AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS

AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS
SALAH SANGKA.


__ADS_3

"Kami Pulang" Ujar Fanny Yang Ikut Bersama Alhena


Anak-anak Yang Dari Pasar Kembali, Mereka Semua Menghampiri Alhena, Melihat Apa Yang Di Belinya


Tiba-tiba...Blarr(Suara Gemuruh Yang Mengaggetkan Mereka Semua)


Anak-anak Perempuan Berteriak Karena Kaget.


***


"Mereka Adalah Pemilik Kerajaan Ini, Tapi Mereka Tidak Bisa Menemukan Satu Anak Perempuan Mereka..Haaa" Pikir Rashia Kesal


Rashia Menatap Langit, Gemuruh semakin kuat.


Ketiga Beast Berlari Ke Arah Kamar Rashia.


"RASHIA" Panggil Ketiga Beast.


"Katakan Pada Mereka, Cepat Selesaikan Pekerjaan Kita, Aku Mau Malam Ini Kita Pergi Ke Wilayah Utara" Ujar Rashia Tanpa Melihat Ke Arah Para Beast.


Para Beast Saling Memandang, Sedangkan Yang Lain Menunggu Di Luar Kamar. Para Beast Pun Keluar Tidak Lupa Venian Menutup Kembaali Pintu Kamar.


"Ada Apa?" Tanya Gib


"Apa Rashia Sedang Marah?" Tanya Rey


"Sepertinya Begitu" Jawab Venian


Rey Dan Teman-temannya Saling Memandang.


"Rashia Ingin Kita Berangkat Malam Ini Juga, Jadi Ayo Cepat Kita Selesaikan Pekerjaan Kita"


Mereka Semua Mengangguk.


Saat Hari Penculikan Putri Alana Kerajaan Di Serang Besar-besaran Oleh Para Monster, Semua Orang Sibuk Melawan Monster , Hampir Semua Bangsawan Ikut Ambil Dalam Perang Itu Sedangkan Para Putri (Hanna Dan Patricia) Mengisolasikan Rakyat Biasa Di Dalam Sekitaran Istana Yang Memeiliki Pelindung Terhadap Monster.


Anak-anak Para Putri Di Jaga Oleh Dayang Pribadi Mereka Masing-masing Di Dalam Kamar. Rencanaya Count Byron Ingin Menculik Putra Duches Pertama, Tapi Saat Itu Afra Sudah Mengaktifkan Auranya, Count Byron Pun Beralih Pada Putri Alana Yang Baru Berumur Satu Tahun Yang Sedang Tertidur Pulas.


2 Jam Telah Berlalu ,Semua Sudah Selesai Sebelum Malam. Rashia Keluar Dari Dapur Bersama Madam Gilda Dan Anak-anak Perempuan.


"Rashia Semua Sudah Selesai" Ujar Rey Takut.


Rashia Meliahat Rey Dengan Datar " Hm"


Mereka Pun Bersiap-siap Masuk Ke Dalam Kereta, Dallen Dan Teman-temannya Menyerahkan Surat Giuld Mereka Kepada Seorang Wanita Yang Membeli Guild Mereka.


Rashia Melihat Dalam Kereta Miliknya


"Hai" Sapa Pinkky


Rashia Melihat Pinnky Dengan Datar Lalu Ia Hanya Tersenyum Kecil.


"HAAA, SEPERTINYA SEBENTAR LAGI AKAN TURUN HUJAN" Ujar Laksita Sambil Melihat Pinkky


"Mari Ku Bantu Naik" Ujar Gail Pada Rashia


Rashia Memegang Tangan Gail Lalu Masuk Ke Dalam Kereta "Terima Kasih" Ujar Rashia


"Sama-sama" Jawab Gail Lalu Gail Menutup Kereta (Hanya Setengah Yang Tertutup,Horizontal) Setengahnya Tertutup Kain Tebal.


Saat Gail Menutup Kereta, Rashia Melihat Beberapa Prajurit Pencari Putri Allan Yang Belum Di Tarik Oleh Kerajaan.

__ADS_1


Rashia Berbalik Tidur, Ia Membelakangi Kedua Beastnya.


"APA RASHIA BAIK-BAIK SAJA?" Tanya Venian Kepada Kedua Beast Yang Bersama Rashia.


"KALIAN BERSIAPLAH UNTUK TURUN HUJAN" Jawab Laksita


"DIA SANGAT TIDAK BAIK-BAIK SAJA" Lanjut Pinkky


"HAA..SEBENARNYA APA YANG TEJADI PADANYA?" Venian Pusing


"ENTAHALAH, APA MUNGKIN MEREKA MENGATAKAN SESATU YANG TIDAK RASHIA SUKA LAGI?" Ujar Pinkky


"ATAU MELAWAN PERITAH RASHIA" Lanjut Laksita


Venia Melihat Dallen Dan Temannya


"Ada Apa?" Tanya Gib Yang Melihat Tatapan Kesal Venian


"Tidak, Ayo Kita Berangkat Sebelum Turun Hujan" Ujar Venian Sambil Berjalan Pergi Ke Kereta Miliknya Yang Berbeda Bagian Paling Belakang Bersama Gail(Clay) Dan Jerol(Doyle).


Gib Dan Rey Melihat Venian Yang Sudah Pergi Lalu Mereka Berdua Saling Memandang


"Ada Apa Dengannya?" Tanya Rey Binggun Juga Sedikit Takut Karna Venian Mengeluarkan Sedikit Auranya.


"Entahlah?!" Jawab Gib Juga Bingung


Dallen Dan Leofrik Melihat Kereta Milik Rashia Yang Sudah Tertutup.


"Dia Sudah Masuk?" Tanya Leofrik


"Sepertinya Begitu" Jawab Dallen


Leofrik Naik Kuda Sendri, Ia Berjalan Paling Depan. Kereta Besar Di Bawah Oleh Oscal, Kereta Kecil Pertama Dyang Berisi Sisa Barang Dan Di Naiki Mosha Dan Noah(Mort) Di Kemudikan Oleh Noch, Kereta Kecil Kedua Di Naiki Oleh Ella, Alhena Dan Madam Gilda Di Kemudikan Oleh Dallen, Kereta Kecil Ke Tiga Adalah Milik Rashia Yang Di Kemudikan Oleh Othelo, Kereta Kecil Ke Empat Di Naiki Oleh Fanny, Joy, Daran Dan Della Di Kemudikan Oleh Rey, Lalu Yang Terakhir Kereta Venian, Gail Dan Jerol Yang Di Kemudikan Oleh Gib.


Kereta Mulai Berjalan


"Tidak Usah Di Pikirkan, Yang Mereka Cari Itu Bukan Kamu Rashia Tapi..Tapi Dia Juga Sudah..Haaa" Rashia Menatap Langi-langit Kereta


"Sudahlah, Anggap Saja Aku Hanya Sendiri Di Dunia Ini Sama Seperti Di Kehidupanku Sebelumnya" Berbalik, Rashia Terkejut Kedua Beastnya Sedang Menatapnya


"Kau Baik-baik Saja?" Tanya Pinkky (Telepati)


Rashia Tersenyum "Aku Tidak Sendiri, Aku Memiliki Mereka,,Mereka Semua" Batin Rashia


"Hm, Aku Baik-baik Saja" Jawab Rashia


"Aku Harap Mereka Tidak Menumukanku, Tapi Tubuh Ini...Bagaimana Pun Tubuh Ini Anak Mereka, Baiklah Kita Pasti Akan Bertemu Untuk Pertama Dan Yang Terakhir Kalinya" Batin Rashia Sambil Menutup Matanya.


Kedua Beastnya Menghampirinya, Mereka Pun Tidur.


Tengah Malam.


Tok.Tok..Tok..


Laksita Membuka Matanya.


"Rashia" Panggil Joy


Laksita Melihat Rashia Yang Masih Tidur "HEY BANGUNLAH" Ujar Lakista Sambil Mengibaskan Ekornya Pada Wajah Rashia


"Hmm" Rashia Berbalik

__ADS_1


Karna Mereka Tidur Di Atas Kain Yang Cukup Tebal, Goncangan Kereta Yang Sedang Berjalan Tidak Terlalu Terasa, Belum Lagi Mereka Membawa Kereta Dengan Pelan.


"CIH" Laksita Pergi Ke Arah Joy, Ia Melompat Tepat Di Atas Kayu Yang Menutupi Kereta Rashia.


"Wuaah" Joy Terkejut


"Hm, Apa Yang Terjadi?" Tanya Rashia Setengah Sadar (Terbangun Karena Suara Joy)


"Ada Apa?" Tanya Anak Laki-laki Yang Berlari Ke Arah Joy.


"Tidak Apa-apa Aku Hanya Terkejut" Jawab Joy Sambil Melihat Laksita


Mereka Melihat Ke Arah Laksita Yang Sedang Menatap Mereka Dengan Datar.


"HEY KUCING, APA KAU TIDAK LAPAR?" Tanya Pikky Yang Sedang Makan


Laksita Berbalik Melihat Rashia "Kau Tidak Lapar?"


"Lapar, Tapi Aku Tidak Mood Untuk Makan"


"Ha?" Laksita Menatap Rashia


"Tidak Selera, Kalian Makan Saja" (Telepati)


"Hey, Jika Seseorang Menyinggung Mu Pukul Saja Mereka"


Rashia Melihat Laksita Lalu Ia Tertawa, Laksita Dan Orang Yang Sedang Menunggu Rashia Binggung.


Rashia Mengikat Rambutnya Dengan Benar "Tolong Buka" Ujar Rashia, Laksita Turun.


Dallen Dan Gail Membuka Pintu Kereta


Rashia Melihat Lakista "Inginnya Seperti Itu, Ingin Sekali Aku Melakukan Itu Tapi Tidak Bisa" (Telepati)


"Kenapa? Aku Lihat Mereka Semua Itu Lemah, Jika Kau Tidak Bisa Biar Aku Saja"


Pintu Terbuka


"Hahahaha, Bukan Mereka Tapi Orang Lain"(Telepati) Rashia Turun Di Bantu Dallen


"Siapa?"


"Nanti, Kita Pasti Akan Bertemu Dengan Mereka"


Mereka Semua Melihat Rashia Yang Sedang Tertawa Sambil Melihat Lakista Yang Melihat Rashia Dengan Serius.


"Apa Yang Mereka Bicarakan?" Bisik Gail


"Entahlah" Jawab Gart


"Jadi Bukan Mereka, Hampir Saja Aku Memukul Mereka Diam-diam" Ujar Venian (Telepati)


"Hahahaha" Rashia Menuju Ke Arah Madam Gilda Dan Anak-anak Perempuan Yang Sedang Memasak


Mereka Semua Melihat Rashia Yang Tertawa.


"Aku Juga, Sekarang Aku Sedang Memantau Mereka, Mencari Tau Siapa Yng Membuatmu Marah" Lanjut Pinkky.


Tawa Rashia Pun Semakin Jadi "Aduh, Perutku Sakit, Hahaha"


Ketiga Beast Pun Ikut Tertawa, Sedangkan Yang Lain Saling Memandang Dan Tersenyum Canggung.

__ADS_1


__ADS_2