AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS

AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS
WILAYAH(PULAU) DI SEKITAR WILAYAH AZALEA.


__ADS_3

Aura Kemarahan Rashia Memenuhi Ruangan.


***


"Wuahhhh" Cassius Terbangun Dari Tidur Karena Mimpi Buruk.


"Anda Baik-baik Saja Tuang Muda?" Tanya Exel (Menjadi Pengawal Pribadi Cassius) Membuka Pintu Kamar Cassius.


"Ah Iya, Aku, Aku Baik-baik Saja" Cassius Memegang Dadanya.


"An-anda Bermimpi Buruk?"


"Hah?! Iya, Mimpi Yang...Sangat Buruk" Cassius Meliihat Exel Dengan Ekspresi Takut.


"Dan Anda Takut?" Exel Menatap Cassius Dengan Binggung


"Kau Pikir Saja, Aku Di Tusuk Memakai Pedang Suci Di Jantungku (Memperagakan) Lalu Pedang Itu Di Tarik Ke Atas" Cassius Meliihat Ke Atas Di Ikuti Oleh Exel, Cassius Menatap Exel


Exel Terkejut Juga Merinding Mendengar Mimpi Cassius "Tu-tuan, Mi-mimpi Anda Terlalu Berlebihan Dan... Menakutkan" Ujar Exel Takut


Cassius Mengangguk "Benar, Sangat..Menakutkan" Cassius Turun Dari Tempat Tidurnya "Ayo Kita Lanjutkan Berlatih"


"Ba-baik Tuan"


Cassius Takut Untuk Tidur Lagi, Ia Pun Kembali Berlatih Bersama Exel Di Tempat Latihan Dengan Pikiran Yang Campur Aduk Dan Takut.


Cassius Berhenti


"Ada Apa Tuan"


***(Mimpi)


"Dasar Kau Bajingan Sialan" Tusuk


**


Cassius Melepaskan Pedangnya.


"Tu-tuan Ada Apa?" Exel Khawatir


Cassius Menatap Exel "Rashia"


"Ya?! Rash.. Maksud Anda Lady Asadel?"


"Dia Yang Menusukku" Tangan Cassius Bergetar Lalu Memegang Dadanya.


"Ha?!"


"Kenapa Dia Menusukku?" Cassius Melihat Ke Bawah Dan Mundur "Apa Aku Melakukan Kesalahan?" Mundur Lagi "Tapi Apa?"


Exel Melepaskan Pedangnya Lalu Mendekati Cassius "Tuan, Tenanglah Tuan" Memegang Kedua Bahu Cassius.


"Rashia, Rashia Di Mana Dia Sekarang?"


"Sekarang Lady Ada Di Wilayah Utara Tuan"


"Ah , Benar Dia Sudah Sampai" Linglung.


"Ayo Kita Istirahat Dulu Tuan" Uajr Exel


"Iya, Istirahat"


"Kakak" Raul Melihat Exel Yang Memapah Cassius.

__ADS_1


Raul Pun Pergi Ke Arah Cassius "Ada Apa Dengan Kakak?"


"Itu..." Exel Melihat Cassius.


"Kakak Kau Baik-baik Saja?" Memegang Tangan Cassius


"Aku Baik-baik Saja, Aku Hanya...Ingin Istirahat"


"Baiklah" Raul Membantu Exel Memapah Cassius.


***


"No-nona" Panggil Ivy Gugup


Rashia Menatatap Ivy, Ivy Terkejut.


Rashia Mengedipkan Matanya 3 Kali "Maaf, Maaf,Maaf Aku Sedang Memikirkan Seseorang"


Ketiga Beast Rashia Tak Henti-hentinya Tertawa, Rashia Menatap Tajam Ketiga Beast Nya.


"Ada Apa Di Wilayah Itu?" Tanya Rashia Sambil Melihat Ivy


"Banyak Ras Campuran Di Sana Termasuk Manusia"


"Wah, Apa Ivy Sudah Pernah Pergi Ke Sana?"


"Tidak Nona, Tapi.." Ivy Melihat Ke Arah Para Ksatria


Dalbert Berdiri "Saya Nona, Saya Pernah Ke Sana. Saya Juga Pernah Berhadapan Langsung Dengan Pemilik Wilayah Ash Vlad Boutin"


"Apa Dia(Ash) Klan Utama?"


Dalbert Dan Yang Lain Terkejut "Bukan Nona, Dia..Yang Saya Tau Dia Hanya Pendiri Salah Satu Akademi Terbesar Nona"


"Benar Nona"


Rashia Melihat Dallen Dan Yang Lain Lalu Tersenyum.


"Apa Anda Mau Masuk Ke Akademi Nona?" Tanya Ivy.


"Bukan Aku Tapi Mereka" Rashia Menujuk Dallen Dan Yang Lain.


Mereka Semua Terkejut


"Venian Kau Juga Ikut"


"Apa? Aku!!"


"Iya Kau, Belajarlah Kalian Dengan Giat Di Sana" Rashia Melihat Dallen Dan Yang Lain.


"Lalu, Bagaimana Dengan Anda Nona?" Tanya Joy


Rashia Tersenyum "Aku Akan Belajar Disini Dan Juga Aku Tidak Mungkin Meninggalkan Wilayah Ku"


Joy Dan Lainya Memasang Ekspresi Sedih.


"Berapa Lama Kira-kira Masa Belajarnya?" Rashia Melihat Ivy.


"Sampai Mereka Berumur 18-19 Tahun Itu Pun Dengan Nilai Terbaik Tapi, Jika Nilai Mereka Di Bawa Rata-rata Mereka Sampai Berumur 21-23 Tahun Belajar Di Akademi" Jelas Ivy


Dallen Dan Yang Lainnya Terkejut.


"Itu Sangat Lama" Ujar Gart.

__ADS_1


"Jika Kalian Mendapatkan Nilai Terbaik, Kalian Akan Cepat Di Luluskan" Jawab Ivy.


Rashia Meliihat Dallen Yang Lain.


"Apa Ka-anda Yakin Dengan Ini Ras-nona?" Tanya Leofrik.


"Hm, Sangat Yakin" Rashia Melihat Gail Dan Teman-temannya, Gail Dan Teman-temannya Paham Atas Tatapan Rashia Pada Mereka, Mereka Pun Mengangguk


"Kami Akan Melakukan Yang Terbaik" Ujar Gail.


Rashia Tersenyum, Rashia Melihat Ivy.


"Dua Bulan Lagi Penerimaan Siswa Baru, Jadi Kalian Bersiap Lah Mulai Dari Sekarang" Ujar Ivy


Rashia Melihat Dallen Dan Yang Lain "Fokus Lah Pada Pelajaran Yang Ingin Kalian Ambil, Lakukanlah Yang Terbaik"


Dallen Dan Yang Lainya Mengangguk.


"Baiklah Mulai Besok Kalian Akan Di Ajari Dengan Jurusan Yang Ingin Kalian Ambil Nanti Saat Di Akademi" Ujar Rashia


"Baik" Jawab Mereka


Semua Orang Tersenyum, Rashia Melihat Lagi Peta.


"Lalu Kelima Pulau Lainya?" Rashia Melihat Dalbert


Rashia Menunjuk Satu Pulau Yang Di Sebelah Wilayah Nolbanca.


"Itu..." I've Melihat Lagi Para Ksatria.


Rashia Melihat Ivy "Kenapa? Ada Apa Di Pulau Ini"


"Monster Nona"


"Ha?!! Monster?!!" Rashia Terkejut Lalu Melihat Venian "Huft..Ok Selanjutnya"


Mereka Semua Terkejut Dengan Tanggapan Rashia.


"Nona?"


"Kita Akan Bahas Itu Nanti"


"Baik"


Ivy Menujuk Bagian Barat Terdapat Dia Pulau (Wilayah) "Ini, Kami Belum Sampai Ke Sana Dan Tidak Ada Yang Bisa Masuk Ke Pulau Itu?"


"Kenapa?"


"Semakin Kita Dekat Dengan Pulau Itu, Anginnya Akan Semakin Kuat, Itu Bisa Mengakibatkan Kapal Rusak Parah Dan Berakhir Tenggelam" Jelas Ivy


Rashia Terkejut.


"Pulau Itu Terdapat Banyak Tumbuhan Nona, Dan Pasti Ada Peri Penjaga Di Sana" Lanjut Flint.


Venian Dan Yang Ikut Mengambil Inti Siput Langit Melihat Pinkky


"Lalu Yang Satunya?"


"Kami Juga Bingung Nona, Setiap Kami Mendekati Wilayah Itu, Tiba-tiba Wilayah Itu Menghilang" Jawab Flint


Rashia Melihat Laksita "Nama Pulau Itu Apa?"


Ivy Terdiam Sedangkan Yang Lainya Saling Memandang.

__ADS_1


__ADS_2