AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS

AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS
SUMPAH DARAH #2


__ADS_3

Teman-teman Leofrik Masuk, Rashia Hanya Memperhatikan Berkas Yang Dia Tidak Mengerti Tulisan Yang Tertulis Di Dalam Berkas Itu, Ia Hanya Memperhatikan Warna Yang Di Keluarkan Berkas Itu.


"Ini Tulisan Apa?" Pikir Rashia Binggung Melihat Tulisan Yang Tertulis Di Kertas.


Ella Dan Alhena Duduk Di Sebalah Kiri Kanan Rashia, Gart Duduk Di Sebelah Leofrik Sedangkan Yang Lainnya Berdiri Di Belakang Leofrik, Dallen Dan Gart.


Rashia Hanya Memperhatikan Berkas, Ia Tidak Melihat Teman-teman Leofrik.


"Ini Maksudnya Gimana?" Tanya Rashia Bingung.


Rashia Melihat Leofrik, Ia Terkejut.


"Oh, Kalian Sudah Datang" Ujar Rashia.


Mereka Tersnyum Canggung


"Hai" Sapa Ella Dan Alhena.


"Hm" Jawab Rashia, Ia Lalu Melihat Leofrik.


Mereka Semua Mlihat Rashia Dengan Canggung


"Ini Gimana Maksudnya? Aku Tidak Mengerti?" Ujar Rashia Pada Leofrik


Dallen Melihat Leofrik.


"Ini Membutuhkan Cap Tanganmu" Jawab Leofrik


"Tangan?" Binggung


"Dallen Akan Menjelaskan" Ujar Leofrik


Dallen Mengangguk


"Kenapa Harus Dia? Kenapa Bukan Kamu?" Tanya Rashia


Mereka Semua Meliahat Rashia


"Rashiaa" Panggil Leofrik Penuh Tekanan


"Ok" Rashia Tersenyum Lalu Memberikan Berkas Pada Dallen


"Ayo Jelaskan" Ujar Rashia Sambil Mentap Dallen


"Apa Kau Percya Padaku?" Tanya Dallen


"Tidak"


"Lalu Aku Harus Bagaimana Agar Kamu Mempercayaiku?" Tanya Dallen


"Sumpah Darah" Jawab Rashia


Rey Dan Lainya Terkejut


"Hanya Itu Yang Aku Tau Cara Kerja Dan Akibat Dari Melanggar Sumpah Yang Di Buat" Lanjut Rashia


"Aku Juga Mau Kau Bersumpah" Ujar Dallen


"Apa?" Rashia Terkejut


"Setelah Aku Melakukan Sumpahku, Kau Juga Harus Bersumpah"


"Sumpah Apa?"


"Jangan Pernah Tinggalkan Kami Apa Pun Yang Terjadi Dan Jangan Pernah Menghianti Kami" Jawab Dallen


Rey Dan Lainya Melihat Dallen


"Ok. Tapi Tunggu"


Mereka Semua Melihat Rashia


"Kenapa Harus Aku?" Tanya Rashia Ssambil Melihat Mereka Semua Satu Persatu


Mereka Semua Diam


"Kau Yang Tertua Dari Mereka Kan? Kenapa, Kenapa Harus Aku?" Tanya Rashia


Mereka Semua Melihat Leofrik, Rashia Binggung Dengan Tatapan Mereka Yang Menju Ke Arah Leofrik, Rashia Pun Melihat Leofrik

__ADS_1


"Aku Memiliki Kekutan" Ujar Leofrik


"Hmm Aku Tau" Jawab Rashia Datar


"Tubuhku Sangat Sensitif, Jadi Aku Bisa Mereasakan Niat Baik, Buruknya Seseorang"


"Ok,Lalu?"


"Dan Aku Tidak Merasakan Itu Padamu, Jadi.."


"Ahh,Aku Paham. Tapi Itu Belum Tentu" Rashia Meliaht Leofrik


Mereka Semua Terkejut.


"Kalo Begitu Biarkan Aku Membaca Pikiranmu" Ujar Ella Sambil Memberika Tanganya.


Rashia Melihat Ella Sambil Tersenyum


"Aku Bisa Merubah Isi Pikiranku"


Mereka Semua Terkejut.


"Cukup" Ujar Alhena Kesal, Ia Berdiri Lalu Melihat Rashia.


"Benar Kata Dia Cukup" Rashia Melihat Alhena.


Mereka Semua Tekejut.


"Kamu Sangat Keterlaluan, Kita Sudah Bicara Baik-baik Denganmu, Leofrik Sampai Belutut Dan Dallen.."


"Aku Tidak Meminta Mereka Melakukan Itu" Tatap


Mereka Semua Terkejut


"Kau" Rey Sangat Kesal


"Hentikan" Teriak Dallen


Rashia Meliaht Dallen


"Apa Kalian Tidak Penasaran Kenapa Aku Selalu Menolak Kalian"


Mereka Semua Menatap Rashia


Rashia Kembali Duduk.


"Haaa, Baiklah Jadi Aku Akan Membayar Tanah Ini"


Mereka Semua Melihat Rashia Yang Memegang Berkas.


"Rashia" Panggil Seseorang Dari Balik Pintu


Mereka Semua Melihat Ke Arah Pintu, Madam Gilda Masuk


"Bibi?" Panggil Rashia Dan Teman-teman Leofrik


"Ibu" Panggil Leorfik Sambil Berdiri.


Leofrik Menghampiri Ibunya, Madam Gilda Masuk Lalu Duduk Di Depan Rashia. Phobus Dan Anak-anak Panti Lainya Juga Ikut Masuk, Mereka Semua Berdiri Di Belakang Rashia.


Rashia Melihat Aura Warna Yang Di Keluarkan Teman-teman Dan Phobus Dan Yang Lain.


"Haaa, Terlalu Banyak Warna Di Sini" Pikr Rashia


"Tolong Kendalikan Aura Kalian, Mataku Sakit" Ujar Rashia


Mereka Semua Melihat Rashia, Novika Dan Laksita Naik Duduk Di Sebelah Rashia


Warna Yang Merek Kealuarkan Pun Perlahan-lahan Memudar.


"Ada Apa Bibi?" Tanya Rashia


"Tolong Izinkan Dallen Dan Yang Lain Ikut Dengan Kita" Ujar Madam Gilga.


Rashia Mentap Madam Gilda Lalu Rashia Tersenyum


"Baiklah"


Mereka Semua Terkejut

__ADS_1


"Tapi, Madam Tau Sendiri Apa Yang Harus Mereka Lakukan Jika Ingin Ikut Denganku?"


"Tentu Saja" Madam Gilda Melihat Leofrik Dan Dallen


"Apa Kekuatan Beast Milik Leofrik Dan Dallen?" Tanya Rashia Pada Phobus Dan Kedua Beastnya Melalui Telepati


"Tidak Kuat, Hanya Saja Milik Dallen Lumayan Merepotkan" Jawab Novika.


"Aku Bisa Saja Menghalangi Kekuatanya, Hanya Saja Aku Belum Bisa Mengendalikan Kekuatanku Takutnya Saat Mengeluarkannya Akan Berdampak Pada Kalian Juga" Jawab Phobus.


"Cih, Kekuatanya Tidak Ada Apa-apanya Di Bandingkan Denganku Tapi Kekutanya Akan Berdampak Besar Pada Manusia" Lanjut Laksita


Phobus Melihat Laksita Sambil Tetersenyum. Rashia Menatap Dallen.


"Kenapa Dia Menatap Dalen Begitu?" Bisik Ella


"Entah? Suka Kali" Jawab Rey


"Cih, Itu Tidak Mungkin" Bisik Alhena


"Bagaimana Dallen?" Tanya Madam Gilda Sambil Melihat Dallen


"Bisa Saja Bibi, Tapi Dia Juga Harus Berjanji Untuk Tidak..."


"Jika Seandainya Aku Meninggalkan Kalian Nanti Kalian Akan Tatap Ber..."


Rashia Melihat Ke Arah Jendela.


"Ada Apa Rashia?" Tanya Dallen


Rashia Melihat Dallen.


"Ha? Tidak Ada ,Hanya Perasaan Sesaat" Jawab Rashia


Rashia Melihat Ke Arah Jendelajendela Lagi Lalu Melihat Dallen Dan Yang Lain.


10 Meter Dari Tempat Rasia Berada, Para Ksatria Sedang Mencari Keberadaanya Bersama Kedua Saudara Dan Sepupunya.


"Cepat Lakukan Apa Yang Ingin Kalian Lakukan Dan Cepat Jelaskan Padaku Cara Kerja Berkas Ini?" Ujar Rashia


"Ada Perasaan Hangat Dan Tidak Bisa Di Jelaskan" Batin Rashia.


Laksita Dan Novika Melihat Rashia, Phobus Menuduk Lalu Memegang Pundak Rashia.


"Kau Baik-baik Saja?" Bisik Phobus


Rasha Tidak Menjawabya, Ia Hanya Mengangguk.


"Mari Kita Mulai Dengan Sumpah" Ujar Dallen


"Hm Baiklah, Kalian Juga Mau Aku Melakukan Sumpah Ya"


Rashia Memberika Tanganya Pada Laksita, Novika Naik Di Atas Meja Untuk Mengambar Simbol Untuk Melakukan Sumpah.


"Tidak Usah" Jawab Dallen


Mereka Semua Melihat Dallen Kecuali Rashia Yang Mulai Kehilangan Fokus.


"Cepat Lakukan" Ujar Rashia.


Rashia Meletakan Tangan Di Tangah, Lalu Teman-teman Leofrik Termasuk Leofrik Sendiri Mulai Melakukan Sumpah Darah.


Setelah Selesai Melakukan Sumpah Darah Mereka Tidur Dulu Untuk Istirahat


Rashia Dan Para Wanita Sudah Masuk Kamar, Sedangkan Para Pria Tidur Di Luar.


"Dallen, Apa Kau Yakin Tentang Semua Ini" Tanya Gart


"Kita Sudah Melakukan Sumpan Darah Dengannya Dan Kamu Masih Bertanya Apa Aku Yakin?" Jawab Dallen


"Iya Juga"


Dalam Kamar


Rashia Tidur Bersama Kedua Beastnya.


"Apa Kau Kedinginan?" Tanya Laksita Pada Rashia


"Tidak, Tidurlah" Jawab Rashia Sambil Memeluk Kedua Beastnya

__ADS_1


"Perasaan Yang Tidak Tenang Apa Ini? Tapi Ini Bukan Karna Benci Tapi.." Batin Rashia.


Mereka Semua Pun Tertidur


__ADS_2