
Di perjalanan menuju rumah orang tua Dewi, Alyssah nampak sedikit gelisah karena ada rasa takut nanti nya mereka akan marah dengan alyssah.
Alyssah memeluk Billah bahkan sebentar-sebentar mencium pipi gembul bayi tersebut.
tidak lama mereka sampai di kediaman orang tua Dewi, yang pertama turun adalah Cici baru di susul Alyssah dan Olin.
"sini biar gue yang gendong di baby ndutt."pinta Olin yang gemas sama Billah.
alyssah pun menyerahkan Billah ke Olin untuk di gendong.
Cici masuk terlebih dahulu dan menekan bell rumah orang tua.
tidak lama pintu terbuka dan mamanya Cici langsung memeluk alyssah dan meminta maaf.
alyssah pun ikut menangis tidak lama dari dalam muncul Teti dan papa nya Dewi.
"maaf kan Dewi ya nak."ujar papa nya Dewi dan alyssah pun mencium tangan orang tua tersebut.
Teti hanya memeluk alyssah tanpa mengucap satu kata pun.
malu yang keluarga Dewi rasakan karena alyssah pernah membantunya dengan tulus dan ikhlas tapi malah di balas sedemikan rupa sakitnya.
"ayo masuk, apa ini Billah.. aduh keponakan aunty Teti gendutt nya.nginap ya disini jangan pulang."seru Tety lalu mengambil alih gendongan Billah dari tangan Olin.
Olin pun meminta maaf dengan kejadian kemarin yang sudah menghajar Dewi dengan sangat menyesal dia Melakukan itu semua tapi semua ada alasannya.
untuk melindungi Billah dan sri karena Dewi sudah bertindak di luar batas.
ternyata orang tua Dewi tidak mempermasalahkan itu semua, bagaimanapun anaknya sudah di nasehati tapi masih keras hatinya.
akhirnya mereka saling berbagi cerita, dan Alyssah memberitahu kalau dirinya pun sudah tidak bekerja dan sekarang hanya mencoba peruntungannya di bidang kue dan makanan saja.
"wah, Syah kok ngga nawarin ke kak tety sih? kan bisa kakak masuk kan ke cafe bang Rendi !! ujar tety
"baru hari ini kak berjalan, besok alyssah kirim teaternya ya? semoga bisa di terima di cafe pak Rendi."ujar alyssah.
"apa ini cake yang kamu buat, Syah? timpal papanya Dewi
"iya om..apa enak? tanya alyssah was-was
"sangat enak, coba deh mah? papa nya Dewi pun meminta istrinya untuk mencicipi nya juga.
"enak banget ini sih sampe kalah buatan bakery."puji mamanya Dewi
__ADS_1
"wah kalau di sanjung begini sih kek nya ada discount nih minimal 50%."ledek Olin yang membuat semua tertawa dan seakan melupakan masalah yang membuat mereka sedih.
"untuk Tante apa sih yang ngga!! timpal Cici
tak terasa waktu sudah hampir menunjukkan jam lima sore.
alyssah dan Cici serta olin pun pamit undur diri karena harus mengerjakan makan malam.
"semoga usaha kamu yang sekarang bisa berjalan lancar ya,Syah dan ingat selalu berdoa."nasehat papanya dewi
"aamiin.. makasih om."sahut alyssah lalu mereka bertiga mencium tangan orang tua Dewi secara bergantian.
"kami pamit pulang dulu ya om, Tante dan kak tety."ucap alyssah
"jangan lupa tester Kue nya ya , Syah."seru Tety sambil memberikan Billah ke Olin lagi.
"baik kak, besok aku kabarin ya kak!! kalau sudah siap "jawab alyssah.
lalu alyssah dan Cici serta olin, Billah pun masuk kedalam mobil.
orang tua Dewi tadi nya melarang Billah untuk pulang karena Meraka masih kangen dengan bayi tersebut, hanya saja ada rasa takut dihati alyssah.
Tety dan orang tuanya pun memahaminya bahkan meminta maaf karena Dewi meninggalkan bekas trauma yang mendalam.
"orang tuanya sebenarnya baik banget ya,Syah!! ujar Olin
"orang baik akan di balas dengan kebaikan ya Syah."ujar Olin
"iya,Lin tapi untuk orang yang iri hati akan sedikit sudah mengertinya."timpal Cici sambil fokus menatap jalanan karena dia sedang menyetir mobil.
tidak terasa mereka sudah sampai di lobby apartment, alyssah langsung membawa Billah yang sudah tidak nyaman.
Cici dan Olin menyusul alyssah dari belakang, sampai di lift ponsel olin terus saja berdering.
"siapa sih,Lin? angkat kali saja penting."tutur Cici
"si Dodol nih dari tadi telpon terus."sahut Olin
"Dody maksud Lo? angkat sini biar gue yang bicara."pinta Cici
lalu olin pun menyerahkan ponsel nya ke Cici.
"hallo Olin sayang.."seru Dody yang dia belum tahu kalo yang angkat telpon adalah Cici
__ADS_1
"pake sayang-sayang segala Lo, enak bener mau merayu calon adik ipar gua."ledek Cici
"kenapa Lo yang angkat sih ci,mood gue langsung rusak nih."sahut Dody
"sialan Lo, kurang asem ya..awas aja Lo sampe bikin adik gue nangis. abis aja Lo di tangan dia sih.. bukan di tangan gue ."jawab Cici
panggilan Dody berubah menjadi panggilan video call
nampak di layar ponsel olin wajah Dody yang masih berpakaian lengkap kerja nya.
"tumben Lo masih kerja aja? ngga kuliah. jangan bilang kalau Lo males dan ngga bisa ngerjain tugas."ledek alyssah
"gue udah bisa, Syah. ngerjain tugas gue sendiri."cebik Dody
"Billah mana? kangen banget gue sama itu bayi."ujar Dody
lalu ponsel Dody di arahkan ke Billah yang sedang meminum susu.
"gendutt aduh keponakan uncle makin gendut aja, jadi pengen gigit deh."seru Dody
lalu kamera tersebut di arahkan ke wajah Olin yang sedang fokus menonton tv.
"aduh cantik nya calon istri bang Dody jadi ingin cepet-cepet di bawa kekamar deh."canda Dody
"woy sejak kapan Dody jadi kang merayu.."ledek Cici
"sejak melihat wajah olin tersayang, ci itu kenapa dia ngga mau bicara sama gue."tanya Dody
"nah Lo berdua kenapa coba."tanya balik Cici
"cie ambekan entar cantiknya luntur loh.."ledek Dody untuk Olin
Tetap saja Olin cuek ngga mau menjawab ledekan Dody.
"ya sudah ci kalau masih ngambek, gue sudahi dulu ya panggilan telpon nya. salam aja untuk alyssah dan yang lagi manyun di depan tv."ledek Dody
"baik-baik ya di sana dan jaga kesehatan."teriak alyssah dari jauh.
lalu Dody mematikan panggilannya dan membuat Cici memicingkan matanya menatap Olin.
"jangan bilang kalau kalian sudah pacaran? tanya Cici yang masih penasaran.
"ngga ada pacaranlah dia aja yang kerjaan nya tiap jam ngledek terus, gimana gue ngga kesel."ungkap Olin
__ADS_1
"berarti dia serius sama Lo, coba aja dulu Lo buka hati untuk dia."terang Cici
"ya belum tahu juga, pacaran LDR itu ngga enak juga yang ada sering ribut nya."sahut olin