
Jam 7 Pagi
"Nona" Panggil Yara Pelan Membangun Rashia Yang Masih Tidur.
"Hmm?" Rashia Membuka Mata Perlahan-lahan
"Maaf Nona, Tapi Anda Sangat Banyak Pekerjaan Dan Juga Raja Dan Duchess Akan Kembali Ke Kerajaan Belgium"
"Hmm" Rashia Berbalik(Tidur Kembali)
"Nona" Membangunkan Rashia Sampai Ia Terduduk
Yara Mengankat Rashia "Maaf Nona"
"AKKKKKK" Teriak Rashia Saat Terkena Air.
"MAAFKAN SAYA NONAAA" Ujar Yara
1 Jam Kemudian
Rashia Pergi Ke Ruang Kerjanya
"Huftt" Melihat Dampak Kerusakan Yang Terjadi Semalam "Syukurlah Tidak Terlalu Parah"
"Nona, Akan Kita Apakan Inti Kekutan Para Monster Ini?" Tanya Ivy Takut Juga Geli
"Hmm Itu Bag..."
"Kita Buang Saja Nona" Potong Kelton
"He?" Rashia Terkejut Juga Bingung
"Gila Dia?" Ujar Tome(Burung Hantu Kecil)
"Yara"
"Iya Nona"
"Kalian Bertiga Pergilah, Pisahkan Inti Kekutan Monster Berwarna Merah Dan Merah Gelap. Isi Ke Dalam Peti"
Mereka Semua Terkejut
"Untuk Apa Nona?" Tanya Ivy Bingung
"Apa Kegunaan Inti Kekutan Itu?" Rashia Menatap Para Pekerjanya
"Itu Berbahaya, Itu Bisa Merubah Kita Menjadi Monster" Jawab Kelton
Ivy Dan Yang Lainnya Mengangguk
Para Beast Tertawa Mendengar Jawaban Mereka
"Dari Mana Mereka Mendengar Itu" Laksita Yang Tertidur Pun Terbangun Karena Mendengar Jawaban Kelton.
"Tapi Yang Ku Tau Bukan Begitu" Ujar Rashia
Rashia Melihat Pinkky "Bisakah Kau Panggilkan Dallen Dan Leofrik?"
"Ok" Pinkky Pergi Terbang Lewat Balkon.
Ivy Dan Yang Lainnya Bingung.
"Nona" Panggil Dalbert
"Hmm?"
"Maaf, Bisakah Saya Bertanya?"
__ADS_1
"Silahkan"
"Apa, Mereka Adalah Beast Legendaris?"
Mereka Semua Melihat Rashia Lalu Melihat Para Beast
"Menurut Kalian Bagaimana?" Tanya Rashia
"Kami Tidak Pernah Bertemu Beast Legendaris Sebelumnya Dan Sejujurnya, Sangat Jarang Kami Melihat Beast Ada Di Wilayah Utara" Jelas Dalbert
Rashia Terkejut "Apa Di Antara Kalian Tidak Ada Yang Melakukan Kontrak Dengan Beast?"
Mereka Semua Menggelengkan Kepala
"Ada Nona Tapi Bukan Beast Yang Tergolong Kuat, Hanya..." Lanjut Zena
"Seperti Leofrik" Ujar Laksita
"Begitu Ya"
Mereka Semua Melihat Rashia
"Pengantar Pesan?" Tanya Rashia
Mereka Semua Mengangguk
"Ivy"
"Iya Nona"
"Aku Minta Daftar Semua Penghuni Kastil, Dari Pelayan, Koki Sampai Para Ksatria Dan Prajurit. Aku Ingin Melihat Data Mereka Serta Kekuatan Mereka"
Mereka Semua Terkejut
"Kalian Bertiga" Rashia Menatp Ketiga Pelayanannya "Aku Tadi Mengatakan Apa Pada Kalian?"
Yara Dan Kedua Temannya Pergi Ke Penyimpanan Inti Kekutan Para Monster.
"Tuan Kelton, Bangun Lah Perumahan Bersusun Untuk Para Penduduk. Buatlah Sekitar 3 Lantai, Di Tempatkan Untuk 6 Kepala Rumah Tangga. Jika Ada Anak-anak Yang Tidak Memiliki Keluraga Atau Hidup Sendiri, Buatlah Rumah Berlantai 1, Memilik Kamar 18. Masing-masing Kamar Tempatkan 2 Ranjang"
"Baik Nona" Menuduk
Kelton Pun Pergi.
"Nona, Raja Dan Duchess Sudah Bersiap" Ujar Levin
"Baiklah" Rashia Melihat Tome "Pergilah, Mintalah Pada Yara 10 Inti Kekutan Monster Berwarna Merah Dan 6 Berwarna Merah Gelap. Buatlah Menjadi 2 Kantung"
Ivy Dan Yang Lain Terkejut
"Ok" Tome Pergi Ke Arah Yara
Rashi Dan Yang Lainnya Menuju Ke Arah Kamar Untuk Bertemu Raja Dan Duchess.
Sambil Menunggu Raja Dan Duchess, Rashia Tidur Sebentar Bersama Kedua Beastnya.
Depan Pintu
"Saya Memberi Salam Pada Raja Penguasa Kerajaan Belgium Dan Duchess Asadel" Dallen Dan Leofrik Membungkuk
"Mereka Datang" Ujar Venian Bangun
Laksita(Beast) Memaksa Rashia Bangun
Tome Dan Pinkky Datang Lewat Balkon.
"Woe Manusia Bangun" Tome Mengibaskan Sayapnya Pada Wajah Rashia
__ADS_1
"Aku Bangun" Jawab Rashia Yang Masih Menutup Mata.
Mereka Semua Pun Masuk.
"Saya Memberi Salam Pada Raja Kerajaan Belgium Dan Duchess Asadel" Sapa Rashia.
Raja Dan Duchess Menuduk Sekali Lalu Mereka Duduk.
"Viscountess Anda Baik-baik Saja?" Tanya Duchess Khawatir.
"Sedikit Tidak Baik, Tapi Saya Baik-baik Saja. Terima Kasih Atas Perhatiannya Duchess"
"Syukurlah Kalau Begitu"
"Aku Tidak Menyangka Kalian Bisa Melawan Monster Sebanyak Itu, Itu Sangat Menakjubkan"
"Terima Kasih Atas Pujiannya Yang Mulia, Ini Semua Berkat Kerjasama Prajurit Dan Penduduk Wilayah Azalea"
"Apa Cucuku Bersama Mu Malam Itu?"
Mereka Semua Terkejut Sedangkan Rashia Tersenyum
"Benar Yang Mulia"
Ivy Dan Para Ketua Melihat Rashia Yang Fokus Ke Depan
Duchess Mengepalkan Tangannya "Apa Dia Baik-baik Saja"
"Dia Baik-baik Saja Duchess, Saya Berhutang Nyawa Lagi Padanya. Haa, Bagaimana Ini.. Lady Asadel Terlalu Banyak Membantu Saya" Rashia Mengelengkan Kepalanya Tapi Tatapan Matanya Pada Raja Dan Duchess.
"Haa, Tenagaku Terbuang Sia-sia"
Rashia Mengelus Laksita "Tidak Juga" Rashia Menatap Raja Dan Duchess "Mereka Tidak Merasakan Apa-apa, Mereka Hanya Di Beritahukan Oleh Mata-mata Mereka Tentang Kekuatan Ku Semalam"
"Begitu Ya"
Rashia Melihat Ivy, Ivy Mendekati Rashia
"Berikan Ini Pada Duchess"
"Baik Nona"
Ivy Mendekati Duchess Lalu Memberikan Kantung Yang Berisi Inti Kekutan Monster
"Apa Ini?" Tanya Duchess Bingung
"Ini Adalah Pemberian Dari Lady Asadel Untuk Kedua Kakaknya" Jawab Rashia
Raja Dan Duchess Terkejut, Duchess Membuka Isi Kantung Itu. Ia Mengeluarkan Satu Inti Kekutan Monster
"Ini, Inti Kekuatan Monster?" Raja Terkejut
Duchess Menatap Raja, Lalu Melihat Rashia
"Bukankah Ini Berbahaya?" Tanya Duchess
Aura Kemarahan Raja Menyebar Ke Seluruh Ruangan, Mereka Semua Terkejut.
"Haa, Siapa Yang Tau Kegunaan Inti Kekutan Itu Tolong Jelaskan" Ujar Rashia.
Semua Orang Diam, Rashia Bingung Melihat Dallen Dan Leofrik Yang Hanya Diam.
"Apa Kalian Juga Tidak Tau Kegunaan/Khasiat Inti Kekutan Monster Itu?"
"Maaf Nona" Jawab Dallen Dan Leofrik.
"WUAHH, HEBAT JUGA PARA MONSTER ITU. MEREKA MENYEMBUNYIKAN KEGUNAAN INTI KEKUTAN MEREKA DARI MANUSIA" Ujar Tome(Suaranya Bisa Di Dengar Semua Orang)
__ADS_1