Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu

Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu
BAB XLVI


__ADS_3

Pagi nya alyssah memasak sarapan pagi dan sengaja melebihkannya untuk Yudis, hari ini dia tidak membawakan untuk Dody karena takut Dewi salah paham.


Tidak lupa dia bermain dengan Billah sebentar lalu siap-siap berangkat kerja.


"Sri kabarin saya ya kalau ada apa-apa? Ujar alyssah sambil merapihkan baju kerjanya.


"Iya mbak nanti pasti saya akan kabari" jawab Sri sambil menggendong Billah.


Lalu alyssah pun berangkat kekantor dengan memesan ojol karena selain murah tidak terjebak macet di jam pagi.


Pas turun dari lobby dia berpapasan dengan Dody dan alyssah memicingkan matanya.


"Mau kemana Lo dod? Tanya alyssah yang merasa heran kalau temannya sudah ada di lobby apartment.


"Eh Lo, Syah baru mau nelpon Lo? Ujar Dody yang berdiri menghadap alyssah.


"Mau ngapain? Kan bisa ketemu dikantor.? Tutur alyssah yang membuat hati alyssah merasa tidak enak.


"Tumben Lo galak banget sama gue? Tanya Dody


"Bukan galak tapi justru menjaga perasaan teman biar ngga curiga sama gue kalau Lo terlalu dekat sama gue? Apa lagi gue ini calon janda? Terang alyssah yang masih ingat kejadian Dewi curiga dengan dirinya.


"Kok Lo jadi bahas itu sih ? Lo aja udah gue anggap kayak Ade gue jadi jauh banget pikiran kesitu" tutur Dody 


"Udah ah itu kang ojeg gue udah sampe, dahhh? Alyssah pun berlalu begitu saja dari hadapan Dody.


Dody merasa heran karena tidak biasanya Alyssah seperti itu.


Justru Dody mau berbagi cerita biar dia bisa bersikap seperti apa tentang hubungan yang sudah membaik.


"Ada apa ya sama Alyssah bahkan Cici juga ngga mau angkat telpon gue."gumam Dody yang masuk kedalam mobilnya.


Coba menghubungi cici tapi tetap ngga di angkat juga.


Cici terlihat baru keluar dari apartemen alyssah, Dody mencoba mengejar Cici tapi terlambat padahal Cici tahu kalau Dody memanggilnya.


"Biar aja deh kita seperti ini dulu, lebih baik jaga jarak biar aman juga"gumam Cici lalu tidak lupa mengirim pesan lewat ponsel nya memberitahukan alyssah kalau tadi ada dody di lobby apartment.


"Iya gue tahu tadi juga ketemu,cuma gue ngga lama langsung gue tinggal"isi pesan Alyssah untuk Cici.


"Biar aja seperti ini dulu, biar Dewi sadar bahwa kita tulus berteman dan berhenti curiga karena gue yakin sampai sekarang Dewi belum percaya sama kita."isi chat Cici untuk alyssah.

__ADS_1


Lalu mereka mengakhiri berbalas pesan karena alyssah harus fokus dengan kerjaan nya.


Sedangkan Cici langsung kekampus untuk merubah jadwal kuliahnya.


Cici akan ikut kuliah malam aja, karena dia akan membantu keluarganya serta menghindari Dewi juga.


"Ci, jangan lupa bicarakan masa depan Lo sama Rully..semangat"seru alyssah lewat pesan singkatnya.


Cici hanya tersenyum mendapatkan pesan dari sahabatnya itu.


Tidak lama ada pesan masuk dari group notifikasi Dody yang mengirim dan tidak ada yang menjawab baik alyssah atau pun Cici.


Rasa penasaran Dody ketika sampai di kantor dia langsung keruangan alyssah dan ternyata alyssah tidak ada di tempat sedang keluar meeting dengan pak Dedy dan yudis kemungkinan tidak akan kembali kekantor.


Dody mengusap wajahnya dengan kasar benar-benar di buat bingung.


Biasa nya kedua orang itu selalu menyempatkan diri untuk menjawab pesan tapi kali ini mengapa saja seperti enggan.


Dewi pun merasakan hal yang sama, tapi dia tetap dengan Ego nya, 


Dia yakin dengan begini temannya tidak akan mengganggu hubungan dia dengan Dody.


Dewi tidak merasa kehilangan bahkan merasa biasa saja.


Cici sebenarnya tahu cuma dia juga merasa malas dengan sikap Dewi yang berubah total.


Justru Cici seperti alyssah gampang bergaul dengan siapa pun.


Terlihat Cici sedang sibuk dengan mahasiswa lain membahas soal acara kampus.


Setelah itu Cici langsung beranjak pergi dengan langkah kaki setengah berlari dia benar-benar enggan menyapa Dewi.


"Lo pikir dengan begitu merasa hebat apa? Gumam Cici yang benar sudah kesal.


Cici menyalakan mesin mobil nya dan tujuan dia adalah rumah sakit dia ada janji makan siang dengan Rully.


Sampai di lobby ternyata Rully sudah menunggunya ngga butuh waktu lama mereka pun langsung berjalan menuju rumah makan Padang.


"Sekali-kali pacaran nya disini?"bisik Cici 


Yang membuat Rully tertawa bahkan merasa senang ternyata pacarnya masih bisa hidup sederhana.

__ADS_1


Biasa nya wanita merasa gengsi makan di pinggir jalan tapi tidak dengan Cici dia terbawa oleh alyssah yang hobi makan di kaki lima.


"Aku suka kamu yang seperti ini tidak merasa malu bahkan nampak senang ngga ada beban makan di mana pun? Tutur Rully 


"Loh apa yang salah makan dimana pun sama saja kok? Bahkan makanan yang seperti ini yang selalu membuat kita pasti akan kembali lagi untuk memakannya."sahut Cici yang sambil melahap makanannya.


"Tapi kan kadang wanita merasa gengsi makan beginian"timpal Rully


"Jaga image bikin lapar ngapain? Jadilah diri sendiri "terang Cici sambil tersenyum manis.


"Mau nambah lagi? Tawar Rully


"Cukup, terimakasih"ujar Cici


Lalu setelah makan mereka kembali lagi kerumah sakit berhubung jam praktek Rully masih satu jam lagi.


Akhirnya mereka saling bercerita di ruang praktek Rully.


"Maafkan kata-kata ku tempo hari ya?, Aku sudah memikirkan semuanya. Aku akan menerima permintaan kamu itu? Tutur cici dengan wajah tertunduk malu.


"Permintaan apa ya? Canda Rully sambil tersenyum 


"Eleh ini mah ngerjain kalo ngga mau ya sudah,"cici pura-pura cemberut dan membuat Rully gemas.


"Malam Minggu besok aku dan orang tua ku akan kerumah mu ya? Tunggu aku"terang Rully yang membuat pipi Cici semakin memerah bahkan dia tidak pernah merasakan sebahagia ini.


"Terimakasih sekali lagi terimakasih"ujar Rully


"Terimakasih untuk apa? Tanya Cici yang tangannya sudah di genggaman erat oleh Rully 


"Untuk semua kepercayaanmu terhadap ku."ungkap Rully dan Cici membenarkan nasehat alyssah tidak semua laki-laki itu sama.


"Aku yang seharusnya berterimakasih, kalau kau percaya dengan ku bahkan setelah ini aku akan belajar memahami kamu lebih dalam lagi."ungkap Cici dan ternyata sudah satu jam mereka berbicara sebentar lagi waktu praktek Rully.


Cici berpamitan dan tidak lupa memberitahukan kalau dia akan menginap lagi di apartemen alyssah.


Dan Rully tidak keberatan Bahkan hanya meminta saling memberi kabar saja.


Cici pun menganggukan kepalanya tanda setuju dan tidak harus menunggu siapa duluan yang memberi kabar.


"Syah dimana? Cepetan pulang gue udah pulang nih? Isi pesan cici yang membuat alyssah memicingkan matanya.

__ADS_1


"Ini bocah maksudnya apa sih? Pulang kemana coba"lirih alyssah yang membuat Yudis kepo.


Alyssah pun menajamkan mata nya ke arah Yudis dan yang di tatap hanya menggaruk-garuk yang tidak gatal itu.


__ADS_2