
Dallen Yang Baru Keluar Dari Kamar Setelah Memindahkan Barang Yang Ada Di Cincinya Ke Cincin Yang Di Berikan Rashia, Lalu Cincinnya Di Berikan Pada Noch.
Leofrik Dan Madam Gilda Juga Masuk Setelah Memasukan Barang Yang Dari Toko Ke Dalam Cincin.
Mereka Semua Melihat Kearah Rashia Dan Yang Lain.
Rashia Berdiri, Sambil Menaruh 2 Cincin Berwana Coklat Walnut(Cincin Yang Memiliki Batas Penyimpanan)
"Satu Makanan Jadi, Satu Makanan Mentah" Rashia Menatap 3 Perempuan Kecuali Joy, Jadi Pilih Siapa Yang Akan Memakai Itu"
Mereka Semua Melihat Cincin Lalu Melihat Rashia, Ella, Dan Alhena.
"Kenapa Bukan Kamu Saja?" Tanya Ella
Mereka Semua Menatap Ella, Dallen Dan Leofri Menatap Kedua Teman Perempuannya Itu
Rashia Mendekati Ella "Jika Aku Yang Memakainya, Cukup Di Sini Pertemuan Kita" Tatap
Mereka Semua Terkejut
"Rashia Tenanglah" Ujar Dallen Kahawatir
"Haaa, Sepertinya Aku Salah Memilih Orang" Ujar Rashia.
Dallen, Leofric Dan Gart Terkejut.
"Aku Saja" Ujar Gib Sambil Mengambil Salah Satu Cincin "Sejujurnya, Ella Tidak Bisa Memasak Hanya Aku Dan Alhena Yang Memasak, Bisa Di Bilang Kami Semua Pandai Memasak, Kecuali Ella" Lanjut Gib.
Gib Melihat Ella "Kumohon, Jangan Merusak Suasana" Ujar Gib(Telepati) Sambil Menatap Ella.
Ella Melihat Gib.
"Benar Sekali Rashia, Jadi Kami Yang Akan Bertanggung Jawab Soal Makanan" Lanjut Gart Mengambil Cincin Yang Satunya.
Rashia Melihat Gib Dan Gart "Kalau Begitu Dia Tidak Berguna" Ujar Rashia
"Ha?" Mereka Semua Terkejut
"Jika Hanya Mengandalkan Kekuatan, Aku Juga Memiliki Kekuatan, Dan Kalian Juga Tau Siapa Yang Bersama Ku" Ujar Rashia
Mereka Semua Melihat Venian Dan Kedua Beast Rashia Yang Sedang Menatap Mereka.
"Aku Akan Bertanggung Jawab Atas Makanan Jadi, Dan Gib Makanan Mentah" Ujar Alhena.
Gib Mengangguk, Gart Memberikan Cincin Pada Alhena.
"Kalo Begitu Kau..." Rashia Melihat Ella.
"Aku Tidak Bisa Mencium Bau Makanan Manusia" Potong Ella Yang Menahan Air Matanya
Mereka Semua Terkejut, Joy Dan Teman-temannya Bingung.
"Dia Campuran Seperti Eurik" Ujar Laksita(Telepati)
Rashia Tersenyum "Aku Memiliki Teman Yang Sama Sepertimu, Tapi Dia Makan Dengan Lahap Bersamaku" Melihat Ella
Ella Terkejut "Itu.."
"Kau Harus Belajar, Saat Ada Orang Yang Memasak Kau Harus Ikut Membantu. Kau Harus Menahan Semuanya, Tidak Mungkin Kau Selamanya Akan Seperti Itu, Dan Itu Akan Menjadi Kelemahanmu Nanti" Tatap
"Dan Juga, Bagaimana Mungkin, Kau Bisa Makan Tapi Tidak Bisa Memasak Apa Lagi Mencium Baunya?" Rashia Bingung.
"Aku Hanya Makan Daging Yang Sudah Matang Atau Yang Di Masak Gib, Yang Lainnya Tidak" Jawab Ella
"Oh Ok, Mulai Sekarang Kau Temani Gib Dan Alhena Memasak"
"Tapi... "
Tiba-tiba Rashia Jatuh, Dengan Cepat Venian Menahanya
__ADS_1
"Kau Baik-baik Saja?" Tanya Venian Khawatir
"Aku Lelah" Jawab Rashia Pelan
Venian Mengankat Rashia Di Pelukannya Lalu Membawanya Di Kamar, Joy Dan Kedua Beast Rashia Mengikuti Dari Belakang.
Mereka Semua Melihat Rashia Khawatir.
Setelah Sampai Di Kamar, Venian Meletakan Rashia, Joy Melihat Kondisi Rashia, Sedangkan Yang Lain Menunggu Di Luar.
"Dia? Sehat Tapi Kenapa Dia Sangat Lemas?" Joy Binggung "Gejala ini...Ini Seperti Daran(Than)" Pikir Joy
"Apa Rashia Sudah Makan?" Tanya Joy.
"Sudah" Jawab Venian.
Pinkky Dan Laksita Saling Memandang "Cincin" (Telepati)
"Ah Benar, Cincin" Ujar Venian
Ketiga Beast Itu Saling Memandang.
"Ha?" Joy Melihat Ketiga Beast Itu.
Rashia Tertidur, Mereka Pun Keluar Tinggal Joy, Pinkky Dan Laksita Yang Di Dalam Kamar Yang Menjaga Rashia.
Venian Keluar, Madam Gilda Masuk Bersama Fanny.
Mereka Semua Melihat Venian.
"Apa Dia Sakit?" Tanya Gart
"Cincin" Jawab Venian
"Cincin? Mkasudnya?" Tannya Gail
"Ahh Aku Paham. Mengeluarkan Sesatu Dari Cincin Memerlukan Membutuhkan Aura" Jelas Rey
"Kalau Begitu Biarkan Rashia Istirahat, Lalu Kita Pindahakn Barang-barang Kita, Setelah Itu Kita Tunggu Rashia Bangun Untuk Mendengar Kelanjutanya" Ujar Leofrik.
Mereka Semua Mengangguk Lalu Bubar.
Dallen Menghampiri Teman-temannya, Mereka Melihat Dallen
"Ayo Kita Bicara" Ujar Dallen
Mereka Semua Saling Memandang Dengan Gugup Juga Takut Karna Dallen Menatap Mereka Dengan Dingin, Pinkky Yang Sedang Duduk(makan) Melihat Dallen Dan Leofric.
Ruang Kerja.
"Sebenarnya Apa Yang Kalian Inginkan?" Tanya Dallen Sambil Berbalik Lalu Menatap Ella Dan Alhena.
Ella Dan Alhena Menunduk
"Kalian Tidak Lihat, Aku Yang Tertua Dari Kalian Saja Menuruti Semua Perkataanya, Leofrik Sampai Berlutut Di Depanya, Karna Apa? Dialah Yang Kita Cari, Orang Yang Bisa Di Percaya , Dialah Yang Kita Inginkan Untuk Membawa Kita Ke Masa Depan Yang Lebih Cerah" Jelas Dallen
"Tapi, Lihat Apa Yang Kalian Lakukan" Tatap
"Maafkan Kami" Ujar Ella Takut.
"Untuk Apa Kata Maaf Jika Kalian Mengulanginya Lagi" Ujar Gart
"Apa Kau Mau Aku Jelaskan Ulang Apa Arti Dari Sumpah Darah?" Tanya Dallen Kesal.
Mereka Semua Melihat Dallen, Kecuali Ella Dan Alhena Mereka Takut Melihat Dallen Jadi Mereka Hanya Menundukkan Kepala.
"Sudah Lama Aku Tidak Melihat Dia Semarah Ini" Pikir Teman-teman(Laki-laki) Dallen.
"Arti Dari Sumpah Darah?" Pikir Pinkky(Gagak) Yang Mendengar Percakapan Mereka Dari Atap.
__ADS_1
Pinkky Pun Pergi Menuju(kamar) Ke Arah Laksita.
"KUCINGGG" Panggil Pinkky(Kelinci).
"HM, ADA APA?" Jawab Laksita Malas
Pinkky Menatatap Laksita "APA ARTI SEBENARNYA DARI SUMPAH DARAH?"
Laksita Membuka Matanya "MENGAKUI SANG PENERIMA SUMPAH SEBAGAI TUANYA"
"HA? MAKSUDAMU?"
"SUMPAH DARAH BUKAN HANYA BERLAKU UNTUK TIDAK SALING MENGHIANATI, MELAWAN PERITAH SANG PENERIMA SUMPAH ITU JUGA SEBENARNYA DI LARANG. DARAH MEREKA PERLAHAN-LAHAN MENGERING JIKA MEREKA MELAWAN SANG PENERIMA SUMPAH" Jelas Laksita.
Pinkky Terkejut "KALO BEGITU.."
Laksita Tersenyum "MEREKA TAU, TAPI TETAP SAJA MEREKA MELAWAN RASHIA, JADI ITU SIAPA YANG BODOH?"
Pnkky Merinding "DARAH MEREKA?"
"TENANG SAJA, MEREKA SUDAH MENURUTI APA YANG DI INGINKAN RASHIA JADI MEREKA SUDAH AMAN" Ujar Laksita
PS: LAKSITA DAN PINKKY BERBICARA ANTAR PARA BEAST.
Dallen Dan Teman-temannya Pun Keluar Dari Ruang Kerja Dan Mereka Kembali Bekerja, Setelah Selesai Mereka Istrahat Sebentar. Karna Rashia Belum Juga Bangun, Mereka Semua Pun Tertidur.
Jam 5 Pagi.
Rashia Pun Bangun
"Lama Sekali Kau Tidur" Ujar Laksita(Telepati)
"Hm, Mereka Semua Khawatir" Lanjut Pinkky(Telepati)
Rashia Tersenyum Kecil "Aku Lelah, Saat Tengah Malam Aku Bangun Dan Melihat Kalian Semua Sudah Tidur Jadi Aku Tidur Lagi" Jawab Rashia
Pinkky Dan Laksita Menatap Rashia Datar.
Joy, Fanny Dan Madam Gilda Mendengar Suara Rashia, Mereka Bertiga Pun Bangun.
"Akhirnya Kau Bangun Juga" Ujar Joy Pelan
Rashia Melihat Mereka Sambil Tersenyum Kecil.
"Apa Ada Yang Sakit?" Tanya Madam Gilda
Rashia Menggelengkan Kepalanya
"Rashia" Panggil Madam Gilda Pelan
Rashia Melihat Meadam Gilda
"Ada Yang Ingin Aku Katakan Padamu" Ujar Madam Gilda Sambil Memperbaiki Posisi Duduknya.
Rashia Melihat Warna Yang Di Kelurakan Madam Gilad, Fanny Dan Joy "Ini Warna Abu-abu Tapi Sedikit Berbeda" Pikir Rashia.
Rashia Melihat Warna Madam Gilda "Abu-abu Gelap?" Rashia Melihat Fanny Yang Di Sebelah Madam Gilda "Midnight Grey? Haa, Aku Bingung" Pikir Rashia Sambil Memegang Kepalanya.
"Kamu Baik-baik Saja?" Tanya Fanny
"Bu, Nanti Saja" Ujar Joy
"Ada Apa?" Tanya Rashia Sambil Melihat Madam Gilda Dan Kedua Anak Barunya Itu.
Madam Gilda Melihat Fanny Dan Joy "Kita Harus Mengatakanya" Ujar Madam Gilda
"Huft, Warna Mereka Semakin Pekat" Pikir Rashia
"Ada Apa Cepat Katakan?" Ujar Rashia Mulai Pusing
__ADS_1
"Aku Tidak Mengangkat Mereka Jadi Anakku, Aku Hanya Memasuka Nama Mereka Dan Mebuat Surat-surat Kelahiran Mereka Agar Mereka Di Akui" Ujar Madam Gilda Sambil Menatap Rashia
Rashia Terdiam, Pinkky Dan Laksita Saling Memandang Sedangkan Joy Dan Fanny Menunduk(khawatir).