
Rashia Dan Kedua Beastnya Saling Memandang, Rashia Menunduk Sambil Menutup Mata Setelah Itu, Ia Melihat Madam Gilda, Joy Dan Fanny.
"Bibi, Apa Yang Bibi Rasakan?" Tanya Rashia
"Ha? Itu..Aku Sedih Dan Juga Merasa Bersalah Karena Berbohong Padamu" Jawab Madam Gilda
"Ah, Itu Arti Warnanya Ya" Pikir Rashia
"Lalu Kalian Berdua?" Tanya Rashia Pada Joy Dan Fanny
"Itu..Kami Khawatir Kamu Akan Marah" Jawab Fanny Menunduk
Rashia Menngannguk Sambil Tersenyum Kecil "Apa..Leofrik Tau?"
Mereka Mengangguk
"Apa Tidak Ada Yang Di Angkat Bibi?"
Madam Gilda Menggelengkan kepalanya.
Rashia Dan Kedua Beastnya Terkejut "Huftt.."
Mereka Bertiga Khawatir
"Kalian Baik-baik Saja Tentang Itu?" Rashia Melihat Joy Dan Fanny
"Awalnya Kami Sedih Dan Juga Kecewa, Tapi Setelah Mendengar Alasan Bibi Kami Paham Dan, Sebenarnya Ada Baiknya Juga Bagi Kami" Jelas Fanny
"Baik?"
"Iya Baik, Surat Kelahiran Kami Sudah Mendapatkan Cap Dari Manejemen Kerjaan, Jadi Saat Seseorang Ingin Mengangkat Kami Sebagai Anak Mereka, Mereka Tidak Perlu Banyak Urusan Untuk Itu" Jelas Joy
"Dan Juga Aku Tidak Mau Di Angkat Sebagai Anak Oleh Seseorang Dengan Setengah Hati" Lanjut Fanny.
Mereka Semua Melihat Fanny.
"Maafkan Aku" Ujar Madam Gilda Pada Fanny
"Tidak Apa-apa Bibi" Fanny Memegang Tangan Madam Gilda.
Rashia Melihat Fanny Sambil Tersenyum Kecil.
"Lalu, Jika Kalian Nanti Di Anggkat, Apa Nama Kalian Akan Berubah Lagi?" Tanya Rashia
"Tidak, Mereka Hanya Perlu Menambahkan Nama Kelurga Pada Nama Mereka" Jawab Madam Gilda
"Begitu Ya" Rashia Mengangguk, Rashia Melihat Madam Gilda, Joy Dan Fanny
"Saya Harap Tidak Ada Lagi Kebohongan" Ujar Rashia Sambil Tersenyum
Mereka Bertiga Dengan Cepat Mengangguk Dan Meminta Maaf.
"Nomong-ngomong Bibi, Berapa Umur Bibi?" Tanya Rashia
"35 Tahun"
"Wah, Bibi Masih Sangat Muda" Ujar Rashia "Hanya Beda Beberapa Tahun Dengan Ku Di Kehidupan Sebelumnya" Pikir Rashia Terkejut
Madam Gilda Tesenyum "Itu Tidak Mungkin" Ujar Madam Gilda
Joy Melihat Madam Gilda "Lama-kelamaan Wajah Ibu Semakin Tua, Padahal Umur Masih Muda" Ujar Joy
Mereka Semua Melihat Madam Gilda
"Ibu?" Rashia Melihat Joy
"Ah Itu, Aku Ingin Memanggil Ibu" Jawab Joy Canggung
"Begitu Ya"
Joy Mengangguk, Rashia Melihat Mereka Bertiga
__ADS_1
"Warna Mereka Belum Juga Hilang" Pikir Rashia
"Aku Lapar" Ujar Rashia
"Aku Akan Mengambilkan Makanan" Ujar Madam Gilda
"Tidak Usah Bi, Aku Saja" Tahan Fanny
Rashia Tersenyum.
2 Jam Kemudian, Mereka Semua Bangun.
"Terima Kasih" Ujar Rashia Pada Pria Setengah Baya Yang Mengantarkan Kereta Yang Besar, Tidak Lupa Ia Memberikan 1 Koin Emas Pada Pria Itu.
Pria Setengah Baya Itu Mengucapkan Terima Kasih Sambil Menunduk Lalu Ia Pergi.
"Rashia" Panggil Dallen Dan Leofrik
"Oh, Selamat Pagi" Sapa Rashia Berbalik.
"Selamat Pagi' Jawab Mereka Semua
"Kau Baik-baik Saja?" Tanya Dallen
"Ya, Aku Baik-baik Saja"
Leofrik Melihat Kotak Koin Yang Di Peluk Rashia "Itu?"
Rashia Melihat Kearah Pelukannya "Ah Ini, Kata Kucing Aku Kelelahan Karna Terlalu Banyak Mengelurkan Kekutan Hanya Untuk Mengambil Sesuatu Dari Cincinku, Jadi Aku Mengeluarkan Satu Kotak Saja Agar...Huftt Panjang Sekali Aku Harus Menjelaskannya"
Mereka Semua Tertawa Kecil.
"Kami Mengerti, Tidak Perlu Di Jelaskan" Ujar Dallen
"Baguslah Kalau Begitu" Rashia Melihat Dallen.
Mereka Pun Mulai Menyusun Dan Mengatur Kembali Kereta Barang. Barang Yang Dari Kereta Kecil Di Pindahkan Ke Kereta Besar.
Ruang Makan Kerajaaan.
Raja sedang makan bersama anak dan cucunya.
Duchess Melihat Ayah Dan Kedua Kakakknya Yang Sudah Selesai Makan, Duchess Meletakan Sendoknya Lalu Memberisikan Bibirnya.
"Ayah, Kakak" Panggil Duchess Pelan
Mereka Semua Melihat Duchess, Duke Dan Kedua Putranya Gugup
"Ada Yang Ingin Saya Katakan" Ujar Duchess
Raja Melihat Duchess Yang Sedang Melihat Kearahnya Sambil Tersenyum Tapi Dalam Perasaan Gelisah.
"Baiklah" Jawab Raja
Putri Priyanka Yang Sangat Menyangi Dan Mengenal Adiknya Dengan Baik Itu Tidak Tahan Melihat Senyum Duchhes, Ia Hanya Bisa Meremas Gaunya.
"Ada Di Mana Kamu Ana? Kumohon Kembalilah" Pikir Putri Priyanka Sambil Menunduk
Putri Priyanka Berdiri "Aku Akan Menunggu Di Taman" Ujar Putri Priyanka Sambil Menunduk Ke Arah Raja Dan Pangeran Balder Lalu Ia Pergi.
Duchess Melihat Kakanya Yang Pergi Lalu Ia Menunnduk "Huftt"
Duke Memegang Tangan Duchess, Duchess Melihat Ke Arah Duke Yang Sedang Tersenyum Kearahnya.
*
Taman Kkerjaan Bagian Timur, Tempat Duduk Para Cucu-cucu Raja.
"Apa Yang Terjadi Afra?" Tanya Pangeran Avery.
"Ibu Menghentikan Pencarian Alana" Jawab Afra
__ADS_1
*
Taman Kerjaan Bagian Barat, Tempat Duduk Raja Dan Anak-anaknnya.
"Apa Maksud Mu Cia?" Tanya Raja Terkejut.
"Apa Kau Yakin Dengan Keputusanmu Cia?" Tanya Balder
"Iya Kakak" Jawab Duchess Tegas
Mereka Semua Melihat Duchhess "Haaa.... "
"Lalu Bagaimna Denganmu Edgar?" Tanya Raja
"Awalnya Saya Tidak Setuju Ayah, Tapi Saya Tidak Bisa Melawan Kayakinan Seorang Ibu" Jawab Duke
Duchess Melikhat Duke
*
Taman Kerjaan Bagian Timur.
"Kenapa Bibi Menghentikan Pencarian Ana?" Tanya Harry
Abizar Menunduk "Itu... " Melihat Afra.
"Dia Pasti Akan Kembali" Ujar Afra Dengan Percaya Diri
Kedua Sepupunya Bingung.
*
Taman Kerajaan Bagian Barat
"Kau Baik-baik Saja Cia?" Tanya Priyanka
"Iya Kakak ,Saya Baik -baik Saja.. Yang Penting Kita Tau Ana Masih Hidup Dan Juga Terima Kasih Atas Bantuan Kakak-kakak Dan Ayah " Jawab Duchess Sambil Tersenyum.
"Lalu Apa Rencana Kalian Selanjutnya?" Tanya Hanna.
Hanna Willis, Permaisuri Balder. Hanna Anak Pertama Dari Count Northshire, Genore Willis Dan Megan Willis
"Itu... Kami Sedang Pembersihan Hama Kakak" Jawab Duchess.
Hanna Tertawa Kecil "Beritahu Padaku Jika Butuh Bantuan"
"Tentu Saja Kakak, Saya Memang Ingin Meminta Bantuan Kakak"
"Ah Benarkah Dengan Senang Hati, Dari Mana Dulu Kita Mulai?"
Mereka Semua Saling Memandang.
"Kalian Berdua Membuatku Merinding, Tapi Aku Suka" Ujar Priyanka.
Hanna Dan Patricia Tertawa Kecil Sedangkan Raja Dan Kedua Anak Laki-lakinya Hanya Bisa Menggelengkan Kepala.
"Sejujurnya, Saya Ingin Melakukan Pembersihan" Ujar Duchess.
"Pembersihan?" Tanya Balder
"Iya Kak, Saya Ingin Menyerahkan Beberapa Tugas Saya Pada Seseorang Dan Saya Ingin Suami Saya Kembali Ke Rumah, Jadi.. "
Mereka Semua Melihat Duchess
"Maafkan Ayah Karena Memisahkan Kalian Berdua"
"Tidak Ayah, Jangan Seperti Itu" Ujar Duke
"Kalo Begitu, Besok Kita Lakukan Pembersihan" Ujar Balder.
Mereka Semua Mengangguk.
__ADS_1