Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu

Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu
BAB XXVI


__ADS_3

Alyssah kembali bekerja hari ini, hari ini hati nya sedang tidak baik-baik saja. Karena beberapa kali mendapat pesan dari Aan.


Alyssah baru saja selesai menyalin semua berkas dengan mesin fotocopy. Sesekali dia menyeka sudut matanya yang berair menahan rasa gejolak ingin menangis, rasa pedih di hatinya semakin menjadi-jadi.


Entah apa kesalahan yang pernah di lakukan olehnya sehingga Aan Setega ini kepadanya. Jangan kan untuk melindungi atau mencoba memperbaiki nasib rumah tangga nya, ini malah terus menyakiti hati nya terus menerus.


Sungguh alyssah terluka hingga dada nya terasa sangat sakit, seperti tertancap duri tajam yang menusuk hati nya.


Dengan kepala tertunduk, alyssah kembali melangkahkan kakinya menuju ruangan Yudis.


Apa seburuk ini sehingga Aan tega melakukan semua kepada diri nya,sampai di usir oleh ayah nya dan bekerja demi biaya kuliahnya serta melahirkan. Apa salahnya alyssah? sampai coba bertahan bahkan sangat setia dan menghormati pernikahan nya itu.


"Alyssah, kenapa wajahmu sangat sedih? Bahkan seperti terlihat awan mendung yang akan turun hujan,"ujar Dody yang berjalan dari arah berlawanan 


Alyssah menegakkan kepalanya lalu melotot tajam ke arah Dody hingga pria itu bergidik ngeri melihatnya.


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, alyssah melenggang pergi meninggalkan Dody.


Bibir nya benar-benar terkunci untuk hari ini, bahkan rasa sedih yang sedang menyelinap di hati nya.


"Ada apa dengannya? Kenapa dia sangat diam sekali,apa ada masalah lagi?"gumam Dody sambil menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal. Jika alyssah sedih sangat aneh, dan aku merasa jadi saudara yang gagal.


Apa suami nya masih saja terus menghubungi nya?"rumit sekali berumah tangga tanpa di dasari cinta.."lirih Dody


Dody melanjutkan langkahnya,lebih baik nanti pas makan siang saja menanyakannya jika suasana hati alyssah sudah baik-baik saja.


Alyssah melangkah masuk ke dalam ruangan Yudis dengan tatapan kosong. Tubuh nya berada di sana tapi pikirannya entah sedang traveling kemana.


Alyssah hari ini nampak sangat gelisah, masih memikirkan nasib rumah tangga nya.


Jujur dia sudah mulai menaruh hati dengan suami nya tapi seketika hancur begitu saja.


Pernikahan yang sangat dia ingin kan semua akan baik-baik saja ketika dia hamil Billah, ternyata hanya mimpi di siang bolong.


Bahkan dia beberapa kali melihat suami nya berjalan mesra dengan Eli.


"Alyssah, letakkan semuanya disini.."ujar Yudis sembari menunjuk depan mejanya.


Lalu alyssah meletakkan tumpukan kertas dalam diam, wanita yang selalu ceria hari ini terlihat berubah menjadi wanita yang pendiam.


Yudis nampak heran, lalu mengangkat alisnya.

__ADS_1


Ada yang hilang jika wanita ini nampak diam.


"Alyssah?"panggil Yudis sambil mengamati matanya yang merah seperti habis menangis.


"Apa yang harus saya kerjakan pak?"tanya alyssah sembari menatap Yudis dengan sendu.


"Apakah kamu sakit? Atau sedang ada masalah?"tanya Yudis


Alyssah hanya menganggukkan kepalanya pelan.tatapan nya terlihat tidak fokus sama sekali.


"Hmmm.. istirahatlah,"ujar Yudis sambil mengambil nafas panjang.


Alyssah langsung berbalik lalu melangkah menuju meja kerja nya. Ingin meluruskan kakinya yang terasa pegal. Meski yang terasa pegal adalah hati nya yang masih terasa nyeri.


Yudis kembali bekerja sambil sesekali melirik alyssah dengan ujung matanya.


Wanita itu nampak menenggelamkan wajahnya di atas meja dengan melipat kedua tangannya.


Yudis merasa aneh saja,karena biasa nya Alyssah tidak seperti ini.


Lalu Yudis menghembuskan nafas kasarnya, lalu bangkit menghampiri meja kerja alyssah.


"Kalau kamu tidak fokus bekerja, sebaiknya kamu. Aku antar pulang saja.."ujar Yudis


Alyssah pun menegakkan kepalanya dan menatap Yudis dengan sendu.


"Maaf kan saya pak, saya gak apa-apa kok.. hanya tadi agak letih saja,"sahut alyssah yang langsung menghapus dengan cepat air mata yang menetes di pipinya.


"Ayo pulang, aku akan mengantarkan mu,"ujar Yudis


"Maaf kerjaan bapak masih banyak, sebaiknya bapak selesai kan saja dahulu. Sebentar lagi akan makan siang jadi saya akan jauh lebih baik lagi pak.."terang Alyssah.


"Maaf kalau agak bertanya soal pribadi, tapi jika akan membuat hati mu sedikit tenang. Ceritakan dengan ku, anggap aku adalah saudara mu atau teman curhat mu.."terang Yudis


Alyssah pun terdiam dan hanya menundukkan wajah nya.


"Heemmm..iya pak dan terimakasih."ucap alyssah 


Lalu dia berdiri dan berjalan menuju pintu keluar ruang kerja nya


"Saya permisi ke toilet dulu pak.."pamit alyssah 

__ADS_1


Lalu dengan langkah cepat dia berjalan ke arah toilet.


Sampai di toilet, alyssah mencuci muka nya dan menatap wajahnya di depan cermin.


Dia terus memperhatikan wajah nya yang nampak sembab.


Baru kali ini dia merasakan sakit hati yang begitu dalam.


Setelah cukup lama, akhirnya dia pun bergegas keluar dari toilet.


Kembali dia berpapasan dengan Dody tapi kali ini Dody tidak sendirian dia bersama Didi kakaknya.


"Syah,, sudah lebih baik. Ayoo kita makan sama-sama, kebetulan ada bos yang mau traktir kita.."seru Dody


"Bos? Alyssah mengernyitkan alisnya


"Iya ini loh sebelah gue, abis menang tender lagi tuh kantor nya.."Dody melirik kakak nya


"Dimana kak sella? Jika kita pergi bertiga saja tidak enak dengan kak sella.."tutur alyssah 


"Kita pergi berlima, ada pak Yudis dan papa juga.."terang Didi


"Ohh.."alyssah hanya menjawab singkat


"Aku ambil tas dulu,,"pamit alyssah 


"Dia lagi kenapa? Dari tadi diam saja dan menjawab seperlunya saja.."tanya Didi ke Dody yang hanya menggedikan bahu nya saja.


"Seperti nya sedang patah hati,karna dia sudah mencintai suami nya dan bertahan selalu menjadi istri yang baik. Bahkan tidak membantah dan selalu jadi tulang punggung keluarga suami nya.


Balasan nya sangat menyakitkan hatinya, Aan suami nya berselingkuh. Aku berkali-kali melihatnya tapi aku yakin lisyah juga melihatnya.."ungkap Dody.


"Apaaa, jadi selama 2 tahun dia membiayai hidup suami dan keluarganya? Apa alyssah gak mikir kalau pernikahan nya gak bahagia tapi masih sok Sokan bertahan dan berpura-pura bahagia? 


Di usir oleh ayahnya saja, aku dengarnya gak tega. Tambahan hamil sambil bekerja di cafe, pulang malam. 


Kesal nya aku kalau emang gak suka sama Alyssah, tinggalkan tapi janganlah anak orang di buat hamil, ketika hamil di tinggalkan.."ocehan Didi di dengar jelas oleh Yudis


"Iya udah hamil lalu di tinggalin dengan selingkuhannya, selingkuhannya ini yang menjebak alyssah sehingga di benci ayahnya.


Ibarat kata kemarin sudah di beri harapan tinggi, membuat alyssah akhirnya jatuh cinta. Ketika sudah mendapatkan perawan nya lalu hamil di hempaskan begitu saja.."ujar dody

__ADS_1


__ADS_2