
"hust gosip aja,kalau lisyah mendengar takutnya sakit hati lagi."ujar pak Dedy yang mengingatkan anak nya untuk berhati-hati jika bicara.
"Maaf pah, terbawa emosi. Habis lihat lisyah dari pagi sedih aja, kemungkinan dia mengingat dengan suami nya itu."terang Dody yang di benarkan juga oleh kakak nya Didi.
Nampak dari jauh terlihat Alyssah berjalan menuju Dody dan yang lainnya.
Nampak sekali kalau Yudis terus menatap ke arah alyssah tanpa berkedip sekali.
Didi memicingkan matanya, melihat Yudis yang terus menatap ke arah alyssah.
"Tunggu dia menggugat cerai suami nya,baru kamu bisa dekati."bisik didi ke telinga Yudis yang membuat Yudis terlonjak kaget.
"Hahhaahaha aku tahu lah, masa gak peka."ledek Didi
Yudis hanya tertunduk malu dengan ucapan Didi, tapi Yudis masih terus mau cari tahu lebih banyak tentang alyssah.
"Maaf lama menunggu, tadi ada telpon dari bagian marketing pak."ujar alyssah yang merasa tidak enak ternyata sudah di tunggu oleh pak Dedy.
"Ayo kita berangkat sekarang saja,biar gak macet dan pasti mama kalian sudah gak sabaran mau ketemu dengan Anak perempuan nya."terang pak Dedy
Alyssah nampak lebih banyak terdiam,bahkan hanya memandang ke jendela mobil saja,tanpa ingin bergabung dengan pembicaraan para lelaki.
"Syah, lihat deh. Ini septya mengirimkan foto hasil USG nya."seru Dody tapi tak ada tanggapan dari yang di ajak bicara.
"Syah,.lisyah..kamu melamun saja?"panggil Dody yang membuat alyssah baru tersadar.
"Ini lihat."Dody menyodorkan ponsel nya untuk alyssah lihat.
"Pasti septya sangat senang ya, bisa di dampingi oleh orang tua waktu hamil. Walaupun suami nya gak peduli atau gak ada suaminya."lirih alyssah yang membuat Dody sangat yakin kalau sahabatnya ini sedang mengingat suami nya atau mengingat masa lalu nya lagi.
"Sudahlah Syah, saat nya menatap masa depan. Bukan menyesali masa lalu mu,tunjukan padanya jika kamu mampu berdiri sendiri tanpa ada nya dia yang sudah membuat hidupmu susah."terang pak Dedy yang mengusap kepalanya alyssah.
"Semua pasti akan punya masa lalu yang kelam, ada yang masa lalu nya bahagia tapi kedepan nya sangat tidak bahagia. Semoga kamu bisa mendapatkan kebahagiaan di kemudian hari."jelas Didi
"Iya, maaf mungkin aku hanya memikirkan diri sendiri saja. Tanpa memikirkan nasib Billah, semoga Billah juga bisa bahagia tanpa ayah kandungnya."tutur alyssah yang tertunduk dengan Isak air mata.
__ADS_1
"Kenapa harus aku yang dia hancurkan? Kenapa eli tega kepada ku? Apa salah lisyah sama Eli sampai tega memfitnah ku dan memutar balikan fakta sehingga ayah mengusirku."alyssah terus meracau teringat kepedihan dia menikah tanpa ada rasa saling cinta bahkan kenal saja baru satu kali.
"Sudah Syah, aku harus buat kamu lupa dengan cara apa? Tolong jangan begini, aku gak tega lihat kamu begini."gumam Dody yang memeluk sahabatnya itu.
Pak Dedy juga ikut menenangkan Alyssah dengan mengusap rambutnya.
Ada rasa nyeri di hati Yudis yang mendengarkan keluhan alyssah, bahkan Didi saja sampai mengepalkan kedua tangannya saking kesal mendengar begitu kesakitan hati alyssah.
"Kamu adikku Syah, tenang saja semua akan ada balasan nya."ujar Didi
Alyssah tangis nya sudah mereda, karna dadanya yang terasa nyeri sudah mulai terasa lega.
Tak terasa ternyata mereka sudah di area parkiran resto sedari tadi tanpa sadar.
Mama nya sakti mengetuk kaca jendela mobil, lalu di buka oleh suami nya.
"Kenapa kalian masih di dalam mobil? Ada apa."seru mama Dody yang belum melihat alyssah
"Ini kita mau turun kok."seru Didi
Wajah alyssah tertunduk saja, sampai mama Dody merasa heran. Biasa nya jika bertemu dengan nya alyssah akan nampak semangat bahkan sangat manja,tapi tidak kali ini dia hanya terdiam dan menundukkan wajahnya saja.
Lalu mama Dody langsung menghampiri nya
"Kenapa nak? Apa ada yang menyakiti mu? Tanya mama Dody
"Gak apa Tante, hanya sedikit lelah saja."ujar alyssah
"Ayo kita ke toilet dulu,untuk merapihkan wajah mu yang sangat sembab itu."tunjuk mama Dody sambil merapihkan rambut alyssah.
Mereka berjalan berdua seperti ibu dan anak sangat mesra sekali, yang lainnya langsung masuk ke dalam resto untuk memesan makanan.
Tidak lama datang sella kekasih nya Didi, nampak jelas wajah angkuh nya..membuat Dody enggan menyapa calon kakak iparnya itu.
Begitu pun dengan pak Dedy dia nampak pura-pura sibuk dengan panggilan telpon nya.
__ADS_1
Didi menyadari itu, untuk kembali merubah menjadi sella yang dulu nampak sulit sekali. Sella yang dulu sangat sopan bahkan ramah,sejak Didi memegang anak perusahaan keluarga papa Dedy nampak Perubahan jelas di diri kekasihnya itu.
Sella sangat gemar menghabiskan uang dan sifat sombong nya nampak terlihat jelas,membuat mama Dody jengah melihat nya.
"Itu mama dan alyssah."tunjuk Dody
"Yudis bisa minta tolong, apa pesanan untuk saya sudah dipesankan."perintah sella yang membuat Didi kaget dan malu,sella sangat tidak sopan sekali menyuruh Yudis tanpa memanggil sebutan pak atau kakak.
"Sella apa kau tak punya mulut atau mata untuk memanggil waiters, pak Yudis tamu saya. Enak saja kamu main perintah saja? Kamu pikir siapa dirimu main suruh saja."sarkas pak Dedy
"Loh papa gimana sih, aku kan calon menantu keluarga Wijaya jadi bebas dong kalau aku menyuruh bawahan yang berkerja di perusahaan kita."ucap sella dengan pongah nya.
"Apa perusahaan Lo? Harap jangan mimpi di siang bolong, Belum jadi bagian keluarga aja udah begini apa lagi udah jadi bagian keluarga. Bisa-bisa kita di buat keset kali pah.."sindir Dody yang sudah jengah melihat kelakuan sella.
Tak lama mama dan alyssah menghampiri meja tersebut.
"Loh pah, belum datang makanannya.?tanya mama Dody
"Ini sedang nunggu,,nah itu datang mah. Ayo duduk dulu.."ajak pak Dedy
"Syah,duduk sini dekat aku. Nanti di ada Dewi dan Cici juga."terang Dody
"Hei alyssah kamu duduk samping Yudis saja, kalian kan cuma karyawan biasa tidak layak duduk satu meja dengan kita semua.
Sebaiknya kalian berdua pindah meja saja, dan pesan makanan pun tidak boleh sama dengan kita."perintah sella yang membuat mama Dody naik pitam.
"Hai sella siapa kamu main perintah anak saya."mama Dody sampai menggebrak meja dan para pengunjung resto nampak memperhatikan meja mereka.
"Loh Aku kan calon menantu jadi aku berhak dong mengatur dengan siapa kita bisa makan? Masa dengan karyawan biasa kita harus satu meja, bikin malu dan bikin selera makan ku hilang saja."ucap sella dengan santai.
"Ayo semua kita cari table yang lain, biar lah orang kaya baru itu makan dengan tenang.
Anak tukang tape keliling saja sombongnya minta ampun, mungkin kaget dia pacaran dengan didi."gerutu mama Dody yang masih di dengar oleh Didi dan sella.
"Kau tahu sella, siapa ayah nya alyssah dia seorang dari angkatan darat tapi dia masih merendah. Dia bukan keluarga yang sangat susah atau rumah pun hanya numpang, tapi kakek nya pun masih punya saham di keluarga Wijaya. Asal kau tahu itu!! Jadi yang kau usir dari meja makan mu itu adalah pemilik perusahaan yang kau akui itu perusahan mu.."teriak pak Dedy
__ADS_1
Yang membuat sella terkejut dan malu, bahkan mencoba mendekati mama Dody tapi langsung di tepis kasar oleh mama nya Dody.