Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu

Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu
BAB XXVIII


__ADS_3

Alyssah benar-benar tidak tahu ternyata kakek nya orang berada juga,bahkan bunda tidak pernah mau bercerita tentang keluarganya.


Hanya yang alyssah tahu kalau bunda nya mempunyai dua adik saja.


Kehidupan bunda dengan adik-adiknya sangat jauh berbeda, bunda sangat sederhana sekali.


Sedangkan adik-adiknya penuh dengan kemewahan, karna ayah juga mengajarkan kami anak-anaknya untuk hidup sederhana.


Tapi beda dengan kakak ku, Ifa. Dia tidak bisa hidup dengan kesusahan.


Makan siang yang di harapkan bisa berjalan dengan lancar karena mau menjodohkan Dewi dan Dody ternyata harus berantakan.


Sella yang sangat sombong terus saja melawan ucapan orang tua Dody.


Akhirnya kami pindah resto, dan Dody pun mengabari Cici dan Dewi.


"Sebenarnya mama mau menjodohkan Didi dengan Cici, tapi sepertinya Didi lebih tertarik dengan alyssah.pah.."ujar mama Dody yang tidak satu mobil dengan alyssah dan Dody


"Mah sedangkan Didi saja masih terus berhubungan dengan gadis itu,membuat papa muak saja. Apa perlu Didi, aku turun kan jadi pegawai biasa saja? 


Biar ulat bulu itu pergi menjauhi anak kita?"kesal pak Dedy


"Lagian sih,ngapain juga pake undang dia segala. Didi juga gak bilang ke mama lagi kalau mau undang dia."gerutu mama Dody


Dody mengirimkan pesan ke orang tua nya kalau dia sudah sampai di resto yang di tentukan mama nya.


Perut mereka sudah lapar sekali karena jam makan siang nya sudah lewat.


Ada rasa malu dan kesal di wajah Didi, bahkan berkali-kali dia mengumpat kesal.


Didi tidak tahu kalau ponsel nya di sadap oleh sella jadi dia bisa tahu kemana Didi pergi.


Ketika meninggalkan sella tadi dengan sengaja Didi mematikan ponsel nya, karena Didi yakin sella akan terus menghubungi nya bahkan tiba-tiba akan muncul seperti tadi.


"Dod,,kenapa sella bisa tahu kita makan di sana? Tanya Didi


"Coba cek ponsel mu siapa tahu di pasang GPS sama tuh belatung pargoy."kesal Dody


"Iya,ya kenapa gak kepikiran kesana ya..sial banget, udah lapar harus nunggu lagi aja."gerutu Didi


Tidak lama papa dan mama nya datang bersama Yudis, ada rasa tidak enak ketika melihat orang tua nya dengan muka masam.


"Maaf kan Didi ya mah, pah..beneran Didi gak tahu kalau sella akan datang, karena Didi gak undang sella."lirih didi

__ADS_1


"Gak apa-apa sayang,jauhi gadis itu terlihat dari sekarang dengan sifat nya yang akan bikin malu keluarga."jawab mama nya dengan mengusap lengan anak nya.


"Baik mah. Mulai dari seminggu yang lalu sebenarnya sudah aku jauhkan mah..cuma sella selalu datang dan mengatur ku."tutur Didi


"Belum jadi istri saja sudah seperti itu, apa lagi jika jadi istri? Apa kamu mau,"tanya papa nya Didi


"Tidak pah.."jawab Didi dengan menundukkan wajah nya


"Ya sudah ayoo kita makan,lupakan kejadian tadi.


Makanan sudah datang, papa sangat lapar sekali."terang pak Dedy


Mereka mulai memakan makanan dengan tenang tanpa ada gangguan.


Alyssah duduk di sebelah Cici dan Dewi yang kebetulan sudah datang juga.


Kadang mereka membisikkan sesuatu karna tidak enak jika orang tua sedang bicara kita berbicara lagi.


"Dewi sekarang keseharian nya kegiatannya apa? Tanya pak Dedy


"Gak ada om, sepulang kuliah langsung pulang saja. Semenjak Alyssah kerja jadi gak pergi kemana-mana.."tutur Dewi


"Kalau kamu, Cici apa ada kegiatan? Tanya pak Dedy


"Apa Dewi mau kerja part time di kantor om? Bantu Dody..? Tanya pak Dedy


"Apa bisa om? Sahut Dewi terlihat senang


"Tentu..kapan bisa datang kekantor nanti tinggal kasih kabar ke Dody ya? Tutur pak Dedy


"Untuk Cici bisa membantu Didi itu pun kalau Cici tidak sibuk. Kalian bisa belajar sambil bekerja dan menghasilkan uang juga."ujar pak Dedy


Cici hanya menjawab dengan anggukan kepala saja, Karna Cici belum bisa bagi waktunya.


Kuliah saja kadang datang terlambat bahkan sering gak masuk nya.


Seusai makan siang, mama Dody mengajak alyssah,Dewi dan Cici menemaninya belanja.


Sedangkan laki-laki kembali kekantor masing-masing.


Alyssah sebelumnya meminta ijin ke Yudis karna Yudis atasan alyssah.


Yudis mengijinkan Alyssah, karna Yudis melihat wajah wanita itu masih terlihat sedih. 

__ADS_1


Bahkan untuk tertawa saja dia paksakan karna ada teman-temannya.


Sampai di pusat perbelanjaan sengaja mama Dody lebih dulu masuk ke salon.


Dewi dan lainnya ikuti saja, alyssah hanya memilih hair spa dia belum mau treatment yang lain.


Tiba-tiba Alyssah dapat pesan dari Didi karena alyssah tidak mempunyai nomor ponsel Didi sebelumya.


Didi  : lagi apa? Bersenang-senanglah


Alyssah : iya kak lagi ke salon


Didi  : kalau aku selesai kerjaan,aku akan gabung


Alyssah : baik kak


Lalu alyssah menyimpan kembali ponsel nya ke dalam tas.


Dari ujung sana terlihat mama Dody terus memperhatikan alyssah.


"Siapa yang menghubungi mu sayang? Tanya mama Dody 


"Kak Dody, mah.. katanya kalau sudah selesai mau gabung dengan kita mah.."jawab Alyssah 


"Billah gimana? Betah kan di tempat yang baru. Mama kangen banget padahal baru kemarin main sama bayi itu.."tutur mama Dody sambil tersenyum, coba mengalihkan pikiran Alyssah agar tidak selalu sedih.


"Betah mah, Billah gak rewel sama sekali kok, bahkan sama Sri aja dia langsung mau loh,mah.."terang alyssah yang mulai terlihat antusias soal cerita anaknya.


"Oh ya,apa nanti kita belikan mainan saja. Gimana kamu setuju gak..mama juga mau main lagi biar nanti papa yang jemput mama pulang.."tutur mama Dody dan Dewi pun ikut mendengarkan 


"Dewi kamu ikut ya sama Tante,kita ketemuan sama Billah.."mama Dody memberikan kode lewat mata nya dengan mengedipkan ke Dewi


"Iya, Tante. Rencana aku mau nginap malam ini.. kalau Cici sih masih belum tahu, iya kan ci? Dewi menjawab ajakan mama Dody dan juga bertanya ke Cici


"Iya soalnya bentar lagi juga mau di jemput Tan, paling nanti sore kalau jadi nginap aku kabarin ke alyssah atau Dody. Karena Dody juga kalau kita nginap mau nginap juga.."terang Cici 


"Kalau kalian menginap, apa Tante nginap juga ya? Seru mama dody


Alyssah membulat kan mata nya, apa muat dengan dua kamar..apa mama nya Dody mau tidur di depan tv


"Kita tidur sama-sama saja, kita gelar kasur lantai itu tidur paling seru kok.."ujar mama dody 


"Biar mama tidur di kamar bersama Billah saja, aku, Dewi dan Cici Yang akan tidur di depan tv saja mah,"terang Alyssah karna dia merasa tidak enak jika orang tua harus tidur di luar.

__ADS_1


__ADS_2