Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu

Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu
BAB XIII


__ADS_3

Waktu melahirkan semakin dekat, alyssah lebih banyak bergerak agar bisa melahirkan normal.


Ketika sedang berjalan keluar kampus dia dikagetkan oleh suara kakak nya Ifa.


"Masih bisa kuliah ternyata, hamil pula"Ifa menatap adik nya dengan sorot mata yang tajam


"Anak yang di banggakan ternyata gak lebih dari perempuan hina, masih aja ya meminta ke orang tua tanpa malu. Mana suami mu? Apa kamu di buang setelah hamil, hah tapi baguslah memang di jalanan adalah tempat mu dan jangan pernah berani hubungi bunda lagi"gertak Ifa sambil menunjuk-nunjuk bahu alyssah


Alyssah hanya terdiam dan membisu,kaget dan malu karena di perhatikan mahasiswa yang lain.


Alyssah hanya tertunduk sampai tanpa dia sadar kakak nya sudah meninggalkan dia berdiri.


"Kenapa sampai segitu benci nya, aku pikir dia kangen sama aku. Dulu dia selalu menyanjungku" lirih alyssah sambil melangkahkan kaki nya mencari angkot.


"Biar dia tau diri dan selamanya gak akan pernah pulang lagi kerumah ayah" senyum jahat terlihat dari wajah Ifa


"Enak aja dulu semuanya untuk dia sekarang biar tau rasa jadi gembel aja sekalian,di pikir aku beneran sayang gak pernah"gerutu ifa


Sepanjang perjalanan raut wajah alyssah sangat muram dan sedih, hanya sekali-kali dia mengusap air matanya. Terasa sesak di dadanya "harus kuat" dia menyemangati diri nya sendiri.


Hari ini teman-teman nya gak bisa anter alyssah ke cafe karena masing-masing ada kesibukan.


Mungkin mereka akan marah kalau lihat teman nya dihina.


Pas turu dari angkot, alyssah langsung membayar dan berjalan sedikit ke arah cafe.


"Wah lihat siapa nih yang sudah bikin Lo hamil"sini Eli


"Gue gak ada urusan sama Lo" sarkas alyssah


"Owh ya kalau suami Lo ada sama gue apa gak ada urusan juga"terang Eli


Alyssah sempat menghentikan langkah kaki nya tapi langsung berjalan cepat meninggalkan Eli yang masih mentertawakan nya.


Lo liat Syah hidup Lo akan hancur, enak aja mau bahagia, gak akan"seru Eli sambil memperhatikan alyssah yang sudah masuk ke dalam cafe.


Alyssah langsung mengganti baju nya dengan baju kerja, lalu cepat bergabung dengan rekannya.


"Gak makan siang dulu Syah? Sapa Teti karena dia memperhatikan alyssah dari pertama masuk ada yang aneh.


"Belum lapar kak" ucap alyssah sambil melipat tisu


"Nanti ketempat kakak ya? Teti mengusap bahu alyssah dengan sayang seorang kakak.

__ADS_1


Hanya anggukan kepala jawaban alyssah.


Sudah hampir sore perut nya belum di isi juga tapi alyssah gak mau egois karena ada bayi dalam perut nya yang harus di beri asupan gizi juga


"Kak panggil alyssah, Teti melihat ke arahnya.


"Duduk sini samping kakak" perintah Teti sambil membuka kotak makan dan langsung di berikan ke alyssah.


Alyssah menerima nya dan mengucapkan terima kasih, lalu memakan nya.


"Ada apa Syah? Cerita sama kakak ya,, gak baik di pendam sendiri apa lagi kamu lagi hamil" tutur Teti


"Baik-baik aja kak mungkin lagi melow aja" jawab nya


"Ya sudah kalau gak mau cerita , kalau sudah gak kuat lagi. Kakak akan ada buat kamu ya" ucap Teti sambil memberikan air mineral untuk alyssah minum.


Ponselnya bergetar berkali-kali hanya dia lirik saja karena masih jam kerja.


Terlihat notifikasi chat banyak sekali tetap alyssah abaikan, karena hari ini sedang tidak baik-baik saja hati nya.


Aan :Syah angkat telpon nya, kamu dimana sih?


Ibu mertua: Syah nanti ibu pinjam lagi ya uang mu 4juta


Dewi : gue di cafe syah sama Cici nanti kalau sudah selesai di tunggu ya"


Banyak sekali pesan yang di abaikan alyssah, dia menarik nafas panjang dan tetap tersenyum.


Caci maki Kaka nya di anggap alyssah mungkin kakaknya sedang emosi saja. Besok pasti akan baik lagi.


Setelah menyelesaikan pekerjaan nya dia langsung menghampiri Dewi dan Cici.


"Tumben katanya lagi ada kegiatan? Tanya alyssah sambil duduk di samping Dewi.


Cici penuh selidik "tadi kakak Lo kenapa? Katanya marah-marah di depan kampus? Kenapa Lo gak chat kita sih" kesal nya


"Gak apa-apa hanya salah paham aja kok, besok gue udah mulai cuti karena mau mendekati melahirkan" ujar alyssah dengan menatap wajah Dewi dan Cici bergantian.


"Terus Lo besok dirumah aja, mau di jadiin pembantu sama mertua Lo itu?


"Lebih baik besok Lo gue jemput istirahat di rumah aja" terang Dewi


"Jangan gitu lah,wi "ucap nya

__ADS_1


"Terus apa? Udah tau Lo lagi hamil masih aja nyuruh sana sini, laki Lo juga gak ada otak nya Syah" Dewi sangat kesal kalau mengingat suami teman nya yang asik di luar dengan wanita lain.


"Eh kenapa kalian hahahaha jangan bilang salah pasang togel" ledek alyssah


Cici hanya menatap datar, ingin rasa nya dia kasih tau sahabat nya kalau suaminya sedang di hotel dengan wanita lain.


Ada rasa sakit di hati nya melihat kehidupan teman nya jadi berantakan.


"Kalau udah selesai kerjaan Lo kita makan sama-sama septya dan Dody"seru Cici


Dody yang mau traktir kata nya baru dapat bonus dari papa nya. Sekalian besok kan Lo mau kekantor papanya Dody kan Syah? Tutur Dewi


"Lo yakin bokap nya mau nerima gue kerja? Tanya alysssah kepada Cici dan Dewi


"Yakin lah kan bokap nya udah tau otak Lo yang pinter ini" Cici sambil mengusap kepala alyssah.


"Terlalu berlebihan" cebik alyssah


Hahhahahahah kan emang begitu nona" seru Cici


"Paling ada mau nya nih" cebik alysssah lagi


"Tau aja sih Lo, mana catatan materi tadi gue pinjam dulu" seru Cici


Pekerjaan selesai alyssah langsung menemui teman nya lagi, lalu mereka bertiga meninggalkan cafe.


Tujuan mereka adalah tempat pecel lele langganan mereka kalau pulang kuliah pasti makan di sana.


Sesampai di sana sudah ada Dody dan Septya, makanan sudah siap karena Dody tau selera temannya.


"Wuih ada babang tamvan nih" ledek alyssah


"Kereen Lo bro" sela Dewi


"Udah ngeledeknya, sana cuci tangan dulu. Gue udah lapar nunggu Lo bertiga"gerutu Dody


"Iya bos bentar sih, kek cwo lagi pms aja marahnya" ledek Cici


Septya hanya tersenyum melihat teman-temannya itu, dan mereka pun sibuk dengan makanan masing-masing. Mereka makan tanpa bersuara sama sekali sampai makanan habis tak tersisa.


Dody mulai bercerita besok apa aja yang akan alyssah lakukan sampai melahirkan nanti, Dody minta alyssah membantu dikantor papa nya.


Kerjaan nya pun gak begitu berat seperti di cafe, kepintaran alyssah yang membuat spesial di mata papanya Dody.

__ADS_1


__ADS_2