Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu

Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu
BAB XLIV


__ADS_3

Nampak Cici sudah menunggu alyssah pulang dari kantor.


"Sudah lama nunggu gue nya? Tanya alyssah 


"Belum sih , Syah baru saja gue juga sampai."ucap Cici yang mengikuti langkah alyssah masuk kedalam apartement.


Alyssah membuka pintu sudah di sambut anaknya yang sudah mulai bisa bercanda.


"Hallo anak mama yang ndutt dan bikin Mama gumush"canda alyssah ke Billah dan tangan Billah terangkat tanda minta di gendong.


"Bentar ya, mama harus mandi dulu biar bersih dan Billah ngga kena kuman."ucap alyssah yang membuat anak nya berkaca-kaca.


"Hahahhahaa lucunya keponakan Tante, kayak udah ngerti saja."Cici pun mengambil alih billah setelah mencuci tangan.


Sementara alyssah mandi,Cici bermain dengan Billah di depan tv sampai anak bayi itu tertidur di pangkuan Cici.


"Yeeh di kira anteng ngga tau nya tidur.."gumam Cici yang terus menciumi pipi gembulnya Billah.


Sri pun mengambil alih Billah untuk di baringkan di kamarnya, alyssah berpapasan dengan anaknya dan langsung menciumnya.


"Yah sudah tidur aja,belum di gendong."ujar alyssah.


"Bu kalau mau makan susah saya siapkan ya? Tutur Sri dan alyssah mengucapkan terimakasih.


Alyssah mengajak Cici untuk makan bersama dan Cici mengikuti Alyssah berjalan menuju meja makan.


Lalu makanlah mereka berdua tanpa ada pembicaraan.


Selesai makan alyssah membersihkan piring bekas dia makan sambil mulai membuka pembicaraan.


"Ada apa sih,ci..maaf kalau gue rada kepo sama urusan Lo? Tapi kalau bisa berbagi kesulitan siapa tahu ada jalan keluarnya? Dengan pelan alyssah bertanya kepada Cici 


Terlihat Cici menghela nafas beratnya dan tertunduk wajah nya.

__ADS_1


"Gue menolak lamaran Rully, entah kenapa hati gue mengatakan Rully belum mencintai gue sepenuhnya. 


Apa dia mempunyai masa lalu yang belum selesai, entahlah karena dia orang yang tertutup.


Gue hanya takut sakit hati dan terluka untuk kedua kalinya."terang Cici membuat bibir alyssah terbungkam sesaat.


"Maaf ya,ci. Gue rasa semua orang pasti punya masa lalu, entah sudah selesai atau belum kan hanya hati mereka yang tahu.kalau dia memutuskan untuk mengajak mu menuju masa depan berarti dia sudah melupakan masa lalunya dan dia memilih Lo untuk melengkapi hidupnya.


Masalah Lo sama gue beda ci, kalau gue dijebak dengan teman sendiri yang hanya punya penyakit iri dan gue juga ngga tahu apa yang membuat dia iri sama gue."penjelasan alyssah membuat Cici terdiam.


"Apa seperti itu? Kenapa dia ngga mau terbuka dan cerita soal masa lalunya."ujar Cici


"Dengar ci, ngga semua orang mau membuka masa lalu nya ci.. mungkin terlalu sakit atau memang dia menyimpan rasa itu sendiri sampai dia ketemu dengan masa lalunya yang ternyata memang sudah dengan yang lain jadi apa yang harus dia ceritakan? Atau mungkin menurut dia ngga penting lagi bisa kan? "Jelas alyssah lalu membuatkan Cici secangkir kopi susu.


"Ci..coba di pikirkan lagi, apa dengan menolak itu ngga bikin hatinya sakit juga? Gue kenal keluarga mereka sangat baik, bahkan dengan Olin dan Rully sudah gue anggap saudara.


Dulu setiap pulang sekolah pasti gue akan les bareng dengan mereka sampai semua peralatan sekolah, baju itu gue kembar sama Olin. 


Entahlah yang gue tahu sih, Rully ngga pernah dekat dengan cewek manapun.


"Ya udah gue akan coba bicara lagi dengan Rully, besok gue akan ajak dia makan siang."Cici membaringkan badan nya di sofa depan tv.


"Dewi kenapa sejak tunangan dengan Dody, kek jaga jarak ya sama kita? Ujar Cici 


"Masa sih? Apa cuma perasaan kita aja kali."timpal alyssah 


"Jadi Lo juga merasa begitu juga,Syah? Tanya Cici 


"Heemm, udah 2 hari ini gue perhatiin aja. Sampe si Dody galau tuh..bikin otak gue geser seharian karena dia uring-uringan ngga jelas."ungkap alyssah.


"Hahhahaaha masa sih? Gue baru denger dari Lo nih? Seru Cici sambil duduk meminum kopinya.


"Boleh Lo tanya deh sama Yudis dan Adri, Lo bayangin gue narik dia untuk ikut makan siang cape nya minta ampun, udah gitu dia kerja seharian cuma di meja gue aja ngga pergi-pergi.. sakit ngga itu bocah, cuma bingung masalahnya apa coba? Terang alyssah 

__ADS_1


"Tahu tuh, Dewi juga sekarang gaya nya beda banget kek nyonya aja. Jadi males pas kalau di kampus ketemu juga udah ngga seperti dulu, gue takut ketularan kek pacarnya kakak nya Dody.."timpal Cici 


"Waduh jadi horor gue dengernya, hahahaha.."canda alyssah yang membuat mereka tertawa dan tidak lama ada panggilan masuk dari Yudis.


"Iya holla disana? Ada apakah gerangan? Sahut alyssah lewat ponselnya.


"Hahahaha gue ada dibawah nih, bawa kerang sama udang.."jawab Yudis


"Nah kan situ ngga di undang kenapa jadi bertamu? Tanya alyssah lagi lewat ponselny lalu mematikan telpon nya sepihak dan meminta Cici untuk menelpon security untuk mengantarkan Yudis naik ke unitnya.


Yudis mengetuk pintu dahulu lalu di buka oleh Cici dan mempersilahkan masuk.


"Wah lagi pada ngumpul nih, pas banget dong. Gue jadi ada teman makan ini kerang.


"Gue udah pada makan, apa Lo mau makan biar gue ambilin ? Tawar Cici sedangkan alyssah sedang membuat minum untuk Yudis.


"Memang masih ada jatahnya? Kalau ada maulah gue kesini emang mau numpang makan? Ucap Yudis tanpa malu.


"Udah kecium bau-bau Lo bang? Timpal alyssah menyodorkan secangkir kopi panas untuk Yudis.


Yudis menerima nya lalu menyeruputnya pelan-pelan.


"Makan gih bang, itu udah di siapin di atas meja makan. Kalau kerang jujur gue masih pada kenyang banget."tutur alyssah lalu Yudis pun berdiri melangkahkan kaki nya ke meja makan.


Yudis makan dengan lahap, bahkan semua makanan ngga tersisa sama sekali.


Tidak lama pintu apartemen alyssah ada yang mengetuk dan Cici menatap alyssah seolah bertanya siapa yang datang lagi, alyssah hanya menggedikan bahunya saja.


Yang membuka pintu Yudis, dan Yudis mempersilahkan Dewi untuk masuk.


Dewi agak kaget karena yang membukakan dia pintu Yudis bulan si pemilik apartemen ada rasa curiga di hati Dewi tapi setelah masuk melihat ada Cici perasaan curiga tersebut segera di buangnya.


"Tumben Lo malam-malam kesini, ada apa? Ngga kasih kabar juga lagi ke kita."tanya alyssah yang mempersilahkan Dewi untuk duduk.

__ADS_1


"Ngga ada apa-apa tadi hanya lewat aja jadi gue mampir,"mata Dewi menyapu setiap ruangan apartment alyssah seperti mencari seseorang.


__ADS_2