
Pagi, Syah? Hari ini kamu gantiin saya dulu ya, karena saya ada sedikit urusan di luar tapi saya usahakan sebelum makan siang saya sudah kembali."sapa Yudis yang masuk keruangan hanya memberikan berkas untuk alyssah kerjakan
"Baik pak, ngga apa-apa kok. Biar saya yang kerjakan semua saja."sahut alyssah
"Ini beberapa tinggal di cek Kalau ada yang kurang atau salah tinggal kamu revisi ya."terang Yudis dan melangkahkan kaki nya keluar dari ruang kerjanya.
Dengan santai dan mendengar musik alyssah mengerjakannya, bahkan dia sudah bisa menyelesaikan sebelum Yudis Kembali.
"Mau ngapain lagi ya? Apa gue aja yang kecepatan kerjanya."gumam alyssah
"Syah, nanti kita ada kelas. Lo kekampus bareng ya sama gue."isi pesan Dody
"Oke bos."jawab pesan alyssah.
Lalu dia merapihkan semua berkas dan menyimpan di atas meja Yudis.
Lalu alyssah turun menuju kantin karena perut nya sudah minta di isi hati ini dia lupa sarapan pagi.
Setelah selesai makan dia kembali keruang kerja nya , sudah ada Dody yang menunggunya.
"Mau ngapain Lo di ruangan gue? Selidik Alyssah
"Mau nyopet ."jawab Dody santai
"Mana ada orang nyopet bicara jujur."cebik Alyssah
"Nah , itu paham masa harus gue jelasin lagi."kesal Dody
"Lo tadi baca chat gue kan? Kita harus kekampus."terang Dody
"Iya baca, galak banget sih,"cebik alyssah
"Bukan gitu dari kemarin kan Lo tau mood gue lagi jelek banget,"ungkap Dody
"Itukan mood Lo bukan mood gue,"canda alyssah
Dody hanya mendengus kesal banget, bahkan berjalan meninggalkannya alyssah.
"Dody, idiih kek perempuan aja kalau ngambek,"seru alyssah yang akhirnya menyusul Dody dengan berlari kecil.
"Tadi Lo ngajak bareng sekarang Lo ninggalin gue, kalau Lo marah jangan gue di ajak-ajak."celoteh alyssah.
Dody menghentikan langkah kakinya,lalu berbalik badan menghadap alyssah.
"Harusnya Lo lebih tahu gue kalau sudah ngga bagus moodnya seperti apa?terang Dody
"Gue kan mau ngajak bercanda Lo,biar suasana hati Lo ngga mendung terus."ungkap Alyssah.
"Ya udah ayoo, jalan..ngga usah deh terlalu baperan. Ngga bagus buat otak dan badan kita."
"Iya apa mungkin gue baru mempunyai hubungan jadi agak takut menjalani nya, apa lagi gue lihat dari masalah Lo? Ujar Dody
__ADS_1
"Kalau masalah gue, cukup jadikan pelajaran jangan di buat takut.justru Lo harus bisa menghargai pasangan Lo, baik buruk nya harus bisa di terima.harus saling mengisi, komunikasi harus lancar biar tidak ada rasa curiga."terang alyssah
Apa yang di ucapkan sahabatnya memang benar, harusnya dia tidak usah takut justru dia harus bisa menghargai keputusan pasangannya.
Baik buruk apa pun itu bisa mereka bicarakan, Dody merasa selalu curiga dengan Dewi.
Itu yang membuat Dewi merasa jengah, padahal tiap menit Dewi memberikan kabar.
Selama perjalanan kekampus alyssah dan Dody saling bercerita tentang pasangannya masing-masing.
Bahkan Dody bisa menyimak apa saja yang membuat rumah tangga sahabatnya sudah tidak bisa di selamatkan lagi.
Beda cerita karena Dewi dan Dody mereka saling menyukai sedang alyssah menikahkannya karena terpaksa.
Alyssah coba membangun rasa sayang dengan suami nya tapi berujung sia-sia justru dia malah di campakan.
Mencoba terus berkomunikasi dengan Aan tapi nyatanya justru Aan malah selingkuh di belakangnya.
Alyssah menasehati Dody, jika sedang jenuh dengan pasangan sebaiknya banyak-banyak mendekatkan diri sama Allah biar di jauhkan dari godaan.
Coba mengingat apa yang membuat kalian saling jatuh cinta dan itu bisa membantu kejenuhan akan kembali timbul rasa sayang.
"Syah,,kalo menasehati orang kita bisa ya? Tapi untuk diri sendiri rasanya berat banget."ujar Dody
"Iya benar kadang hati kita perlu sakit dan terbentur dulu baru kita akan berpikir normal lagi,"sahut alyssah
Sesampai di kampus, terlihat dari jauh Cici dan Dewi sedang berjalan menuju kantin.
Jika sedang berkumpul Dody dan Dewi bersikap layaknya seorang teman biasa saja, mereka menghargai teman-temannya.
Walaupun Cici dan alyssah tidak pernah mempermasalahkan tapi mereka paham.
"Baru datang? Tanya Cici
"Masa iya gue baru macul? Sahut alyssah
"Ya kan gue nanya? Ujar Cici
"Ya kan gue jawab? Sahut alyssah lagi
"Ini Anak udah punya anak tapi masih aja,bikin jengkel? Kesal Cici
"Jengkel tapi Lo kangen kan? Ledek alyssah
"Banget, tapi pengen jitak Lo? Sahut Cici
Mereka pun tertawa dan tidak lupa saling memeluk.
"Rully mau melamar gue,Syah."terang Cici yang membuat alyssah menghentikan langkah kakinya
Alyssah coba tersenyum bahagia dalam hatinya ada rasa ngilu di dada nya.
__ADS_1
"Wah kalau start nih gue? Timpal Dody
"Kan baru mau belum kejadian juga."ujar Cici
"Paling ngga rully, serius sama Lo ci? Terus mau nunggu apa lagi? Tanya Dewi
"Ngga ada cuma tinggal bicara sama orang tua saja,gue ingin nya nanti setelah kita kunjungi septya."jelas Cici
Alyssah hanya tersenyum saja, entah kenapa dia tidak bisa berkomentar apapun seakan lidahnya kelu.
Lalu dia mengajak teman nya untuk masuk kekelas nanti sepulang kuliah bisa lanjut cerita lagi.
"Apa Lo ada hubungannya dengan Rully,Syah?bisik Dody
"Ngga ada hubungan apapun, kenapa? Tanya alyssah
"Gue perhatiin saja tadi ketika Cici curhat masalah lamaran tiba-tiba Lo kek ayam kesambet langsung diam ngga komentar apa pun? Terang dody
"Sttt jangan kepo."jawab alyssah
Ketika mata kuliah selesai, alyssah menemui dosen pembimbing nya untuk mengajukan skripsi.
Setelah itu dia pun mencari para sahabatnya dan ikut bergabung lagi.
"Itu bang Yudis."tunjuk Cici yang melihat Yudis berjalan mendekati mereka.
"Hai, alyssah kemana? Bukan ada jadwal kuliah juga? Sapa Yudis
Yang di pertanyakan olehnya tiba-tiba muncul di belakang Yudis.
"Tumben kak kesini? Kangen ya sama kita-kita"ledek alyssah
"Bukan hanya mau memberikan ini saja,titipan dari Adri."ungkap Yudis yang memberikan amplop putih ke alyssah.
Alyssah mengambil amplop tersebut dan membaca nya.
"Hanya panggilan untuk mediasi Minggu depan"info alyssah kepada temannya karena teman-temannya sedang memperhatikan dirinya.
"Biar gue temani Lo nanti, jam berapa? Tanya Cici
"Pagi jam 9 , gue juga akan minta ijin juga hari itu."terang alyssah
"Kalau gue sempat nanti gue menyusul saja."timpal Dewi
"Iya kita pasti semua dampingin Lo ya."ujar Cici
Yudis memperhatikan si punya wajah tersebut, terlihat raut wajah kecewa bahkan dendam.
Berat di usia yang masih sangat muda sudah menjadi single parent.
Tidak ada yang perlu di salahkan karena kita semua hanya menjalankan takdir hidup saja, setiap manusia pasti akan mempunyai Masalah hidup baik berat atau tidak tergantung kita yang menjalaninya.
__ADS_1