Kayu Yang Terletak Berhadapan Dengan Air Mancur Kecil.
"Siapakah Aku Di Dunia Ini? Sudah Hampir Sebulan Berlalu Tapi Aku Masih Saja Belum Tau Siapa Diriku Di Dunuia Ini, Lalu Bagaimanaa Dengan Tubuhku Di Dunia Ku? Apa Ada Yang Akan Menangis Kepergianku Dengan Tulus?" Pikir Rashia Sambil Melihat Air Mancur.
Rashia Menunduk, Tiba-tiba Ada Yang Memeberikan Pakain Hangat Pada Rashia.
Rashia Terkejut Dan Langsung Melihat Siapa Yang Memberikan Dia Baju Penghangat
"Eurikk" Rashia Tekejut Sambil Berdiri.
Rashia Melihat Dengan Seksama Pria Yang Didepannya.
"Ah, Bukan Ya. Maaf" Ujar Rashia Duduk Kembali.
Pria Di Depannya Itu Tertawa
"Kenapa Bukan?" Tanya Pria Itu Yang Sekarang Duduk Di Sebelah Rashia.
"Karna Tinggi Eurik Sama Sepertiku" Jawab Rashia
Pria Di Sebelahnya Tersenyum
"Apa Aku Telalu Tinggi?"
"Hmm, Tinggi Mu Seperti Leofrik"
"Leofrik? Dia Ada Bersama Mu?" Alis Mengkerut.
"Haaa" Rashia Berdiri Di Ikuti Oleh Pria Di Sebelahnya.
Rashia Melihat Pria Di Depannya Yang Sedang Melihatnya Dengan Binggung.
Buk...Rashia Memukul Kuat Perut Pria Di Depannya
"Ahk" Pria Itu Menjrit Kesakitan Sampai Ia Menunduk , Tangannya Memegang Bahu Rashia.
Rashia Menatap Pria Di Depannya Dengan Datar, Sedangkan Beberpa Orang Yang Datang Dengan Pria Itu Terkejut Dengan Apa Yang Terjadi Dan Yang Rashia Yang Di Lakukan Pada Pria Di Depannya.
__ADS_1