
Pagi ini sangat membuat alyssah sangat kesal sekali, selepas sholat subuh bukan nya sholat malah sibuk menanyakan uang dan uang.
Sekali minta dalam jumlah yang tidak sedikit, lumayan besar.
"Syah,nanti ibu minta tolong untuk setoran gas ya? Nanti kalau warung sudah pada bayar langsung ibu kembalikan.."tutur ibu mertua nya
"Bu ,barusan mas Aan juga minta uang. Entah untuk apa? Dari kemarin sampai pagi ini membuat kepala lisyah sakit. Masalah nya kan aku baru pindah kerja Bu,jadi belum ada gaji atau uang pegangan lebih.."jawab alyssah dengan air mata yang hampir menetes.
Ibu mertua nya hanya diam saja, karna Alyssah sudah terisak sedih.
Sakit di dadanya ketika suami nya terus saja meminta uang dan seolah tidak memikirkan perasaan nya.
"Kalau memang disini aku hanya menjadi beban di keluarga ini, apa lisyah pergi saja Bu? "Isak tangis alyssah sangat memilukan sekali bahkan mama ayu yang datang kepagian pun mendengarkan nya sampai ikut menangis.
"Jangan lebay kamu..aku tahu uang mu banyak,masa kerja gak ada uang.."tiba-tiba Aan keluar dari kamar bicara seperti itu.
"Apa kamu bilang aku lebay,,hai tuan Aan coba anda rasakan bekerja menafkahi diri sendiri jangan bisa nya cuma bicara dan minta uang.. selama 2 tahun apa yang sudah kamu berikan ke saya..? Ayo jawab.."teriak alyssah
"Oh biar saya ingatkan sama anda..pertama alesan untuk bayar kuliah, kedua pun sama belum bayar kuliah,ketiga ada keperluan dadakan ,ke empat dan seterusnya pun sama ada dadakan dengan alasan segera aku ganti jika ibu memberikan untuk membayar kuliah..hahaahahaaa anda tahu itu alasan klise, belum lagi anda mencopet uang di dompet yang untuk makan sehari-hari..."jelas alyssah yang membuat muka suami nya merah padam menahan malu.
"Eh Lo perhitungan sama gue, Lo tinggal di sini gak gratis.."teriak Aan
"Woii,, gue tinggal di sini gak gratis ya,karna gue biayain Ade Lo sekolah beserta keperluan dapur disini. Dan belum lagi modal setiap kali gas datang..apa anda tidak melihat semua nya dan yang anda makan adalah hasil keringat saya.."terang alyssah yang membuat Aan semakin geram
"Oke, anda gak usah takut.karna saya akan keluar dari rumah ini..ingat itu jangan pernah kamu cari anak ku juga.."ancam alyssah yang langsung masuk kekamar dan mengunci nya.
Sebelum mempacking barang-barang nya, Alyssah menghubungkan Cici dahulu lalu mentransfer uang sewa nya.
Setelah itu alyssah menghubungkan Yudis meminta ijin datang siang.
Dan juga memberitahukan Dody kalau hari ini dia pindahan jadi datang nya telat kekantor.
Dody dan Cici sudah menunggu alyssah di lobby apartment bahkan unit nya sudah di bersihkan oleh art nya Cici yang sengaja dia bawa dari rumah.
Bahkan anak si art Cici akan bekerja untuk menjaga Billah, agar Alyssah bisa bekerja dengan tenang karna art ini sudah ikut orang tua Cici lebih dari 20 tahun.
__ADS_1
"Syah,,jangan pergi.."mohon ibu mertuanya
"Ibu tolong ajarkan anak ibu soal mempunyai istri dan anak,jika belum siap kenapa mau saja di suruh orang untuk melamar dan menikahi aku Bu.."terang alyssah yang di bantu mama ayu masuk ke dalam mobil.
Bahkan mama ayu ikut mengantarkan alyssah pindahan ke apartemen.
"Pesan saya buat kamu neng Alyssah,, jangan jadi trauma karna tidak semua laki-laki sama, tapi tindakan kamu mengambil keputusan seperti ini sudah benar..walau di mata Tuhan ini salah.."tutur mama ayu
"Terimakasih ya Bu..entah lah Bu, saya mulai lelah bahkan cape rasa nya. Kalau soal uang atau di paksa untuk membersihkan rumah saya gak masalah.."terang alyssah
Didalam mobil alyssah terus bercerita bahkan tidak ada yang dia tutupi, mama ayu bahkan sudah tahu soal masalah alyssah.
Tidak lama mereka sampai di apartemen ternyata di lobby sudah di tunggu oleh Dody dan Cici, bahkan ada kak Didi dan mama Dody juga.
"Wah rame banget, selamat siang semua.."seru alyssah
"Syah,, sini Billah biar Tante yang gendong.."pinta mama Dody
"Syah sini kakak kenalin sama calon istri kakak nama nya sella..sella ini lisyah adik ku.."ujar Didi kakak nya Dody
"Kak sella cantik dan anggun,, pasti kak Didi sayang banget nih.. iya gak dod.."alyssah menyenggol lengan Dody
"Rese nya mulai deh..cebik Dody
Cici langsung mengajak alyssah untuk langsung naik ke unit, karna kasian dengan Billah.
Alyssah mengajak mama ayu serta yang lainnya juga, sampai di unit apartment.
Langsung membereskan baju-baju serta peralatan kuliah nya,di bantu mama ayu dan Sri.
"Gimana Syah..tempat nya.."tanya Cici
"Nyaman banget dan kalau buka balkon pemandangan taman di bawah sangat sejuk.."sahut alyssah.
"Semoga betah ya..tapi Billah sepertinya sudah nyaman tuh.."tunjuk Cici
__ADS_1
Alyssah hanya tersenyum saja, Dody dan kakak nya sedang menyusun makanan yang tadi mereka pesan.
"Syah,gue udah bilang papa sama pak Yudis kalau kamu gak masuk kerja hari ini. Jadi besok saja kamu masuk.."ujar Dody
"Waduh gak enak dong,, pasti pak Yudis besok akan siksa gue nih.."gerutu Alyssah
"Istirahat dan bereskan dulu barang-barang yang belum rapih..dan besok baru masuk lagi kerja.."saran kak Didi
"Hmmm gaji gue otomatis di potong dong hari ini..huuaaa rugi.."seru alyssah yang langsung di Toyor oleh Cici
"Mikirin nya duit Mulu,, nanti Dewi dan septya datang tunggu aja.."ucap Cici
"Wah seru dong.."lirik alyssah ke arah Dody
"Lama-lama berisik ini bocah.."kesal Dody
"Ya kan siapa tahu langsung lamaran, iya gak Tan? Seru alyssah
"Maksud Lo, Dody sama septya .."bisik Cici
"Bukan dia itu suka sama Dewi.."bisik alyssah
"Masa,,kok baru tahu sih..gak apa-apa juga. Nanti Lo liat deh kalau Dewi juga sebenarnya suka sama Dody cuma takut aja sama kita.."terang Cici
"Ayoo..makan siang dulu.."teriak mama nya Dody
Lalu alyssah dan Cici berhenti menggosip, langsung bergabung di pantry
"Wow..enak banget nih.."seru Cici
"Sini mama ayu dan Sri..sini gabung makan,gak usah sungkan.."ucap alyssah
"Iya kesini gabung,,gak usah malu.."ajak Didi
"Iya Bu nanti saja gantian,ini Billah nya masih belum tidur.."ujar Sri dan mama ayu
__ADS_1
"Biar saya saja yang jaga Billah.."tiba-tiba sella berucap seperti itu membuat mama Dody menatap nya bingung.