
Sampai di pinggir pantai mereka turun menuju bibir pantai, Cici terus menggenggam tangan septya seolah memberi kekuatan.
"Kita duduk disini saja,,"ajak alyssah yang di ikuti oleh Dewi dan Dody
"Enak ya bisa melepaskan penat kalau sudah melihat air.."gumam alyssah
Tanpa di minta akhirnya septya menceritakan awal dari pertemuan dengan pacar nya itu.
"Awalnya aku tidak pernah curiga bahkan aku merasa jadi wanita special. Dia memperhatikan ku bahkan setiap menit tidak pernah ada yang tertinggal satu pun. Dia mengenal kan ku dengan teman-temannya, dengan kakaknya sehingga aku tidak menaruh curiga apa pun.
Pada suatu hari dia mengajak ku ke suatu undangan ulang tahun teman nya itu, mama ku mengijinkan karena mama juga tidak menaruh curiga sama David. Dia sangat sopan sekali bahkan tidak pernah melanggar aturan rumah ku...
Haah.. kejadian di pesta itu aku gak tahu persis karena pas bangun aku sudah ada di kamar hotel bahkan aku tidak berpakaian sama sekali.
Panik dan takut yang aku rasakan,tapi aku melihat David hanya tenang saja tanpa membujukku untuk tenang.
Dia mengatarkan aku pulang tanpa bicara apa pun kami hanya diam, sampai di depan rumah aku turun dia meninggalkan ku begitu saja.
Sakit dan kecewa bahkan aku takut, sangat takut.
Hiks..hiks..hikss aku harus apaaaaaa? Teriak septya
David pergi begitu saja tanpa ada kabar bahkan nomor ku di blokir, aku datangi temannya dan kakaknya seolah mereka menutupi semuanya..
Aku hamil...hiks..hiks..aku gak mau mama ku malu bahkan papa ku sudah marah besar... Aku harus bagaimana sekarang? Hiks..hikss..hikss
Tangisan septya terdengar memilukan, masalah yang dia hadapi ternyata lebih sulit bahkan mencoreng nama baik keluarganya.
Hamil tanpa seorang suami sangat menyedihkan, entah gunjingan orang itu yang septya takutkan.
"Kejadian nya begitu cepat ya? Sampai gua juga gak tahu lelaki itu..ucap Dody
"Gue pernah beberapa kali bertemu dan dia seperti enggan mengenal kita.."ungkap Cici
"Sekarang tinggal kita cari jalan keluarnya, yang pertama kita cari David, jika dia tidak mau tanggung jawab. Apa Lo tau tempat pesta dan hotel yang Lo datangin,biar gue minta tolong pak Yudis..ide Dody yang di dengar kan dengan baik oleh alyssah.
"Emang atasan gue detektif ya.."polos alyssah
"Bukan dia banyak kenal orang-orang penting.."jitak Dody
"Sakit tahu.."bibir alyssah mengerucut membuat Dewi gemas.
"Kita liburan kerumah nenek gue aja yuk.."ajak Cici ke septya
__ADS_1
"Iya, sept biar Lo tenangin diri..nanti biar nyokap gue yang minta ijin ke mama dan papa Lo.."ujar Dewi.
"Nah kalian liburan, kalau gue.."tunjuk alyssah yang menunjuk wajah nya sendiri.
"Lo kerja yang rajin..mau Lo di kasih sp sama pak Dedy.."seru Dody
"Itu kan bokap Lo..cebik alyssah
"Hubungan Lo gimana,Syah? Tanya Cici
"Gak paham gue, makinan rumit. Bahkan gue pasrah sajalah.. mengikuti alur ,hahahhaa.."tertawa alyssah tapi hatinya menangis.
"Sabar saja kalau karir Lo makin bagus , gue yakin dia akan baik-baik dengan Lo.."nasehat dody
Mereka saling menguatkan dan memberi semangat karena kedua rekannya sedang ada masalah.
Masalah nya sangat rumit bahkan sangat sulit dipecahkan. Kalau sampai lepas tanggung jawab otomatis septya harus mencari suami pengganti.
Dody sampai pusing memijit pelipisnya karena masalah teman nya sangat lah sulit.
Dody menghubungi Yudis untuk meminta bantuan, kejadian sudah satu bulan yang lalu.
Dody mencatat semua penjelasan septya,tanpa ada yang terlewatkan.
Sedangkan masalah alyssah, hanya menunggu bom meledak saja. Jika sahabatnya tahu kalau selama ini suami nya meminta uang untuk senang-senang dengan pacarnya.
Lega semua ketika septya mau bercerita, dan mereka memutuskan untuk pulang kerumahnya masing-masing.
"Lo anter, septya saja. Gue bisa pulang sendiri..gue gak enak kasian Billah di tinggal nih,kangen gue.."tutur alyssah
"Besok jangan lupa datang agak pagii.."teriak Dody
"Iyaaaaaa.."di balas teriakan oleh alyssah
Sampai dirumah, nampak sepi karena sudah agak malam.
"Mba baru pulang.."sapa nur
"Kaget, mba pikir kamu sudah tidur.."alyssah berjingkat kaget.
"Maaf mba,, ucap nur
"Iya mba ada urusan tadi sedikit, nama nya baru mulai kerja lagi.."tutur alyssah yang langsung masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Tidak lama dia keluar dari kamar untuk melihat anaknya.
"Jangan berisik..Billah baru aja tidur ."ujar ibu mertuanya
"Oh..rewel apa gimana ya, Bu? Tanya alyssah
"Gak sih ,kalau bayi kan sudah biasa seperti itu jadi kamu gak usah di pikirkan.."terang ibu mertua nya.
"Sebaiknya kamu tidur sana, biar besok tidak telat bangun.."perintah ibu mertua nya.
"Iya Bu.."patuh alyssah yang langsung melangkahkan kaki nya masuk kekamar nya sendiri.
Dari luar rumah terdengar suara Aan yang sedang menelpon seseorang, alyssah coba mengabaikan nya tapi ada rasa keingintahuan yang sangat berlebihan.
"Ahh sudahlah..aku dimatanya pun tidak ada artinya juga.."lirih alyssah yang langsung merebahkan diri nya di tempat tidur.
Dengan hitungan menit alyssah sudah masuk ke alam mimpinya.
Pagi sekali alyssah bersiap-siap untuk berangkat kekantor bahkan belum sempat memandikan Billah. Hari ini ada meeting dadakan yang harus di wajibkan datang pagi,sedangkan ini adalah pertama kalinya alyssah ikut meeting.
"Syah, berkas yang kemarin saya minta apa sudah siap.."tanya pak Yudis
"Sudah pak..sebentar saya ambilkan.."sahut alyssah yang menuju meja nya lalu memberikan berkas tersebut.
"Wow sangat rapih,, saya suka hasil kerja mu.."ungkap Yudis
"Makasih pak.."ucap alyssah
"Nanti kamu ikut saya meeting dan apa kamu sudah pelajari berkas ini,.."tanya Yudis
"Sudah pak..jawab alyssah tenang.
"Ayoo,kita sekarang keruang meeting.."ajak Yudis
Lalu alyssah berjalan mengikuti Yudis, masuk keruangan meeting semua menatap mereka berdua.
Tanpa aba-aba pak Dedy meminta untuk alyssah untuk menjelaskan hasil kerja bagian nya.
Ada yang menatap Alyssah tidak suka , harusnya dia yang biasa mempresentasikan hasil kerja tersebut.
Alyssah berdiri, tanpa memegang berkas. Membuat Yudis panik, takut alyssah salah menjelaskan.
"Duh mati deh..kalau sampai ada kesalahan. Habislah nasib gue.."bathin Yudis
__ADS_1
Ternyata dugaan mereka salah ternyata alyssah mempresentasikan hasil kerja bagian nya tanpa sedikitpun yang terlewati bahkan divisi lain sampai kagum. Ada yang berbisik untuk meminta alyssah pindah kebagiannya.
Yudis pun berdecak kagum, tapi tidak dengan seseorang yang merasa tersaingi. Biasanya dia yang di sanjung setiap bulan tapi ternyata ada seorang Alyssah yang bisa menghambat nya.