
Hei,,kamu anak baru.."tiba-tiba alyssah di dorong sampai terhimpit ketembok depan toilet.
"Jangan sok ya,jangan sok kecakepan juga, jangan harap Lo bisa.saingan dengan gue..isi otak Lo gak ada apa-apanya di banding gue, ingat sekali lagi Lo cari muka..abis muka Lo yang akan gue hajar.."ancam Sely
Alyssah hanya bengong saja karena dia juga gak tahu masalahnya apa, tiba-tiba Sely datang mendampratnya.
"Itu cewe apa lupa baca bismillah ya.. apa dia salah makan? Gumam alyssah
Lalu dia melangkah kan kaki nya untuk kembali keruangan nya.
Banyak yang menyapa alyssah sejak kejadian di lift tempo hari.
Alyssah hanya membalas dengan senyum ramah saja.
"Dari mana sih Lo,kenapa rambut Lo berantakan begini kayak abis kena angin tornado?? Tanya Dody
"Awas sih,, itu ada cewe salah orang kalo. Tiba-tiba ngancam gue,.nah gue aja yang di ancam gak tau maksudnya.."alyssah malah terkekeh geli
"Masa gue di bilang sok kecakepan,,buta kali dia kan emang gue gak cakep..hahahhahaha"tawa alyssah sedangkan Dody memicingkan mata nya seolah mencari tahu siapa perempuan yang sudah berani mengancam temannya.
"Itu cewe ngancem Lo, terus Lo seneng gitu..otak Lo yang gak waras.."Toyor Dody
Yang membuat alyssah mengerucut bibirnya.
"Iya kan salah dia dong, gak suka sama gue.. bukan salah gue juga itu urusan dialah..ngapain gue punya penyakit kek gitu.. alyssah menggedikan bahu nya
Ternyata Sely mendengar kan percakapan Dody dan alyssah
((Siapa cewe itu kenapa anak bos selalu dekat dengan nya..bathin Sely))
"Lo tuh ,anak kesayangan papa. Syah..jadi kalau Lo sampe di sakitin orang,, papa yang akan turun tangan.."ucap Dody
Sely yang mendengarkan penuturan Dody langsung memucat wajahnya dan badan nya pun bergetar saking takutnya.
"Masuk kan umpan gue.. coba aja mau mencelakai alyssah lagi.."bathin Dody
Ternyata Dody tahu kalau Sely sedang menguping obrolan dia dan alyssah.
Syah..septya dan yang lain nya jadi pergi tuh?" Gue mau cari tahu tentang David. Lo mau ikutan gak? Ajak Dody
Yang membuat alyssah berpikir sejenak
"Boleh lah,mulai kapan? Kita jadi detektif dadakan.."tanya alyssah
"Bentar gue hubungi pak Yudis dulu.."ujar Dody yang langsung menelpon Yudis untuk memintanya bergabung diruangan Alyssah.
__ADS_1
"Kenapa harus atasan gue sih..kan gue canggung jadi nya.."cebik alyssah
"Gak apa-apa, Lo pasti akan tahu kalau dia orang nya baik banget.."terang Dody
"Masa sihh.."kesel Alyssah
Ternyata yang di bicarakan sudah datang dan langsung bergabung dengan Dody dan alyssah
"Maaf pak Dody, ada yang bisa saya bantu? Tanya yudis
"Ini soal yang semalam saya jelaskan pak,, apa sudah ada kejelasan.."jawab Dody
"Sudah, sebaik nya nanti jam 5 kita segera ke hotel x dan cafe xx untuk melihat rekaman cctv nya.."tutur Yudis
Dody melihat jam di tangan nya berarti sekitar 30 menitan lagi sudah harus berangkat.
"Oke kalau begitu jam 5, tunggu saya di parkiran ya pak Yudis. Kita berangkat bersama saja.."tutur Dody
Yang di jawab dengan anggukan oleh Yudis
"Oh ya apa nona Alyssah akan ikut dengan kita? Tanya yudis
"Iya pak saya ikut kok.."jawab alyssah lesu
Jam 5 sore mereka bergerak langsung menuju cafe xx dahulu untuk mengecek cctv kejadian 47 hari yang lalu,ternyata masih ada dan data yang mengadakan pesta ulang tahun pun masih tercatat.
Semua mata tertuju pada layar monitor 14 inci, bahkan Yudis dan dody sangat teliti untuk semua ruangan tidak luput dari mata nya.
Ada satu sekumpulan wanita dan pria, dan layar tersebut di zoom oleh dody. Di layar tersebut nampak septya yang bergandengan mesra dengan seorang lelaki yang di duga adalah David.
Septya sempat meninggalkan tempat tersebut selang 5 menit kembali lagi.
Dan minuman yang septya minum itu sudah di beri serbuk bungkusan plastik putih oleh si teman wanita.
Beberapa menit kemudian, septya seperti gak sadarkan diri. Lalu dibawa oleh si pria tersebut untuk keluar dari cafe xx.
Sampai di sini rekaman langsung di copy oleh Yudis,ini pun berkat bantuan teman nya pemilik cafe xx. Dengan mudah mendapatkan rekaman cctv itu
Selesai dari cafe xx mereka bergerak menuju hotel x. Di hotel x ternyata Dody sudah di tunggu papa nya, hotel ini milik adik papa nya Dody. Jadi lebih mudah lagi untuk alyssah dan Dody mendapatkan bukti lagi.
Rasa lelah terlihat dari wajah alyssah yang membuat Dody gak tega.
"Lo mau pulang?? Kalau mau pulang gak apa kok, nanti gue anterin.."terang Dody.
"Iya udah cape banget, gak apa-apa kalau gue pulang? Tanya alyssah
__ADS_1
"Gak apa-apa, Lo kan punya bayi.."sahut Dody
"Gue pulang sendirian aja, kalau gitu. Gak usah di antar nanti apa kata tetangga gue.."terang alyssah
"Oh,iya.. ya udah hati-hati.."ujar Dody
"Om,lisyah pamit ya.."seru Alyssah
"Hati-hati, nak.."ucap pak Dedy
"Pak Yudis, lisyah pulang duluan ya. Dan terimakasih.."ucap alyssah
"Iya sama-sama dan hati-hati.."sahut Yudis
Alyssah pun melangkahkan kakinya keluar dari hotel dan menyetop taksi.
Mata nya menatap tajam seseorang yang ada di seberang hotel.
"Aan..Eli..?? Lirih alyssah
Alyssah terpaku di tempatnya berdiri sampai sopir taxi menyadarkan alyssah.
Alyssah langsung naik kedalam taxi, ada seribu pertanyaan di benak nya.
Apa benar ini semua hanya jebakan Eli agar hidup nya menderita.
"Yaa Allah salah apa aku sama Eli.."alyssah mengucap wajah nya dengan kasar.
"Hah,, bodohnya aku.."lirih alyssah
Taxi tersebut sudah sampai di depan rumah mertuanya, ingin rasa nya Alyssah lari sejauh mungkin dan meninggalkan Aan.
Tapi alyssah mengingat anak nya yang masih bayi.
"Tuhan kuatkan aku, berikan aku sabar yang tiada berbatas.."doa alyssah
Lalu dia masuk ke dalam rumah yang nampak sepi.
Alyssah sudah mengucapkannya salam tapi tidak ada yang menjawab.
Lalu masuk ke dalam kamar untuk membersihkan dirinya,baru melihat Billah anaknya.
Karena rencana nya Sabtu ini bunda alyssah akan menjenguk cucunya.
Alyssah memutuskan bertemu di luar saja, karena kalau dirumah mertua nya kadang suka menceritakan yang tidak pernah alyssah lakukan, membuat bunda khawatir.
__ADS_1
Kadang alyssah merasa di hargai karna uang nya saja, di depan alyssah mertua nya sangat baik tapi ketika bunda datang wajah mertua nya berubah seperti tidak suka.