
"Lin ,ayolah semangat untuk kuliah lagi dan disana udah ada yang menunggu Lo? tiba-tiba Alyssah masuk kedalam kamar Olin dan Olin pun menoleh ke sumber suara tersebut.
"iya ini gue udah mau siap-siap."jawab Olin dengan tidak ada semangat.
"Lin pasti gue dan Billah akan menyusul Lo kok!!ujar Billah
"tapi gue ngga yakin Lo akan nyusul gue?? cebik Olin
"doain gue dan untuk usaha kan ada Cici beserta karyawan."terang Alyssah.
akhirnya Olin pun terdiam lalu dia berdiri mengganti bajunya serta kopernya pun di bantu alyssah untuk merapihkan ya.
setelah beres semua Alyssah dan Olin pun turun kebawah untuk bergabung dengan yang lain.
Olin sedikit heran karena ada Dennis di sana sedang bicara dengan papihnya.
"apa kau sudah jadian dengan pria itu? dia tampan dan ramah!! bisik Olin
"ramah dari mana? cebik alyssah
"hahahaha jangan gitu nanti Lo bakalan jatuh cinta dengan nya."ledek Olin
"sudahlah jangan bahas dia lagi, ayo mamih mu sudah menunggu mu!! ajak Alyssah.
sampai di meja makan sudah tersaji hidangan Yang sangat lengkap sekali.
"wah makan besar nih!! ujar Olin
"akhirnya sudah siap juga, mamih jadi senang melihatnya."ucap mama Olin
"iyalah mih, lagian pada bawel banget sih!! kesal Olin
"bukan gitu kamu kan susah sekali di bujuk bikin kita semua pusing."terang mamih Olin.
"sudah lah mih, ayo kita makan."timpal rully
Kami pun semua berkumpul di meja makan dan satu persatu sudah mulai mengambil nasi beserta lauk pauk nya.
para laki-laki mereka makan sambil berbicara bisnis perusahaan mereka.
sedangkan para wanita lebih banyak diam saja dan sesekali mamihnya Olin bertanya soal catering juga.
"nanti coba mamih tanya kan ya,Syah!! apa teman mamih jadi ambil catering di tempat kamu!!ungkap mamih Olin.
"iya mih, sekarang karyawan sudah ada 10,Tan.. jadi kapan saja terima orderan banyak sudah siap,"terang Alyssah
"wah bagus tuh..semoga semakin berkembang ya usaha kamu!! ujar mamih Olin.
"aamiin."jawab Olin.
"Lin kita berangkat jam berapa? tanya papihnya Olin
__ADS_1
"satu jam lagi saja,pah."sahut Olin
"ya sudah kalau begitu, papa siap-siap dahulu."tegas papihnya Olin yang langsung masuk kedalam kamar untuk bersiap-siap.
begitu pun dengan mamihnya Olin yang juga ikut masuk kekamar.
"apa aku masih boleh ikut? tiba-tiba Dennis bertanya
"Lo nanya sama siapa? tanya balik Cici
"sama Alyssah lah yang dari tadi bungkam saja."sindir Dennis
"hmmm kenapa? tanya alyssah yang baru sadar namanya ikut-ikutan di sebut
"dia mau ikut sama Lo Syah? timpal Olin
"loh emang gue mau kemana? cuma mau anter Olin aja kok!! terang Alyssah
"iya katanya boleh ikut apa ngga!! sela Cici
"tinggal ikut saja sih!! kenapa harus bilang."cebik Alyssah
"nah, kalau begitu kan enak jadi gue bebas dong!! ujar Dennis.
setelah berbincang-bincang akhirnya mereka pun berangkat menuju bandara untuk mengantarkan Olin balik keluar negeri.
selama perjalanan Dennis selalu berbicara dengan Rully, alyssah sedikit memperhatikan pria tersebut tapi dia ngga mau ambil pusing.
sampai dibandara Olin kembali dengan drama nya, terus saja menangisi Billah.
membuat Alyssah merasa tidak enak hati bahkan membuat mamihnya semakin kesal.
"kalau kau seperti ini sebaiknya tidak usah balik ke Indonesia."ancam mamih Olin
"iya mih, nanti Billah siapa yang jaga..hiks.hiks dia pasti kangen sama aku!! rengek Olin
"Olin nanti ada mamih yang akan jaga Billah!! kesal mamihnya Olin.
sedangkan papihnya hanya memijit pelipis nya saking pusing dengan anak perempuan satu-satu.
"berangkatlah nak,, papih janji bulan depan akan bawa billah menjenguk mu!! bulan depan papih ada kunjungan ke Belanda."ungkap papihnya.
"dari tadi kek papih bilang begitu,jadi kan aku ngga usah cape-cape nangis!! cebik Olin
"ya sudah hati-hati jangan lupa kasih kabar!? ujar mamihnya
"iya dan ingat jaga Billah."terang olin ke mamih nya dan mamihnya hanya menganggukkan kepala saja.
"hati-hati ya dan jangan lupa kasih kabar!! ucap alyssah sambil memeluk Olin.
"gue titip anak gue ya,"sahut Olin
__ADS_1
"tentu gue akan menjaga nya dengan baik."ujar alyssah.
Olin pun memeluk Cici dan kakaknya Rully tapi dengan Dennis Olin hanya membisikkan sesuatu.
"kalau Lo suka sama dia tolong perjuangan kan!! tapi ingat jangan di sakiti."bisik Olin dan Dennis hanya tersenyum mendengar ucapan Olin.
akhirnya Olin pun masuk kedalam sambil melambaikan tangan nya.
setelah hilang, semua rombongan pun pulang kerumah masing-masing.
sedangkan Billah dibawa mamihnya Olin dan besok akan di jemput oleh billah sambil membawa test food lagi.
"Tante kalau Billah rewel tolong kasih tahu ya? ucap Billah
"Billah ngga akan rewel karena bayi yang sangat anteng."jawab mamih nya Olin.
"ya sudah kalau begitu, lisyah pamit ya. Tan!! ucap alyssah
"iya , hati-hati..tenang saja dan tidurlah yang nyenyak."teriak mamihnya Olin.
kepergian Alyssah dan Cici serta Dennis menjadi sepi rumah tapi ada Billah membuat mamih Olin merasa terhibur.
"ngga Olin ya ngga mamih sama aja,senang sandera bayi orang!? ledek Rully
"bukan bayi orang tapi cucu mamih karena Alyssah itu anak mamih."bentak mamihnya
"iya deh terserah kalian saja."Rully pun meninggalkan mamihnya yang sedang menidurkan Billah.
"dasar ngga tahu mamih nya kesepian apa!! gumam mamih Olin.
dilihat Billah sudah pulas lalu mamih Olin pun meninggalkan bayi tersebut dan menitipkan nya ke Sri.
"kalau dia rewel segera kasih tahu saya!! jangan kasih tahu alyssah ya? pesan mamih Olin
"iya Bu nanti akan saya bangun kan jika Billah rewel."jawab Sri dengan sopan.
"kamu kalau masih lapar makan saja ya? sambil mengatakan itu mamih Olin pun meninggalkan kamar Billah.
Sri hanya menjawab dengan anggukan kepala saja dan mengucapkan terimakasih.
alyssah sampai di apartemen nampak sepi bahkan Cici pun merasakan hal yang sama.
"eh kenapa Lo ngga pulang? Cici kaget ternyata masih ada Dennis
"gue mau ambil jas gue sekalian."sambil duduk di sofa Dennis menunggu alyssah.
"ini jas nya sudah bersih."Alyssah menyodorkan paperbag yang berisi jas.
"apa gue boleh minta kopi? tanya dennis
"boleh, sebentar gue bikinin dulu."sahut Alyssah yang kebetulan dia juga ingin membuat kopi.
__ADS_1
Cici memperhatikan gelagat Dennis dan Cici bisa menebaknya kalau Dennis benar menyukai Alyssah.