
"Kita Istirahat Dulu" Ujar Pangeran Pertama Avery Fitz Balder Immanuel De Belgium Yang Berumur 15 Tahun.
"Benar, Ini Sudah Larut Malam" Lanjut Harry Vaswanael De Deacon, Pangeran Kedua Dari Kerajaan Selatan. Putra Pertama Dari Putri Priyanka Dan Raja Dari Kerajaan Wiroscar Sargon Vaswanael De Deacon, Yang Berumur 12 Tahun.
"Baiklah, Mari Kita Cari Penginapan Di Sekitar Sini" Jawab Afra.
Mereka Pun Mencari Penginapan, Beberapa Prajurit Membuat Kemah Di Sekitar Penginapan Untuk Penjagaan.
Besok Paginya, Prajurit Dari Kerajaan Mencari Lagi Keberadaan Putri Alana.
Jam 8 Pagi , Rashia Dan Kedua Beastnya Masih Tidur.
Phobus Melihat Laksita Tidur Sambil Tersenyum, Rashia Membuka Mata Perlahan-lahan ,Ia Melihat Phobus Sedang Menatap Laksita.
"ApaYang kau Lakukan" Ujar Rashia
"Wuahh" Phobus Terkejut
Rashia Bangun , Novika Dan Laksita Juga Terbangun
"Ada Apa?" Tanya Laksita Setengah Sadar, Ia Pun Tertidur Lagi. Novika Juga Ikut Tertidur
Tok..Tok..Tok..
Dallen Membuka Pintu
"Selamat Pagi" Sapa Dallen
"Hm Selamat Pagi" Rashia Mengucek Matanya
Dallen Tersenyum Melihat Rashia
"Sarapan Sudah Siap" Ujar Dallen
Rashia Menggelengkan Kepalanya Lalu Kembali Tidur.
"Kita Juga Harus Membahas Tentang Berkas Itu"
Rashia Bangun Lagi, Rashia Mengeluarkan Baju Gantinya Setelah Itu Dia Tidur Lagi, Dallen Tertawa Kecil Melihat Tingkah Rashia
1 Jam Kemudian ,Setelah Sarapan Pagi Mereka Mulai Membahas Tentang Berkas Atau Surat Tanah Kepemilikan Wilayah Utara.
Rashia Melihat Berkas Dengan Serius
"Ok Sebelum Itu Aku Ingin Mengganti Nama Mereka Semua Dan Bibi Juga Harus Memasukan Nama Bibi Atau ..." Rashia Binggung
"Aku Mengerti" Jawab Madam Gilda
Rashia Hanya Mengangguk Lalu Tersenyum
Madam Gilda Mengurus Surat Pengangkatan Anak Untuk Anak-anak Panti Karna Mereka Semua Masih Dibawa Umur
Clay Mengganti Nama Menjadi Gail, Phobus Memakai Nama Aslinya Yaitu Venian, Doyle Mengganti Nama Menjadi Jerol, Lola Menjadi Fanny, Mort Menjadi Noah, Mia Menjadi Joy, Than Menjadi Daran Dan Portia Menjadi Della.
"Aku Sudah Mencari Tau Tentang Wilayah Itu, Dan Kondisinya Baik-baik Saja" Ujar Leofrik
"Lalu Bajak Laut?" Tanya Rashia.
"Mereka Hanya Tinggal Dan Tidak Melakukan Apa-apa, Selama Seminggu Mereka Akan Pergi Berlayar Lagi" Jawab Leofrik
"Jadi Mereka Baik?"
Leofrik Mengangguk Tapi Tidak Terlalu Yakin
"Hufttt" Rashia Melihat Ke Arah Jendela.
"Berapa Lama Waktu Perjalanan Kita Ke Sana?" Tanya Rashia.
"4 Sampai 5 Hari" Jawab Dallen
"Wahh, Lama Juga"
Dallen Dan Leofrik Mengangguk.
"Berapa Banyak Yang Harus Aku Keluarkan?" Pikir Rashia Sambil Melihat Cincinya.
"Kami Memiliki Beberapa Kuda Dan Ada 2 Kereta(Kereta Kayu) Untuk Mengangkat Barang" Ujar Dallen
"Benarkah?" Tanya Rahia Terkejut Lalu Tersenyum Sambil Memajukan Wajahnya Pada Dallen Sampai Membuat Leofrik Dan Dallen Terkejut.
"I-iya" Jawab Dallen Yang Masih Terkejut.
"Haa Syukurlah" Rashia Memperbaiki Posisi Duduknya.
__ADS_1
"Rashiaaa" Panggil Mia(Joy)
"Ya" Jawab Rashia Terkejut
Joy Berlari Ke Arah Rashia Lalu Memeluk Rashia
"Apa? Kenapa?" Rashia Melihat Gail(Clay) Dan Yang Lain Sedang Tersenyum Kearahnya.
Madam Gilda Masuk.
Joy Melepaskan Pelukannya, Lalu Menatap Rashia Dengan Mata Yang Berkaca-kaca.
"Ada Apa Ini?" Tanya Rashia Binggung
Madam Gilda Tersenyumn Lalu Memberikan Beberapa Kertas Yang Di Mana Anak-anbak-panti Sudah Di Anggkat Menjadi Anak Madam Gilda Dan Nama Mereka Juga Sudah Di Ganti.
Rashia Tersenyum Lalu Memeluk Joy Lagi
"Selamat Untuk Kalian Semua" Ujar Rashia Sambil Melihat Anak-anak Panti Yang Lain Yang Berdiri Di Belakang Joy.
"Aku Juga Mau Peluk" Ujar Della(Portia)
Mereka Semua Tertawa Kecil, Joy Melepaskan Pelukannya Lalu Rashia Memeluk Della, Daran(Than) Juga Mendekat Lalu Memeluk Rashia.
"Wah, Aku Mendapat Banyak Saudara" Ujar Leofrik
Mereka Semua Melihat Leofrik Yang Sedang Tersenyum Ke Arah Mereka, Mereka Tersenyum Malu.
"Aku Akan Menyipkan Makan Siang Kita" Ujar Madam Gilda
"Aku Ikut Ibu" Ujar Joy
Mereka Semua Melihat Joy
"Aku Juga, I-bu" Ujar Fanny(Lola) Yang Masih Canggung.
Mereka Semua Tersenyum
"Baiklah, Ayo Bantu Ibu" Jawab Madam Gilda.
"Aku Juga" Ujar Della Dan Daran Bersamaan.
Mereka Berdua Lari Ke Arah Madam Gilda Lalu Memegang Tangan Madam Gilda, Mereka Pun Pergi.
"Oho" Rashia Terkejut Saat Dia Berbalik Novika Sudah Di Depannya.
"Lakukanlah Kontrak Denganku" Ujar Novika Melalui Telepati.
"Ha?" Rashia Tekejut Dan Juga Binggung
Mereka Semua Melihat Rashia Dan Novika.
"Ini Belum Waktunya" Jawab Laksita
Novika Mentap Tajam Laksita
"Jangan Ikut Campur" Ujar Novika.
"Apa?" Laksita Yang Sedang Berbaring Bangun Karna Mendengar Perkataan Novika
"Aku Bilang Jagan Ikut Campur" Ulang Novika
"Kau" Laksita Menatap Tajam Novika
"Oi Cukup" Teriak Rashia Yang Mengagetkan Mereka Semua
"Ada Apa Rashia?" Tanya Venian(Phobus)
Novika Pergi Keluar, Rashia Melihat Novika.
"Cih" Laksita Kembali Tidur
"Kucing" Panggil Rashia
"Apa?" Jawab Laksita
Rashia Mengejar Novika
"Apa Yang Terjadi?" Tanya Dallen.
Mereka Semua Saling Memandang, Rashia Mengambil Mantelnya Lalu Menyusul Novika Yang Ada Di Luar.
Rashia Mencari Novika Kesana Kemari.
__ADS_1
"Haa Dia Pergi Kemana Sih?"
Rashia Berjalan Terus Menyusuri Tempat-tempat Kumuh, Iya Pun Tidak Sengaja Menabrak Seseorang
"Ahk" Jerit Rashia Dan Abizar
"Maaf, Maafkan Saya" Ujar Rashia Sambil Membungkuk
"Ah, Saya Juga Minta Maaf" Ujar Abizar Sambil Melihat Rashia Yang Hanya Melihat Kebelakang Mencari Novika
"Kau Baik-baik Saja?" Tanya Abizar
"Ah Iya, Saya Baik-baik Saja" Jawab Rashia.
Abizar Menatap Rashia Yang Masih Sibuk Mencari Novika
"Abizar" Panggil Pangeran Harry.
"Ya?" Abizar Melihat Ke Balakang
Rashia Melihat Abizar, Karna Abizar Sedang Melihat Ke Belakang Rashia Pun Lanjut Mencari Novika, Ia Pergi Meninggalkan Abizar.
Abizar Melihat Lagi Ke Arah Rashia Tapi Rashia Sudah Pergi, Ia Pun Kembali Lagi Ke Kelompok Pencarian Pangeran Kedua.
"Ada Apa?" Tanya Pangeran Harry Yang Melihat Abizar Terus Melihat Kearah Rashia Yang Sudah Menghilang.
"Ah, Tidak Sepupu" Jawab Abizar.
Mereka Pun Pergi.
Dallen Dan Rey Mengejar Rashia.
"Apa Yang Terjadi?" Tanya Venian Pada Laksita
"Dia Mau Melakukan Kontrak Dengan Rashia" Jawaab Laksita
"Apa?!!" Venian Terkejut
"Kenapa? Apa Yang Di Katakannya?" Tanya Leofrik
"Kelinci Ingin Melakuan Kontrak Dengan Rashia" Jawab Venian
"Emangnya Tidak Bisa Ya?" Tanya Gail
"Merek Harus Memiliki Kekutan Yang Cukup Unntuk Melakukan Kontrak Dengan Beast" Jawab Alhena
"Rashia Memiliki Kekuatan" Ujar Noah(Mort)
"Iya, Tapi Dia Belum Bisa Mengendalikan Kekuatatnnya" Jawab Venian
Mereka Saling Memandang.
"Pergi Kemana Mereka?" Ujar Ella Yang Melihat Dari Jendela Ruang Kerja. Ia Melihat Rashia Yang Sedang Mencari Novika Sedangka Di Belakang Ada Dallen Dan Rey Yang Sedang Mengejar Rashia.
"Jika Kau Tidak Keluar Aku Akan Tersesat" Ujar Rashia Pada Novika Yang Entah Ada Di Mana.
Dallen Memegang Lengan Rashia, Rashia Berbalik Melihat Dallen
"Jika Kau Kesana Terus, Kamu Akan Dalam Bahaya" Ujar Dallen
"Ha?" Rashia Terkejut
"Ayo Pergi" Ujar Rey.
"Kelinci?!" Ujar Rashia Dengan Raut Sedih
Tiba-tiba Burung Gagak Hinggap Di Kepala Rashia, Rey Dan Dallen Terkejut
"Kau Dari Mana Saja?" Tanya Rashia Pada Gagak Di Atas Kepalanya.
Rey Binggunng Sedangkan Dallen Terkejut.
"Ayo Pergi" Ujar Novika.
Mereka Punpergi Dari Tempat Itu
"Tolong Tunggulah Sebentar Lagi" Ujar Rashia.
"Hm" Jawab Novika.
Dallen Dan Rey Binggung
Mereka Pun Kembali Lagi, Sampai Di Guild Novika Dan Laksita Tidak Saling Bicara. Rashia Juga Tidak Ikut Campur Dengan Pertengkaran Novika Dan Laksita Karena Dia Sangat Sibuk Dengan Persiapan Keberangkatan Mereka.
__ADS_1