
"Apa Yang Terjadi?" Tanya Joy(Telepati) Pada Dallen
Dallen Terkejut "Kau Juga Bisa Melakukan Itu?"
"Aku Baru Mempelajarinya"
Dallen Tersenyum "Kerja Bagus"
Joy Tersenyum "Terima Kasih, Jadi Apa Yang Terjadi?"
Dallen Dan Joy Melihat Kelima Orang Yang Berlutut Di Sebelah Kiri Rashia
"Mereka Mata-mata Dari Tiga Kerajaan"
"Wuahh, Semoga Mereka Bisa Hidup Lama"
"Semoga Saja"
**
"Apa Tujuan Mu Sama Dengan Mereka?"
"Itu Tujuan Pertama Saya"
"Kalau Begitu Kau Punya Tujuan Kedua Dan Seterusnya"
Vektor Terkejut "Itu...Iya"
Rashia Tersenyum "Aku Suka Kejujuran Mu. Jadi Kalian Semua Bukan Berasal Dari Wilayah Ini"
"Kami Penduduk Asli Wilayah Utara Nona" Jawab Keempat Orang Penduduk
"Saya Berasal Dari Kerjaan Wiroscar" Jawab Vektor
Mereka Semua Melihat Vektor.
"Zena, Joy, Bawa Keempat Orang Itu. Obati Mereka Lalu Buat Mereka Lupakan Semua Yang Mereka Lihat Dan Dengar" Rashia Melihat Dallen (Telepati)
Mereka Bertiga Mengangguk
Zena Menghampiri Para Penduduk Itu, Lalu Menyuruh Prajurit Membawa Mereka. Dallen Dan Joy Mengikuti Dari Belakang.
Para Penduduk Itu Ketakutan
"Nona, Tolong Maafkan Kami Nona, Nona" Teriak Mereka
"Nona, Tolong Nona"
"Joy" Panggil Rashia
Joy Berbalik "Ya?"
"Bisa Kah Kau Obati Dia Dulu?" (Telepati)
"Tentu Saja"
Rashia Terkejut Melihat Joy Bisa Menggunakan Telepati, Joy Menghampiri Ksatria Bayangan Raja Sargon.
Mereka Semua Terekjut Melihat Ksatria Bayangan Itu Pulih Dengan Cepat, Ksatria Itu Juga Kaget
"Kerja Bagus Joy, Terima Kasih"
"Senang Bisa Membantu Mu"
Rashia Tersenyum
"Aku Pergi"
"Iya"
Joy Pergi Menyusul Dallen Dan Yang Lain.
Rashia Melihat Ksatria Bayangan Yang Melihat Joy, Rashia Melihat Warna Yang Di Keluarkan Ksatria Bayangan Itu.
Rashia Tersenyum Karena Warna Yang Di Keluarkan Vektor Adalah Perasaan Takjub "Jadi Apa Saja Yang Ingin Kau Selidiki?"
Vektor Terekjut "Itu, Pertama Mencari Tau Tentang Pemilik Wilayah Utara Yang Baru, Lalu Mencari Tau Tentang Hewan Siluman Pemakan Langit"
Mereka Semua Terkejut Begitu Juga Dengan Para Beast
"Ha? Hewan Jenis Apa Lagi Itu?"
"Hewan Itu Sudah Tidak Ada" Ujar Ivy
"Benar, Semua Hewan Siluman Sudah Punah Akibat Perang Itu" Lanjut Dalbert
__ADS_1
"Tidak Semua" Batin Tome Sambil Melihat Pinkky Yang Terdiam.
Rashia Memandangi Mereka Satu Persatu-satu
"Itu Benar, Tapi Kami Menerima Kabar, Hewan Itu Terlihat Di Salah Satu Pulau Yang Ada Di Wilayah Utara"
Mereka Semua Terkejut
"Tidak Mungkin" Ujar Mereka Semua Terkejut
Mereka Semua Saling Memandang Dan Mengeluarkan Pendapat Masing-masih
"Aku Butuh Penjelasan" Batin Rashia Lelah.
Rashia Melihat Tome Yang Sedang Melihat Pinkky Di Sebalahnya "Burung Tolong Jelaskan"
"Nanti Saja"
"He?!"
"Selesaikan Urusanmu Dulu, Nanti Kita Akan Bicarakan Itu"
"Haa, Baiklah" Rashia Melihat Pinkky "Kau Baik-baik Saja?"
Pinnky Terkejut Lalu Melihat Rashia "Hm"
Rashia Mengangguk, Lalu Melihat Ksatria Bayangan "Untuk Apa Kau Mencari Hewan Itu?"
"Maaf Untuk Itu Saya Tidak Bisa Menjawabnya"
"Baiklah, Terima Kasih Atas Kejujuranmu"
Vektor Berdiri Lalu Menunduk
"Sekarang Kembalilah Ke Kerajaanmu"
Vektor Terkejut Lalu Melihat Rashia "Tapi Nona Saya..."
"Wilayahku Masih Tertutup Untuk Orang Asing, Tunggulah Sampai Wiayah Ini Resmi Di Buka"
Vektor Terdiam "Kapan Tepatnya Nona?"
"Entahlah, Kalian Tunggu Saja. Saat Sudah Resmi Di Buka Kau Bisa Kembali Lagi Melewati Gerbang Utama Bukan Sebagai Penyusup"
"Tentu Saja"
"Baik Nona"
Rashia Tersenyum "Tuan Dalbert, Antarkan Di Sampai Ke Pelabuhan Azalea"
"Baik Nona"
Vektor Menunduk, Ia Pun Keluar Sambil Di Antar Dalbert
"Kelinci, Pergi Katakan Pada Dallen. Kstria Itu Terakhir Lalu Suruh Mereka Kembali Belajar , Aku Harus Kembali Bekerja"
"Ok"
"Terima Kasih"
Pinkky Terbang Keluar Mencari Dallen
"Hufttt" Rashia Menyandarkan Diri
***
"MEREKA LARI KE SANA" Ujar Laksita(Mata Berubah)
Mereka Sibuk Mengejar Para Bandit
Setengah Jam Kemudian, Mereka Pun Selesai Dan Bersiap Untuk Pulang
"WUAH, AKU KENYANG" Ujar Laksita Yang Berda Di Pelukan Desha
"AKU JUGA, SUDAH LAMA AKU TIDAK MAKAN MANUSIA" Lanjut Venian Yang Berda Di Pelukan Kelton
Kelton Dan Yang Lain Mendengar Itu Merinding.
"Tapi..." Desha Memberanikan Diri Berbicara
Mereka Semua Melihat Desha
"Jangan Terlalu Sering Memakan Manusia"
"KENAPA?" Tanya Laksita
__ADS_1
"Itu,,Nona"
"HAHAHA, APA KAU TAKUT KAMI AKAN MEMAKAN RASHIA? " Tanya Venian
Desha Menagangguk Takut
"TENANG SAJA, ITU TIDAK AKAN TERJADI" Ujar Laksita
"BENAR, KITA BARU MEMIKIRKANYA SAJA DIA SUDAH MENEBAS KEPALA KITA"" Lanjut Venian
Mereka Semua Terkjeut
"Menebas Kepala Beast, Apa Nona Bisa Melakukan Itu?" Batin Desha
"Nona Memang Hebat" Batin Kelton Dan Flint Bangga
***
"Anda Baik-baik Saja Nona?" Tanya Zola
"Aku Lelah"
"Mau Saya Gendong Nona?"
Rashia Turun Dari Kursinya "Tidak Perlu, Aku Ingin Membersihkan Diri Lalu Tidur Sebentar"
"Baik Nona"
"Ivy"
"Iya Nona"
Tolong Bawakan Semua Itu" Rashia Melihat Kertas Yang Di Atas Meja "Ke Kamarku"
"Baik Nona"
Rashia Melihat Tome "Apa Aku Bisa Naik Ke Punggungmu?"
"Tentu Saja" Senyum
Rashia Melihat Para Bawahannya "Kalian Pergilah"
"Baik" Jawab Mereka Tanpa Berfikir
Mereka Pun Meninggalkan Rashia Sendiri Di Dalam Ruang Rapat. Rashia Dan Tome Menuju Ke Arah Balkon.
Tome Terbang Ke Luar Balkon, Lalu Berubah Menjadi Buruh Besar Berwarna Perak "Naiklah"
"Wuahhh" Rashia Takjub, Tanpa Berfikir Panjang Rashia Naik Ke Atas Punggung Tome
"Berpegangan Dengan Erat"
"Baik"
Tome Pun Mulai Terbang Perlahan
"Wahhhhhhh" Teriak Rashia
Venian Dan Laksita Sudah Sampai Di Dean Gerbang. Venian Yng Sedang Berbincang-bincang Dengan Para Prajurit Tiba-tiba Terdiam
"Rashia" Venian Melihat Ke Atas
"Ha?" Laksita Melihat Venian
Mereka Semua Binggung
Venian Melompat Dari Pelukan Kelton, Lari Mengikuti Rashia Dan Tome
"Hey..." Panggil Laksita
"Kejar Dia" Suruh Kelton Sambil Menujuk Venian Yang Lari
"TIDAK PERLU" Ujar Laksita
Mereka Semua Terkejut
"AYO KITA KEMBALI"
"Tapi Venian?" Tanya Kelton
"NANTI JUGA DIA KEMBALI SENDIRI"
"Baiklah"
Mereka Pun Masuk Ke Dalam, Laksita Melirik Ke Belakang.
__ADS_1