Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu

Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu
BAB XXXIV


__ADS_3

Alyssah asyik bercerita dengan Yudis sampai lupa kalau sudah sampai di depan lobby apartment.


"Bapak mau mampir lagi? Tanya alyssah 


"Iya kalau boleh, saya juga jenuh gak ada teman ngobrol dirumah."jawabnya


"Ya sudah, ayo turun. Nanti ada Cici juga kok pak. Jadi tambah rame,"ujar alyssah yang sudah turun dari mobil terlebih dahulu.


Ternyata benar di lobby sudah ada Cici yang menenteng makanan.


"Gue pikir Lo jadi pergi sama bokap dan nyokap Lo? Seru alyssah 


"Tadi nya tapi bokap gue tiba-tiba ada undangan dadakan jadi pergi berdua sama nyokap gue deh. Nah di rumah sendirian, iseng banget gue."terang Cici 


"Ci, udah kenalkan sama pak Yudis? Tanya alyssah 


"Udahlah, Syah. Kita udah beberapa kali ketemu kok. Iya kan pak Yudis? Seru Cici 


"Jangan dipanggil bapak dong, saya kayak tua banget apa? Pinta Yudis


"Lah kan bapak atasan saya? Timpal alyssah 


"Iya tapi dikantor kalau diluar saya teman kamu."jelas Yudis


"Ya sudah kita panggil, kakak atau Abang saja."jawab alyssah santai 


"Ayo bang, nanti gue buatin kopi paling enak."seru Cici yang mengajak Yudis masuk


"Okelah asal jangan ada racun nya aja,"canda Yudis 


"Kalau racunnya mengandung cinta,mau gak? Tanya Cici 


"Cinta apa dulu nih? Kalau cinta palsu sudah sering."ledek Yudis


"Yah gak asyik, ternyata kalian duo patah hati."ujar Cici


"Sembarangan, saya gak patah hati cuma bertepuk sebelah tangan saja."ungkap Yudis sambil tertawa terbahak-bahak 


"Masa wajah setampan bang Yudis di tolak? Hahhahahaa apa kata Nusantara ya? Ledek alyssah 


"Jangan ngledek bocah? Tutur Yudis


"Bocah tapi sudah bisa buat bocah..hahahha."tawa Cici 


Mereka bertiga seru-seruan di balkon bahkan sampai lupa kalau sudah tengah malam.


Yudis pun berpamitan untuk pulang karena tidak enak hati sudah seharian main di tempat Alyssah.


"Besok mau jogging gak? Tanya Yudis ke alyssah 


"Gak pak."jawab alyssah dengan cepat


"Bagus loh, buat badan kita sehat."terang Yudis


"Tapi kalau kurang istirahat dipaksa olah raga juga jadi gak sehat pak."jawab alyssah 

__ADS_1


"Iya juga sih,"ujar yudis sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Saya permisi pulang dulu,salam saja buat cici."ucap Yudis 


"Oke nanti lisyah sampaikan kok,"sahut alyssah 


Yudis pun berpamitan dan langsung keluar dari unit alyssah.


Cici sudah tertidur di depan tv, saking cape nya hari ini.


Setelah Yudis pulang, alyssah pun langsung berbaring di samping Cici.


Dengan cepat mata nya langsung terpejam, mereka tertidur dengan pulas nya.


Billah dan Sri bangun pagi pun mereka tidak terusik sama sekali.


Sri pun membawa Billah untuk berjalan-jalan di taman dekat apartment, biar tidak menggangu ibu nya tidur.


Jam sembilan Sri dan Billah pun kembali naik ke atas unit, karena Billah belum mandi.


Ketika masuk ternyata alyssah juga baru bangun tidur.


"Dari mana Sri? Ini jam berapa ya? Tanya alyssah sambil menguap dan mengucek matanya.


"Jam sembilan lewat mbak, saya sama Billah dari taman mbak."terang Sri yang langsung dengan cepat membersihkan Billah yang sudah terlihat mengantuk lagi.


"Sudah siang ya? Kamu sudah sarapan? Tanya alyssah 


"Belum Bu, nanti saya buatkan ya Bu. Tapi saya bersihkan Billah dulu Bu,"ujar Sri


Sedangkan Cici masih pulas banget bahkan tidak terganggu sama sekali.


Alyssah memasak nasi goreng dan ayam goreng saja, karena cuma itu yang paling cepat.


Entah kenapa dia masak agak lebih banyak


"Waduh ini porsi nya banyak juga mbak lisyah? Memang ada tamu lagi? Tanya Sri


"Heheheeh iya lupa kebanyakan."ujar alyssah sambil mengaduk nasi goreng nya.


Ponsel alyssah berbunyi dan yang angkat Cici karena ponsel nya tergeletak di atas kepala Cici.


"Siapa nih? Tanya Cici yang masih mengantuk menjawab telpon.


"Alyssah ada ci? Tanya orang yang menelpon


"Kok tahu nama gue? Ada lagi masak."jawab Cici asal 


"Ini saya sudah di lobby, ci," jawab orang di telpon.


Cici langsung melihat layar di ponsel tersebut 


Tertera nama kulkas.


Cici mengernyitkan alisnya , ada tanda tanya di benak nya siapa kulkas?

__ADS_1


"Syah, ini si kulkas minta jemput di lobby? Teriak Cici 


Alyssah langsung terbahak-bahak mendengar teriakan Cici 


"Ya sudah,Lo jemput saja. Gue lagi masak nanggung banget "seru alyssah 


"Sri aja deh, gue belum cuci muka."ucap Cici 


Mereka saling melempar untuk menjemput Yudis, akhirnya Sri sambil menggendong Billah menjemput Yudis di lobby.


Sampai di lobby, Yudis langsung mengambil Billah untuk di gendong nya.


Sri mengikuti dari belakang saja, bahkan sesekali mereka tertawa karena Billah sangat lucu.


Yudis masuk ke dalam unit sudah di suguhkan nasi goreng dan ayam goreng beserta krupuk nya.


Makanan yang sangat menggugah selera pagi ini, alyssah sudah menyiapkannya.


"Ayo bang, sikat. Mumpung masih panas nih,"ajak Cici 


"Saya mau cuci tangan dulu,"jawab Yudis


"Sri kamu makan dulu, biar Billah di taruh saja di dekat tv."perintah Alyssah


Sri hanya mengikuti saja, lalu meletakkan Billah di sofa depan tv


Ponsel alyssah terus berbunyi, bahkan berkali-kali.


Cici melirik nya saja, dan hanya menghela nafas saja.


"Gak usah di angkat saja, nanti bikin Lo sakit hati lagi."jelas Cici 


"Silent aja, ci. Tolong ya."pinta alyssah karena letak ponsel nya dekat dengan Cici 


Tidak lama ada pesan masuk di ponsel tersebut


"Lisyah,ini ibu mertua mu. Kenapa gak angkat telponnya? Penting sekali Syah, ibu mau minta tolong sama kamu."isi pesan ibu mertuanya.


Alyssah menghembuskan nafas kasarnya, dan mulai berpikir untuk menggugat cerai suaminya.


Karena pasti ujung-ujungnya soal uang lagi saja, setiap hari yang di tanyakan kapan transfer.


"Dia pikir gue mesin cetak uang kali ya? Gerutu alyssah 


"Memang anak nya gak mau kerja juga, Syah? Tanya Cici 


Alyssah hanya menggedikan bahunya, tanda kurang mengerti maksud mertuanya selalu melarang anak nya untuk bekerja.


"Dia gak ada tanya tentang billah? Atau basa basi apa gitu?"selidik Cici


"Ya ampun ci, sentuh anak nya saja ngga sama sekali. Apa lagi nanya kabar anaknya,"lirih alyssah ada sedikit sakit di hatinya 


"Yang gue sesalkan kalau dia gak mau punya anak kenapa harus bersandiwara untuk berpura-pura cinta sama gue? Dan tahu gue hamil langsung menjauh. Gue merasa ini benar-benar skenario mereka berdua,ya gak ci? Ungkap Alyssah 


Yudis hanya menjadi pendengar yang baik saja, dia juga mulai banyak tahu kisah hidup alyssah.

__ADS_1


__ADS_2