AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS

AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS
PENAMBAHAN NAMA.


__ADS_3

Rashia Menunduk Lalu Memegang Dadanya Yang Tiba-tiba Sakit "Tenanglah, Kita..Bukan Kau Akan Bertemu Dengan Mereka Tapi Tidak Sekarang" Bicara Pada Diri Sendiri.


Saltu Turun Semakin Tebal.


"Rashia Kau Baik-baik Saja?" Tanya Pinkky.


"Hmm"


"Nona" Panggil Dalbert


Rashia Berbalik Melihat Kebelakang


Balder Menunduk "Saya Akan Memperkenalkan diri Secara Resmi, Saya Dalbert Willow ketua Pasukan Ksatria Wilayah Utara"


"Dan Saya Levin Willow, Wakil Ketua Ksatria" Menuduk.


"Angkatlah Kepala Kalian" Rashia Melihat Dalbert Dan Levin


Dalbert Melihat Rashia Yang Sebatas Perutnya, Rashia Menunduk Karena Menyadari Seberapa Pendeknya Dia.


"Ada Apa Nona?" Tanya Levin


"Tidak, Tidak Apa-apa" Rashia Menggelengkan Kepalanya.


Kedua Beastnya Tertawa.


Dalbert Mendekati Rashia, Lalu Memakaikan Rashia Mantel Bulu(Bulu Serigala).


"Terima Kasih" Rashia Melihat Kebawah.


"Maaf Nona, Mantelnya Kebesaran" Ujar Dalbert


"Tidak Apa-apa, Tidak Apa-apa"


Kedua Beast Tertawa, Rashia Menatap Mereka Dengan Tajam.


Venian Berjalan-jalan Mebuka Pintu-pintu Kamar Mencari Rashia.


Seorang Ksatria Mendekati Venian


"Apa Yang Kau Cari? Tanya Philo(Kstria Willow)


Venian Terkejut "Ah Itu, Rashia"


"Maksudmu Pemilik Wilayah Yang Baru?"


"Iya Benar"


Philo Menatap Venian Dengan Dngin "Kau Harus Memanggilnya Dengan Pangilan Nona"


"Nona?(Panggilan Untuk Seorang Tuan Rumah Atau Majikan)"


"Iya Nona, Nona Rashia" Tegas


Dallen Menghampiri Mereka "Maafkan Teman Saya" Dallen Melihat Philo Lalu Menunduk.


Philo Hanya Mengangguk Lalu Berjalan Pergi.


"Jadi Namanya Juga Di Ganti" Venian Menunduk


"Namanya Tidak Di Ganti, Hanya Ada Penambahan Di Awal Nama" Dallen Memegang Pundak Venian.


Venian Mengingat Kepala Panti Asuhan Yang Awalnya Menyangi Mereka Lalu Mulai Berubah Karna Mendapat Uang Dari Penjualan Anak Panti Dan Juga Memanfaatkan Kekuatan Joy(Mia).


"Apa Dia Akan Melupaka Kita? Apa Dia Akan .." Venian Mengepalkan Tangannya.


"Venian, Dallen" Panggil Rashia


Dallen Dan Venian Melihat Ke Arah Rashia Yang Di Ikuti Oleh 2 Pengawal, Dallen Tersenyum Melihat Rashia Sedangkan Venian Tidak.


Rashia Mendekati Dallen Dan Venian

__ADS_1


"Ada Apa?" Tanya Rashia


"Tidak Apa-apa" Jawab Dallen


Rashia Mengangguk Lalu Melihat Venian


"Aku Lelah" Venian Menunduk


"Hm Aku Juga, Jadi Mari Kita Istirahat"


"Nona Mari Saya Antarkan Ke Kamar Anda" Ujar Levin


Rashia Mengangguk "Aku Pergi" Bisik Rashia


Dallen Mengangguk Venian Hanya Membungkuk, Rashia Berjalan Pergi Sambil Melihat Ke Arah Venian


"Warna Yang Di Keluarkan Sama Dengan Warna Yang Di Keluarkan Bibi" Batin Rashia


Venian Pergi Di Ikuti Dallen


"Hey" Panggil Dallen Mengejar Venian Yang Berjalan Cepat


Rashia Berhenti Lalu Berbalik Melihat Mereka


"Sepertinya Ada Yang Menyinggungnya" Ujar Pinkky(Telepati)


"Ku Rasa Tidak, Dia Hanya Merasa Tertekan Akan Sesatu" Lanjut Laksita


"Nona" Panggil Dalbert


Rashia Melihat Dalbert


"Ada Apa Nona?"


"Tidak Apa-apa, Di Mana Kamarku?"


"Lewat Sini Nona"


2 Jama Kemudian


"Kau Sudah Datang" Rashia Bangun Lalu Melihat Ke Arah Sesorang Yang Sedang Berdiri.


"Maaf Membangunkanku" Ujar Venian.


Rashia tersenyum kecil "Tidak Apa-apa, Aku Tidak Tidur, Aku Masih Canggung Dengan Ini Semua Jadi Susah Untukku Tidur, Bagaimna Denganmu?" Duduk.


Venia Duduk Di Sebelah Ranjang Rashia


"Apa Tempat Tidurnya Lembut?" Tanya Rashia


Venian Mengangguk


"Ada Apa? Apa Sesorang Mengatakan Sesuatu?" Rashia Melihat Venian


Venian Mengangguk.


"Rashia" Panggil Leofrik(Telepati)


Rashia Melihat Ke Arah Pintu.


"Ada Apa?" Jawab Rashia(Telepati)


"Aku, Bukan Kami Ingin Mengatakan Sesatu"


Rashia Meihat Venian "Pergilah Tidur Bersama Mereka" Melihat Ke Arah Kedua Beast


Venian Mengangguk, Venian Menuju Ke Arah Laksita Dan Pinkky Yang Sedang Tidur, Venian Merubah Wujudnya, Rashia Yang Melihat Itu Tersenyum.


"Aku Akan Keluar Sebentar"


"Apa Perlu Aku Ikut"

__ADS_1


"Tidak Usah, Aku Hanya Akan Bertemu Dengan Leofrik"


"Baiklah"


Venian Memejamkan Matanya, Rashia Turun Dari Tempat Tidurnya Lalu Mengambil Mantel Bulunya, Rashia Membuka Pintu Lalu Melihat Kedua Penjaga Yang Mejaga Kamarnya Pingsan(Perbuatan Venian).


"Haaa" Rashia Pergi Ke Arah Kamar Leofrik.


Depan Kamar Leofrik, Rashia Mengetuk Pintu


"Rashia?" Panggil Orang Dari Dalam


"Hm"


Dallen Membuka Pintu


"Nona" Panggil Dalbert


Rashia Melihat Ke Arah Dalbert


"Apa Yang Anda Lakukan Di Sini Nona? Apa Anda Butuh Sesuatu?" Tanya Dalbert(Berlari Kecil Ke Arah Rashia), Dalbert Melihat Ke Arah Leofrik


"Ah Itu, Tidak Aku Hanya..." Rashia Binggung


"Apa Kalian Yag Menyuruh Nona Ke Sini?" Dalbert Menatap Tajam Leofrik


"Itu..." Leofrik Ketakutan.


Mereka Yang Di Dalam Merasakan Aura Yang Di Keluarkan Dalbert Mereka Juga Ketakutan


"Tidak" Jawab Rashia


"Iya" Leofrik Menunduk.


Rashia Melihat Leofrik.


Mereka Yang Di Dalam Mendekati Leofrik Lalu Ikut Menunduk


"Kalian" Aura Yang Di Keluarkan Dalbert Semakin Besar Sampi Para Ksatria Berlari Ke Arah Dalbert Sedangkan Ketiga Beast Terbangun, Mereka Bergegas Ke Arah Rashia.


"Hentikan" Rashia Juga Mengelurkan Auranya


Mereka Semua Melihat Rashia Yang Menatap Dalbert Dengan Tajam


"Nona" Aura Dalbert Mereda.


Rashia Melihat Ke Arah Leofric "Kalian Pergi Ke Kamar Kalian Masing-masing, Kita Akan Bicara Besok"


Leofric Mengangguk, Mereka Pun Pergi Tinggal Leofric Di Dalam Kamar Bersama Ibunya.


"Tutup Pintunya" Perintah Rashia


"Baik" Leofric Menutup Pintu.


"Dan Kau" Rashia Menatap Tajam Dalbert


Dalbert Berdiri Tegak Lalu Menuduk, Semua Ksatria Melihat Dalbert


"Haaa, Bubar" Rashia Berbalik Pergi.


Dalbert Melihat Rashia


"Hey Tenangkan Dirimu" Ujar Pinkky


"Benar, Kau Mau Kapal Ini Terbalik" Lanjut Laksita


"Jika Suasana Hatimu Buruk, Cuaca Juga Akan Buruk" Lanjut Venia


"Sial" Rashia Berjalan Cepat Menuju Kamarnya.


Dalbert Menunduk (Mendengar Yang Di Katakan Rashia).

__ADS_1


__ADS_2