
Alyssah menunggu hasil test nya sampai mengantuk, yang di tunggu akhirnya datang juga.
Yudis memanggil alyssah untuk menjelaskan semua nya.
"Selamat ya kamu lolos interview ini, dan besok sudah bisa perbantuan di kantor ini.
Kemungkinan kamu di tempatkan satu ruangan dengan saya" terang Yudis sambil memberikan surat kontrak kerja untuk Alyssah.
"Beneran pak, saya di terima. Ya ampun tadi nya saya sudah mau pulang pak karena gak yakin bisa lolos test" sahut alyssah dengan senang nya bisa bekerja di gedung mewah.
" Ya sudah kamu tanda tangan tapi sebelumnya kamu baca dengan teliti dulu, untuk gaji apa ada masalah atau kamu mau ada penambahan? Bisa kamu utarakan sekarang" ujar Yudis
"Wah gak ada pak, ini gaji cukup untuk bayar semesteran saya, bahkan lebih dari cukup. Kerja di cafe aja saya hanya di gaji 4juta pak itu pun harus full day" sahut alyssah dengan mata yang berbinar bahagia.
"Ya sudah kalau begitu, saya tunggu besok dan saya harap ikuti aturan kantor di sini jangan datang terlambat"ujar Yudis lalu berdiri menjabat tangan alyssah
"Terima kasih pak" ucap alyssah
"Saya akan bekerja sebaik mungkin pak" sambil memberi hormat dengan menundukkan wajah nya
Setelah pak Yudis pergi , alyssah langsung menghubungi Dody kalau dia di terima dan besok akan datang bekerja. Tapi dia bingung takut melahirkan gimana nasib kerjaan nya.
"Usahakan Lo kerja dulu aja, soal melahirkan bokap gak ada masalah kan? Tukas Dody
"Iya tapi gue gak enak masa baru kerja gue langsung cuti, apa kata karyawan yang lain" cebik alyssah sambil berjalan masuk ke lift
"Stop di situ gak usah anter gue sampe lobi, udah kek pejabat aja gue" gerutu alyssah karena pasti Dody akan repot
"Iya gue gak anter Lo, lagian gue lagi banyak kerjaan" sahut Dody
"Pulang gih, hati-hati " ucap Dody dan langsung masuk ke dalam ruangan nya lagi.
Alyssah pun turun ke lobi, sampai di lobi dia merasakan perut nya rada kram.
Dia coba menarik napas lalu berjalan lagi untuk segera pulang, tapi dia memberi tahu temannya kalau besok sudah mulai kerja.
Alyssah juga mau pamit undur diri dari cafe, karena di sana alyssah merasa di lindungi. Semua sayang sama Alyssah semua, ada rasa berat dan gak enak tapi ini kesempatan alyssah untuk bisa lebih sukses lagi.
Selama perjalanan pulang, alyssah teringat suami nya yang menghubungi nya.
__ADS_1
"Jadi males pulang" ucap nya lirih
"Mau berapa lagi yang dia minta, ini saja ibu sudah minta lagi saja. Huuuu lama-lama beli mesin cetak uang saja kali ya" gerutu nya sambil memanyunkan bibirnya.
Sampai di rumah benar saja, ibu mertua nya sudah meminta uang.
" Mana Syah,ibu perlu banget nih" sambil menadahkan tangan ibu mertua nya sudah gak sabar meminta uang tersebut.
"Ini bu dan lisyah gak bisa kasih uang lagi ke ibu sampai gajian bulan depan, karena alyssah sudah pindah kerja Bu" terang Alyssah agar mertua nya paham.
"Jangan alesan deh, mana ada orang hamil bisa pindah kerja" tukas ibu nya
Alyssah hanya memasang mata jengah nya aja karena selalu uang yang di permasalahkan.
Lalu dia masuk begitu saja di kedalam kamarnya, pintu di buka nampak suami nya sedang rebahan di atas tempat tidur.
"Baru pulang, Syah? Sapa Aan sambil bangun dan duduk di tempat tidur
"Iya mas, abis interview kerja" sahut Alyssah dan berlalu masuk ke kamar mandi.
Aan masih menunggu sampai istrinya keluar dari kamar mandi, alyssah pun selesai membersihkan diri lalu pas keluar dia lihat suami nya seperti ada yang ingin di bicarakan.
"Syah , maaf apa masih ada sisa uang. Atau untuk uang persiapan melahirkan? Apa bisa aku pakai dulu Syah? Ucap Aan terbata-bata
"Apa gak salah aku dengar, mas? Kamu bantu aku gak untuk biaya lahiran, ini malah mau pakai uang itu? Teriak alyssah
"Gila kamu mas? Kalau aku melahirkan nanti malam trus kamu mau bayar pakai apa, jawab mas? Sarkas alyssah sudah sangat kecewa dengan suami nya
"Aku hanya pinjam sebentar saja, besok sudah aku ganti. Gak perlu pakai bentak aku segala" kesal Aan dan langsung pergi dengan menutup pintu dengan kencang.
Sampai alyssah terlonjak kaget "astaghfirullah" sambil mengusap dada.
Kapan sadar nya sih, ini anak nya. Apa lagi kalau ini anak orang, bisa-bisa di peras abis-abisan aku" lirih alyssah yang merebahkan badan nya karena kaki nya sudah mulai bengkak.
Tengah malam perut alyssah kontraksi hebat, dia coba memanggil mertua nya tapi gak ada jawaban.
Jangan tanya suami nya kemana sudah tidak ada di rumah sejak ribut dengan alyssah.
"Yaa Allah sakit sekali ini" lirih alyssah sambil berjalan meraba-raba tembok
__ADS_1
" Yaa Allah mba lisyah kenapa? Tanya nur dengan muka panik
"Perut ku sakiit nur, mungkin sudah waktu nya" sahut alyssah dengan terbata-bata
"Ayo mba, nur bantu. Sebentar nur pesan taksi online dulu" dengan cekatan nur langsung memesan taksi online untuk ke rumah sakit.
Gak lama taksi datang, nur membantu alyssah masuk ke dalam mobil gak lupa tas perlengkapan bayi pun di bawa.
Selama perjalanan Alyssah terus merintih menahan sakit, nur hanya membantu mengusap perut alyssah.
"Nur nanti tolong bantu untuk pembayar rumah sakit ya, ATM nya ada di dompet mba" terang alyssah sambil meringis.
" Iya mba, sudah mba pikirin lahiran dulu saja. Nur akan nunggu sampai mba melahirkan kok" seru nur
Sampai di rumah sakit, alyssah langsung ke IGD untuk diperiksa ternyata sudah pembukaan enam.
Kontraksi sudah dari alyssah melakukan test cuma dia gak rasa.
"Yaa Allah semoga bisa normal dan lancar melahirkan nya" doa alyssah dan dia harus semangat. Gak lupa dia info keteman-temannya lewat aplikasi pesan.
Jam 6 pagi pembukaan sudah sempurna, alyssah sudah siap melahirkan dengan sisa tenaganya.
"Ayoo Bu alyssah tarik nafas lalu mengejan ya,, Jangan teriak ya Bu. Dan posisi harus setengah duduk ya Bu" arahan dari dokter kandungan alyssah
"Mulai ya Bu , 1,2,3 ayoo Bu" perintah dokter
Dan benar bayi mungil pun lahir dengan jenis kelamin perempuan dan di beri nama Salshabilla
Rasa haru dan bahagia alyssah rasakan walaupun sakit karena tidak ada suaminya di sisinya, berjuang sendiri dan semua benar-benar sendiri.
Tak terasa air mata mengalir tanpa permisi.
Setelah di bersihkan alyssah di pindahkan keruang perawatan, alyssah beristirahat dan tertidur sangat pulas sekali. Nur gak berani membangun kan nya, dan nur juga ikut tertidur di sofa.
Siangnya alyssah terbangun karena lapar, nur ternyata sudah bangun juga.
"Nur di tas mba ada uang, kamu beli makanan bisa kan? Mba minta tolong ya? Pinta alyssah
" Mba kan dapat makanan dari rumah sakit, itu nur simpan di meja" tunjuk nur
__ADS_1
" Ya sudah kalau begitu kamu aja yang beli ya? Kamu laparkan" seru alyssah lalu nur pun mengambil uang tersebut dan berjalan menuju kantin.