Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu

Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu
BAB LXV


__ADS_3

Alyssah berjalan tanpa melihat ada orang di depan nya tanpa sengaja dia menabrak pria tersebut.


"maaf tuan saya tidak sengaja."ucap Alyssah sopan


"lihat baju ku jadi kotor, kalau membawa makanan sambil jalan tolong kau perhatikan di depan nya."sarkas pria tersebut


"saya kan tadi sudah meminta maaf dan kalau memang kotor tolong kau buka baju mu, akan aku bersihkan sekarang juga." Alyssah menahan emosi nya tapi saking kesalnya dia tarik jas pria tersebut.


"apa kau tidak mempunyai sopan santun nona!! selain kau suka menabrak dan kau juga senang menarik baju orang."ujar pria tersebut.


"sayangnya tidak ada ketika aku bertemu dengan mu!! apa anda paham tuan."ucap Alyssah penuh penekanan.


"aku sedang terburu-buru dan mau masih punya hutang kepadaku."tunjuk pria tersebut.


" dasar pria aneh, hutang apaan coba!! sial banget ketemu orang itu."gumam alyssah lalu dia berjalan menuju depan rumah Cici karena tadi dia mau memberikan kue ke mamihnya Olin.


"muka Lo kenapa,Syah? tanya Cici


"itu ada orang aneh tadi memang gue yang salah sudah nabrak dia tapi gue sudah minta maaf, Eh malah marah minta gue bersihin jasnya. pas gue tarik mau bersihin jas nya masa di bilang gue masih punya hutang sama dia."gerutu alyssah


"yang mana sih orang nya? mungkin aja gue kenal."tanya Cici


"ngga perlu lagi ketemu sama itu orang, yang ada gue Pengen cakar-cakar mukanya dia."ujar Alyssah.


ketika alyssah sedang asyik bercerita tiba-tiba pria tersebut ada di belakang alyssah.


"hai Dennis, apa kabar? kapan sampai kok gak ada yang info ke gue!! seru Cici


"selamat ya ci, semoga sukses sampai hari H nya dan langgeng sampai kakek nenek."ujar Dennis


"oh ya kenalkan ini sahabat gue yang sering gue ceritain itu loh!?ujar Cici


"ngga perlu !! ucap alyssah dan Dennis berbarengan.


"upss ada yang mau kejodohan nih!! ledek Olin


"ngga akan ya!! dan ingat gue ngga ingin lihat muka Lo lagi?? tunjuk Alyssah


"ngga bisa!! Lo masih punya hutang sama gue? protes Dennis


"eh hutang apa?? gue aja ngga sengaja nabrak Lo dan udah minta maaf, baju Lo gue mau bersihin ngga mau?? jadi bukan salah gue dong."terang Alyssah


"nih Lo bersihin jas gue jangan ngga ya!! Dennis melepaskan jas nya dan melemparkannya ke Alyssah.

__ADS_1


Alyssah menangkap jas tersebut bahkan jas tersebut di pukul-pukul oleh Alyssah saking kesalnya.


"oh ya nona di mana kamu tinggal? tiba-tiba Dennis sudah ada di dekat Alyssah lagi.


"untuk apa?? apa kau mau mencuri? sindir Alyssah


"untuk mengambil jas ku."sampai bertemu lagi nona cantik."ledek Dennis sambil tersenyum dan menjauh dari hadapan Alyssah.


"soal banget gue hari ini."lirih alyssah


Cici dan Rully tertawa melihat Alyssah dan Dennis tapi tidak dengan Yudis ada rasa sakit di hatinya ketika melihat pemain seperti itu.


"semoga mereka berjodoh ya!! gumam Olin di samping Cici


"iya semoga ya!? sepertinya Mereka berdua memang cocok."timpal Rully.


tidak lama Alyssah ingin berpamitan karena hari sudah malam dan Billah sudah mulai rewel karena sudah jam nya tidur.


"ya sudah nih, Olin juga mau ikut pulang? pamit Olin ke mamih dan papihnya.


"hati-hati ya."ucap mamihnya


"Syah, besok kabari ya soal cake nya dan test food nanti."ujar mama nya Cici


"baik Tante, besok pasti akan lisyah kasih kabar."jawab Alyssah.


"kau pasti akan jatuh cinta dengan ku!! gumam Dennis penuh percaya diri.


Dennis pun menghampiri Cici dan Cici sudah tahu apa yang akan Dennis tanyakan.


"jangan ganggu dia denn, dia baru saja bercerai dan banyak masalah terutama dengan teman kampus gue sendiri."terang Cici


Dennis memicingkan matanya lalu menatap wajah Cici sepupunya itu.


"gue ngga akan ganggu dia, tenang aja!! jawab Dennis dingin.


"mau sampai kapan Lo menjomblo dan berharap dia pulang dan menikah dengan Lo? sindiran Cici membuat Dennis menghentikan langkah kaki nya.


"jangan kau sebut dia lagi di hadapan ku, dia sudah mati!!sahut dennis.


"bagus lah kau sudah mau berdamai dengan kenyataan."teriak Cici


Dennis hanya menjawab dengan lambaian tangan saja.

__ADS_1


sepanjang perjalanan Alyssah nampak diam dan memandang ke arah jendela kaca mobil saja.


sedangkan Billah sudah tidur di pelukannya sedari masuk mobil.


"jika melupakan mu hal yang mudah


ini takkan berat takkan membuat hati Ku lelah


kalah ku akui aku kalah


cinta ini pahit dan tak harus memiliki


"jika aku bisa Ku akan kembali


ku akan merubah takdir cinta yang ku pilih


meskipun tak mungkin walaupun ku mampu


bawa kamu lewat mesin waktu"


lagu tersebut mewakili hati Alyssah yang tidak sengaja tadi melihat mantan suaminya.


ada rasa masih tersisa walaupun lebih besar rasa bencinya terhadap mantan suami nya itu.


"apa yang sedang Lo pikiran,Syah? tanya olin membuyarkan lamunan Alyssah.


"ngga ada Lin!! ujar alyssah lalu menatap Olin.


"gue tahu Lo,Syah dan Lo gak bisa bohongin diri Lo jika Lo sedang sedih."ungkap Olin


Alyssah hanya tersenyum mendengar ucapan sahabatnya itu.


"hanya iri saja lihat orang lain bisa bertunangan bahkan menikah dengan orang yang di cintai bahkan mereka menyusun pernikahan tersebut dengan bahagia, saling memberi dan menerima.nasib hidup manusia kita tidak akan pernah tahu,akan di takdir kan seperti apa nantinya."terang alyssah.


"sabar aja, Syah dan gue yakin semua keinginan Lo pasti salah satunya akan terwujud di suatu hari nanti."tutur Olin


"kadang ada rasa sakit dan kecewa yang sangat mendalam kenapa hidup gue harus begini, keluarga sendiri pun membenci tanpa mereka tahu sebab nya."sahut alyssah


"apa Lo lagi kangen sama bunda Lo? tebak Olin


"huuuuu entahlah lin, mungkin bunda gue sudah terbiasa tanpa gue lagi jadi dia sudah bisa melepaskan anaknya.entah keadaannya lagi baik-baik saja atau tidak!! seru Alyssah yang menatap anaknya.


"dan gue ingin jadi ibu yang baik untuk Billah, gue akan jadi orang tua yang harus memposisikan suatu masalah dengan adil jangan hanya mendengar dari satu pihak saja."alyssah pun tersenyum getir.

__ADS_1


"sabar ya ,Syah!! apa pun keadaan nya nanti yang pasti gue akan selalu jadi sahabat baik Lo."ucap Olin yang ikut mengusap rambut Billah.


alyssah tersenyum getir bagaimanapun dia juga ingin seperti yang lain.


__ADS_2