Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu

Aku Tulang Rusuk Mu Bukan Tulang Punggung Mu
BAB LIV


__ADS_3

Di bandara terlihat dari jauh,dody sedang terduduk sedangkan wajahnya di tutup dengan kedua tangannya.


Berat untuk dia meninggalkan Jakarta dan teman-teman yang selalu ada untuk nya sekarang mereka menjauh hanya karena ulah satu orang.


Ini yang Dody takuti jika dia berpacaran dengan satu Genk pasti akan pecah jika ada masalah.


"Kamu nunggu siapa? Dewi!" Tanya pak Dedy sambil menepuk bahu anaknya.


"Bukan pah, aku nunggu Cici dan alyssah siapa tahu datang sama Billah juga. Aku kangen bayi itu pah."sahut Dody. Terlihat wajah sedihnya bahkan Dody merasakan sesak di dadanya.


Sakit hati nya bahkan untuk kembali dengan Dewi sepertinya dari kata jauh.


Andai dia masih memberikan kesempatan kedua untuk Dewi tapi nyatanya Dewi malah membuat dirinya semakin kecewa saja.


Kalau di teruskan akan menjadi besar kepala, Dody memutuskan menyudahi pertunangannya itu.


"Dodoolllllll..tunggu "teriak Cici dan alyssah bersamaan dan anehnya kenapa Olin ikut-ikutan memanggil Dody juga padahal belum kenal.


Membuat alyssah menghentikan larinya.


"Emang Lo kenal sama teman gue yang gue panggil,"tanya alyssah 


"Ngga ,"jawab Olin 


"Nah terus, Lo ngapain ikutan manggil? Ujar alyssah 


"Biar bantu Lo teriak agar kedengaran sama si dodol."sahut Olin tanpa dosa berjalan mengikuti Cici yang sudah setengah berlari ke arah Dody.


"Pea Lo masih aja sih,Lin? Seru alyssah 


"Kan kita sama, jadi gue pea dan Lo juga pea."terang olin dan alyssah hanya menepuk jidatnya saja.


Karena itulah Olin cerminan dirinya, jadi apa yang alyssah lakukan dia juga akan lakukan.


Dengan nafas terengah-engah, Cici menghampiri dan memeluk sahabatnya itu.


"Aduh,BRo kenapa sih berangkatnya sekarang? Lo ngga tunggu cobain masakan gue? Gue udah bisa masak."ungkap Cici sambil menyodorkan kotak makan yang berisi kue.


"Ini apa ? Tanya Dody 


"Kue lah buatan gue, masa iya racun tikus"cebik Cici 


"Hahahahaah ya kali karena Lo marah sama gue."canda Dody yang sudah bisa tertawa lagi.


"Halo brother, semangat yak"seru alyssah dan Dody merentangkan kedua tangannya.

__ADS_1


Ketika alyssah mau memeluknya tiba-tiba sudah keduluan oleh olin yang sudah berhamburan memeluk Dody.


"Oliiiinn, kenapa jadi Lo yang peluk teman gue"teriak alyssah kesal 


"Kan gue wakilin aja, jadi biar gue aja yang peluk cowo keren ini,"ujar Olin sambil menunjuk bahu Dody.


"Dod, maaf ini calon adik ipar gue, namanya Olin dan dia teman akrab nya alyssah jadi jangan heran hampir sama sifatnya"terang Cici 


Dody pun menyodorkan tangan nya lalu Olin pun menjabat tangan tersebut.


Entah kenapa hati Dody mengatakan pernah menolong gadis yang ada di depannya.


Begitu pun dengan olin, wajah Dody seperti tidak asing baginya.


"Gue kek pernah ketemu Lo dimana ya? Dody mengingat-ingat lagi


"Iyalah kan waktu itu gue kecebur di danau dan Lo nolongin gue, tapi gue nya di omelin sama Lo karena udah bikin jaket Lo basah,"cebik Olin yang baru ingat tentang Dody karena Dody memakai jaket yang bikin Olin di marahin Dody.


"Hahhahaaha iya iya,kok Lo inget? Tanya Dody


"Nah itu kan jaket yang Lo pakai, yang bikin Lo marah sama gue,"tunjuk Olin ke jaket Dody.


"Lin , kita tukar nomor telpon. Lo save nomor Lo nanti gue miscall Lo? Tiba-tiba Dody memberikan ponsel nya lalu olin pun mendial nomor ponselnya.


"Oke gue save ya!"ujar Olin


"Idiih gue mau sekolah lagi biar nambah pinter dan Lo sama gue bakalan lewat deh,"sombong Dody dengan menepuk dadanya.


"Eleh sombong, awas aja kalo giliran ngga bisa ngerjain tugas. Lo cariin gue."timpal alyssah.


Tidak lama kemudian sudah ada panggilan untuk penerbangan ke negara B.


Dody pun memeluk satu persatu sahabatnya, tidak lupa memberikan selamat untuk Rully dan Cici.


Dody membisikkan ketelinga Yudis untuk menjaga alyssah dan Billah.


Namun yang membuat bingung kenapa Dody juga memeluk Olin? 


Olin pun hanya tersipu malu,bahkan seperti sepasang kekasih saja tingkah mereka.


"Sampai ketemu ya Lin, nanti kalau selesai liburan kabarin gue,"bisik Dody yang membuat alyssah kepo.


"Lo berdua mau pacaran ya? Tebak alyssah dan Dody menganggukan kepalanya.


Entah kenapa kehadiran Olin mengobati luka hatinya.

__ADS_1


"Jangan mau Lin, dia baru habis putus sama tunangannya yang ada Lo cuma jadi bantalan dia aja."ungkap Alyssah 


"Ngga apa-apa yang penting dia suka sama gue"sahut Olin.


Dody dan orang tuanya pun tertawa dan mereka pun berpamitan.


Pak Dedy memeluk alyssah sangat erat sekali dan apa lagi mama Dody sampai terisak ketika memeluk alyssah.


"Mah, Kita kan masih bisa bertemu. Masa sampai nangis begini sih."canda alyssah 


"Kamu tuh, drama sedikit kek. Ikutan nangis gitu.. kek di film-film."ucap mama Dody


Semua yang berdiri menyaksikan alyssah dan mama Dody jadi tertawa.


Dody menjadi tenang karena sahabatnya bisa mengantarkan dia.


"Baik-baik dan jaga diri oppa.."ledek Cici


Dody pun melambaikan tangan nya dan memberi ciuman jauh untuk sahabatnya.


Air mata tiba-tiba menetes di pipinya Cici dan alyssah serta olin ikutan nangis juga.


"Ngapain Lo nangis Lin? Tanya alyssah 


"Ikutan Lo Sama kak cici lah..masa Lo nangis berdua doang kan kalo bertiga jadi asyik"terang olin yang mendapat jitakan dari alyssah.


Ketika menuju parkiran tiba-tiba Dewi menarik tangan alyssah begitu kencangnya dan hampir saja alyssah tersungkur kalau tidak di tahan oleh olin.


"Eh bedebah, berani nya Lo nyakitin teman gue. Ngga ada ngeri-ngeri nya hidup Lo? Sentuh teman gue,"hardik Olin yang membuat Cici terlonjak kaget.


Rully menengahi adiknya karena adiknya pintar taekwondo dan alyssah tahu itu karena alyssah sering menemani olin latihan.


"Ngga usah ikut campur dan Lo pikir gue takut sama cewe macam Lo? Tunjuk Dewi ke wajah Olin


Dengan spontan olin menarik jari telunjuk alyssah dan menekannya sampai patah.


"Sshhh sakit lepas jari gue patah, sialan? Bentak Dewi 


Spontan tinju melayang ke muka Dewi sehingga mengeluarkan darah dari hidungnya.


"Masih berani Lo teriak hah? Ayo lawan gue tadi Lo bilang ngga takut..gue kasih tahu sama Lo ya?


Dia sahabat baik gue, seujung kuku Lo coba sentuh atau sakitin dia, satu-satu jari Lo akan habis gue patahkan."inget itu perempuan sundel


Olin pun mendorong tubuh Dewi sampai Dewi terjatuh.

__ADS_1


Bahkan Cici hanya menatap dengan tatapan marah tidak ada yang menolongnya.


Orang-orang pun hanya menatapnya saja, tidak ada yang merasa kasihan kepada dirinya.


__ADS_2