
Mulai Gelap.
Teman-teman Rashia Bangun.
"Huaaa" Rey Menguap.
Tok..Tok..Tok
Rey Melihat Pintunya Ia Turun Dari Tempat Tidurnya Pergi Menuju Ke Arah Pintu.
Rey Membuka Pintu Bersamaan Dengan Gail, Mereka Berdua Saling Memandang Lalu Tersenyum.
"Ini Makanannya" Ujar Pelayan.
"Ah, Terima Kasih" Rey Mengambil Makanan Yang Di Bawa Pelayan Itu.
Pelayan Itu Menunduk Lalu Berjalan Pergi, Begitu Juga Pelayan Yang Mengantar Makanan Gail.
"Bagaimana Tidur Mu?" Tanya Rey
"Lumayan, Tapi Aku Masih Mengantuk"
"Aku Juga, Kalau Begitu Sampai Nanti"
"Ok"
Rey Dan Gail Menutup Pintu Kamar Bersamaan
***
"Selanjutnya" Ujar Pinkky.
Mereka Bertiga Melihat Venian(Manusia)
"Haaa" Venian Mengambil Bantal Lalu Memeluknya "Hm..."
"Singkat Saja, Mana Menurutmu Perlu Kami Tau Saja" Ujar Rashia
"Baiklah, Venian Ulvaren Beast Lion Perak"
Laksita Terkejut "Raja Terakhir" Batin Laksita
"Bisa Di Bilang Aku Raja Terakhir, Dan..." Venian Menatap Laksita "Keturunan Terakhir Hewan Kuno"
Pinkky Dan Rashia Melihat Laksita.
"Lalu, Bagaimana Kau Bisa Ada Di Sini?" Tanya Pinkky
"Perang" Venian Menatap Pinkky
Laksita Terkejut
"Pe-perang?!" Rashia Melihat Venian Lalu Melihat Laksita
"Karena Keserakahan Para Beast Tingkat Tinggi Yang Ingin Menundukan Para Beast Legendaris Terjadilah Perang Besar Antara Para Beast, Dan Perang Itu Malah Tambah Besar Karna Beast Langit Juga Ikut Bergabung" Venian Melihat Pinkky
Laksita Terkejut Sedangkan Pinkky Dan Rashia Saling Memandang.
"Karna Perang Itu Hampir, Tidak, Mungkin Semua Beast Legendaris Mati Termasuk Keluargaku"
__ADS_1
Mereka Semua Memasang Ekspresi Sedih
"Dan Semoga Tidak Ada Yang Selamat"
"Apa?! Apa Maksudamu?" Tanya Rashia Tekejut
"Karna Jika Mereka(Beast Legendaris) Masih Hidup, Aku Takut Perang Itu Akan Terjadi Lagi" Venian Melihat Ketiga Temannya
"Jika Itu Terjadi, Ku Mohon Bunuhlah Terlebih Dahulu Rajanya(Raja Beast Tingkat Tinggi)" Laksita Menatap Venian Dengan Tatapan Yang Penuh Amarah
Mereka Bertiga Terkejut, Rashia Memeluk Laksita
"Hey Tenanglah" Ujar Rashia(Rashia Melihat Aura Hitam Memenuhi Kamarnya)
Rashia Melihat Laksita Yang Tubuhnya Bergetar
"Tenaglah Laksita, Aku Memang Berencana Membunuhnya, Tapi Kekuatanku Yang Sekarang..." Venian Melihat Kedua Tanganya.
Mereka Bertiga Melihat Venian.
"Apa Kamu Membutuhkan Sesuatu Untuk Menambah Kekuatan?" Tanya Rashia Yang Perlahan-lahan Melepaskan Pelukan Pada Laksita.
"Inti Kekutan Raja Monster" Jawab Venian
"Hee?" Rashia Terkejut Begitu Juga Dengan Kedua Beastnya.
"Tentu Aku Harus Berlatih Juga" Lanjut Venian
"Haaa, Inti Kekuatan Raja Monster? Aku Harus Cari Di Mana?"
Venian Melihat Ke Arah Balkon "Aku Bisa Merasakannya, Sepertinya Dia Tidak Jauh Dari Pulau Ini" Venian Melihat Rashia.
Rashia Terdiam "Ngomong-ngomong, Perang Kalian Akan Berdampak Pada Manusia Tidak?" Menatap Venian.
Rashia Turun Dari Tempat Tidurnya.
"Hey Kau Mau Kemana?" Tanya Venian
Rashia Berbalik Melihat Ketiga Beastnya
"Waktunya Bekerja" Jawab Rashia Sambil Tersenyum
Ketiga Beastnya Tersenyum, Mereka Pun Mengikuti Rashia.
Rashia Dan Ketiga Beastnya Keluar Dari Kamar.
"Nona" Panggil Yara
Rashia Melihat Ke Arah Raya "Di Mana Ruang Kerjaku?"
"Ah Itu, Di Sebelah Sana Nona. Mari Saya Antar"
Rashia Mengangguk.
Sampai Di Ruang Kerja, Yara Membukakan Pintu.
Ivy Yang Sedang Memeriksa Dokumen Untuk Di Baca Rashia, Terkejut Dengan Kedatangan Rashia "No-nona?!!"
"Hallo Ivy" Rashia Menuju Ke Kursi Kerjanya.
__ADS_1
"Nona Sseharusnya Anda Istirahat Dulu" Ujar Ivy Masih Terkejut
"Tidak Apa-apa"
Ivy Meletakan Berkas Yang Di Pegangnya Di Atas Meja.
"Apa Ini?" Tanya Rashia Yang Melihat Berkas Yang Menupuk Di Atas Meja Kerjanya.
"Ini Yang Akan Kita Bahas Nanti"
Rashia Terdiam Sedangkan Ketiga Beastnya Terkejut.
"Apa Dia Berencana Membunuhmu?" (Telepati) Laksita Melihat Rashia.
"Semua...Ini"
"Benar Nona" Jawab Ivy
"Haaa" Rashia Menunduk "Baiklah" Rashia Melihat Ivy "Apa Kita Punya Peta Wilayah?"
"Tentu Saja Nona, Di Sana" Ivy Menunjuk Sebuah Gambar Yang Tergantung Di Dinding
Rashia Dan Ketiga Beastnya Langsung Menuju Ke Arah Gambaran Itu.
"Luas Dan Banyak Juga Pulau Di Wilayah Ini" Batin Rashia "Jelaskan Padaku"
"Bagaimana Kalau Kita Ke Ruang Rapat Nona"
Rashia Membeku "Kalo Kita Ke Ruang Rapat Pembahasanya Pasti Akan Panjang" (Telepati) Rashia Melirik Ke Arah Ketiga Beastnya.
"Benar, Jangan Terlalu Buru-buru Rashia, Aku Juga Harus Mempersiapkan Diriku Untuk Melawan Monster Itu" (Telepati) Venian(Lion) Melihat Rashia
Rashia Melihat Ivy "Nanti Saja...Boleh?" Polos
Ivy Tersenyum "Tentu Saja Nona, Kapan Pun Yang Anda Inginkan"
"Terima Kasih, Aku Kembali Ke Kamar Dulu"
Ivy Tertawa Kecil "Silahkan Nona"
Rashia Berjalan Pergi
"Nona" Panggil Ivy
Rashia Berbalik "Ya?"
"Tolong, Lain Kali Jangan Berlari Nanti Anda Jatuh, Dan Juga Jangan Keluar Memakai Piyama"
Rashia Melihat Tubuhnya.
"Baiklah, Maaf" Rashia Melihat Ivy
Ivy Berlutut Di Depan Rashia "Tidak, Jangan Minta Maaf Nona. Lakukan Apapun Yang Anda Inginkan, Saya Hanya Khawatir Anda Jatuh Saja Karena Berlari Sambil Sambil Memakai Piyama, Belum Lagi..."
Ivy Melihat Ke Arah Bawah Rashia, Pelayan, Rashia Dan Ketiga Beast Mengikuti Melihaaat Ke Bawah
"Anda Tidak Memakai Alas Kaki" Lanjut Ivy
"Baiklah, Terima Kasih, Aku Pergi"
__ADS_1
Ivy Berdiri "Selamat Beristirahat Nona" Membungkuk
Rashia Berbalik Pergi Menuju Kamarnya.