
Cici pun menyusul Olin ke kantor polisi,di sana sudah ada Rully dan dia sedang menggendong baby Billah.
"Hai sayang maaf tadi agak macet,biar Billah dengan ku saja."Cici mengambil Billah dari genggaman Rully
"Mungkin baby ini butuh susu dari setadi menangis terus."ujar Rully lalu Cici meminta tolong petugas untuk meminta Sri memberikan susu botolnya.
Setelah diberikan susu, akhirnya Billah pun tertidur di pangkuan Rully.
"Apa yang terjadi, aku belum tahu ada apa? Tanya Cici yang sangat penasaran.
"Sayang teman mu Dewi mencelakakan Sri dan juga baby ini, untung Olin cepat datang jadi dia dihajar Olin."ungkap Rully yang membuat mulut Cici menganga tidak percaya.
"Kok bisa Dewi setega itu sama anak bayi dan Sri yang tidak tahu apa-apa."ujar Cici
"Coba kita tunggu Olin selesai nanti dia akan cerita dan sebaiknya kita bawa baby ini pulang saja. Kasihan kalau harus berlama-lama di sini,"jawab Rully lalu Cici pun mengikuti saran Rully.
Tapi terlebih dahulu Cici mengirim pesan ke Yudis kalau olin dan Sri masih di mintai keterangan di kantor polisi.
"Gue bawa Billah pulang dan kalau sudah selesai sebaiknya cepat pulang."isi pesan cici
"Oke sebentar lagi seperti nya bakalan selesai."jawab Dody
Cici menyimpan ponsel nya lalu ketika sedang berjalan dia berpapasan dengan orang tua Dewi.
"Siang om, Tante."Cici menyapa dan mencium tangan orang tua Dewi bergantian.
"Siang Cici, Tante minta maaf ya dan tolong sampaikan kepada alyssah ya."mohon ibunya Dewi
"Alyssah belum tahu Tante, karena dia masih di pengadilan agama. Tapi nanti akan Cici sampai kan ya!!"ujar Cici lalu Cici pun permisi untuk membawa Billah pulang.
Sepanjang perjalanan baik Cici mau pun Rully saling diam dan sesekali mereka saling menatap.
Lalu Cici menghela nafas panjang dan merasa memang benar kata Olin sebaiknya alyssah hijrah dulu dari kota ini.
Tapi Cici memikirkan tentang kuliah alyssah yang sebentar lagi akan selesai.
"Kamu memikirkan apa sih? Tanya Rully memecahkan keheningan di dalam mobil.
"Alyssah dan Billah pasti alyssah akan merasa takut untuk tinggal di apartemen lagi."Cici berkali-kali menghela nafasnya.
"Iya memang sebaiknya harus pindah karena aku rasa Dewi akan selalu penasaran dengan alyssah, apa lagi dia pikir Dody pergi itu atas permintaan alyssah."penjelasan Rully masuk di akal dan Cici sedang pikirkan kemana alyssah harus pindah.
Tidak terasa mereka sudah di parkiran apartment dan Cici pun menggendong Billah lalu masuk kedalam apartement di susul oleh Rully yang juga ikut masuk kedalam.
"Apa kamu tidak ada praktek hari ini? Tanya Cici
__ADS_1
"Ada cuma nanti malam, aku janji dengan Olin akan mencari cincin untuk mu."jujur Rully dan Cici hanya tersenyum saja.
Rully membuka pintu untuk Cici dan Billah masuk.
"Masuklah dan rebahkan bayi itu karena dia pasti terasa tidak nyaman."terang Rully
"Aku akan merebahkan nya di kamar saja ya, kamu tunggu sebentar nanti aku buatkan teh susu untuk mu."ujar Cici yang langsung masuk kekamar Billah tidak lama Cici pun keluar dari kamar Billah dan langsung menuju dapur.
Dengan cekatan Cici pun membuatkan teh susu hangat lalu cici memberikan nya kepada Rully tidak lupa dengan kudapan nya.
"Apa kamu sudah makan siang? Aku mau memasak sebentar karena aku belum makan siang,"tutur Cici.
"Belum sempat tadi ketika Olin memberikan kabar, aku langsung bergegas pergi kekantor polisi."tutur Rully dan Cici pun langsung berjalan menuju dapur.
Sebelumnya Cici mengecek isi kulkas terlebih dahulu.
Lalu dia memasak seadanya saja, dia belajar dari alyssah ada apapun bahan yang penting jadi masakan.
Cici memasak agak lebih karena dia takut yudis dan alyssah juga belum makan.
Hampir satu jam berkutat didalam dapur akhirnya masakan nya pun matang.
Cici menatanya di piring lalu dia memanggil Rully untuk makan bersama.
"Maaf hanya masak sederhana saja karena makan waktu lama juga ya,maklum namanya pemula."ujar Cici
Cici mengambilkan piring yang sudah di isi nasi untuk Rully berikut lauk pauknya dan untuk sayur dengan sengaja Cici memberikan nya di mangkok kecil.
"Terimakasih seperti suami istri sesungguhnya dan aku harap sampai tua kita akan selalu seperti ini. Jika ada salah satu kita yang salah, mari sama-sama introspeksi diri dan jangan marah."ungkap Rully
"Baiklah mari saling berbagi dan coba saling memahami satu dengan yang lainnya."ujar Cici
Lalu mereka menyantap makan siang nya sambil bercerita tentang pribadinya masing-masing.
Apa yang jadi kebiasaan dan apa yang tidak mereka sukai.
Lalu tidak lama pintu terbuka, yang masuk adalah Yudis dan alyssah
"Wuih pasangan serasi nih, calon ayah dan ibu."sindir alyssah
Lalu Cici menatap wajah Yudis dan Yudis menggeleng kepalanya dengan samar.
"Oh ya gimana hasilnya sudah ketuk palu."rully mengalihkan pembicara
"Sudah tinggal tunggu akta cerai nya jadi."jawab Alyssah
__ADS_1
Lalu Cici menyuruh Yudis untuk makan menemani alyssah.
Cici pun berdiri untuk memasak air karena dia akan membuat kopi susu.
Alyssah terus saja mengoceh bahkan sedikit-sedikit dia tertawa.
Setelah makan dia teringat dengan Olin dan Billah.
"Upss gue berisik ya? Alyssah menutup mulutnya dengan telapak tangan nya sendiri.
"Bang tinggalin Olin dan Sri ya, kalau mereka bangun tidur pasti kelaparan deh."terang alyssah lalu berdiri hendak mencuci piring bekas makannya.
Tidak lama pintu terbuka nampak Olin dan Sri masuk kedalam.
"Loh kalian dari mana? Terus Anak gue mana Lin? Tanya alyssah panik.
"Billah tidur kok dikamar."Cici langsung menyela pembicaraan mereka.
"Oh syukurlah.."alyssah mengelus dadanya lega.
Sedangkan Olin Langsung menuju meja makan dan mengambil piring sedangkan Sri memutuskan untuk sholat dulu.
"Makan dulu aja sri!!teriak Olin
"Husst kebiasaan nih."bentak kakaknya
"Maaf kan suka lupa kak."sahut Olin
Lalu olin pun memakan makanannya sangat lahap sekali bahkan dia pun nambah.
Alyssah masuk kekamarnya hendak melihat billah.
Yang lain langsung berkumpul di meja makan.
"Lo ngga kasih tahu dia,ci? Selidik olin
"Belum kan dia juga baru selesai sidang jadi nanti saja kita bicarakan dengan dia pelan-pelan, takut dia parno."jawab Cici
"Iya nanti kita bicarakan setelah dia keluar dari kamar."timpal yudis
"Kalian sedang ngapain? Jadi curiga."tiba-tiba Alyssah muncul
"Astaghfirullah kaget gue."Yudis terperanjat dan mengusap dadanya.
"Idiih kek lagi dirumah hantu saja."cebik alyssahm
__ADS_1
Lalu alyssah mengambil kopi buatan Cici dan duduk di antara mereka.