
Cici, alyssah dan Yudis setelah sarapan memutuskan untuk duduk di balkon sambil meminum kopi.
Cici dan alyssah bertukar cerita bahkan alyssah banyak bercerita tentang dirinya selama tinggal dirumah mertua nya.
"Syah terus status Lo mau gimana? Apa masih mau di gantung aja? Tanya Cici
"Mungkin habis gajian nanti gue bakalan ajukan gugatan cerai,"sahut alyssah
"Kenapa harus nunggu gajian sih? Timpal yudis
"Kan saya gak ada duit bang, emang nya gugat cerai gak pakai duit,"cebik alyssah
"Mau gue kenalin gak sama pengacara, dia kebetulan soal menangani kasus perceraian,"tutur Yudis
"Kalau Konsul saja Bayar gak? Kalau bayar berapa?"tanya alyssah penasaran
"Gak lah kalau hanya Konsul saja,"jawab Yudis
"Yaelah bang mana ada hari gini Konsul gratis? Baik banget itu pengacara."timpal Cici
"Maka nya kita berkenalan dulu saja, selagi hari minggu kita undang makan saja.sambil kita tanya-tanya dulu,"ide Yudis
Nampak Alyssah berpikir dan mungkin sudah saatnya dia mengajukan gugatan cerai.
"Bolehlah, ayo kapan? Tanya alyssah
"Udah siap Lo jadi janda."ledek Cici
"Siap gak siap ya memang harus siap? Cebik alyssah
"Jadi seorang janda bukan cita-cita juga kan? Tapi sebuah pilihan yang harus di hadapi dan di jalani, mungkin akan ada jodoh yang lebih baik lagi."terang Yudis yang di amini oleh alyssah dan Cici
"Ya sudah gue siap-siap dulu, ayo ci kita mandi? Ajak alyssah
"Ya sudah sana, gue tunggu kalian di balkon saja."ujar Yudis
Lalu alyssah dan Cici pun masuk kedalam dan Cici memutus untuk mandi dahulu sedangkan alyssah sedang menerima telpon dari bunda nya.
"Lisyah lupa bilang bunda, ya sudah besok kalau bunda ada waktu main saja. Ada Billah dan Sri kalau lisyah kerja."alyssah sedang menelpon bunda nya.
Setelah selesai menelpon dia pun bergantian mandi, Cici mengganti pakaian nya lalu setelah itu dia kembali bergabung dengan Yudis.
Yudis sedang menggendong Billah, Cici pun duduk di samping Yudis dan sibuk dengan ponsel nya.
Alyssah pun terlihat sudah rapih dengan pakaian santai nya, dan dia ikut bergabung di balkon juga.
"Ayo jalan sekarang saja, biar sampai tempat pas makan siang. Belum lagi kan banyak pertanyaan pasti gak akan cukup satu jam."ajak alyssah
"Semangat amat."cebik Yudis
__ADS_1
"Kan tadi kalian yang minta agar aku segera konsultasikan masalah rumah tanggaku,dan aku juga sudah ingin lepas dari dia juga."ungkap Alyssah
Akhir nya mereka berjalan keluar dari apartemen menuju parkiran mobil.
"Bawa mobil gue aja,"ujar Cici
"Gak usah, tuh parkiran nya lebih dekat ke mobil gue,"sahut Yudis
"Ya udah naik taksi aja,"cebik alyssah
Cici dan Yudis langsung menatap alyssah dan mengkerutkan dahi nya
"Lagian kalian tinggal naik mobil aja juga pake saling ingin bawa mobil masing-masing, kalau gue kan tinggal duduk manis saja."seru Alyssah yang tanpa dosa langsung masuk ke dalam mobil Yudis.
"Dasar bocah satu ini, benar-benar deh."gerutu Cici
"Kita mau janjian di restoran mana? Kenapa gak ke perpustakaan saja."ide alyssah
"Mana ada di perpustakaan bisa ngobrol yang ada kita janjian di cafe Rendi saja.mau sampai sore juga gak masalah kan,"pinta Yudis
"Oke lah kalau begitu, nanti Kalian gue traktir makannya saja tapi kalau minum bayar sendiri ya,"tutur alyssah.
Cici menatap sahabatnya dengan tatapan jengah bahkan dia hanya menarik nafas saja, saking kesal nya.
Yudis melirik dan hanya tersenyum saja, lalu kembali fokus dengan jalanan.
"Syah, Lo udah mantap kan sama keputusan Lo? Tanya Cici sambil melihat jalanan
"Jangan berkecil hati kalau nanti status Lo jadi single parents,"ujar Cici
"Yang ada gue berbesar hati, karena ada Billah yang harus gue besarkan. Dan mungkin ini pelajaran hidup untuk lebih giat lagi cari duit,hehehe."ujar alyssah
"Duit saja yang ada di otak Lo."sahut Cici
"Ci, gue akan seorang ibu harus berjuang mencari nafkah untuk anak.karena gue gak mau anak gue sampe kekurangan, seorang ibu pasti ingin yang terbaik untuk anak-anaknya,"terang alyssah
"Semangat.."teriak Yudis yang membuat Cici dan alyssah kaget.
"Hadeee bikin kaget saja."ujar Cici yang mengusap dadanya.
"Tau nih,.harus nya kalau mau teriak ajak-ajak kita,"seru alyssah
"Ada lagi ini bocah,teriak minta di ajak-ajak."cebik Cici
"Kapan kita jenguk septya? Tanya Cici
"Tunggu gue ada uang lah, Lo tahu gue kan harus kerja juga."ungkap Alyssah
"Iya maksud gue, ya itu kita kumpulin uang dulu saja."jawab Cici yang merasa tidak enak hati dengan alyssah
__ADS_1
"Paling kalau dapat tugas dari kantor ,mungkin kita bisa sekalian liburan dan jengukin septya."timpal yudis
"Nah itu lebih enak."seru Cici
"Tapi kan gue anak baru,ci."sindir alyssah yang melirik ke arah Yudis
"Gak usah pake nyindir deh."jawab Yudis
"Lah sadar nih bang,"ucap alyssah
"Peka banget nih, mudah-mudahan kalian jodoh,"seru Cici
"Amiin,"seru Yudis
Alyssah hanya memanyunkan bibirnya dan langsung memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil.
Tak terasa mereka sudah sampai di cafe milik Rendi, bahkan dari parkiran terlihat Rendi sedang berbicara dengan temannya.
"Itu yang sama Rendi,itulah pengacaranya."tunjuk Yudis
Alyssah hanya menganggukkan kepalanya saja, ada rasa aneh dalam hati nya.
"Gak usah nervous."ujar Cici
"Iya agak grogi aja sih, apa gue harus ceritakan semua nya."bisik alyssah
"Iya harus,biar dia tahu kasus Lo seperti apa,"terang Cici
Mereka bertiga melangkahkan kaki masuk ke dalam cafe, Rendi melihat yang datang Yudis pun langsung berdiri.
"Hai bro, udah di tunggu tuh sama Adri."seru Rendi yang menepuk bahu Yudis
"Hai apa kabar dri,"sapa Yudis
"Baik, ini pasti alyssah ."tunjuk adri ke arah alyssah
"Oh, iya ini kenalkan. Adri ini alyssah dan alyssah ini Adri yang akan membantu mu nanti. Dan yang itu adalah Cici sahabat Alyssah."terang Yudis
Cici dan Adri saling memandang, Cici seperti mengenal Adri tapi dia lupa kapan dan dimana?
Begitu pun dengan Adri seperti kenal dengan Cici cukup lama.
"Cici,ini si cicak di dinding,"seru Adri yang ingin memeluk Cici
"Eits enak aja mau main peluk, udah gitu manggil gue cicak lagi,"cebik Cici
"Apa kabar bocah pitik? Ledek Adri
"Udah gede bang, enak aja bilang pitik terus."kesal Cici
__ADS_1
Kalian sudah saling kenal? Tanya Yudis
"Sudah malah sebelum lahir kita berdua sudah di jodohin."seru Adri yang menatap wajah Cici