
Alam Bawah Sadar Rashia.
Rashia Berdiri "AKU PERGI"
"HMM" Alana Ikut Berdiri
"SENANG BERTEMU DENGANMU KEMBARANKU"
Wajah Rashia Kecil Mirip Dengan Alana
Alana Tertawa Kecil "SENANG JUGA BERTEMU DENGANMU KEMBARANKU BERBEDA DUNIA DAN ALAM"
Mereka Berdua Tertawa, Rashia Perlahan-lahan Menghilang
"KAU HARUS TETAP MEMBUTUHKAN INTI HEWAN ITU" Ucap Alan Terakhir
"HMM" Rashia Menghilang
"KITA AKAN BERTEMU LAGI" Ujar Alana.
Rashia Mulai Sadar, Ia Membuka Mata Perlahan-lahan
"Biarkan Saja Dia(Sakalave), Bukan Dia Yang Kita Cari" Ujar Venian
"Di-mana..Hewan Itu Sekarang?"
Ketiga Beast Melihat Ke Belakang, Mereka Bertiga Kaget Melihat Rashia Yang Perlahan Bangun. Venian Berlari Ke Arah Rashia Membantunya Duduk
"Bagaimana? Bagaiman Keadaanmu?"
"Masih Hidup"
"Aku Sedang Tidak Bercanda" Venian Kesal
Rashia Tersenyum "Karena Siapa Aku Begini" Batin Rashia.
"Kata Burung, Munkin Saja Paradoxa Itu Tidak Sendiri"
"Kau Mendengar Semuanya?" Tanya Tome(manusia)
"Hm Semuanya, Tapi Karna Tenaga Ku, Aku Sulit Untuk Bangun"
"Sejak Kapan Kau Mendengar Semuanya?" Tanya Venian
"Aku Mendengar Suara Cassius"
Venian Memeluk Rashia "Terima Kasih, Terima Kasih Karna Kau Masih Hidup"
Rashia Tertawa Kecil "Karna Siapa Aku Seperti Ini Ha?"
"Maaf, Maaf, Aku Benar-benar Minta Maaf"
"Iya, Iya Tenanglah"
Laksita Menunduk "SYUKURLAH DIA MASIH HIDUP" Batin Laksita
"Kemarilah Kucing"
Venian Melepaskan Pelukannya, Laksita Berjalan Ke Arah Rashia.
"Maaf Membuat Kalian Takut" Rashia Memeluk Laksita
"Huhuhu, Lain Kali Berikan Tanda Jika Kau Masih Hidup"
"Hahaha, Baiklah-baiklah" Rashia Merasakan Kedatangan Seseorang "Turunkan" Rashia Melihat Ke Atas
Venian Dan Tome Bergegas Menurunkan Tirai Putih Yang Dan Menutupi Ranjang Rashia, Laksita Pergi Ke Arah Pintu.
Yara Membuka Pintu "Apa Yang Terjadi?"
"Kenapa Yara?" Tanya Ivy
__ADS_1
"Pintunya Tidak Bisa Di Buka"
"Apa?"
Mereka Semua Panik
"Bair Aku Yang Buka" Ujar Exel
Ranjang Rashia Sudah Tertutup Semua.
Rashia Melihat Pinkky
Pinkky (Kelinci) Bangun "Adu Kepalaku"
Laksita Naik Lagi Ke Ranjang Rashia, Exel Membuka Pintu Dengan Mudah. Mereka Semua Melihat Yara
"Tadi..." Yara Binggung
Ivy Dan Yang Lain Menggelengkan Kepala.
Cassius Masuk, Ia Melihat Ranjang Rashia Yang Tertutup
"HUAAAA" Tangis Pinkky Sambil Memeluk Rashia
Cassius Berlari Ke Dalam Ranjang Tapi Di Tahan Venian
"Pelan-pelan"
"Baiklah" Cassius Mendekati Ranjang Rashia, Ia Membuka Pelan
"Pergilah Cari Hewan Itu, Jika Terlambat Aku Benar-benar Tidak Akan Bisa Bertahan" Ujar Rashia(Tanpa Melihat Cassius)
Cassius Menatap Rashia Dengan Datar "Haaa, Baiklah"
Rashia Tersenyum Kecil Lalu Melihat Cassius "Terima Kasih, Anggap Saja Ini Sebagai Tanda Maaf Mu Karena Tidak Mengatakan Tentang Salah Satu Bangsamu Yang Berada Di Wilayahku"
Cassius Tersenyum "Baiklah"
"Nona" Panggil Mereka Semua Menangis
Rashia Tersenyum "Ketua Flint"
"Saya Nona"
"Minta Lah Bantuan Pada Para Pelaut, Dan Temukan Hewan Itu" Rashia Mulai Ngos-ngosan
"Rashia" Panggil Para Beast Dan Cassius
Rashia Menutup Matanya Sambil Mengatur Nafasnya "Kelinci Dan Burung Yang Akan Memantau Dari Atas"
"Baik"
Rashia Masih Menutup Mata "Bersiaplah, Kucing Kau Tetap Tinggal"
Laksita Mengangguk.
Rashia Memegang Tangan Cassius "Tolong Bantu Aku"
Cassius Membalas Memegang Tangan Rashia "Apa Imbalan Ku?"
"Apa Pun Itu, Akan Ku Berikan Asalkan Bukan Nyawa Dan Tubuhku Juga Mereka" Rashia Melirik Orang-orangnya
"Haa, Bagaimana Dengan Wilayah Ini?"
"Baiklah"
Mereka Semua Terkejut
"Asalkan Kamu Berjanji, Akan Menjaga Mereka Sama Seperti Yang Ku Lakukan Sekarang"
Cassius Tersenyum "Aku Bercanda"
__ADS_1
Rashia Tersenyum Lemas "Ivy"
"Iya Nona"
"Bersiaplah Untuk Menyambut Tamu Penting"
Mereka Semua Saling Memandang
"Baik Nona" Ivy Tidak Mengerti Dan Tidak Tau Tapi Ia Tetap Menjawab.
Rashia Berbaring Di Bantu Oleh Cassius "Pergilah"
"Baik"
"Kami Pergi" Ujar Cassius
"Hm" Rashia Menutup Matanya
Pinkky Mengelus Rashia Dengan Kepalanya "Bertahanlah"
Rashia Hanya Tersenyum Tipis.
Pinkky Dan Yang Lain Melihat Laksita, Laksita Mengangguk.
Merka Pun Pergi Dan Mulai Mencari Dan Memburu Hewan Siluman, Laksita Setia Menemani Rashia Di Kamarnya
***
Kereta Kerajaan Sudah Mendekati Pelabuhan Oldbrook.
Raja Melihat Keluar Jendela.
"Ada Apa Ayah?"
"Sepertinya Kita Datang Di Waktu Yang Salah Cia"
Duchess Melihat Ke Luar Jendela "Tidak Mungkin, Apa Itu Beast Langit Legendaris?" Melihat(Menggunakan Teropong) Tome Yang Terbang
"Sepertinya Mereka Sedang Menuju Salah Satu Pulau Yang Ada Di Wilayah Utara"
"Lalu Bagaimana Ayah?"
Raja Melihat Ke Depan "Kita Sudah Sampai"
Mereka Pun Turun Dari Kereta.
Raja Dan Duchess Memasuki Pelabuhan
Para Prajurit Dan Ksatria Berkumpul Lalu Menunduk
"Selamat Datang Di Pelabuhan Oldbrook Wilayah Azalea Penguasa Kerajaan Belgium Dan Duchess Patricia Mabelia Asadel"
Raja Mengangguk, Duchess Menunduk Sekali
Mereka Semua Menatap Raja
"Apa Kami Bisa Menyebrang?" Tanya Duchess
"Tentu Saja Duchess" Jawab Salah Satu Ksatria
Raja Melihat Sekitar "Kalian Mulai Pembangunan Pelabuhan Ini"
"Benar Yang Mulia"
Raja Mengangguk
Mereka Pun Mulai Memasuki Kapal.
"Maaf, Hanya Ini Kapal Yang Tersedia Di Sini" Ujar Salah Satu Ksatria Azalea Yang Mengantar Raja Dan Duchess Ke Dalam Kapal
"Tidak Apa-apa" Ujar Raja
__ADS_1
"Terima Kasih Atas Pengertiannya Yang Mulia"