Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu

Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu
BAB LXXIX


__ADS_3

setelah bertemu dengan septya,Cici menceritakan akan membuat surprise untuk sahabatnya itu.


"Lo tahu ngga kalau Alyssah akan di lamar sama sepupu gue malam ini."ujar Cici.


"sepupu Lo yang mana? tanya septya.


"Dennis nama nya ."timpal Olin


"whats Dennis si cowo yang kek kulkas Lima pintu."kaget septya.


"mana ada kulkas Lima pintu."cebik olin.


"ada kalau kita open order."sahut septya.


"kenapa jadi bahas kulkas sih."protes Cici.


"iya terus kapan? gue mau Dateng ahh."seru septya.


"bumil mending di rumah saja dan baik-buruk di rumah ya!! ujar Olin.


"Olin gue juga mau bahagia liat teman gue di lamar!! kesal septya.


"hadeee dikit lagi nangis nih!! dan pasti akan ngoceh kek anak baru belajar ngomong."ledek Olin


septya pun memajukan bibir nya dan ngga jadi nangis.


Cici yang melihat itu semua langsung tertawa terbahak-bahak dan Rully pun hanya menggelengkan kepalanya saja.


"minta Jeff antar nanti malam itu pun kalau Jeff ijinkan ya!! ledek Olin semakin membuat septya kesal.


"oh hari sudah semakin sore!! Gimana mau buat surprise nya dan nanti pasti keburu balik alyssah nya."protes Olin.


"oh ya ampun ayo..ayo kita harus sampai rumah terlebih dahulu."Cici mulai panik karena belum membeli cake ultah untuk alyssah.


"ngga usah membeli cake karena Dennis sudah menyiapkan semuanya."ujar Olin.


Rully pun berpamitan dan Cici seolah lupa akan septya jadi dia lebih dulu masuk kedalam mobil.


"Cici...!! Lo lupa sama gue?? main di tinggal saja."teriak septya sambil berkacak pinggang.


"bumil ngga usah teriak-teriak nanti brojol di situ."teriak Olin


Rully hanya mengusap dada saja melihat mereka bertiga belum lagi di tambahkan Alyssah mungkin lebih baik dia memancing saja dari pada melihat ke empat wanita ini.


"selalu saja dia begitu bikin gue suka gumush."gumam Olin.


"hahahaha mungkin bawaan hamil kali ,Lin."sahut Cici.


"masih bagus dia ngga nangis di tinggal,biasa nya dia nangis kalau kita pulang."terang olin.


"masa sih?? hahhahaa."Cici seolah ngga percaya.

__ADS_1


"nanti tanya saja sama alyssah kalau temannya itu sangat membuat gue repot."ujar Olin.


tidak lama mereka sudah sampai dirumah, Rully dengan cepat menurun kan koper sedangkan Cici membawa Billah dalam dekapan nya untuk masuk kedalam.


Olin dengan cepat mempersiapkan dekorasi yang sudah dia buat dan tinggal di tempelkan ke dinding.


setelah itu menyiapkan pakaian Billah dan memandikannya.


Cici menyiapkan makanan Billah serta cemilan-cemilan yang sudah di beli Olin.


"jam berapa dennis datang sayang? tanya Rully


"sepertinya sih sudah di dekat sini hanya tunggu aba-aba dari Olin saja."jawab Cici.


"apa kau haus? mau aku buatkan teh? tawar Cici.


"boleh dan aku tunggu di ruang tv ya!! ujar Rully sebelum berjalan dia mencium pipi Cici dulu dan barulah dia berjalan masuk keruang tv.


Alyssah sedang perjalanan pulang dan dia sedang mengingat sesuatu.


"tumben Dennis ngga ada kabarnya."gumam Alyssah.


"apa aku yang berharap lebih ya..hahaha."lirih Alyssah


sampai lah dia di halte bus dan turun hanya berjalan kaki dari halte bus kerumah Olin.


Alyssah berjalan dengan santai bahkan dia sama sekali tidak melihat Dennis ada di dekat rumah Olin.


"oliiinn aku pulang dan sudah lapaaar!!!! teriak alyssah


tok..tok..tok..


"nona Olin bukaaaaa pintuuuu..."teriak alyssah


dan perlahan pintu terbuka tapi nampak gelap bahkan alyssah sedikit takut.


"mati lampu apa belum bayar listrik ya!! gumam alyssah


Olin dan Cici menahan ketawa ketika alyssah menggerutu.


ketika saklar sudah ditemukan ternyata lampu tidak mau menyala.


"ya ampun si Olin belum bayar listrik rupa nya.!! dimana ya nomor telpon PLN?? eh di sini nama nya apa ya? selain PLN!! gumam Alyssah.


ketika alyssah mau menyalahkan lampu ponsel nya tiba-tiba ada sebuah lilin di atas cake ultah.


dan lampu pun menyala di iringi lagu happy birthday dan billah ikut tepuk tangan dan bernyanyi.


Alyssah terharu dan menangis di pelukan Dennis.


"tunggu apa kau Dennis? alyssah baru menyadari kalau yang di peluk bukan Olin tapi pria yang sudah menyita isi otak nya dari seminggu yang lalu.

__ADS_1


"Cici !!! alyssah sambil menutup mulutnya seolah tidak percaya.


"happy birthday sayang nya akuuu."seru Cici.


"selamat menua.."ucap Olin.


alyssah memeluk sahabatnya satu persatu lalu dia mulai meniup lilin tersebut.


Dennis mengucapkan selamat ulang tahun dan mencium kening Alyssah.


sebelum Dennis mengatakan sesuatu tiba-tiba septya datang dengan Jeff.


menambah ramai suasan di rumah Olin bahkan Billah ikut senang karena banyak balon warna-warni.


"Alyssah ehmmm maaf aku datang tanpa memberikan kabar lagi!! disini aku tidak ingin meminta kau menjadi kekasih ku!! ucapan dennis membuat hati Alyssah menciut.


"tapiii aku datang kesini ingin meminta kau menjadi!! istri ku!! apa kau mau menemani ku sampai kita menua nanti? ucapan dennis meluluhkan air mata alyssah dan Alyssah terpaku di tempatnya.


"apa aku sedang bermimpi!! Olin coba kau tampar wajah ku!! lirih Alyssah..


"ngga Lo ngga mimpi!! udah cepetan jawab dia dari siang di luar yang ada di lalerin di luar nunggu jawaban Lo," terang olin.


Alyssah pun mendekati Dennis dan menganggukan kepalanya lalu Dennis langsung memeluk tubuh Alyssah.


"i love you Syah!! bisik Dennis.


"i love you to."balas alyssah.


udah jangan ciuman dulu ini potong kue nya!! gue udah ngiler."teriak septya.


alyssah pun terkekeh dan melepaskan pelukan Dennis lalu memotong kue dan di berikan ke Dennis dulu.


lalu cake di berikan ke Olin, Cici dan terakhir septya dengan potongan lebih besar.


Dennis terus ada di samping alyssah seolah enggan mau lepas.


rasa rindunya dengan Billah dan alyssah akhirnya terobati juga.


mereka merencanakan pernikahan yang sederhana saja karena alyssah tetap akan tinggal di denhaag.


"kebetulan aku ada bisnis di sini sampai lima tahun kedepan jika memang bagus akan lebih lama tinggal di sini."terang Dennis.


"baiklah aku akan tetap bekerja karena aku ingin sekali bisa membuat cake yang paling enak."ujar Alyssah.


Dennis tidak mau membatasi ruang gerak Alyssah karena Dennis tahu Alyssah sangat menyukai masakan.


"apa kau tidak mau menjadi sekretaris ku!! hmmm, aku ingin kau selalu bersama ku setiap saat."pinta Dennis.


"hahahaha akan aku pikirkan nanti ya."jawab Alyssah.


"tidak usah berpikir dan jawaban mu harus oke."seru Dennis.

__ADS_1


entah siapa yang memulai ketika bibit mereka sudah bertautan semakin dalam Dennis mencium bibir wanita yang sudah membuat nya jatuh cinta.


__ADS_2