
Rashia Melihat Peta
"Ini" Rashia Menujuk Peta Yang Di Huni Oleh Para Peri "Ku Beri Nama Pulau Enclave"
Mereka Semeua Terkejut, Sedangkan Ivy Dan Kelton Langsung Menulis Nama Pulau Itu
"Lalu Ini" Rashia Menujuk Pulau Yang Selalu Bersembunyi "Pulau Peninsula"
Mereka Semua Melihat Rashia Yang Tersenyum Kecil "Dan Kita Akan Mencoba Kesana" Rashia Melihat Laksita Yang Ada Di Sebelah Kirinya Bersama Pinkky(Kelinci) Sedangkan Venian Sebelah Kanan "Bagaimna Menurutmu Kucing?"
"BAIKLAH" Jawab Laksita(Mata Berubah)
Mereka Semua Terkejut, Mata Laksita Berubah Kembali(Normal)
Rashia Tersenyum "Selanjutnya" Melihat Ivy
"Kau Mendaptkan Nama(Nama Pulau-pulau) Itu Dari Mana?" Tanya Pinkky(Telepati)
"Aku Memakai Nama Itu Di Novel Buatanku" Jawab Rashia
"Ah Begitu" Pinkky Lanjut Berbaring Di Sebelah Laksita.
Ivy Menunjuk Pulau Bagian Timur "Pulau Tak Berpenghuni"
"Ha?"
"Ada Yang Menyebutnya Pulau Beracun" Lanjut Kelton
"Pulau Beracun?"
"Benar Nona, Saya Dan Ketua Pasukan Pernah Pergi Kesana Tapi Belum Sampai Mendekati Pulau Itu, Asap Beracun Mulai Tersebar Dan Semakin Kita Mendekat Asap Itu Semakin Tebal Membuat Kita Tidak Bisa Melihat Pulau Itu Dan Kita Juga Sulit Untuk Bernafas" Jelas Dalbert
"Wuaah...Huftt" Rashia Mengetuk Meja Dengan Jarinya.
"Itu Pasti Ulah Peri Penjaga Tumbuhan Beracun" Ujar Pinkky(Telepati)
Rashia Berhenti Mengetuk Meja Lalu Melihat Pinkky "Apa Ada Tumbuhan Asap?"
Ketiga Beastnya Melihat Rashia, Lalu Venian Dan Laksita Tiba-tiba Tertawa
"Ya Ampun Rashia, Di Dunia Kita Aja Tidak Ada Tanaman Berasap Kecuali Tanaman Itu Di Bakar" Pinkky Menggelengkan Kepalanya
Laksita Dan Venian Masih Tertawa.
"Kan Siapa Tau, Di Sini Kan Banyak Hal Aneh Dan Di Luar Nalar" Rashia Cemberut Sambil Melihat Peta
Mereka Semua Tersenyum Kecil Melihat Ekspresi Rashia.
"Ada Apa Nona?" Tanya Ivy
"Tidak Apa-apa" Cemberut
Ivy Ingin Sekali Mencubit Pipi Rasia Tapi Di Tahanya
"Aku Menamakan Pulau Ini Pulau Poisonous"
Ivy Mulai Menulis "Bisa Di Ulangai Nona?"
__ADS_1
"Poisonous"
Ivy Menangguk "Sudah Nona"
Pinkky Melihat Joy(Mata Berubah) "JOY"
"Ya?"
Mereka Semua Terkejut
"BUATLAH PENANGKAL RASCUN ITU DENGAN INTIN SIPUT LANGIT YANG KITA AMBIL"
"Siput Langi? Mereka Memiliki Itu?" Batin Desha
"Baiklah Tapi.." Joy Melihat Rashia
Rashia Mengeluarkan 2 Kantung Berisi Inti Siput Langit Yang Belum Pernah Di Lihat Dan Di Seutuhnya.
Joy Berdiri Lalu Mengambil Kantung Itu
"APA KAU BISA MEMBUAT UNTUK BEAST?" Tanya Pinkky
"Aku Akan Melihatnya Di Buku, Jika Ada Aku Akan Membuatnya" Jawab Joy Sambil Berjalan Kembali Ke Tempat Duduknya.
"Baiklah, Selesai Joy Membuat Obat Penangkal Racun Kita Akan Langsung Ke Pulau Itu" Pinkky Melihat Rashia, Rashia Melihat Para Bawahannya.
Mereka Semua Mengangguk "Baik"
Rashia Tersenyum "Ok Baiklah, Selanjutnya"
Pinkky(Mata Kembali Normal) Kembali Berbaring
Rashia Dan Ketiga Beastnya Terkejut, Rashia Dan Pinkky Melihat Laksita Dan Venian Yang Saling Memandang
"Di Tingkat Berapa?"
"Setau Kami Hanya Tingkat Rendah Semua Nona, Beast Berbulu Hitam Dan Burung Bersayap Putih" Jawab Desha
Rashia Mengangguk Lalu Melihat Ketiga Beastnya "Menurut Kalian Bagaimna?"
"Aku Akan Ke Sana" Ujar Venian(Telepati)
"Aku Ikut" Laksita Bangun
"Baiklah" Jawab Venian
Ketiga Beast Melihat Rashia
"Ok Baiklah" Rashia Melihat Ivy "Pulau Ini Ku Namai Pulau Idiaiterozoo"
"Tolong Ulangi Nona" Ujar Kelton
"Idi-a-itera-zoo"
Ivy Dan Kelton Mengangguk Beberpa Orang Juga Menulis Nama-nama Pulau
"Yang Berarti Hewan Istimewa"
__ADS_1
Mereka Semua Tersenyum
"Lalu Untuk Pulang Yang Ada Monster Ku Namakan Pulau Hunter"
Mereka Semua Mengangguk Sambil Menulis.
"Ok Sampai Sini Dulu Rapatnya, Mari Kita Makan Lalu Istirahat" Rashia Berdiri Lalu Melakukan Peregangan
"Kapan Kita Akan Mulai Menulusuri Pulau-pulau Itu Nona" Tanya Dalbert
"Kita Dikskusikan Itu Lagi Nanti, Aku Sangat Lelah Dan Juga" Rashia Melihat Ivy "Berikan Aku Gambar Tata Letak Wilayah Azalea , Aku Ingin Merubah Sesuatu"
"Merubah? Maksud Nona?"
"Haa" Rashia Kembali Duduk "Saat Aku Pertama Masuk Ke Wilayah Ini Aku Melihat Gerbang Utama Tidak Begitu Menarik, Dan Banyak Bangunan-bangunan Tua, Juga Banyak Sampah Di Setiap Toko-toka, Laluu Samaph Itu Hanya Di Buang Di Laut, Benar kan?"
Mereka Semua Terkejut Lalu Terdiam sambil menunduk.
"Kalian Memang Hebat Dalam Menjaga Wilayah Ini Agar Tidak Di Serang Monster Juga Dari Wiayah Lain Tapi Kalian Gagal Me...Tidak, Kalian Tidak Gagal Dan Terima Kasih Sudah Menjaga Wilayah Ini Dengan Baik"
Mereka Semua Melihat Rashia Yang Tersenyum Ke Arah Mereka
"Terima Kasih Nona Dan Maaf" Ujar Ivy Sambil Menunduk Di Ikuti Mereka Semua Kecali Dallen Dan Yang Lain saling memandang.
"Tidak Jangan Minta Maaf, Kalian Melakukan Kerja Kalian Dengan Baik. Dan Mungkin, Bukan Mungkin Tapi Akan Ada Banyak Perubahan, Dan Akan Ada Banyak Pembangunan Baru, Juga Aku Akan Menentukan Kembali Kstria Yang Menjaga Kediaman Ini, Wilayah Dan Akan Ada Beberapa Dari Anggota Kalian Akan Di Tugaskan Menjaga Keenam Pulau-pulau Itu Nanti" Jelas Rashia
"Tapi Nona, Pulau-pulau Itu.." Ujar Flint
"Belum Sekarang, Aku Mengurus Wilayah Ini Dulu Sebelum Mengurus Pulau-pulau Itu" Potong Rashia
"Baik Nona" Jawab Mereka Semua
"Baiklah, Kita Bubar" Rashia Turun Dari Kursi "Huftt"
"Nona, Ini Gamar Letak Wilayah Azalea" Ivy Memberikan Kertas Yang Tergulung Pada Rashi
"Terima Kasih"
Ivy Menunduk
"Nona" Panggil Dallen
"Hm?"
Mereka Semua Menunduk
Rashia Tersenyum "Fokuslah Pada Pelajaran Kalian, Aku Menunggu Kabar Baiknya"
"Baik Nona" Jawab Mereka Semua
"Nona" Madam Gilda Mendekati Rashia
"Ah Bibi. Sebentar Lagi Bi, Aku Sedang Mempersiapkannya"
Madam Gilda Tersenyum "Tolong Jaga Kesehatan Anda"
Rashia Tersenyum Kecil "Terima Kasih Bibi, Sampai Ketemu Lagi"
__ADS_1
"Baiklah, Selamat Beristirahat" Ujar Madam Gilda
Rashia Mengngguk Lalu Perjalan Pergi Di Ikuti Oleh Pengawal Juga Ketiga Pelayaanya.