
Selepas sholat Maghrib, alyssah dan Yudis pun bersiap-siap akan berangkat ke cafe Rendi sahabatnya Yudis dan cafe dimana tempat alyssah pernah bekerja disana.
Dimana dia mencari uang untuk biaya kuliah dan makan sehari-hari juga untuk membiayai adik iparnya sekolah.
"Kamu sudah siap,Syah? Tanya Yudis
"Sudah pak, kenapa aneh ya dandanan saya? Saya gak biasa seperti cewek diluaran sana pak."ungkap Alyssah
Yang hanya memakai celana jeans biru dan kaos putih serta tas selempang andalan cewek ini.
"Saya suka dengan gaya kamu tidak berlebihan dan tidak bermake-up justru dengan natural akan terlihat cantik aslinya. Di bandingkan harus memakai berbagai macam bedak, malah terlihat tidak enak dilihatnya."ungkap Yudis
Alyssah hanya menganggukkan kepala nya dengan samar, apa yang di ucapkan atasan nya hanya sekedar untuk membesar hatinya atau memang tulus. Itu yang ada di pikiran Alyssah tapi segera alyssah menepisnya karena dia hanya menjadi diri nya saja, gak perlu memikirkan apa kata orang lain.
"Ayo kak jalan, nanti kena macet loh."ujar alyssah
Lalu Yudis pun mengambil kunci mobil nya yang tergeletak di meja makan.
"Sri titip Billah ya? Saya keluar dulu. Kamu mau di bawakan apa,untuk makan malam? Tanya alyssah
"Sri masak saja mba, itu sayang di kulkas masih ada stok makanan."terang Sri
"Beneran nih? Tanya alyssah sekali lagi
"Iya mba, kan sayang kalau gak di masak."ucap Sri
"Ya sudah saya berangkat dulu ya."seru alyssah.
"Hati-hati ya mbak? Ucap Sri
Alyssah dan Yudis pun melangkahkan kakinya keluar dari apartemen alyssah
Tidak lupa alyssah mengirimkan pesan ke Dody dan Dewi serta Cici kalau dia sedang menuju cafe.
Dewi nampak lega ternyata Alyssah sudah baik-baik saja.
Alyssah pun tidak lupa menyapa septya, ada rasa kangen dengan sahabatnya disana.
Alyssah berharap septya bisa mendapatkan jodohnya di sana.
"Kamu kenapa? Kok senyum-senyum Sendirian? Tanya Yudis yang membuyarkan lamunan alyssah
"Ish bapak kepo sih."cebik alyssah
"Hahahahaha dari tadi senyum sendirian saja, harusnya ajak-ajak saya kalau sedang bahagia."ledek Yudis
"Saya kangen sama septya pak, itu loh yang waktu itu bapak bantu."terang alyssah
"Kamu mau kesana? Aku bisa pesan kan tiket buat kamu, kebetulan mama ku juga mau kesana. Kamu bisa sama-sama dengan mama ku."ungkap Yudis
"Bapak ngeledek nih, udah tahu saya karyawan biasa pak. Gajian saja belum? Cebik alyssah
__ADS_1
"Hahahahahaha saya serius atau pas ada kunjungan kerja di kantor, saya akan usulkan kamu yang berangkat. Bagaimana? Tawar Yudis
"Boleh juga tuh,jadi kan gak kepikiran kantor juga kalau perginya juga ada kerjaan."sahut alyssah
"Nanti hari Senin saya cek ya, ada kunjungan di bulan apa untuk ke negara B,"jelas Yudis
Yang membuat alyssah tersenyum bahkan sampai berpikir kapan lagi bisa keluar negeri.
Sesampai di cafe, alyssah pun langsung masuk mencari teman-temannya.
Sari melihat alyssah langsung berhamburan memeluk nya.
"Lisyah,ya ampun aku Kira kamu akan lupa dengan kita."seru sari yang memeluk alyssah sangat erat
"Aku ingat hanya belum ada waktu saja."sahut alyssah
"Yang lain kemana? Apa aku boleh masuk ke ruang pantry? Tanya alyssah
"Masuklah asal kalau makan bayar."timpal Rendi yang ada di belakang alyssah
"Hahhaaha apakabar pak? Sapa alyssah ramah
"Baik, masuk saja. Saya mau menemani Yudis dulu."ujar Rendi
"Makasih ya pak,"ucap alyssah
Alyssah langsung masuk kedalam pantry disana teman-temannya langsung menyambutnya, rasa rindu mereka terhadap alyssah sudah terobati.
"Astaga aku sampai lupa."tukas alyssah yang menepuk jidat nya. Dia kesini bersama Yudis tapi kenapa dia tinggalkan begitu saja, saking senang nya bertemu para sahabat yang sudah banyak membantu nya waktu bekerja di cafe.
Lalu alyssah pamit kedepan dahulu, dan berjanji akan bertemu di lain waktu.
Atau bisa janjian kalau pas libur kerja, alyssah mengundang teman nya untuk main ke apartemennya.
Alyssah jalan tergesa-gesa menghampiri Yudis.
"Maaf pak tadi saya lupa saking senangnya datang ke cafe ini,"tutur alyssah yang benar-benar tidak enak hati.
"Gak apa-apa kok,Syah!!" Kamu lanjut saja, saya ada Rendi yang menemani saya di sini. Kalau kamu mau makan pesan saja, saya sudah makan duluan."terang Yudis
"Iya pak, saya sudah makan juga tadi di belakang."jawab alyssah
"Ya sudah kamu mau pesan kopi atau coklat panas? Masih mau disini apa mau pulang?."tanya Yudis yang langsung memberikan banyak pertanyaan.
"Hmmmm, pulang aja deh pak.gak apa-apa kan pak? Ujar alyssah yang tidak enak hati.
"Ya sudah tunggu sebentar, saya bayar tagihan dulu."ucap Yudis
"Ren, gue balik dulu ya? Next gue pasti mampir lagi main kesini."ujar Yudis
"Oke, bro dan titip adik gue yang satu ini."jawab Rendi yang menepuk bahu alyssah.
__ADS_1
"Wah jadi Alyssah enak ya? Banyak banget Abang, mama serta saudara lain nya."ungkap Yudis
Rendi dan alyssah tertawa karena selama bekerja memang Rendi sangat baik dan menganggap alyssah seperti adiknya saja.
"Alhamdulillah pak, walaupun tidak Soleha banget tapi banyak yang sayang sama saya."tutur alyssah yang sambil tertawa.
Yudis menatap alyssah yang tertawa dalam hati nya berkata."manis dan cantik."bathin Yudis mengatakan nya.
"Ya sudah yukk? Ajak Yudis
Alyssah dan Yudis langsung berjalan ke parkiran, tanpa sengaja alyssah menangkap sosok yang paling dia rindukan.
Langkah kaki nya terhenti sejenak bahkan kaki nya terasa berat untuk melangkah lagi.
"Ayah" lirih alyssah yang otomatis membuat Yudis pun menghentikan langkahnya juga. Dan mencari apa yang alyssah tatap sampai menghentikan langkah kaki nya.
"Syah, siapa? Tiba-tiba Yudis bertanya dan membuyarkan penglihatan alyssah
"Dia ayah ku,"tunjuk alyssah yang menunjuk ke arah pria yang sudah berumur.
"Apa aku gak salah lihat? Tanya Yudis
"Iya dia ayah ku,.memang kenapa? Tanya alyssah balik
"Gak apa-apa, mungkin aku salah orang.syah? Sahut Yudis.
"Ayo kita cari tempat atau taman saja yuk, biar kamu tenang."ajak Yudis
"Pulang saja pak, saya lebih nyaman duduk di balkon."sahut alyssah
"Mau beli cemilan atau kopi? Tawar Yudis
"Kopi ditempat saya banyak pak, cemilan juga yang tadi saya buat masih ada."ungkap Alyssah
"Okelah, ayo kita pulang."seru Yudis
Selama perjalanan Alyssah terdiam bahkan dia teringat kejadian awal ayah nya Sampai membenci dan mengusirnya dari rumah.
Alyssah mengepalkan tangan nya sampai buku-buku tangan nya terlihat memutih.
"Kalau kamu membencinya sampai sesak di dada kamu? Tunjukan kamu bisa sukses tanpa menghancurkan hidup orang."ujar Yudis
"Iya pak, saya akan tunjukan kalau saya tidak sehina atau serendah yang mereka pikirkan. Bahkan saya akan membuat ayah saya bangga."tukas alyssah yang membuat Yudis makin tertarik dengan wanita di sampingnya.
"Apa yang membuat ayah mu sangat membenci mu, kalau boleh saya tahu.syah?tanya Yudis
"Semua gara-gara Eli, dia yang sudah mengatakan hal yang tidak jujur ke ayah ku, sehingga ayah ku percaya dengan ucapan nya. Menikahkan ku dengan Aan ayah nya Billah, padahal aku tidak mengenal siapa Aan. Ternyata Aan adalah pacar gelap Eli, selama ini saya bodoh.
Eli membenci saya, dia berteman dengan saya tidak tulus. Dia mau berteman untuk menghancurkan hidup saya.
Dia merasa iri melihat kehidupan saya, padahal saya sangat tulus."ungkap alyssah
__ADS_1