
"Lo cari siapa sih,wi? Dari tadi gue liat kayak lagi cari barang hilang aja? Sindir cici karena dari pertama Dewi masuk mata nya terus menyapu setiap sudut ruangan apartment alyssah.
"Ngga ada kok? Cuma sepi aja biasa nya kan ramai."jawab Dewi yang tertunduk dan memegang ponsel nya hendak menelpon seseorang.
"Kalau cari pak Dody, dia masih lembur mba? Karena sudah dua hari dia ngga mengerjakan kerjaan nya."terang Yudis yang ikut memberitahu Dewi biar tidak curiga ke alyssah.
Karena Yudis melihat Dewi seperti cemburu dengan alyssah.
"Iya,tadi aja minta tolong gue karena ada yang dia ngga paham. Udah gitu pake lebay segala lagi, Lo sama dia emang ribut apa sih? Sampe itu bocah ngga mau ngapa-ngapain? Selidik Alyssah karena dia juga tahu kalau Dewi kesini malam-malam pasti mau mencari tahu Dody.
Dewi pun tergagap karena dia merasa semua sudah mengetahui kedatangannya.
"Ngga kok sumpah bukan mencari Dody tadi beneran hanya mampir saja"sanggah Dewi
"Kalau Lo curiga sama gue salah besar,wi.. walaupun gue bakal menyandang janda. Tapi gua ngga bakal ngerebut pacar teman gue sendiri, apa lagi sama Dody.
Gue hanya anggap dia saudara gue kok, ngga ada sama sekali buat jadi pacar apa lagi istrinya.
Hadeee mending gue jadi janda seumur hidup gue deh."ungkap Alyssah yang sudah mulai jengah dengan sikap curiga nya Dewi.
"Kita berteman bukan baru satu hari, bahkan kita saling berbagi ketika sedang kesusahan. Justru lisyah yang membantu menjodohkan Lo sama Dody karena dia tahu Dody suka sama lo dari awal ospek,"ungkap Cici yang sama geramnya dengan alyssah. Bisa-bisanya Dewi berpikiran kesitu.
"Cemburu boleh saja, tapi lihat dulu dengan siapa? Masa iya, alyssah tega merusak pertunangannya kalian"tutur Yudis karena dia merasa kasihan kalau alyssah jadi sasaran lagi.
"Coba deh, sekarang Lo kekantor jemput pangeran Lo? Dan saling terbuka jangan saling curiga,intens lah kalian berkomunikasi jangan cari tahu dari orang, kenapa? Karena penyampaian orang belum tentu sama yang pasangan kita lakukan? Jelas alyssah dan Dewi pun meminta maaf memang yang di katakan Temannya benar adanya.
Dewi merasa cemburu karena Dody lebih dekat dengan alyssah dibandingkan dengan dirinya.
Untuk memberikan kabar saja , Dewi gengsi Kalau bukan Dody yang mengabari duluan.
Hari ini tidak ada kabar sama sekali terakhir bertemu waktu mengantarkan alyssah ke pengadilan agama.
Setelah itu Dody tidak memberikan kabar lagi.
Akhirnya Dewi pun meminta maaf sebelum meninggalkan apartment alyssah.
Dewi menuju kantor tunangannya itu, ketika masuk ke lobby.
Dewi bertemu dengan beberapa pegawai dan dia meminta security untuk mengantarkan dirinya keruangan Dody.
__ADS_1
Sampai di depan ruangan Dody nampak masih terang sekali.
Dewi melangkah masuk kedalam dengan perlahan, terlihat tunangan nya sibuk dengan tumpukan berkas di meja nya sedangkan mata nya fokus dengan laptop nya.
Bahkan Dody tidak menyadari kalau Dewi sudah ada di hadapannya.
"Hai, sibuk banget sampai aku beri salam pun kamu ngga dengar? Sapa Dewi
Seketika Dody terlonjak kaget dan ngga percaya kalau Dewi ada di hadapannya.
"Kenapa kaget ya? Sudah makan belum? Mau aku pesankan makanan? Tanya Dewi membuyarkan lamunan Dody.
"Boleh sayang, terimakasih."ucap Dody lalu berdiri memeluk kekasihnya.
"Kenapa mau datang ngga bilang-bilang? Hemm.. sudah malam juga, kamu sama siapa? Pertanyaan Dody membuat Dewi terkekeh ternyata benar tunangan nya sangat membutuhkan dirinya.
Walau hanya perhatian kecil, Dody sudah sangat senang sekali.
"Lanjutkan pekerjaan mu, biar makanan Sampai kita akan makan bersama-sama."pinta Dewi lalu Dody mematuhi nya kembali menyelesaikan sisa pekerjaan nya.
"Duduklah di sofa, tunggu aku 30 menit lagi akan selesai."ujar Dody dan Dewi pun melangkah kakinya menuju sofa.
"Sini kita makan dulu, baru kamu beres-beres atau nanti aku akan membantu membereskannya."ujar Dewi yang sibuk menyiapkan makan malam untuk tunangannya.
Dengan cepat Dody menghampiri Dewi karena tiba-tiba dia merasakan lapar yang luar biasa padahal tadi dia tidak lapar sama sekali.
Bahkan moodnya pun sangat buruk sekali tapi ketika Dewi datang seolah mengembalikan semangat nya lagi.
"Terimakasih kasih sayang, aku sangat senang kamu mau datang menemui ku.."ucap Dody dengan membelai rambut Dewi.
"Iya sama-sama, aku akan sering mengunjungi mu jika kau tidak keberatan."ungkap Dewi dengan senyum manis nya.
"Tentu aku ngga keberatan, apa lagi setiap makan siang kamu datang aku akan tambah senang sekali."tutur Dody
Lalu mereka melanjutkan makan malam karena sudah malam sekali, Dody tidak enak jika Dewi pulang Sampai malam sekali.
Sementara di apartemen alyssah mereka membahas masalah Dewi dan Dody.
Alyssah jadi paham kenapa Dody kemarin marah-marah ngga jelas karena antara mereka tidak ada komunikasi.
__ADS_1
Mereka saling menunggu kabar, keduanya mempertahankan egonya masing-masing.
"Kalau mau langgeng ya itu komunikasi, ngga ada komunikasi ya wassalam lah.",cebik alyssah
"Lagian Dewi ngga waras masa iya curiga sama Lo, Syah? Lo aja lagi ngga doyan lelaki ya? Ledek Cici yang langsung di lempar pakai bantal oleh alyssah.
"Gue masih normal bahkan normal sekali, cuma saja sedang membatasi diri dulu.
Bukan trauma hanya saja belum lah untuk memulai lagi, karena masih ingin melanjutkan mimpi gue yang udah kececer dimana-mana" tutur Alyssah.
Mereka bertiga saling curhat dan memberikan masukkan.
Apa lagi alyssah yang masih sangat perlu dukungan teman-temannya.
Tanpa sengaja Cici melihat ponsel alyssah yang berisi pesan dari Aan.
"Syah, pujaan hati tuh dari tadi chat Lo? Ledek Cici yang memberikan ponsel ke alyssah.
"Idiih apaan coba, mungkin dulu itu hati gue lagi salah sampai bisa suka sama dia? Atau ngga hati gua nyasar? Bela alyssah
"Tapi kan sempat jatuh cinta terus di hempaskan ke palung Mariana. Hahhahaaha.. oh oh sakit tak berdarah."canda Cici yang membuat mereka bertiga tertawa terbahak-bahak.
"Eh iya beneran ternyata patah hati sesakit itu ya? Gue jadi ngga mau sakit hati lagi. Mending gue sakit kepala ada obatnya,"ungkap Alyssah yang membuat Yudis menatapnya penuh arti.
"Jangan menatap aja, nanti jatuh cinta beneran Lo bang? Hati-hati aja."ancam alyssah yang mengedipkan sebelah matanya.
"Hahahaaha itu mata kenapa? Kelilipan? Tanya Yudis
"Abis kecolok bang"ledek Cici
Mereka seolah melupakan masalah nya yang tadi pagi.
Alyssah tidak merasa sedih bahkan terluka ketika ada Cici dan Yudis datang menghiburnya.
"Udahan malam aja, gue pamit ya? Besok gue kan harus kerja."ujar Yudis
"Hai bro kek situ aja yang kerja, aku juga kali."cebik alyssah.
Lalu Yudis pun berpamitan pulang karena sudah jam 11 malam.
__ADS_1